
Semangat guyssss 💪🏻
Bian masih dalam perjalanan bersama kedua pria yang menyerangnya tadi menuju tempat dimana bos kedua pria itu berada.
Bian tahu pasti sekarang flo dan yang lainnya sedang khawatir mencarinya karena belum kembali ke restoran saat ini , tapi dia yang sudah muak akan setiap musuh flo yang selalu mengganggu mereka dimana pun dan kapan pun mereka berada membuat bian marah dan ingin mengurus para musuh flo dengan tangannya sendiri.
Sedangkan sekarang tanpa bian tahu bahwa sebenarnya flo sedang mengikutinya .
Dan para mafioso yang di perintah flo pada gio untuk menjaga di sekitar restoran sudah tiba di sekitar restoran .
Setelah melihat bahwa Key sang tangan kanan Queen selain gio serta milka dan yang lainnya masih aman dan sedang menikmati makan malam mereka dengan tenang dari luar restoran , para mafioso black sun yang berkisar 20 orang itu hanya menjaga dari area luar saja sesuai perintah gio pada mereka.
" Berapa lama lagi ". Tanya bian pada kedua pria yang sekarang duduk di kursi depan mobil , yang satunya mengemudi dan yang satunya duduk di samping kursi pengemudi
Bian bertanya dengan pistol yang setia mengarah kearah kedua pria itu , itu bukan pistol punya bian melainkan pistol milik salah satu dari kedua pria itu.
" I-iya tuan , sekitar 10 menit lagi kita akan tiba di markas kami ". Jawab pria yang duduk di samping kursi pengemudi dengan ketakutan
" Percepat saja mobilnya , saya tidak punya banyak waktu atau saya akan langsung menembak kalian jika kalian sengaja membohongi saya ataupun sengaja memperlambat laju kecepatan mobil ini ". Ancam bian tidak main-main dengan perkataannya
Dengan cepat pria yang mengemudikan mobil itu langsung melajukan mobil yang dia kendarai karena dia takut dengan ancaman bian.
Setelah 10 menit berlalu akhirnya mobil yang di naiki oleh bian dan kedua pria itu pun tiba di sebuah mansion mewah yang sangat jauh dari pemukiman warga .
" Cihhh , merepotkan saja ". Decih bian ketika melihat banyak musuh yang ternyata berjaga di mansion itu
Dengan pistol yang masih mengarah kearah kedua pria itu , bian pun langsung menyuruh mereka turun dan mengantarkannya ada bos mereka berdua.
" Cepat turun ". Ucap bian dengan dingin
Sekarang kedua pria itu bukannya takut dengan ancaman bian tapi malah mereka mulai berani karena mereka berpikir sekarang mereka sudah aman berhubung mereka sudah di markas mereka saat ini.
Jadi bukannya turun dan menuruti perintah bian , kedua pria itu malah langsung cepat-cepat keluar dari mobil dan langsung berteriak memanggil para kawan-kawannya dan mengatakan kalau sekarang ada musuh di dalam mobil mereka.
__ADS_1
Bian tidak takut sama sekali melihat kedua pria itu memanggil bantuan untuk melawannya , dia bahkan duduk dengan tenang di dalam mobil .
" Cepat ada musuh di dalam mobil kami , berhati-hatilah karena dia bukan lawan yang mudah di kalahkan ". Teriak kedua pria itu
Dan sekarang bian yang masih di dalam mobik musuh itu sudah di kepung oleh para musuh yang berjumlah sekitar 80 orang yang sedang mengelilingi mobil itu dengan senjata yang sudah terfokus kearah mobil.
" Ada apa ini ? ". Ucap seorang pria muda yang berusia sekitar 19 tahun yang baru saja keluar dari pintu utama mansion mewah itu
Seketika itu juga semua musuh langsung melihat kearah belakang dan mendapati bahwa adik satu-satunya dari bos mereka yang ternyata baru saja mengajukan pertanyaan pada mereka
" Maaf kami mengganggu ketenangan anda tuan muda , mereka berdua berkata kalau sekarang ada musuh di dalam mobil mereka dan mereka bilang bahwa musuh bukanlah orang sembarangan jadi kami langsung bertindak mengamankan ". Jawab salah satu musuh pada pria muda itu
Mendengarkan bahwa ada musuh yang berani masuk kedalam mansionnya , pria muda itu langsung berjalan dengan aura pembunuh mendekati mobil yang di katakan ada musuh di dalamnya.
Para musuh lainnya langsung siap sediakan senjata mereka mengarah kearah mobil yang di dekati tuan muda mereka agar jika musuh berani melakukan tindakan yang bisa membahayakan sang tuan muda , mereka akan langsung menembak mati sih musuh.
Tok
Tok
Tok
Ketika merasa tidak ada jawaban dari ketukan yang di lakukan oleh pria muda itu , pria muda itu langsung bergerak berniat membuka pintu mobil tersebut .
Para musuh semakin waspada karena mereka melihat sang tuan muda sama sekali tidak membawa senjata saat ini .
Jika sang tuan muda sampai terluka , mereka sangat takut akan amukan kaka dari pria muda itu yang adalah bos pemimpin mereka semua.
Klekkkkk
Pintu mobil terbuka dengan perlahan , pria muda itu dengan wajah dinginnya langsung melihat kedalam mobil di kursi belakang apakah benar ada musuh atau tidak seperti kata para anak buah kakaknya.
Mata pria muda itu langsung melotot kaget bahkan dia rasa matanya akan keluar dari tempatnya ketika melihat siapa pria yang sekarang berada dalam mobil tersebut.
__ADS_1
" Tu-tuan bian ". Ucap pria muda itu dengan terbata-bata saking gugupnya
Bian sekarang sedang menatap lurus kedepan tanpa melihat siapa yang baru saja membuka pintu mobil di sampingnya apalagi sekarang sedang memanggil namanya.
" Turunkan senjata kalian semua atau saya akan membunuh kalian semua , dasar bodoh ". Teriak pria muda itu marah pada anak buah kakanya yang berani bertindak gegabah seerti ini tanpa tahu siapa lawan yang mereka kepung saat inu
Seketika itu juga semua senjata yang mengarah kearah mobil itu langsung diturunkan oleh semua musuh karena perintah sang tuan muda.
Ya , pria muda itu bernama Glatio tapi biasa di panggil tio , dia adalah adik dari Gangster terkenal di paris bernama DemonGhost , dengan pemimpin bernama Frits yang adalah kaka dari tio.
Kenapa tio bisa mengenal bian , tentu saja dia mengenal bian , yang pertama dia mengenal bian karena bian adalah pengusaha tersukses no 1 di dunia sedangkan yang paling utama adalah bian bukan orang sembarangan dan benar bahwa bian bukanlah musuh yang bisa di tandingi oleh Mereka semua bahkan kakanya sekalipun.
" Cihhh , apa kakamu yang berani menyuruh kedua anak buahnya untuk menggangguku dan keluargaku di restoran tadi ? ". Ujar bian dengan dingin tanpa melihat kearah tio
Jantung tio bergetar hebat mendengar pertanyaan bian , dia sama sekali tidak tahu akan hal itu dan jika benar akan ucapan bian bahwa kakanya menyuruh orang untuk mengganggu bian maka tio akan merutuki kebodohan kakanya yang berani menggangu singa yang sedang tidur.
" Ma-ma-maaf tuan bian , sepertinya anda salah paham akan kejadian saat ini ". Ucap tio terbata-bata saking takutnya
" Salah paham ? , bisa jelaskan dimana kesalahpaham yang terjadi saat ini pada saya ? . Ucap bian dengan tatapan mengerikan yang dia tujukan ada tio
Tio semakin bergetar , dia tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan bian karena dia sendiri juga tidak tahu apa yang sebenarnya di rencanakan sang kaka sampai berani mengganggu bian.
Tiba-tiba suara tembakan terdengar melengking di telinga mereka semua terutama bian sendiri kaget akan suara tembakan tersebut.
Tidak ada yang tumbang akibat suara tembakan tersebut padahal suara itu terdengar dari sekitar mansion.
Deggg
Tiba-tiba saja bian langsung terpikir sesuatu dari tembakan tersebut , dia langsung buru-buru keluar dari mobil bahkan dia langsung mendorong tio menjadi dari pintu mobil untuk melihat apakah benar dugaannya akan siapa yang tadi menembakan peluru yang begitu nyaring suaranya di telinga bian.
Ya dan benar saja bahwa seseorang yang sangat dan sangat dia kenal sekarang sudah berdiri dengan aura pembunuh di depan gerbang masuk mansion itu dengan senjata api yang sudah mengarah kearah dia dan ara musuh .
Siapa lagi dia kalau bukan flo , melihat suaminya sekarang sedang di kepung oleh para musuh membuat flo langsung naik pitam dan ingin segera melenyapkan semua musuh yang berani melakukan itu ada suaminya.
__ADS_1