
Selamat membaca guys 🤗🤗
Waktu pun berlalu begitu cepat , akhirnya varo bersama yang lainnya telah tiba di indonesia bahkan sekarang sudah dalam perjalanan menuju ke markas utama black sun .
Sebenarnya zin ingin membawah varo langsung menuju ke markas gold water saja agar tidak lebih merepotkan flo dan yang lainnya , tapi sayangnya carly yang ikut bersama mereka dalam pertempuran itu ternyata sudah memberitahukan pada flo kabar tentang varo yang sedang terluka karena pertarungan melawan melvin dan dari itu flo dengan sigap langsung memberitahukan pada carly maupun zin untuk segera membawah varo ke markas utama black sun .
" Gio , sediakan 1 ruangan lagi untuk pemeriksaan ka varo , katakan pada han untuk bersiap-siap agar ketika ka varo sudah sampai ke sini , dia bisa langsung memeriksa kondisi ka varo ". Ucap flo memberikan perintah pada gio
" Baik Queen ". Gio pun langsung pergi untuk melaksanakan perintah flo
Setelah gio pergi , flo langsung memijit keningnya karena pusing dengan kejadian yang sangat mengguncang dirinya datang secara berturut-turut dalam jangka waktu yang sangat dekat .
Belum juga vira sadarkan diri , sekarang flo malah mendapatkan kabar buruk bahwa kakanya terluka karena bertarung satu sama lain dengan melvin si biang keladi dari semua kekacauan yang terjadi hanya dalam sehari saja.
Di dalam salah satu kamar di markas yang di tempati oleh arkan , ben dan vilia kini setelah jakson meninggalkan mereka dalam kamar itu dan menyuruh mereka untuk beristirahat sambil menunggu vira sadar , nyatanya mereka bertiga tidak bisa beristirahat dan malah mereka bertiga sedang berbincang layaknya orang dewasa saja.
" Apa kalian melihat orang-orang yang kita lewati tadi saat baru masuk ke tempat ini ? ". Tanya vilia pada ben dan arkan
" ya , kami melihat semua om-om itu , benarkah ini rumahnya vira ? ". Ucap ben
" Sepertinya tempat ini memang benar rumahnya vira , jika bukan rumahnya vira , lalu kenapa mereka membawah kita kesini ". Jelas arkan berpikir polos
__ADS_1
" Iya sih , apa yang arkan bilang memang ada benarnya juga , tapi kok aku merasa kurang yakin kalau tempat ini adalah rumahnya vira ". Jelas vilia sedikit membenarkan ucapan arkan tapi juga masih sedikit ragu
" Bagaimana kalau kita keluar dan meminta paman jakson untuk mengantar kita ke ruangan dimana vira di rawat , aku ingin melihat keadaannya , dari pada kita disini tidak tau mau ngapain dan sulit untuk beristirahat ". Usul ben
" Tapi aku takut , bagaimana kalau kita tidak di perbolehkan masuk kedalam ruangan vira , takut mengganggu vira ". Ucap vilia
" Tenang saja ka , pasti paman jakson akan membantu kita untuk bisa melihat vira , sebaiknya kita coba dulu apa yang di ucapkan oleh arkan ". Jawab ben setuju dengan usulan arkan
Akhirnya dengan segala bujukkan arkan dan ben agar meyakinkan vilia bahwa mereka tidak akan di marahi hanya karena ingin menemui vira , mereka bertiga pun langsung melangkah keluar dari kamar itu dan mencari jakson untuk meminta izin.
Tapi ketika mereka baru saja keluar dari kamar itu , mereka langsung menghentikkan langkah kaki mereka , vilia langsung bersembunyi di belakang arkan dan ben walaupun tubuhnya lebih tinggi dari arkan dan juga ben ketika mereka melihat seorang wanita yang mulai berjalan mendekati mereka bertiga di depan pintu luar kamar itu.
Ternyata wanita yang mereka lihat adalah key , key memang berniat ingin mengecek mereka bertiga apakah mereka bertiga beristirahat dengan nyaman di kamar itu atau tidak karena jakson yang meminta bantuan key untuk melakukan hal itu selagi jakson harus mengawasi pejagaan di luar markas .
" Maaf tante , kami keluar dari kamar ini bukan karena tidak nyaman , tapi kami ingin melihat vira , kami ingin memastikan bahwa vira baik-baik saja sebelum kami bisa beristirahat dengan tenang ". Jawab ben dengan wajah datar
" Astaga anak ini , masih kecil sudah memiliki sifat sedingin ini , ternyata ada juga lano ke dua ". Batin key sedikit terkejut melihat ekspresi wajah datar dari ben
" Baiklah , tapi jangan memanggilku dengan sebutan tante , panggil saja aku dengan sebutan aunty key seperti vira dan kakanya vira memanggil aku dengan sebutan aunty key ". Jawab key tersenyum hangat
Arkan dan ben langsung melihat kebelakang ke arah vilia seakan memberikan isyarat melalui tatapan mereka bahwa benar bukan , mereka tidak akan di marahi .
__ADS_1
Vilia pun hanya bisa membalas tatapan mata arkan dan ben dengan menganggukkan kepalanya .
" Ayo , aunty akan mengantarkan kalian ke ruangan dimana vira di rawat , tapi berjanjilah pada aunty untuk tidak membuat keributan di dalam ruangan itu agar kita tidak mendapat amukan dari bundanya vira apalagi kakanya vira yang sedang berada di dalam ruangan itu , oke ? ". Ucap key memberikan nasehat
" Baik Aunty key , kami berjanji ". Ucap arkan vilia dan ben secara bersamaan
Akhirnya key mengarahkan mereka bertiga menuju ruangan vira di lantai 1 karena sekarang mereka berada di lantai 2 markas .
Arkan , vilia maupun ben sangat senang karena ternyata keluarga vira sangatlah baik pada mereka bertiga , bahkan wanita yang menemani mereka saat ini malah menyuruh mereka bertiga memanggilnya dengan sebutan aunty key sama seperti vira memanggil key seperti itu.
Mereka berpikir bahwa vira adalah gadis yang sangat beruntung memiliki keluarga yang sangat menyayangi dia , berbeda dengan ben yang sedari kecil sudah di buang oleh keluarganya di panti asuhan , arkan yang hidup menjadi budak dari preman yang ada di sekitar tempat tinggalnya dan bahkan orang tuanya yang sama sekali tidak memperdulikan arkan dan vilia yang juga hidup di panti asuhan tapi ibu panti malah membuangnya ke jalanan hanya karena dia di tuduh mencuri saat masih di panti walaupun bukan vilia yang mencuri .
Ya , vira memang adalah anak yang beruntung bagi mata mereka bertiga tapi tanpa mereka bertiga tahu sebenarnya hidup vira maupun lano juga tidak sebebas anak-anak lain karena mereka sedari kecil saja sudah menjadi incaran para musuh dari sang bunda .
Hanya saja vira maupun lano membawah semua hal itu dengan pikiran yang polos dan mereka begitu yakin bahwa mereka akan baik-baik saja selama ada flo , bian dan semua yang berada di sekitar mereka berdua.
Akhirnya setelah mereka turun ke lantai 1 , mereka pun tiba di ruangan dimana vira di rawat saat ini .
Cekleeekkkkkk
Pintu kamar dimana vira di rawat pun mulai terbuka dan ketika key dan mereka bertiga masuk , ternyata di dalam sana ada lano yang masih setia menjaga vira di samping sisi ranjang dimana vira masih terbaring lemah tidak sadarkan diri dengan infus yang tertancap di tangannya .
__ADS_1
Lano yang melihat ternyata aunty nya yang baru saja membuka pintu ruangan itu dan di ikuti oleh 3 anak yang ikut masuk bersama dengan key membuat lano menatap arkan , vilia dan ben dengan tatapan dingin , wajar saja karena lano masih belum tahu siapa mereka bertiga walaupun dia sebenarnya sudah sempat berbicara dengan ben melalui panggilan telfon tadi .