Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 134


__ADS_3

Ketika sudah melihat keindahan pelangi maka jangan lupakan payung yang telah ada untuk kau meneduh ☂


1 jam kemudian setelah dokter arin pergi dari mansion bian , tiba-tiba mansion bian menjadi ramai karena kedatangan keluarga maniv dan key , gio dan sofia setelah bian mengabari mereka tentang kabar baik kehamilan flo 30 menit yang lalu.


Bunda reni sangat bahagia mendengar kabar baik tersebut , dia sangat antusias mendengar kabar menantunya sedang mengandung keturunan putranya .


Bian juga sudah memberitahukan kabar baik tersebut pada Kaka iparnya yakni Al dan juga varo dan sekarang Al dan varo sedang melakukan perjalan penerbangan menuju indonesia .


" Akkhhhh aku tidak sabar punya ponakan ". teriak milka begitu bahagia dan antusias menanti kehadiran ponakannya yang bahkan masih 6 minggu dalam kandungan flo


" Hmm kaka benar , aku akan menyiapkan banyak mainan dan hadiah saat ponakan kita lahir nanti ". ucap key yang juga tak kalah antusias dari milka


Semua orang tersenyum melihat keantusiasan milka dan key , mereka juga tak kalah antusias dari milka dan key .


Tapi gio menyadari sesuatu , dia menjadi khawatir akan hal itu tapi dia berniat akan memberitahukan kekhawatirannya pada flo nanti ketika flo sadar .


Ya saat ini flo masih belum sadar dari pingsannya tapi lebih tepatnya bukan pingsang melainkan sekarang flo sedang tidur beristirahat.


Bian seketika menjadi suami siaga , dia bahkan tidak keluar sama sekali dari kamar mereka untuk memastikan flo baik-baik saja .


Pekerjaannya di kantor sudah di ambil ahli oleh jerry , mendengar kabar sebahagia itu jerry bahkan meminta bian untuk tidak bekerja dulu untuk menemani flo dan biarkan jerry yang mengurus masalah perusahan .


Disaat bian sedang menatap flo dengan senyuman bahagianya sambil mengusap kepalanya dengan lembut .


Tiba-tiba mata flo perlahan mulai terbuka , flo tersenyum ketika dia membuka matanya dia sudah di suguhkan wajah tampan suaminya yang sedang menatap dia dengan senyuman yang begitu indah .


" Kenapa aku bisa ada di kamar , bukannya aku tadi di dapur sedang membuatkan sarapan untukmu , apa kau sudah sarapan , kenapa tidak kantor ? " tanya flo tiba-tiba menyadari bahwa dia sekarang sedang berada di kamar mereka berdua


" Hei , jangan bertanya terlalu banyak , aku bingung ingin menjawab pertanyaan yang mana terlebih dahulu hmm ". ucap bian begitu lembut diiringi senyuman yang merasa grmas dengan tindakan istrinya


" Ada apa denganmu ? , kenapa kau tersenyum sedari tadi , kau terlihat aneh tau gk ". ucap flo kebingungan dengan sikap aneh bian


" Terima kasih ". ucap bian tiba-tiba memeluk flo dan berterima kasih

__ADS_1


Tentu saja flo terkejut dengan sikap bian , dia merasa ada yang aneh dan dia penasaran akan hal itu.


" Berterima kasih untuk apa ? , jangan membuatku penasaran ". tanya flo penasaran


" Kamu hamil , kamu sedang mengandung buah hati kita sayang , bahkan usia kandunganmu ternyata sudah 6 minggu jalan 7 minggu , maka dari itu aku berterima kasih sudah memberikan hadiah spesial ini untukku ". ucap bian tersenyum bahagia masih memeluk flo


Deggg


Mata flo tiba-tiba melotot saking terkejut mendengarkan ucapan bian , dia langsung melepaskan pelukan bian dan menatap bian dengan tak percaya.


" Be-benarkah aku sedang hamil ? ". ucap flo tak tahu lagi harus bahagia atau terharu mendengar kabar sebahagia itu


Bian tersenyum dan menganggukan kepalanya membenarkan pertanyaan flo , air mata flo tidak bisa tidak jatuh membasahi pipinya saking bahagia , dia langsung mengelus perutnya yang masih rata dengan tangan yang bergetar .


Bian yang melihat istrinya mengelus perut rata itu juga langsung ikut mengelus lembut rata istrinya dengan 1 tangan lainnya yang menggenggam lembut tangan flo sambil tersenyum .


" Terima kasih sudah hadir di rahim bundamu , ayah berjanji akan menjaga dan melindungimu sampai nanti kamu lahir dan hadir di dunia ini , mari bekerja sama dengan ayah untuk tidak membuat bundamu kerepotan yah ". ucap bian berbicara di depan perut rata flo seakan dia sedang bercerita dengan calon bayinya di dalam sana


Flo tak hentinya mengeluarkan air mata , dia sangat tersentuh dengan sikap bian saat ini , dia sangat bahagia bisa menikah dengan pria seperti bian .


" Aku menangis karena bahagia , aku tidak menyangka tuhan akan secepat ini menghadirkannya dalam rahimku ". ucap flo tersenyum bahagia


Bian tersenyum mendengar hal itu , flo juga tersenyum sambil mengelus perutnya yang masih rata dan sangat antusias dengan kehadiran calon bayi di dalam rahimnya.


****


Malam hari pun tiba , semua keluarga bian maupun flo dan juga key , gio , jerry dan sofia baru saja selesai makan malan bersama di mansion bian .


Saat ini mereka sedang berada di ruang santai , perlakuan semua keluarga mereka pada flo sangat lembut dan penuh perhatian , flo sangat bahagia mendapatkan perlakuan seperti itu walaupun dia merasa perhatian mereka terlalu berlebihan.


" Sebaiknya kamu harus memeriksakan kandunganmu di dokter kandungan , agar mereka memberikan resep vitamin untuk memperkuat janinya ". ucap bunda reni memberikan saran pada bian dan flo


" Iya bunda , aku sudah membicarakan hal ini dengan bian dan kita akan menemui dokter kandungan minggu depan sesuai tanggal janji pertemuannya ". ucap flo tersenyum

__ADS_1


" Flo , jagalah kesehatanmu baik-baik , jangan terlalu lelah dan banyak pikiran karena itu bisa mempengaruhi janin dalam kandunganmu ". ucap sofia menasehati flo


" Tentu tante , flo akan mengingatnya ". ucap flo tersenyum


Mereka kembali melakukan pembicaraan dengan canda dan tawa apalagi milka dan key yang selalu mengatakan hal yang membuat mereka semua tertawa mengenai antusias mereka menyambut kehahadiran keponakan mereka berdua.


2 jam kemudian bian , flo , Al , varo , gio dan key sedang duduk di ruang santai setelah seluruh keluarga sudah masuk kedalam kamar karena mereka akan menginap malam ini di mansion bian , sedangakan jerry sudah kembali pulang .


" Queen aku ingin mengatakan sesuatu yang penting ". ucap gio tiba-tiba serius


Semua langsung menatap gio dengan tatapan penasaran .


" Katakan ". ucap flo datar


" Maaf jika perkataanku akan merusak hari bahagia Queen dan lainnya tapi aku hanya ingin memberikan tanggapan atas kehamilan Queen .


" Saat ini para musuh semakin banyak mengincar nyawa Queen dari kejadian hancurnya mafia red rose , aku hanya sedikit khawatir kalau para musuh mengetahui kalau Queen sedang mengandung dan itu bisa menjadi bahaya kedepannya ". ucap gio mengelurkan semua rasa kekhawatirannya


" Gio benar , sebaiknya untuk saat ini sampai nanti kamu lahiran sebaiknya kamu diam di rumah saja , kaka akan memerintahkan mafioso kaka untuk melakukan penjagaan ketat di sekitar mansion ini ". ucap varo membenarkan ucapan gio


" Kaka juga akan tinggal di indonesia sampai kamu lahiran ". ucap Al


" Hmm , kalian benar tapi kalian terlalu berlebihan apalagi ingin tinggal di negara ini hanya untuk melindungiku , lalu bagaimana dengan pekerjaan kalian di perusahan , aku tidak ingin merepotkan siapapun atas hal ini dan biar gio saja yang mengurusnya ". ucap flo datar


" Flo benar , disini juga ada aku sebagai suaminya yang pastinya akan melindungi istri dan calon anak ku dari bahaya ". ucap bian serius


" Baiklah , kami tidak akan menetap di negara ini tapi biarkan mafiosoku berjaga di sekitar mansion ini agar aku bisa memantau kaliaj dari jauh ". ucap varo


" Terserah kaka saja ". ucap flo tak mempermasalahkan hal itu


" Gio jangan beritahu para mafioso jika aku sedang hamil , beritahu carly , valen , jakson dan juga Aslan saja , kita tidak tahu kalau bisa jadi dalam organisasi kita ada mata-mata dan jika mereka sampai mengetahui kehamilanku itu akan sangat berbahaya ". ucap flo


" Baik Queen ". ucap gio

__ADS_1


Setelah mereka berbincang mereka pun langsung bubar dan masuk kedalam kamar masing-masing untuk istirahat .


Bian dan flo juga langsung masuk kedalam kamar mereka , bian memperlakukan flo dengan lembut seakan flo tidak boleh melakukan pergerakan yang bisa membuat flo kelelahan .


__ADS_2