Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 39


__ADS_3

...Bangunlah dan tunjukkan bakat terpendam mu yamg selama ini kau sembunyikan dari dunia 🌞...


Rafa dan key baru saja tiba di rooftop , key langsung melepaskan genggaman rafa dengan kasar saking kesalnya.


" Yakk kenapa Lo membawa gue kesini ? ". ucap key dengan kesal


Rafa hanya diam tak membalas pertanyaan key yang terdengar begitu kesal , dia hanya menatap key dengan tatapan datar dan dingin membuat key semakin kesal padanya.


" Cihhh , untuk apa Lo membawaku kesini jika Lo tidak ingin mengatakan sepatah katapun ke gue , mending gue balik ". kesal key yang hendak ingin berbalik tapi rafa kembali menahannya


" Apaan sih , mau Lo sebenarnya apa , jangan bikin gue kesal ". ucap key menatap tajam kearah rafa


" Berisik ". ucap rafa dengan datar tapi kemudian dia memeluk key dengan tiba-tiba


Degggg


" Ke-kenapa dia memeluk gue , apa dia sakit jiwa atau apa , kenapa juga jantung gue pake acara berdetak kencang kek gini sih , gimana kalau dia menyadarinya , bisa malu gue ". batin key kaget dengan tindakan rafa yang secara tiba-tiba


" Biarkan seperti ini sebentar ". ucap rafa dengan lembut sambil memeluk key dengan hangat nan lembut layaknya seorang kekasih


Key seperti terhipnotis oleh perkataan lembut yang rafa lontarkan sehingga dia hanya diam tak membalas ucapan rafa , dia diam dengan perasaan yang campur aduk , rasa kesalnya sedari tadi langsung hilang begitu saja ketika merasakan kenyamanan dari pelukan rafa.


10 menit kemudian akhirnya rafa melepaskan pelukannya dari key , dia menatap key dengan lembut sangat berbeda dibandingkan tadi rafa menunjukkan tatapan datar nan dingin pada key.


" Oh god kenapa dia sangat tampan jika menunjukkan kelembutannya ". batin key tak menyangka kalau rafa yang terkenal dingin bisa bersikap lembut dan memperlakukannya dengan beda di bandingkan siswi lainnya


" Mari berpacaran ". ucap rafa dengan santai menyatakan cinta segampang membalikkan telapak tangan


Key melototkan matanya tercengang dengan pernyataan cinta dari rafa yang secara tiba-tiba .


" Apa gue sedang bermimpi saat ini ? ". batin key langsung mencubit lengannya memastikan kalau ini hanyalah mimpi


" Auuuuwwww ". pekik key kesakitan karena ulahnya sendiri yang mencubit lengannya


Semua itu tindakan key tentu dilihat oleh rafa , dia malah tersenyum manis melihat tingkah menggemaskan key di depannya.


" Kau tidak sedang bermimpi key ". ucap rafa tersenyum tipis


Key sungguh malu karena tindakannya disadari oleh rafa , tapi dia terkejut melihat rafa tersenyum manis padanya , senyuman yang tidak pernah rafa tunjukkan pada siapapun sekarang bisa dia lihat dengan jelas .


" Ha-hahaha sepertinya begitu ". ucap key tertawa canggung


" Mari berpacaran key ". ucap rafa lagi dengan serius

__ADS_1


Key tidak tahu harus menerima rafa atau tidak , dia sama sekali belum memilki perasaan apapun pada rafa , dia juga tahu bagaimana resiko yang harus dia dapat jika berpacaran dengan rafa .


" Bercandamu tidak lucu ". ucap key menepis kecanggungannya


" Aku sedang tidak bercanda , aku serius ". ucap rafa begitu serius


Key bisa melihat kalau rafa sangat serius demgan ucapannya , tapi key harus menolaknya karena dia tidak mau jika rafa menjadi kekasihnya malah akan membahayakan rafa karena identitas aslinya yang adalah adik sekaligus salah satu tangan kanan mafia black sun , dia tidak ingin nyawa seseorang terancam karena dirinya.


" Maaf tapi aku tidak bisa menerimamu ". tolak key


Rafa tercengang dengan penolakan key , rafa tidak menyangka kalau ada perempuan yang menolak untuk menjadi kekasihnya di saat semua perempuan di sekolah sangat ingin menjadi kekasihnya.


" Baiklah , aku pergi ". ucap rafa langsung berubah dingin berlalu pergi meninggalkan key sendiri di rooftop


Key tidak ingin ambil pusing dengan perubahan sikap rafa yang berubah menjadi dingin seperti biasa yang dia tahu , dia malah mengikuti rafa untuk turun ke bawah menuju kelasnya .


*****


Jam istirahat akhirnya tiba setelah bel Alarm berbunyi , key langsung berjalan keluar kelas niatnya ingin ke kantin karena dia sudah lapar.


Tapi key dihadang oleh amel dan vina di depan pintu kelas dengan wajah yang terlihat begitu membenci key .


" Apa lagi sihhh ". ucap key dengan kesal


Key langsung memutar bola matanya dengan malas , dia pikir apaan tapi ternyata hanya karena rafa.


" Minggir , gue mau lewat ". ucap key menahan kesal


Amel dan vina semakin syok dengan perubahan key yang sekarang sudah terang-terangan sangat berani melawan mereka.


Plakkkkkk


Amel langsung menampar key dengan kuat sehingga menimbulkan bunyi yang membuat para siswa yang masih berada di dalam kelas dan di koridor depan kelas mereka terkejut.


Emosi key langsung naik ketika di tampar seperti itu oleh amel , dia menatap amel dengan dingin dan tajam , kesabarannya sudah tidak bisa di tahan lagi .


Semua siswa yang melihat tatapan tajam dan dingin key terutama amel dan vina tiba-tiba nyali mereka langsung menyiut takut .


" Ke-kenapa dia terlihat begitu menakutkan saat ini ". batin amel dan vina ketakutan


Tanpa berkata apapun , key langsung menarik rambut amel dan vina secara bersamaan membuat semua melogo syok dengan tindakan key apalagi amel dan vina yang langsung merintih menahan kesakitan di kepala mereka karena rambut mereka di tarik kuat oleh key .


" Akkkkhhhhhhhhhhh ".

__ADS_1


" Auuuuuwwwwwww ".


Pekik amel dan vina kesakitan , mencoba melepaskan gengaman tangan key dari rambut mereka.


" Lepaskan rambut gue miskin sialaann ". teriak vina kesakitan


Bukannya melepaskan tarikan di rambut amel dan vina , key malah menambah tarikan itu semakin kuat hingga bunyi beberapa helai rambut mereka berdua terdengar putus dari akar kulit kepala mereka.


Seketika itu juga langsung heboh karena semakin banyak siswa yang berkumpul di depan kelas key , semua tak menyangka key yang dulunya selalu di buli dan tidak berani melawan siapa saja yang membulinya sekarang malah terlihat menyeramkan dan sangat berani melawan sang pembuly.


2 orang siswi pergi untuk melaporkan kejadian itu pada kepala sekolah karena key terlihat tidak memiliki niat melepaskan tarikan di rambut amel dan vina yang kepala mereka sudah sampir menyentuh lantai.


" Kalian selalu mencari masalah denganku bukan , sekarang akan ku tunjukkan bagaimana rasanya kesakitan yang sesungguhnya ". ucap key sangat dingin kembali menambah kekuatannya menarik rambut amel dan vina


Akhhhhhhhhhhhh


Amel dan vina sudah tak mampu lagi menahan sakit di kepala mereka , bahkan saat ini wajah mereka sudah merah dan menangis .


2 siswi yang tadi berniat melaporkan tindakan key saat ini sudah berada di ruang kepala sekolah .


Alan penasaran kenapa siswanya datang keruanganmya dengan wajah ketakutan dan tergesa-gesa .


" Ada apa kalian mencari bapak ? ". tanya alan menautkan kedua alisnya penasaran


" I-ituuu pak alan , terjadi perkelahian di depan ruangan kelas 10 ipa , ayo pak cepat tolong amel dan vina , si gadis miskin itu sekarang sedang menarik rambut mereka ". ucap salah satu siswi penuh ke khawatiran


Alan kaget mendengar hal itu , dengan cepat dia berdiri dan menuju ketempat dimana yang di maksud 2 siswa yang melapor padanya walaupun dia tidak tahu siapa 2 siswi yang mereka laporkan dan siapa siswi yang membuat kekacauan di sekolahnya.


Sedangkan key masih setia menarik rambut amel dan vina yang sudah dari tadi menangis memohon agar key melepaskan tarikannya tapi sayangnya key tidak memperdulikan permohonan amel dan vina saking dia sangat emosi.


5 menit kemudian akhirnya alan tiba di belakang kerumunan para siswa , dia yakin kalau saat ini telah terjadi kekacauan yang besar di balik kerumunan siswa di depannya.


" Apa yang kalian lihat ? , cepat bubar sebelum bel selesai istirahat di bunyikan ". ucap alan dengan tegas dan kuat


Para siswa yang sedang berkerumun langsung kaget mendengar suara yang sangat familiar di telinga mereka , mereka melihat kearah sumber suara dan saat mereka lihat orang itu yang tak lain adalah kepala sekolah , mereka langsung berhamburan menjauh dari depan kelas 10 ipa menuju kantin atau kelas mereka karena takut mendapatkan hukuman dari kepala sekolah .


Key tidak memperdulikan keributan yang terjadi di sekitarnya karena dia masih tersulut emosi saat ini dan masih menatap tajam ke arah amel dan vina di bawah yang kepala mereka hampir mengenai lantai .


Alan berjalan mendekati depan pintu kelas 10 ipa , dia melototkan matanya terkejut melihat adik angkat Queennya yang sedang menarik rambut dua siswi hingga hampir mengenai lantai .


" Ada apa ini ". ucap alan dengan tegas


Alan harus bersikap layaknya tidak mengenal key agat tidak ada yang tahu siapa key sebenarnya , walaupun saat ini dia sedikit takut kalau sampai key melaporkannya pada sang Queen atas kejadian ini.

__ADS_1


Pandangan mata key berpindah menatap kearah alan , dia menatap datar dan dingin ke arah alan tanpa berniat melepaskan tarikan di rambut amel dan vina.


__ADS_2