Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 40


__ADS_3

...Jangan pernah menyesali setiap proses kehidupan yang kita lalui , karena jika tanpa proses yang jatuh bangun , kita tidak akan sekuat ini 🌴...


" Pak alan hiksss , tolong lepaskan tangan key dari rambut kami , ini sangat menyakitkan ". tangis vina pecah mengadu pada alan


" Iya pak alan , tolong bantu kami hikss ". sambung amel dalam tangisannya


Key semakin mengeluarkan aura dingin yang dia tujukan kepada alan , dia seakan memberi isyarat pada alan agar tidak ikut campur dalam hal ini .


Sedangkan alan semakin merasa serba salah , dia bingung harus berbuat apa , jika dia membantah key bisa jadi hari ini juga dia akan meninggalkan dunia ini tapi jika dia membiarkan key bertindak lebih jauh maka dia tidak bersikap adil sesuai peraturan di sekolah ini.


" Key .... ". ucap alan yang mencoba menenangkan key tapi malah di potong key dengan kata-kata tajam menusuk sampai jantung alan


" Jangan mencoba menghentikanku jika pak alan yang terhormat tidak mau menanggung resikonya ". ucap key dengan dingin


Degggg


Jantung alan serasa ingin berhenti saat ini , dia sangat tahu arti dari ucapan key padanya , dia semakin serba salah dalam hal ini.


" Tidak , pak alan tolong lepaskan tangan key dari rambut kami atau kami akan melaporkan anda kepada orang tua kami karena tidak adil terhadap siswa di sekolah ini ". ancam amel


" Diaaaaaammmm ". teriak key begitu marah


Amel langsung terdiam , nyalinya semakin menciut mendengarkan teriakan key yang begitu menyeramkan , amel mengumpat kesal dalam hatinya karena saat ini dia dan vina kalah telak karena key .


Tiba-tiba seseorang datang membuat alan bingung dan siswa di dalam kelas juga kageg dengan kedatangan orang itu .


" Key ". panggil orang itu yang tak lain adalah rafa


Key menatap dingin kearah rafa , dia sungguh tidak peduli sekalipun rafa yang mencoba menghentikannya .


Alan menatap curiga serta penasaran pada rafa dan juga key , dia bisa melihat kalau dari cara rafa menatap key ada sebuah makna tersendiri yang tidak di ketahui oleh orang biasa tapi tidak bagi alan .


" Key ". ucap rafa lagi tapi terlihat dingin


" Ya-ya-ya baiklah , terserah kau saja , minggir gue mau ke kantin ". ucap key dengan kesal karena rafa sangat terlihat menyebalkan sambil melepaskan tarikan di rambut amel dan vina lalu kemudian meninggalkan mereka semua


" Auwwwww , dasar miskin , awas kau yah akan aku balas perbuatanmu nanti ". teriak amel kesal setelah key pergi dan melepaskan rambutnya dari tangan key


" Jangan pernah menyentuhnya seujung helai rambut pun atau aku sendiri yang akan membalaskan perbuatan kalian nanti ". ancam rafa dengan dingin kemudian berbalik mengikuti key ke kantin


Alan semakin curiga dengan hubungan rafa siswa yang terkenal bad boy di sekolahnya dengan key .


Sedangkan amel dan vina melongo syok karena ancaman rafa pada mereka , mereka tidak menyangka rafa malah membela key yang jelas-jelas telah berbuat kasar pada mereka , amel dan vina malah semakin membenci key .


" Kalian berhentilah mencari masalah , jika kalian kedapatan berbuat ulah lagi maka saya sendiri yang akan menghukum kalian ". ucap alan dengan tegas


Alan cukup menyadari kalau amel dan vina lah yang duluan mencari masalah pada key dari cara amel mengatakan key adalah gadis miskin .


Setelah mengatakan hal itu , alan langsung kembali ke ruangannya.


" Whattt , kenapa pak alan dan ka rafa malah membela gadis miskin itu , apa mereka buta , jelas-jelas si miskin itu yang berbuat kasar pada kita tapi kenapa kita yang di ancam ". kesal vina semakin membenci key

__ADS_1


" Sudah gk usah di pikirkan , aku sendiri yang akan membalas si miskin itu , aku yakin kalau pak alan dan ka rafa hanya bercanda mengatakan hal tadi pada kita ". ucap amel mencoba menepis ke khawatirannya


" Hmm kau benar mel ".


Sedangkan di tempat lain di toko kue flokey , kini flo sedang melayani para pelanggan yang semakin hari semakin banyak .


Dia tidak menyangka toko kuenya akan seramai ini , tapi dia sangat senang jika banyak yang menyukai kue-kue yang dia buat.


" Bos mending bos duduk aja , biar aku yang melayani para pelanggan ". ucap putri salah satu kariyawan di toko flokey


" Ah ya baiklah put , aku ke ruanganku dulu ingin istirahat sebentar ". ucap flo tersenyum tipis


" Baik bos ". balas putri dengan senyuman manisnya


Flo langsung berjalan ke ruangannya , dia sangat kelelahan karena harus melayani banyak pelanggan .


Setelah tiba , dia langsung merebahkan badannya ke sofa berukuran sedang di ruangannya untuk melepaskan sejenak kelelahannya .


" Hahhh , sepertinya aku harus mendirikan toko cabang agar tidak kewalawan jika para pelanggan datang secara bersamaan ". gumam flo kelelahan


********


Malam harinya semua sudah berkumpul di mansion bian seperti biasa tapi hanya flo dan key karena bian belum pulang kantor karena saat ini masih jam 7 malam dan bian sepertinya akan pulang larut malam ini akibat masih banyak yang harus dia tanda tangani pada berkas-berkasnya yang bertumpukan di atas meja ruangannya.


Tadi juga flo dan key sudah makan malam dan saat ini mereka baru saja duduk di ruang santai di lantai 1 sambil menonton tv .


" Key , besok pergilah ke markas black shadow setelah pulang sekolah dan jakson akan menjemputmu ". ucap flo dengan pelan takut ada yang mendengarkan ucapannya karena dia tau jam segini masih banyak pelayan yang berada di dalam mansion


" Jakson akan merekrut anggota baru dan aku menyarankan agar besok kamu yang akan menseleksi para anggota baru itu ". ucap flo dengan santai


" Ah baiklah , aku akan kesana besok ". ucap key tidak menolak permintaan kakanya


" Hmm ". singkat flo


waktu berlalu dengan cepat , sekarang sudah jam 11 malam , flo sudah tertidur di ruang santai akibat kelelahan tadi di toko , sedangkan key sebenarnya sudah dangat mengantuk tapi dia masih menunggu bian karena tidak tega meninggalkan kakanya tidur sendiri di ruang santai dan tidak tega membanggunkan kakanya yang terlihat pulas dalam tidurnya.


Setelah sekian lama menunggu akhirnya bian pulang juga karena key mendengar suara mobil memasuki area mansion .


Sedangkan mobil bian memang baru saja memasuki area mansion , setelah itu bian turun dari mobil kemudian berjalan masuk kedalam mansion melalui pintu utama.


Saat ini bian sangat lelah akibat lembur mentanda tangani banyak berkas penting di kantor tadi , dengan langkah sedikit cepat mendekati pintu lift , bian menautkan kedua alisnya bingung melihat flo dan key masih berada di ruang santai karena dia melihat tv yang masih menyala di ruangan itu.


Bian merubah niat yang awalnya ingin segera ke kamarnya di lantai 3 menuju ke ruang santai karena penasaran kenapa 2 wanita itu masih menonton sampai larut malam .


" Key , kenapa belum tidur ? ". tanya bian dengan datar yang belum menyadari kalau flo tertidur di sofa samping key


" Ah syukurlah ka bian sudah pulang , aku memang sudah ngantuk ka tapi aku tidak tega bangunin ka flo apalagi ninggalin ka flo tidur disini ". ucap key dengan suara serak khas orang yang memang sudah mengantuk


Mendengar itu bian melihat ke arah flo yang memang benar sedang tertidur pulas di sofa di samping key .


" Ya sudah kamu pergilah tidur biar kaka yang menggendong kakamu kembali ke kamar ". ucap bian

__ADS_1


" Baik ka , aku ke kamar dulu ". ucap key langsung pergi meninggalkan bian dan flo di ruang santai


" Hahhh , dasar gadis ceroboh ". gumam bian


Bian meletakan tas kantornya di atas meja lalu mengangkat tubuh flo secara perlahan agar flo tidak terbangun .


Setelah bian telah mengangkat tubuh flo sepenuhnya , dia perlahan berjongkok sedikit mencoba mengambil kembali tas kantornya , setelah tas kantor berhasil di ambil , bian langsung berjalan menuju lift .


Di dalam lift menuju lantai 3 bian melihat wajah flo yang tertidur pulas bahkan tidak bangun saat dia mengangkatnya tadi .


" Hahh dia terlihat cantik sekalipun sedang tidur ". batin bian kagum melihat wajah cantik flo


" Ya-ya kenapa aku malah memujinya , ayolah bian jangan memikirkan sesuatu seperti ini , ini salah ". batin bian menyadari pikirannya kalau dia baru saja memuji flo bahkan bian merutuki pikirannya sendiri karena berani memikirkan hal gila seperti itu


Tingggg


Pintu lift akhirnya terbuka karena telah tiba di lantai 3 tujuan bian , bian langsung melangkah keluar dari lift dan berjalan menuju kamar flo .


Dengan perlahan bian membaringkan tubuh flo di ranjang kemudian bian menutup setengah badan flo dengan selimut , tapi setelah selesai memyelimuti flo dan saat bian hendak melangkah kan kakinya berniat untuk keluar dari kamar flo , tiba-tiba flo bermimpi dan mengigau sesuatu hal yang membuat bian menghentikan niat untuk keluar dari kamar flo saat ini.


" Ayah bunda , jangan pergi hikss ". ucap flo mengigau memanggil ayah dan bundanya bahkan hingga menangis


Badan flo bergerak seperti sedang bermimpi buruk dalam mata yang tertutup dan mengeluarkan air mata , bian yang melihat itu merasa iba pada flo .


" Hey tenanglah ". ucap bian mengusap lembut kepala flo karena merasa kasian pada flo


" Ayah bunda hikss , jangan pergi , jangan tinggalkan flo , flo ingin ikut hikss ". racau flo menangis dengan mata yang masih tertutup


" Kenapa dadaku terasa sesak melihatnya menangis seperti ini ". batin bian merasakan sesak di dadanya karena melihat flo seperti saat ini


Bian tidak menyangka di balik wajah datar dan dingin istri kontraknya ini ternyata begitu menyimpan banyak luka atas kepergian kedua orang tuanya flo , bian bingung harus melakukan apa agar flo bisa tenang dalam tidurnya .


Dia tidak tega meninggalkan flo sendirian saat ini dalam keadaan seperti ini , dia kemudian duduk di sisi ranjang flo tepat duduk di samping tubuh flo kemudian mengelus lembut kepala flo karena hanya itu satu-satunya cara yang ada dalam pikiran bian untuk menenangkan flo saat ini.


Perlahan bian melihag flo mulai bernafas teratur menandakan sekarang flo sudah mulai tenang dalam tidurnya .


Setelah memastikan flo sudah tenang , bian yang sudah lelah sedari kantor dan sangat ingin beristirahat saat ini , berdiri perlahan dari ranjang flo agar flo tidak terusik dengan pergerakannya .


Tapi ternyata saat bian melepaskan tangannya dari kepala flo , flo malah kembali meracau gelisah membuat bian mau tidak mau harus mengelus kembali kepala flo.


Semakin lama mata bian semakin tidak bisa di ajak bekerja sama , bian sudah sangat mengantuk sehingga dia tidak punya pilihan lain selain tidur di kamar flo di ranjang yang sama pula dengan flo.


Entah apa yang akan flo katakan besok padanya , bian tidak perduli akan hal itu yang pentinh saat ini dia bisa tidur dan beristirahat saking lelahnya .


Bian mulai merubah posisi tidur flo dengan memindahkan flo di samping kiri ranjang kemudian bian membaringkan badannya di sisi kanan ranjang dengan tangan kanannya yang masih berada di kepala flo .


Akhirnya bian bisa beristirahat dan memejamkan matanya di samping flo , mereka tidur seranjang tapi masih ada jarak lumayan jauh antara bian dan flo tapi bian tetap menyentuh kepala flo agar dia tidak terbangun.


Sedangkan flo kembali tertidur dengan pulas karena merasa nyaman saat tangan bian mengelus kepalanya sama halnya dengan dulu saat dia tidur pasti sang bunda akan mengelus kepalanya .


Ternyata selama ini flo hampir setiap malam mengalami mimpi buruk seperti itu , tapi sayangnya tidak ada yang tahu kecuali key karena hanya key yang pernah tidur sekamar dengan flo selama ini setelah kepergian kedua orang tua flo , bahkan gio yang bisa di bilang 24 jam bersama flo tidak pernah tahu kalau flo sering bermimpi buruk seperti ini.

__ADS_1


Jangan lupa like , komen dan klik vote juga lovenya yah 🤗


__ADS_2