Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 115


__ADS_3

Jatuh cinta pada dirimu sendiri adalah rahasia utama menuju kebahagiaan 💋


Saat ini flo masih bertarung dengan para mafioso dibawah kepemimpinan varo diruang bawah tanah salah satu markas gold water.


Dari jarak yang sedikit jauh dari pertarungan flo berlangsung , salah satu mafioso sedang mengarahkan pistolnya kearah flo mencoba membidikkan targetnya .


Flo menyadari hal itu , milka juga sama dan milka hanya bisa meronta-rontakan badannya dan menangis takut pria itu benar-benar akan menembak flo di depan matanya .


Pada saat mafioso yang memengang pistol itu yakin bahwa ini saat yang tepat dia menembak flo , dia langsung fokus dan akhirnya.....


Dorrrrrrr


Dorrrrrr


Dorrrrrr


Suara 3 tembakan berbunyi nyaring di ruang bawah tanah itu , milka menutup matanya dan bergetar ketakutan mendengar suara tembakan itu.


Pertarungan langsung berhenti dan para mafioso yang bertarung dengan flo langsung tersenyum senang karena melihat flo mengeluarkan darah dari pahanya .


" Hahaha itu akibatnya jika kamu melawan kami wanita pel*cur ". teriak bos di kelompok itu tertawa senang


Bukannya kesakitan flo malah membalas ucapan pria itu dengan tawa yang begitu menyeramkan membuat para mafioso yang kelelahan bertarung dengan flo langsung terkejut melihat hal itu.


" Hahaha , sepertinya kalian salah cari lawan ". ucap flo menyeringai bak devil


Dorrrrrrrr


1 suara tembakan terdengar lagi , tapi mereka terkejut peluru itu tidak mengenai flo dan tiba-tiba.....


Brukkkkkk


Brukkkkkk

__ADS_1


2 suara dari arah yang berbeda terdengar seperti orang jatuh , bukan flo maupun milka tapi 2 tubuh mafioso gold water yang menculik flo dan milka tiba-tiba ambruk di depan mata mereka semua .


Flo menyeringai melihat itu sedangkan para mafioso lainnya langsung merinding ketakutan ketika merasakan aura pembunuh yang sangat mereka hafal terasa di ruangan itu.


Dorrr


Dorrr


Dorrr


Tembakan berikutnya terdengar lagi , tubuh beberapa mafioso itu mulai berjatuhan dan sekarang tersisa 1 mafioso yang sedang berkeringat dingin ketakutan melihat bahwa hanya tinggal dia yang tersisa dari kawan-kawannya .


pelaku yang melesatkan tembakan itu mulai berjalan dengan wajah dingin kearah fllo , milka dan 1 mafioso itu .


Flo hanya bisa diam dengan tatapan yang sulit di artikan , milka masih menutup matanya dengan tubuh bergetar ketakutan , sedangkan mafioso yang tersisa itu langsung ketakutan melihat siapa yang baru masuk kedalam ruangan itu.


" Queen apa anda baik-baik saja ". ucap carly yang baru saja tiba diruangan itu langsung membukakan ikatan kain yang menutup mulut flo dan ikatan di tangan flo


Yahh pelaku yang menembak para mafioso itu adalah varo dan carly yang datang di waktu yang tepat sebelum mafioso tadi akan menembak flo yang sudah di pastikan akan langsung mengenai jantung flo .


" Aku baik-baik saja , bukalah ikatan di tubuh milka dan bawah dia menjauh dari sini ". ucap flo datar


" Tapi anda terkena tembakan , bagaimana bisa anda baik-baik saja ". ucap carly khawatir


" Biar saya yang mengurusnya , kamu lakukan saja perintah Queenmu ". bukan flo yang menjawab melainkan varo


Disaat merasa bahwa mafioso tadi tidak di perdulikan oleh mereka , dia berniat melarikan diri tapi sayangnya varo yang menyadari itu langsung menembak kedua kaki mafioso itu sehingga dia langsung jatuh berlutut dan berteriak kesakitan dengan darah yang sudah keluar membasahi celana bagian bawahnya.


Carly sudah pergi menjauhkan milka dari ruangan bawah tanah itu , flo berjalan mendekati mafioso tadi yang di tembak oleh kakanya dengan pincang karena terkena tembak tadi di pahanya.


" To-tolong ampuni saya KING , nona , saya hanya disuruh melakukan semua ini oleh ketua kelompok kami , tolong jangan bunuh saya ". ucap permohonan mafioso itu bergetar takut ketika flo berada di depannya


" Baiklah , aku tidak akan membunuhmu jika kamu jujur siapa orang yang membayar kalian untuk menculik aku dan adikku ? ". tanya flo yang sebenarnya sudah mempunyai praduga sendiri

__ADS_1


" Tapi berjanjilah nona untuk tidak membunuh saya , keluarga saya sedang menunggu saya pulang kerumah ". ucap mafioso itu bernegosiasi dengan flo


Senjata varo sudah mengarah kearah mafioso itu membuat mafioso itu langsung menelan ludahnya dengan kasar dengan tubuh bergetar.


" No-nona sasa , dia yang membayar kami tapi dia hanya menyuruh kami menculik wanita yang tadi bukan nona , tapi karena ketua kelompok kami berpikir nona akan mengahalangi kami pada saat nona ingin membantu target kami maka kami disuruh untuk menculik nona juga ". ucap mafioso itu jujur


" Haaaahhhh , dia tidak ada kapok-kapoknya , baiklah karena kamu sudah berkata jujur maka kamu tidak akan aku habisi ". ucap flo menghembuskan nafasnya kasar tapi tentang tidak membunuh mafioso itu mungkin masih diantara ya atau tidak


Tapi sayangnya setelah flo mengatakan hal itu , varo langsung menembak mafioso itu tepat di jantungnya sehingga mafioso itu langsung ambruk dan sudah tidak bernyawa lagi.


" Yakkk kenapa kaka menembaknya ". teriak flo kesal


Bukannya menjawab pertanyaan flo , varo malah berjalan mendekati flo dengan tatapan dingin kemudian tanpa flo duga , kakanya malah menjewer telinganya dan menarik flo untuk mengikutinya.


" Awww, Awww sakit ka , lepasin ka , nanti telingaku bengkak ". teriak flo kesal seperti anak kecil


" Tidak ada yang akan bisa membantumu anak nakal dan jangan harap kaka akan melepaskan jeweran ini sampai kamu menjelaskan semua ulahmu ini ". ucap varo datar kesal pada adiknya yang berani-berani membohongi dia dan kaka tertua mereka


Di tempat lain sekarang bian dan jerry berada di mansion kedua orang tua bian tinggal , setelah mendapatkan pesan dari nomor misterius itu , bian langsung menuju ke mansion itu.


Ayah zen dan bunda reni masih belum tahu kalau milka diculik bersama dengan flo karena bian tidak ingin kedua orang tuanya panik dan khawatir tentang keadaan keduanya.


" Apa masih belum ada kabar dari nomor misterius itu tentang keadaan milka dan flo saat ini ? ". tanya bian pada jerry dengan frustasi


" Belum bos , apa kita lapor polisi saja ? ". tanya jerry serba salah


" Tidak perlu , aku yakin orang misterius yang mengirimkan pesan itu berkata jujur , kau sendiri bisa melihat betapa banyaknya pria berpakaian hitam yang berjaga di setiap sudut mansion ini ". ucap bian


dia sendiri mau tidak mau harus menerima bahwa kenyataannya memang benar kalau flo adalah Ketua mafia seperti apa yang flo jelaskan padanya ketika dia melihat banyak pria berpakaian hitam yang datang melakukan penjagaan ketat di mansion kediaman keluarganya yang dia yakin pria-pria itu adalah anak buah flo dalam mafia itu.


Jerry menatap bian penuh selidik , dia merasa kalau bian sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu darinya , apalagi kenapa bian sangat percaya dengan nomor misterius yang memberitahu mereka untuk tidak melaporkan hal ini pada polisi.


" Ada apa dengannya , kenapa dia mudah percaya pada orang yang bahkan kita tidak tahu siapa pemilik nomor misterius itu , bagaimana kalau seandainya ini hanya jebakan saja ". batin jerry

__ADS_1


Dan di tempat lain tepatnya di apartemen sasa , sasa sedang menunggu kabar dari orang yang dia bayar untuk menculik milka , apakah berhasil atau tidak itulah yang ingin sasa pastikan saat ini.


" Aku tidak akan biarkan wanita manapun berani merebut jerry dariku , sekalipun orang itu adalah kamu , milka maniv adik dan anak kesayangan keluarga maniv , mungkin dengan menghukummu seperti ini bisa menyadarkanmu jangan terlalu percaya diri untuk menggoda kekasihku ". ucap sasa menyeringai


__ADS_2