
Duggg
"AWAAASSSS!!!!". Teriak Deolin dengan sangat keras dan membuat kaget kedua temannya dan semua murid yang ada disekitar lapangan basket.
Bola basket itu mendarat mulus tepat di samping pelipis kepala Yuda yang tak sengaja lewat bersama Bima. Beruntung Yuda tidak pingsan dan hanya keluar darah sedikit di samping pelipisnya.
"Astaga Yuda!!. Kaget gue anjay. Sakit kagak? Siapa tuh yang berani ngelempar bola". Ujar Bima
"Siall!!". Yuda berjalan menghampiri gadis yang sedang berdiri ketakutan di tengah lapangan basket dan Bima mengekor dibelakang Yuda.
"Duh Citraa Feraa gimana nih, orangnya nyamperin kesini nih". Deolin ketakutan memasang wajah melas.
"Gue kaga ikut-ikutan ya Lin".
"Gue juga, apalagi itu Kak Yuda. Si manusia es".
'Ada apa tuh'
'Kayaknya ada yang bakal kena amukan nih'
'****** tu cewek'
'Aaaa bebeb Yuda berdarah'
"Lo!!". Tunjuk Yuda dihadapan wajah Deolin. Bel masuk akan berbunyi sebentar lagi tetapi murid-murid disana lebih memilih melihat adegan yang ada dihadapannya daripada masuk ke kelas.
"Apa! Gue gak sengaja". Bentak Deolin. Yang mau beranjak meninggalkan Yuda tetapi baru beberapa langkah ada yang memegang tangannya.
"Minta maaf!". Ujar yuda.
'Anjirrr.. Dia mau buat gue malu apa ya. Ishhh
__ADS_1
"Gue minta maaf sama Lo?". Tunjuk Deolin.
"Hellooo... Kakak Yuda terhormat." Ujar Deolin sambil melihat name tag di dada sebelah kiri dan mengusapnya sekali. "Pertama! Apa kabar sama Elo yang udah nabrak gue waktu dibandara sama di kafe? Apa Lo mau minta maaf?". Deolin berjalan mendekat selangkah demi selangkah sambil menunjuk-nunjuk lengan depan Yuda membuat Yuda mundur sedikit demi sedikit.
"Kedua! Lo yang tiba-tiba dateng nyerobot masuk duluan di depan gerbang sekolah itu gimana? Apa Lo mau minta maaf? Haa?!!". Bentak Deolin lagi.
"Cih, gara-gara itu doang Lo sampe koar-koar gak guna gini?". Gumam Yuda pelan tapi masih terdengar oleh Deolin.
Deolin yang mendengar hanya memicingkan mata menatap lekat mata coklat itu.
Ni anak kagak ada takut-takutnya ye ama kakak kelas. Batin Bima
Berani banget sih ni cewek. Untung Lo cewek, kalo nggak udah gue tonjok Lu.
"MINTA MAAF!". Bentak Yuda dan tak lupa sambil melototkan matanya.
Bima yang mendengar bentakan Yuda hanya terdiam dan ia tahu kini kesabarannya telah habis.
Kini wajah Yuda memerah menahan amarah dan sesekali memegang pelipisnya menahan perih. Padahal sebelumnya tidak ada seorang pun yang berani melawan Yuda seperti itu.
Yuda kemudian mencekal tangan Deolin dan langsung di tepis oleh Deolin kasar.
Bughhh
Deolin langsung membogem mentah wajah Yuda. Kini kesabarannya juga tak kalah habis. Ia lupa kalau Yuda terluka karena perbuatannya tadi.
"Astagaaa Yuda!!!". Pekik Bima. Bima langsung menghampiri Yuda yang tergeletak tak berdaya alias pingsan di lapangan.
'Waduh kenapa lagi ni bocah. Jangan mati dong'. Batin Deolin.
"Yud! Bangun Yud! Lo kenapa Yud?!!". Ujar Bima sambil berjongkok menepuk lembut pipi Yuda yang tak kunjung sadar. "Woy!! Tanggung jawab dong Lo!".
__ADS_1
Setelah beberapa saat Deolin berfikir, dan akhirnya Deolin memutuskan.. "Ck.! Ya udah ayok kita bawa ke UKS aja. Bantuin gue!!" Pinta Deolin pada Bima.
'Ishh sebenarnya siapa sih tu cewek'
'Sok banget ihh'
'Kalo sampe bebeb Yuda kenapa-napa awas aja tuh cewek'
'Dia berani pegang - pegang Yuda lagi. Aaa pengen'
Begitulah bisik-bisikan cewek centil yang ada di sekitar mereka.
Setibanya di UKS.
"Gue tinggal bentar". Ujar Bima menuju pintu UKS.
"Mau kemana Lo? Jangan tinggalin gue sendiri dong!". Tanya Deolin setengah berteriak.
"Yaelah kaga rela amat Neng, gue tinggal bentar doang.". Goda Bima. "Ngambil dispen doang. Lo jaga tuh Yuda."
Sepeninggal Bima, Deolin langsung mencari kotak P3K untuk membersihkan luka di pelipis Yuda akibat ketidak sengajaan dia tadi. Terakhir ia menutupi luka itu dengan plester.
"Bangun dong. Gue jadi ngerasa bersalah beneran kan jadinya". Gumam Deolin pelan sambil mendekatkan minyak kayu putih ke hidung Yuda.
"Meskipun lagi pingsan gini, kok Lo masih ganteng aja sih. Sama-sama makan nasi juga". Gumam Deolin yang di dengar Yuda.
Sebenarnya Yuda sudah tersadar tapi ia enggan membuka matanya.Jujur saja, hati Yuda saat mendengar itu menjadi berbunga-bunga dan jatungnya yang terus berdetak cepat tak berirama. Dan entah kenapa Yuda betah untuk memejamkan mata dan ingin mendengar ocehan-ocehan gak jelas dari Deolin.
Tak sengaja Yuda tersenyum singkat tapi masih memejamkan mata dan membuat Deolin tersentak kaget dan melototkan mata.
Brakkk
__ADS_1