
Jika kau menyerah secepat ini , kenapa tidak sesekali kau berpikir apa yang sedang menunggumu di depan sana ? 🍄
Ketika bian baru saja ingin masuk kedalam mobilnya untuk mencari keberadaan adiknya , tiba-tiba dia terkejut melihat milka yang sedang berjalan menuju kearahnya .
Milka berlari dan langsung memeluk bian dengan erat , dia hanya diam dan tidak bersuara ketika memeluk bian .
" Apa kau baik-baik saja , apa orang yang menculikmu melakukan hal buruk padamu , katakan pada kaka , biar kaka yang akan membuat perhitungan dengan mereka ". ucap bian menahan emosinya
" Aku baik-baik saja , jangan berlebihan ". ucap milka mencoba menyakinkan bian
" Baik-baik saja bagaimana , jangan bohong pada ku , katakan saja siapa yang melakukan ini semua padamu ". ucap bian tidak percaya kalau adiknya baik-baik saja
" Haissss , sudah aku bilang aku baik-baik saja kak , aku bukan wanita lemah dan aku bisa mengatasinya , lihatlah buktinya aku kembali dengan keadaan selamat ". ucap milka meyakinkan bian dengan wajah yang di buat kesal
Bian menatap mata milka dengan penuh selidik , dia tahu milka sedang menyembunyikan sesuatu darinya dan dia akan membiarkan milka tenang terlebih dahulu agar besok saat bian menanyakan hal ini lagi , milka bisa berkata dengan jujur apa yang sebenarnya terjadi .
" Haaahhhh , baiklah ayo masuk , ayah dan bunda sudah menunggumu didalam ". ucap bian menghembuskan nafas beratnya
Mereka berdua berjalan masuk kedalam mansion , milka harus bisa tenang dan tersenyum agar keluarganya tidak curiga padanya.
" Ayah bunda ". panggil milka tersenyum manis
Ayah zet , bunda reni dan jerry yang sedang mengobrol di ruang santai langsung mengarahkan pandangan mereka ke sumber suara yang memanggil ayah zet dan bunda reni.
" Milkaaaaaa ". teriak bunda reni berdiri dan langsung berjalan kearah milka dengan wajah yang khawatir
Ayah zet dan jerry ikut berjalan kearah milka dan bian , sedangkan bunda reni langsung memeluk milka dengan erat ketika dia tiba ditempat putri kesayangannya.
" Dari mana saja kamu nak , kenapa telfon bunda gk diangkat , bunda sangat khawatir jika terjadi sesuatu padamu ". ucap bunda reni kenyataannya seperti itu
" Aku baik-baik saja bun , aku hanya sedang ada pekerjaan yang membutuhkan waktu lebih banyak sehingga pulanh selarut ini ". ucap milka tersenyum manis
" Ahh syukurlah kalau begitu , tapi kedepannya kamu harus mengabari bunda atau ayah dan kakamu jika kamu harus pulang selarut begini lagi agar kami tidak khawatir padamu ". ucap bunda reni lega
" Pergilah ke kamarmu dan beristirahatlah ". ucap ayah zet
" Baik ayah , aku ke kamar dulu ". ucap milka tersenyum dan berjalan menuju kearah kamarnya berada
Bian hanya bisa melihat adiknya dengan perasaan bersalah karena tidak bisa menolong adiknya disaat sang adik membutuhkan pertolongan .
" Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan dari milka sehingga bian menatapnya seperti itu , apa yang sebenarnya terjadi ". batin jerry yang sedari tadi memperhatikan bian dan milka
__ADS_1
******
Matahari di pagi hari mulai menerangi kamar flo , dia mulai terusik dengan cahaya itu dan membuat flo mulai sadar dengan perlahan dari tidurnya.
Dengan perlahan dia mulai membuka matanya , dia kebingungan kenapa tirai yang menutup dinding kaca di kamarnya terbuka dengan lebar .
" Siapa yang membuka tirai itu , semalam aku mengunci kamarku , key juga tidak tidur denganku ". batin flo kebingungan
" Masa iya ada orang yang masuk kedalam sini ". flo membatin lagi mencoba untuk bangun dari tempat tidurnya untuk mengecek apa yang terjadi
Deggg
Mata flo membulat ketika dia mendapati tubuhnya tidak bisa digerakan , lebih tepatnya hanya bagian leher sampai kepalanya saja yang bisa dia gerakkan , seperti ada yang sedang menindih tubuhnya di balik selimut yang dia pakai.
" Akhhhhhhhhhh ". teriak flo karena dia terkejut tiba-tiba entah apa yang menindih tubuhnya tiba-tiba bergerak tepat di kakinya
" Astaga apa itu , apa yang bergerak di kakiku ". batin flo dengan tubuh yang kaku
" Biarkan seperti ini dulu , mari beristirahat 1 jam lagi ". tiba-tiba suara serak seorang pria yang sangat tidak asing terdengar di balik selimut yang flo pakai
" Bian ? ". pekik flo membulatkan matanya terkejut
" Yakkk apa yang kau lakukan , lepasin gk , dasar mesum ".
" Biaaaaannnn lepasin gk ".
Flo berteriak karena dia terkejut bian memeluknya , jantungnya berdetak begitu kencang seakan ingin keluar dari tempatnya .
Bukan melepas pelukan itu , bian malah semakin mengeratkan pelukannya .
Merasa usahanya untuk bisa lepas dari bian tidak membuahkan hasil , dengan pasrah flo membiarkan bian memeluknya .
Flo tidak bisa berbohong kalau dia sangat nyaman dipeluk seperti ini oleh pria yang telah mengisi ruang khusus di dalam hatinya .
Akhirnya flo malah ikut tertidur di ranjang dan kamar yang sama dimana bian juga ada di dalam sana.
Hari ini adalah hari minggu dimana ini adalah hari libur bagi bian , flo maupun key .
Tadi bian mengatakan kalau dia hanya membutuhkan waktu 1 jam lagi pada flo dan dia akan bangun , tapi kenyataannya bukan hanya bian tapi flo juga malah tertidur selama 3 jam setelah flo mengetahui bian ada di kamarnya.
Saat ini bian yang lebih dulu bagun dari flo , dia membuka selimut yang menutupi badannya kemudian berjalan untuk menutup tirai yang tadi terbuka karena dia ingin flo beristirahat sebentar lagi .
__ADS_1
Setelah menutup tirai itu , bian berjalan kearah flo yang masih tertidur nyenyak , dia menatap flo dengan senyum tipisnya kemudian dia membukukkan badannya untuk mengecup dahi flo .
Setelah itu bian keluar dari kamar flo dan berjalan menuju dapur di apartemen itu.
Ketika bian baru tiba di dapur , bian langsung melihat kearah key yang sedang melamun di depan tempat cuci piring , entah apa yang di pikirkan oleh key saat ini.
" Key ". panggil bian
" Ah yaa ". jawab key yang baru saja sadar dari lamunannya karena kaget ada orang yang memanggilnya
Key langsung membalikan tubuhnya menghadap kearah sumber suara yang memanggil namanya .
" Iya ada apa ka ? ". tanya key dengan gugup ketika dia melihat bian
" Terima kasih sudah membantu kaka semalam ". ucap bian berterima kasih dengan tulus dengan senyuman tipis yang dia perlihatkan pada key
" Jangan berterima kasih padaku ka , aku hanya ingin membalas kebaikan kaka yang pernah kaka lakukan pada ibuku ". ucap key jujur
" Ibu mu ?" tanya bian menautkan kedua alisnya bingung
" Ya , sofia palton , dia adalah ibu kandungku ". jawab key tersenyum
Bian terkejut mendengar ucapan key yang mengatakan kalau sofia palton adalah ibu kandung dari key .
Bian mengenal sofia palton tapi dia tidak pernah mendengar kalau sofia palton memiliki putri .
" Benarkah ? , tapi setahu kaka nyonya sofia tidak memiliki keturunan , lalu bagaimana bisa nyonya sofia menjadi ibu kandungmu ? ". tanya bian penuh selidik
" Apa kaka ingin bukti yang jelas ? ". tanya key dengan santai
" Ahhh tidak perlu , kaka tahu kamu tidak berbohong tapi kaka hanya ingin tahu bagaimana bisa kaka tidak tahu kalau nyonya sofia memiliki seorang putri ". jawab bian
" Hmmm , ibu memang menyembunyikannya karena ada alasan tertentu ". ucap key
" Baiklah mari kita bahas ini nanti , kaka harus menyiapkan makanan untuk kita makan pagi ini ". ucap bian berjalan mendekati kulkas
" Heee ? , kaka ingin memasak? , memangnya kaka bisa ? ". tanya key terkejut
" Kau bisa menilainya nanti setelah makanannya selesai di buat ". ucap bian tersenyum
Bian pun langsung mengambil bahan makanan yang dia perlukan untuk membuat masakan yang ingin dia buat kemudian dia mulai membersihkan rempah-rempah dan lanjut memasak .
__ADS_1