
Terima yang sudah terjadi , ikhlaskan apa yang tidak bisa diubah , betulkan apa yang masih boleh di perbaiki ☺
Saat ini Al sedang duduk sendirian di ruang tamu apartemen xiera sambil menunggu xiera bangun , sedangkan rendi sudah kembali ke rumah sakit untuk kembali bekerja .
Al sudah tidak lagi berpikiran aneh pada xiera walaupun dalam hatinya sendiri dia sepertinya tidak terima kalau xiera tengah hamil entah siapa ayah anak dari dalam kandungan xiera .
Tiba-tiba saat Al sedang melamun di ruang tamu , xiera datang menghampirinya dengan wajah kaget melihat atasannya berada di apartemennya.
" Tuan Al , apa yang sedang anda lakukan di apartemen saya , bagaimana anda bisa masuk kedalam sini ? ". tanya xiera kebingungan
Al tersadar dari lamunannya karena pertanyaan tiba-tiba xiera , al pun menatap xiera dengan tatapan datar membuat xiera langsung canggung dibuatnya.
" Duduklah terlebih dahulu ". Ucap al menyuruh xiera duduk di sofa lain di ruang tamu itu
" Aaaa ya ". Xiera gugup dan langsung menuruti perintah atasannya
Al menatap xiera dengan tatapan yang sulit di artikan , dia bingung harus memulai dari mana dulu untuk menjelaskan kondisi xiera walaupun dia berpikir mungkin xiera sudah mengetahui hal tersebut dan menyembunyikan hal itu darinya.
Melihat atasannya menatap dia aneh seperti itu , xiera semakin canggung dan penasaran kenapa atasannya menatapnya seperti itu.
" Tadi kamu pingsan ketika keluar dari mobil saya sehingga saya membawamu ke sini ". Ucap al yang akhirnya membuka suaranya
" Pingsan ? ". Kaget xiera mendengarkan ucapan Al
" Hmm , maaf jika saya lancang tapi tadi saya memanggil dokter untuk memastikan kondisimu ". Ucap al meminta maaf dengan tulus
" Ahh tidak apa-apa tuan , saya berterima kasih sudah menolong saya , tapi bisakah saya tahu apa yang di katakan dokter atas kondisi saya ". Ucap xiera tidak mempermasalahkan tindakan al
Xiera menunggu jawaban apa yang akan al sampaikan padanya atas pertanyaannya , sedangkan al semakin bingung takut salah mengucapkan kata.
Melihat atasannya hanya diam , xiera pun langsung tersenyum dan berkata " Tidak apa-apa tuan , anda bisa menjelaskan apapun mau baik atau buruk kondisi saya , saya akan menerimanya ". ucap xiera
" Kamu hamil ". Ucap al langsung pada intinya
Deggg
Mata xiera melotot dan langsung menutup mulutnya syok mendengarkan ucapan atasannya.
" Ha-hamil ? ". Ucap xiera bergetar
" Kenapa kamu kaget , bukannya kamu sudah tahu bahwa kamu sedang hamil , jika kamu memang sudah tahu , kenapa kamu tidak bilang jujur pada saya , saya pasti akan membiarkanmu beristirahat dan tidak akan membuatmu bekerja terlalu keras yang bisa membahayakan bayi dalam kandunganmu ". ucap al sedikit meninggi karena dia merasa dia telah membahayakan nyawa bayi dalam kandungan xiera
Xiera semakin syok mendengarkan suara tinggi Al yang seakan membentaknnya , air mata xiera tiba-tiba menetes tanpa permisi dan al yang melihat itu menjadi serba salah.
" Ma-maafkan saya tuan , sa-saya tidak bermaksud seperti itu ". ucap xiera ketakutan sambil menahan suaranya agar tidak terdengar menangis walaupun air matanya terus saja menetes membasahi pipinya
Al semakin merasa serba salah , dia merutuki kebodohannya sendiri karena telah meninggikan suaranya padahal dia sama sekali tidak berniat seperti itu .
__ADS_1
" Ma-maafkan saya , saya tidak bermaksud seperti itu ". Ucap al serba salah mencoba menenangkan xiera
Mendengar al berkata seperti itu , xiera langsung buru-buru menghapus air matanya dan tersenyum melihat kearah Al membuat al kebingungan .
" Terima kasih sudah memberitahu saya atas hal tersebut , maaf jika saya memiliki salah pada tuan , saya akan mengajukan surat pengunduran diri besok , sekali lagi saya minta maaf tapi bisakah tuan pergi dari apartemen saya , saya ingin istirahat ". Ucap xiera menahan sesak di dadanya
Al yang mendengar xiera menyuruhnya pergi dan xiera akan mengundurkan diri besok dari pekerjaannya langsung menatap xiera dengan tatapan semakin sulit di artikan .
" Sepertinya dia sedang menyembunyikan sesuatu dariku ". batin al yakin
Al yang tidak ingin xiera semakin tertekan langsung berdiri berniat untuk pulang dari apartemen xiera membiarkan xiera menenangkan dirinya .
" Baiklah , saya akan segera pergi dari sini , beristirahatlah dengan baik , tidak perlu memikirkan tentang pengunduran dirimu saat ini , lebih baik kau menjaga kesehatanmu dan janin dalam kandunganmu , beritahu saya jika kamu memerlukan bantuan apapun , saya akan membantumu untuk membalas semua kerja kerasmu yang telah membantu saya di perusahan ". Ucap al
Al langsung berjalan menuju pintu utama apartemen xiera tanpa mendengar lagi apa yang akan di katakan xiera .
Setelah al sudah keluar sepenuhnya dari apartemen xiera , xiera langsung masuk ke kamarnya dan menangis di dalam sana.
" Hiksss kenapa ini terjadi padaku , kenapa hahhhh kenapa ". Teriak xiera menangis begitu menyesakkan
Dia menempelkan telapak tangannya di atas permukaan perut ratanya , dia kembali menangis mengingat kejadian dimana dia mengalami kejadian yang membuat dia bisa hamil .
" Apa yang harus aku lakukan hiksss , kenapa harus aku hiksss hiksss ". Tangis xiera langsung terduduk bersandar di pintu kamarnya
Dia menangis tak kalah merasa kehidupannya sudah hancur sejak kejadian buruk yang menimpah nya , dia tidak menyangka dia hamil anak dari pria yang sang dia benci , dia merutuki kebodohannya .
Beberapa hari kemudian.....
Sudah 5 hari setelah kejadian dimana Al telah mengetahui kalau xiera sedang hamil .
Sudah 5 hari juga xiera tidak pernah menunjukkan wajahnya di perusahan miracle grup perusahan yang di pimpin langsung oleh Al.
Al masih belum mencari pengganti asisten baru untuk menggantikan posisi xiera sebagai asistennya di perusahan.
Selama 5 hari setelah kejadian itu , al tampak kacau karena dia tidak bisa berhenti memikirkan xiera yang sama sekali tidak ada kabar .
Bukan karena dia tidak ingin pergi dan menemui xiera di apartemen tapi dia memutuskan untuk tidak terkait lagi dengan semua urusan xiera karena berpikir sekarang xiera telah ada seseorang yang bisa menjaganya .
Tapi entah kenapa hari ini Al tiba-tiba tidak bisa menahan lagi rasa ingin tahunya akan keadaan xiera yang membuatnya frustasi.
Dia memutuskan untuk mengunjungi xiera siang ini juga , al pun meninggalkan kantor dan mengemudikan mobilnya sendiri menuju apartemen xiera .
Sekitar 20 menit kemudian mobil al berhenti di parkiran gedung apartemen xiera , dia memarkirkan mobilnya terlebih dahulu kemudian masuk menuju apartemen xiera.
setibanya al di depan pintu apartemen xiera , dia berhenti sejenak sebelum dia mengetuk pintu apartemen itu untuk meyakinkan keputusannya menemui xiera saat ini.
Merasa sudah yakin dengan keputusannya , al pun mengetuk pintu apartemen xiera .
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
Setelah mengetuk pintu apartemen xiera , Al menunggu apakah xiera akan membukakan pintu itu , tapi sudah 10 menit setelah al mengetuk pintu itu , sampai sekarang tidak ada yang membukakan pintu .
Entah kenapa firasat al mengatakan telah terjadi sesuatu hal yang buruk pada xiera di dalam sana , al pun memutuskan untuk mendobrak pintu apartemen xiera .
Brukkk
Brukkk
Brukkk
Ke empat kali dia mencoba mendobrak pintu itu akhirnya pintu pun terbuka lebar , al langsung masuk kedalam apartemen xiera dan mencari xiera sampai ke kamar xiera.
Dan benar saja firasatnya kalau telah terjadi sesuatu pada xiera , dia mendapati xiera pingsan di kamar mandi dengan tubuh yang sedang berendam di dalam bathtup dengan air yang menutupi tubuh xiera sampai sebatas leher.
Al yang khawatir langsung mengangkat tubuh xiera yang ternyata masih memakai pakaian , keluar dari bathtub tersebut dan membawa xiera ke ranjang lalu meletakkannya di ranjang.
Al bingung harus berbuat apa , wajah khawatir Al terlihat jelas kalau dia sangat takut terjadi sesuatu pada xiera .
Dia menghubungi rendi kembali untuk memeriksa kondisi xiera , setelah menghubungi rendi , Al mengambil resiko besar untuk menggantikan pakaian basah xiera dengan pakaian yang baru agar xiera tidak kedinginan .
Terlebih dahulu al mengambil pakaian baru xiera dalam lemari pakaian milik xiera di kamar itu , dia membuang semua pikiran kotornya demi kesehatan xiera , setelah itu al dengan perlahan membukakan baju basah yang melekat di tubuh xiera .
Perlahan tapi pasti Al pun selesai menggantikan pakaian xiera walaupun dia harus menahan godaan yang begitu besar ketika melihat semua bagian tubuh xiera yang polos .
Setelah dia selesai menggantikan pakaian xiera , dia menutupi tubuh xiera dengan selimut sebatas dada xiera karena tadi dia merasa tubuh xiera begitu dingin mungkin saja xiera sudah lama pingsan di dalam bathtub itu.
Tal berselang lama rendi pun datang ke apartemen itu , al langsunh menyuruh rendi memeriksa keadaan xiera dan beberapa menit kemudian akhirnya rendi selesai memeriksa keadaan xiera.
" Apa dia baik-baik saja ? ". Tanya al begitu khawatir
Rendi menghembuskan nafasnya dengan berat , dia merasa ada yang aneh dengan Al karena sudah 2 kali al memanggilnya hanya untuk memeriksa keadaan wanita itu.
" Jika terlambat beberapa menit saja , janin dalam kandungan wanita ini bisa saja lenyap karena kedinginan ". Jelas rendi
" Menurutmu sudah berapa lama dia pingsan di dalam bathtup sampai-sampai janin dalam kandungannya bisa lenyap ? ". Tanya al
" Sepertinya dia pingsan sejak subuh sekitar jam 5 pagi ini , memangnya apa yang terjadi padanya , ini bukan murni pingsan biasa , sepertinya dia sengaja ingin melenyapkan bayi dalam kandungannya sehingga hal seperti ini terjadi ". ucap rendi menatap al penuh selidik
Tentu saja ucapan rendi membuat al kaget , dia menatap xiera dengan tatapan tak percaya , dia juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi sehingga xiera memilih untuk bertindak bodoh seperti ini.
" Aku baru saja datang kesini , karena tidak ada yang membukakan pintu apartemen inj jadi aku memutuskan mendobraknya , aku mencarinya dan mendapati dia sudah pingsan di dalam bathtup kamar mandi kamar ini ".
__ADS_1
" Aku juga tidak tahu apa yang terjadi padanya , setelah kejadian 5 hari lalu ketika dia pingsan , baru kali ini aku datang lagi kesini karena aku memiliki firasat telah terjadi sesuatu padanya ". Ucap Al menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada rendi atas pertanyaan rendi