Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 58


__ADS_3

Jangan lupa jaga kesehatan guys , jangan juga lupa untuk selalu bersyukur apapun yang diberikan oleh tuhan 🎀


Matahari mulai menyinari bumi sehingga dengan perlahan cahayanya mulai memasuki kamar flo .


Perlahan flo mulai mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang remang-remang karena cahaya tidak bisa masuk seluruhnya ke kamar flo di disebabkan tirai horden yang masih tertutup .


Dia mulai meraih ponselnya yang berada di atas nakas samping ranjang , setelah melihat jam di ponselnya yang sudah menunjukkan jam 6 pagi , flo langsung bangun kemudian membersihkan dirinya di kamar mandi.


Di kamar lain ternyata bian juga sudah bangun bahkan sudah selesai mandi , tinggal memakai pakaian kantornya karena jam 7 pagi nanti , bian ada pertemuan dengan klien penting asal canada untuk membahas proyek terbaru bian .


15 menit kemudian , bian sudah selesai memakai pakaian yang rapih seperti biasanya , bian langsung keluar dari kamarnya dan bertepatan saat bian sudah di depan pintu kamarnya dan akan menutup kembali pintu kamarnya , bian melihat pintu kamar flo terbuka dan benar saja flo keluar dari kamarnya .


Flo yang baru saja keluar dari kamarnya kaget melihat bian yang sedang berdiri di depan pintu kamar bian .


" Astaga kau membuatku kaget ". pekik flo kaget dan Bian hanya memasang wajah datarnya


Flo menautkan kedua alisnya karena melihat bian yang sudah rapi sepagi ini.


" Apa kau akan ke kantor sepagi ini ? ". tanya flo kembali datar


" Hmm , aku memiliki beberapa pertemuan dengan klien , tidak perlu mengantarkan makan siang ke kantor karena aku akan makan bersama klien nanti siang ". ucap bian dengan datar


" Ok ". singkat flo


Mereka berdua langsung menuju lift kemudian turun ke lantai 1 .


" Beritahu padaku jika bunda melakukan hal buruk padamu jika aku tidak ada di mansion ". ucap bian ketika mereka masih di dalam lift


" Hmm ". singkat flo dengan wajah datarnya


Tingggg


Lift tiba di lantai 1 dan pintu telah terbuka , bian dan flo langsung keluar dari lift , bian langsung pergi ke kantor sedangkan flo langsung menuju dapur .


Di lantai 1 sudah ada beberapa pelayan yang sedang melakukan tugas mereka masing-masing untuk membersihkan mansion , pelayan di mansion bian berjumlah 20 orang dan 1 kepala pelayan yaitu susi , 3 supir , 4 satpam dan 5 tukang kebun .


Setiap pelayan memang hanya memiliki 1 tugas masing-masing dan semua sudah di atur rapih oleh susi sebagai kepala pelayan di mansion bian.


Setelah flo tiba di dapur , di situ sudah ada 3 pelayan yang sedang membuat sarapan pagi , flo yang melihat itu langsung mendekat ke arah mereka.


" Sarapan apa yang kalian buat saat ini ? ". tanya flo tiba-tiba


3 pelayan yang sedang fokus membuat sarapan langsung terkejut mendengar suara flo yang tiba-tiba terdengar di belakang mereka.

__ADS_1


" Ahh nona , ini kami sedang membuat sup ayam dan sandwich , sebentar lagi sudah siap di sajikan nona ". ucap salah satu pelayan


Semua pekerja yang bekerja di mansion bian memang memanggil flo dengan sebutan nona karena perintah dari flo yang tidak ingin di panggil nyonya , walaupun mereka sebenarnya sangat takut bian memarahi mereka karena memanggil flo dengan sebutan nona terpaksa harus menuruti perintah sang nyonya .


" Baiklah , saya akan membanggunkan yang lainnya dulu untuk sarapan ". ucap flo langsung meninggalkan dapur


Baru saja dia keluar dari dapur , dia melihat key dan milka yang sedang berjalan menuju meja makan dan hal yang sama flo melihat mertuanya dan cia juga sedang menuju kearah meja makan dari arah yang berbeda.


Melihat hal itu flo langsung berjalan menuju meja makan karena dia tidak perlu repot-repot pergi memanggil mereka semua untuk sarapan .


Ketika mereka berlima sudah berkumpul di meja makan , suasana di meja makan sangat mencengkam karena milka .


" Kenapa kau masih ada disini ". tanya milka pada cia dengan tatapan tidak suka


" Milka jaga bicaramu , bunda yang menyuruh cia menginap di mansion ini , memangnya kenapa ? ". ucap bunda reni menatap tajam kearah putrinya


" Bun , apa bunda pikir apa yang bunda lakukan ini benar ? , tidak baik jika ada orang asing yang menginap di rumah orang yang bahkan bukan saudaranya , apalagi ini mansion ka bian bukan mansion kita ". ucap milka


" Apa maksudmu , cia bukan orang asing bagi keluarga kita , bukankah kamu juga tahu kalau sebelum kakamu menikahi wanita miskin ini , cia sudah menjadi tunangan kakamu ". ucap bunda reni


" Ya itu benar , tapi itu dulu bukan sekarang , sekarang kaka sudah memiliki keluarga sendiri , sudah menikah dan memiliki istri , apa pantas mantan tunangan kaka menginap di mansion ini yang bahkan dia tahu kalau kaka sudah berkeluarga ".


" Hal ini bisa saja membuat kekacauan dalam rumah tangga kaka , bunda seorang wanita yang sudah berkeluarga , apa bunda mau di perlakukan hal semacam ini , mantan ayah menginap di mansion kita , aku yakin bunda pasti akan marah besar kan dan tidak menyukai hal itu , sama halnya dengan ka flo , dia pasti juga sangat risih dengan kehadiran wanita asing apalagi berstatus mantan tunangan suaminya menginap di rumah mereka ". sambung milka panjang lebar


Cia sedang menahan kekesalannya karena semua ucapan milka yang terang-terangan menyindir dia sebagai wanita yang buruk apalagi di depan bunda reni .


Suasana di meja makan tiba-tiba hening karena para pelayan yang datang untuk menyajikan sarapan pagi ini.


" Milka minta maaf pada cia sekarang juga , bunda gk pernah ajarin kamu bersikap tidak sopan seperti ini yah ". nasehat bunda reni


" Aku gk nyangka bunda malah belain dia dari pada aku yang jelas-jelas mengatakan yang sebenarnya , aku tidak nafsu makan , aku pamit kerja dulu ". ucap milka dengan wajah kecewanya kemudian dia pergi


Melihat putrinya pergi dan tidak sarapan membuat bunda reni merasa bersalah , dia diam dan langsung mengambil sarapan yang sudah tersedia di atas meja makan .


" Pasti kamu kan yang menghasut milka untuk membenciku , ayo ngaku ". tuduh cia kesal pada flo


Flo yang sedari tadi diam langsung menatap cia dengan tatapan datar lalu kembali makan tanpa memperdulikan tuduhan cia .


Key juga tak habis pikir kenapa setiap kali ada cia selalu saja ada masalah yang akan menimpah kakanya , dia sangat membenci cia .


" Cia sudahlah , makan saja sarapanmu dan setelah itu temani tante ke restoran X karena pagi ini tante ada arisan di sana ". ucap bunda reni membujuk cia


" Tapi tante ". bantahan cia terpotong

__ADS_1


" Sudah-sudah ayo cepat sarapan nanti makanannya keburu dingin ". ucap bunda reni


Dengan kesal cia hanya bisa pasrah dan mengikuti keinginan bunda reni , mereka melanjutkan sarapan dengan diam kali ini.


*****


Di perusahan Global shine bian sedang melakukan meeting dengan klien penting dari canada .


Sudah 25 menit mereka melakukan meeting dan saat ini adalah bian sedang menunggu keputusan dari kliennya apakah menyetujui kerja sama ini atau tidak .


" Baiklah tuan bian dan tuan jerry , saya setuju untuk melakukan kerja sama dengan perusahan anda , semoga kedepannya proyek ini bisa berjalan lancar ". ucap seorang pria yang adalah klien bian


" Tentu saja tuan Alfian , kami senang jika anda menyetujui kerja sama ini , tolong tanda tangan di sini ". ucap jerry tersenyum tipis seraya memberikan dokumen kesepakatan antara kedua pihak perusahan mereka


Ternyata klien bian adalah Alfian miracle yang tak lain adalah kaka kandung flo yaitu Al , sebenarnya sebelum kejadian di mana dia mengetahui semua keberanan tentang keluarganya dan di saat flo datang menemuinya di canada , Al memang sedang ada rencana untuk menemui bian dan membahas masalah proyek baru yang mereka setujui sekarang.


Awalnya Al memang ingin memberitahu flo kalau dia akan pergi ke indonesia untuk bertemu suami adiknya , tapi dia urungkan niatnya karena dia ingin memberi kejutan dengan kedatangannya hari ini .


Setelah mentanda tangani dokumen yang di berikan jerry , Al langsung mengembalikan dokumen itu pada jerry.


" Sepertinya meeting kita sudah selesai , saya harus pergi sekarang karena saya ingin menemui adik kesayangan saya ". ucap Al


Bian dan jerry bahkan asisten Al yang bernama Xiera , wanita asli canada itu langsung menautkan alis mereka karena bingung dengan apa yang di ucapankan Al.


Karena yang mereka tahu kalau Al tidak memiliki adik ataupun saudara karena Al anak tunggal .


" Maaf tuan Alfian jika saya lancang , tapi apa maksud perkataan tuan tadi , siapa adik anda ? bukannya anda tidak memiliki adik ataupun saudara kandung ? ". tanya jerry penasaran


" Saya sebenarnya memiliki 1 adik kembar laki-laki dan adik bungsu perempuan , kami tinggal secara terpisah karena suatu hal dan karena hal itu saya dan kedua adik saya menyembunyikan identitas kami ".


" Adik perempuan saya tinggal di indonesia bersama suaminya , dia baru saja menikah 2 atau 3 bulan lalu , saya lupa , dan karena kalian sudah mendengar kebenarannya saya harap tuan bian , tuan jerry dan kamu Xiera tolong jaga rahasia ini karena ini menyangkut nyawa kami sekeluarga ". ucap Al dengan serius


" Ahh seperti itu , tuan Alfian tidak perlu khawatir , saya dan tuan bian pasti akan menjaga rahasia ini dari siapapun ". ucap jerry yakin


Bian yang sedari tadi diam menyimak penjelasan kliennya sedikit merasa ada sesuatu hal yang aneh dari penjelasan kliennya itu .


Entah kenapa bian merasa kalau Al seperti sedang menceritakan pernikahannya dengan flo karena dari apa yang dia dengar , dia menyadari kalau dia dan flo juga menikah di 2 bulan lalu .


" Baiklah kalau begitu kami permisi dulu ". ucap al


Jerry pun mengantarkan Al dan Xiera menuju lantai 1 sedangkan bian langsung kembali keruangannya .


Bian menepis semua perasaan aneh yang dia rasakan saat ini karena itu bisa mengganggu kosentrasinya .

__ADS_1


__ADS_2