
Jangan bandingkan prosesmu dengan proses orang lain , karena tidak semua bunga tumbuh secara bersamaan 🌹🥀
Varo menatap bella dan si kembar yang sedang menikmati keindahan puncak tersebut.
Dia kebingungan bagiamana caranya memberitahu bella dan si kembar kalau sekarang dia harus pergi meninggalkan mereka di puncak itu untuk sementara waktu.
" Uncle , apa kau tidak akan mengajak kami masuk kedalam vila itu , sepertinya uncle sengaja ingin membuat kami kedingingan dengan udara yang sangat dingin seperti ini ". Sindir delvira pada varo
" Ya , maafkan uncle , ayo kita masuk ". Ajak varo
Mereka berempat pun berjalan masuk kedalam vila berdua tingkat yang mewah itu .
Delvira sangat antusias dan begitu senang karena di dalam lantai 1 vila tersebut , ternyata varo sudah menyediakan banyak mainan di sana.
Dengan cepat delvira langsung mengajak delano untuk bermain semua permaian itu , sedangkan varo dan bella masih berdiri dan memperhatikan si kembar .
" Apa saya bisa meminta bantuan anda nona bella ? ". Tanya varo secara tiba-tiba membuat bella terkejut
" Ya , katakan saja tuan ". Jawab bella
Varo langsung memposisikan tubuhnya menghadap kearah bella , dia menatap bella dengan tatapan yang sulit di artikan dengan kedua tangannya di masukkan kedalam saku celana bagian depan yang di pakai nya.
" Saya ada urusan penting yang harus segera saya selesaikan saat ini juga , bisakah kamu menjaga mereka disini untuk beberapa jam saja sampai aku kembali lagi kesini ? ". Tanya varo dengan serius
" Ya , saya memang bisa menjaga mereka berdua disini , tapi apa boleh saya tahu tuan akan kemana , apa tuan ingin mengatasi para penjahat tadi yang ingin menembak mobil tuan ". Ucap bella sedikit takut salah bertanya
" Kamu tidak perlu tahu , saya hanya ingin bertanya apakah anda bisa menjaga kedua keponakan saya atau tidak , itu saja ". Jawab varo dengan wajah datarnya
__ADS_1
Bella langsung terdiam , dia tahu varo pasti akan mengurus masalah yang tadi dan entah kenapa bella memiliki firasat buruk tentang hal itu.
" Baiklah , maaf jika saya lancang , tapi berikan nomor ponsel anda pada saya agar saya bisa menghubungi anda jika terjadi sesuatu pada kami ". Ucap bella sambil mengeluarkan ponselnya
" Berikan ponselmu ". Ucap varo tidak mempermasalah permintaan bella yang ingin meminta nomor ponselnya untuk berjaga-jaga
Varo pun mengambil ponsel milik bella yang di berikan bella , dia langsung mengetikkan nomor ponselnya di ponsel bella dan menyimpannya dengan nama varo saja , setelah itu varo langsung mengembalikan ponsel milik bella pada bella .
" Baiklah , saya tidak tahu tuan akan mengurus masalah apa , tapi saya hanya ingin mengatakan untuk berhati-hatilah ". Ucap bella meraih ponselnya dari tangan varo
Varo menatap bella dengan mata yang memicing karena dia sedikit terkejut mendengar nasehat bella padanya .
" Di vila ini sudah di rancang dengan banyak alat canggih di dalam maupun di luar vila ini ".
" Vila ini di kelilingi tembok tinggi di bagian samping kanan kiri dan hanya pagar tembok di bagian depan saja yang sengaja di rancang pendek agar kalian bisa menikmati pemandangan dari dalam vila ".
Varo menjelaskan dengan panjang lebar semua yang harus dia beritahukan ada bella tentang semua yang ada di vila tersebut.
Tentu saja varo memberitahukan hal tersebut pada bella agar kedepannya jika dia sudah meninggalkan vila ini , bella bisa mengantisipasi kapan saja ketika musuh datang dan menyerang vila tersebut .
Alat yang di berikan varo pada bella adalah alat berupa remot kontrol yang ternyata sudah di lengkapi gambar kecil yang bisa mempermudahkan bella untuk menggunakan alat tersebut.
Bella mengambil alat itu dari varo , dia membolak-balikkan alat itu dengan tatapan kagum karena baru kali ini dia melihat ada alat yang bisa mengontrol apapun di sebuah vila seperti itu.
" Baik tuan , saya mengerti ". Ucap bella
" Ingatlah satu hal , kamu harus mengunci gerbang utama setelah saya pergi , jika ada orang asing yang tidak kamu kenal , jangan pernah bukakan gerbang untuk siapapun itu dan langsung tekan tombol di alat itu yang bergambarkan pagar tembok bagian depan ". Jelas varo sangat teliti mengantisipasi bahaya apapun
__ADS_1
" Dan satu lagi , jika ada orang lain berhasil masuk kedalam area vila ini , kalian naiklah ke lantai 2 dan tekan tombol yang berbentuk pintu dengan angka 1&2 ini agar orang itu tidak bisa menaiki lantai 2 ".
Bella langsung menganggukan kepalanya tanda mengerti , varo pun sedikit merasa lega karena bella bisa cepat mengerti akan penjelasannya .
" Baiklah , saya akan segera pergi , jaga dirimu dan tolong jaga kedua keponakan saya ". Ucap varo
" Baik tuan , berhati-hatilah ". Balas bella
Varo langsung berjalan keluar dari dalam vila itu tanpa berpamitan pada si kembar karena dia tidak mau si kembar apalagi delvira akan mengkhawatirkannya jika dia berpamitan pada mereka .
Bella hanya mengantar varo sampai depan pintu utama masuk keluar vila itu , ketika dia melihat mobil varo sudah keluar dari area vila tersebut , bella langsung melakukan apa yang di katakan oleh varo tadi , dia pun mengunci gerbang utama itu dengan sekali pencet tombol yang bergambarkan gerbang utama tersebut.
Bella sangat kagum dengan semua itu , tapi di sisi lain , jujur saja bella sedikit khawatir dengan keadaan varo , entah kenapa firasat buruk yang sedari tadi merasuki pikirannya membuat bella tak bisa berpikiran jernih .
Kepergian varo tidak di sadari oleh si kembar karena mereka sibuk bermain semua permainan yang sengaja varo beli untuk mereka berdua .
" Semoga tuan varo akan baik-baik saja sampai dia kembali menjemput kami". Batin bella khawatir
Sekarang varo sedang melajukan kecepatan mobilnya menuju markasnya , kini emosi varo sudah berada di puncaknya , dia sudah berjanji dan berniat untuk melenyapkan para musuh yang berani sekali mengganggu ketenangannya .
Sedangkan di markas gold water di indonesia , zin baru saja tiba di markas itu dan dengan jelas dia bisa melihat halaman markas gold water sudah kacau balau akibat serangan musuh.
" Shittttttt ". Pekik zin sangat marah
Sudah banyak mafioso gold water yang sudah di kalahkan oleh musuh , mungkin karena serangan mendadak musuh sedari awal kedatangan musuh.
Tapi masih banyak juga mafioso gold water yang sedang berjuang bertarung dengan para musuh di halaman markas itu.
__ADS_1
Dengan cepat zin langsung menembaki para musuh dan sekarang keadaan sudah mulai berbalik , yang tadinya musuh yang memimpin pertempuran di siang hari itu , tapi sekarang karena kedatangan zin , para musuh mulai tumbang 1 per 1 .