
Sederas apapun hujan akan berakhir dengan rintik , seberat apapun masalah akan berakhir menjadi pelajaran dan akan membaik pada waktunya , oleh karena itu , ikuti alurnya dan nikmati prosesnya.💮
1 bulan telah berlalu .
2 bulan telah berlalu.
3 bulan telah berlalu.
Selama 3 bulan ini belum ada sama sekali tanda-tanda penyerangan dari musuh maupun dari mia pada flo .
Kehidupan flo selama 3 bulan ini begitu di penuhi dengan ada saja tingkah flo yang selalu saja ingin mengerjai bian maupun para pelayan dan orang lainnya yang bekerja di mansion bian.
Key dan milka juga sudah tinggal di mansion itu sejak bunda reni , ayah zet , sofia dan lainnya meminta pada mereka berdua untuk menemani flo di mansion itu.
Usia kandungan flo sudah menginjak usia 5 bulan , dia tidak di perbolehkan oleh bian keluar rumah walaupun untuk memeriksa kandungan di dokter kandungan tapi bian malahan menyuruh dokter yang tiap bulan datang untuk memeriksa kandungan flo di mansion saja.
Saat ini flo sedang bosan di kamarnya , tubuhnya yang dulu montok dan sangat indah sekarang sudah berisi karena perutnya semakin membesar .
Janin dalam kandungan flo begitu sehat dan flo hanya merasakan yang namanya ngidam selama 1 bulan saja .
Ceklekkkk
Saat flo sedang bosan dan memilih untuk membaca buku novel di kamarnya , tiba-tiba pintu kamarnya terbuka .
" Ka , ada dokter kandungan yang ingin memeriksa kandungan kaka saat ini , apa boleh aku menyuruhnya masuk kedalam kamar kaka ? ". tanya key datar
" Hmm ". jawab flo singkat tanpa melihat kearah key dan fokus membaca novel
Seorang dokter wanita langsung masuk kedalam kamar flo di temani 2 perawat wanita yang membawa 2 tas berisi alat untuk memeriksa kandungan flo setelah key mempersilahkan mereka masuk.
Flo yang sedang membaca novel sambil duduk bersandar ranjang dengan posisi nyaman merasa ada yang aneh dengan suara langkah kaki ketiga orang yang mulai mendekat kearahnya.
Dengan santai dan tidak ingin membuat ketiga orang itu curiga , flo meletakan bukunya tepat di sampingnya dan melihat kearah orang yang mendekatinya.
" Permisi nyonya , saya dokter tasya yang ditugaskan oleh dokter anes untuk menggantikan dokter anes memeriksa kandungan nyonya ". ucap dokter bernama tasya dengan sopan dan ramah
__ADS_1
" Kenapa dokter anes tidak memberitahuku terlebih dahulu jika dia ingin mengutus kalian untuk menggantikannya ? ". tanya flo datar tapi santai
" Ah saya kurang tahu apa alasan dokter anes mengenai hal itu , saya datang sesuai perintah dokter anes ". jawab dokter tasya lagi
" Baiklah , lakukan saja dengan cepat karena saya ingin beristirahat ". ucap flo datar
Dokter tasya pun mulai mengeluarkan alat yang biasa di gunakan untuk memeriksa kandungan dari tas yang dia bawah dan dokter tasya juga menyuruh kedua perawat yang datang bersamanya untuk segera mengeluarkan alat lainnya dari tas yang di bawah oleh kedua perawat tersebut ,Tapi hal yang tak terduga malah terjadi .
Cklekkkk
3 pistol tiba-tiba mengarah kearah flo , tapi yang kaget bukannya flo malah sebaliknya .
Dokter tasya dan 2 perawat itu yang sedang mengarahkan pistol kearah flo malah kaget ketika mereka melihat sebuah pistol ditangan flo sudah mengarah lebih dulu di kepala dokter tasya .
" Apa kalian pikir saya bodoh , nona devi , nona jesi dan nona zera ? ". ucap flo dengan santai
Glekkkk
Ketiga orang itu langsung menelan ludah mereka dengan kasar ketika flo menyebutkan nama asli mereka saat ini .
Kedua perawat langsung membalikkan tubuh mereka mengarah kearah key di depan pintu , sedangkan dokter tasya yang ternyata adalah wanita bernama asli Devi yang masih bisa sudut pandangannya masih bisa melihat kearah pintu langsung terkejut melihat key dan 2 pengawal yang berjaga di depan pintu kamar flo sedang mengarahkan senjata kearah mereka bertiga .
Dorrrrr
Melihat cela karena wanita bernama devi itu terlihat sedang mencoba melihat kearah pintu , flo langsung menembak dengan santai bahu Devi sehingga devi terjatuh ke lantai dan pistol di tangannya terlempar kearah kolong ranjang .
" Akhhh , sial ". pekik devi merasa sakit di bahu tangannya akibat tembakan flo
Flo menatap devi dengan tatapan dingin , kedua perawat masih mengarahkan pistol mereka kearah key walaupun mereka mulai bergetar takut dengan posisi nyawa mereka sedang terancam.
Devi serta kedua bawahannya itu tak menyangka bahwa gerak-gerik mereka telah di baca oleh target , mereka berpikir mereka telah berhasil masuk kedalam mansion ini dan rencana mereka akan berjalan berjalan dengan lancar tapi sayangnya mereka salah.
" Hahaha , berita besar ini akan aku pastikan bisa bocor kesemua organisasi mafia , tak ku sangka aku bisa bertemu dan melihat langsung wajah Queen mafia no 1 paling di takuti dengan julukan dewi kematian ".
Flo terlihat begitu tenang dan hanya menatap devi dengan santai tanpa rasa takut dengan ancaman yang di ucapkan devi.
__ADS_1
" Sebaiknya kau harus menjaga bayi dalam perutmu itu , karena semua musuhmu akan segera datang dan melenyapkan dia bersamamu dan seluruh keluargamu hahahha ".
Dorrrrr
Setelah devi berkata seperti itu dia langsung terjatuh di lantai dan seketika itu juga nyawa devi langsung lenyap dengan 1 tembakan flo yang kena tepat di jantungnya.
Kedua bawahan devi langsung bergetar takut ketika tahu bos mereka telah tiada , key yang mendapatkan cela langsung menembak mati kedua wanita itu .
" Hahhhh , kamarku jadi kotor karena mereka , key cepat suruh orang membersihkan kamar ini , jangan sampai ada bau atau kotoran darah yang masih ada , 1 jam , kaka berikan 1 jam untuk membersihkan semua ini ". ucap flo berjalan keluar dari kamar itu
" Baik ka ".
Untung saja kejadian ini terjadi di lantai 3 dan tepat di kamar flo yang kedap suara jado suara tembakan tidak terdengar oleh orang lain selain flo , key dan 2 pengawal di mansion itu.
Flo memilih membersihkan dirinya di kamar sebelah yang menjadi kamarnya dulu saat masih nikah kontrak dengan bian karena tubuh dan pakaiannya saat ini terkena darah devi saat dia menembak devi tadi.
15 menit kemudian setelah flo selesai membersihkan dirinya dan memakai pakaian bersih , dia langsung menghubungi gio untuk segera datang ke mansion itu dan setelah itu dia turun ke lantai 1 dan pergi ke taman untuk menghirup udara segar.
30 menit kemudian saat flo sedang asik menikmati indahnya pemandangan taman di mansion , gio pun akhirnya datang menemui flo.
" Apa Queen baik-baik saja ? ". tanya gio khawatir
" Hmm , perketat penjagaan di rumah ibumu , di mansion keluarga bian dan di mansion ini , kau pasti sudah mendengarnya dari key tentang penyamaran anak buah wolf yang menjadi dokter kandunganku bukan ". ucap flo datar tanpa melihat kearah gio
" Siap Queen , aku juga akan memberitahukan hal ini pada varo dan Al , sebaiknya Queen juga memberitahukan hal ini pada bian ". ucap gio memberi saran
" Aku akan memberitahu bian nanti ketika dia pulang , oh ya , perketat juga penjagaan di markas utama dan perintahkan beberapa mafioso untuk menjaga bian dari jauh ".
" Kita harus waspada dari awal karena kita tidak tahu kapan musuh akan bertindak ". sambung flo
" Siap Queen "
Gio pun langsung pergi dari mansion itu dan segera pergi ke markas utama untuk memberitahu carly dan juga valen .
Sedangkan flo masih diam menikmati indahnya taman di sore hari yang cuacanya sangat indah.
__ADS_1
" Kalian akan melihat sisi terkejamku jika kalian berani mengusik orang yang ku sayang apalagi jika kalian berani membahayakan nyawa anakku ". ucap flo pelan dengan seringai tipis