Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 189


__ADS_3

Cuma segelas kopi yang bercerita kepadaku bahwa yang hitam tidak selalu kotor dan yang pahit tidak selalu menyedihkan 💙


Tepat jam 2 tengah malam , varo yang sekarang sudah berada di markas gold water yang berada di indonesia sedang menunggu zin yang belum lama memberikan kabar padanya bahwa zin sudah bersama viola dan sekarang mereka sedang menuju markas gold water.


Entah apa yang akan varo lakukan pada viola saat viola sudah berada di hadapannya , sampai saat ini varo masih belum menyangka hubungannya dengan viola akan berakhir seperti ini .


Cinta terlalu membutakan varo , apalagi rayuan manis viola yang selama ini membuatnya jatuh sedalam-dalamnya dalam genggaman viola , tapi tidak untuk saat ini.


Jika mengingat masa-masa indah varo bersama viola , varo malah semakin membencinya karena ternyata semua kenangan itu hanyalah omong kosong belaka saja yang viola hadirkan dalam kehidupannya.


Saat ini para mafioso gold water yang berada di argentina sedang mencari keberadaan orlan , tapi sayangnya mereka mendapati markas utama mafia lucifer telah kosong dan tidak ada orang sama sekali.


Ternyata orlan sudah tahu kalau dia sedang menjadi incaran varo setelah viola memberitahunya kalau viola sepertinya sudah ketahuan oleh varo akan identitasnya.


Tak berselang lama akhirnya 2 buah mobil baru saja memasuki halaman markas gold water , ya di dalam salah satu mobil tersebut ada zin dan juga viola .


" Lepasin aku tuan zin , kenapa kamu memaksaku datang kesini , memangnya tempat apa ini ". Ucap viola dengan nada sedikit tinggi


" Ayo turun nona viola , tuan ingin bertemu dengan anda ". Jawab zin dengan wajah datarnya


Degggg


Viola langsung menatap zin dengan tajam , dia pikir zin akan membawahnya untuk bertemu orang lain walaupun dia tahu zin adalah tangan kanan varo.


Tapi ternyata dia malah di bawah ketempat asing ini untuk menemui varo .


" Bukannya varo sedang berada di hotel tadi ". Batin viola mulai ketakutan


Tangan viola sejak awal sudah di ikat oleh zin karena viola yang terus saja merontak saat zin meminta viola untuk ikut dengannya dengan cara yang tadinya baik-baik dan berakhir zin memilih untuk mengikat kedua tangan viola tapi tidak dengan kakinya.

__ADS_1


" Tidak , aku tidak mau menemuinya , cepat antarkan aku kembali ke hotel tempat kau memaksaku ikut , lepasin aku ". Teriak viola tidak mau bertemu dengan varo


Tapi sayangnya usaha viola gagal karena zin langsung mengeluarkan tubuh viola dari mobil dan langsung mengangkat tubuh viola seraya memikul tubuh viola seperti memikul sebuah karung beras.


" Lepasin aku , akhhhhhhh ". Teriak viola meronta-ronta agar zin melepaskannya


Teriakan viola ditanggapi tatapan tajam para mafioso gold water yang berada di sekitar zin berjalan memikul viola.


Glekkkkk


Melihat tatapan mengerikan seperti itu , viola langsung menelan salivanya dengan kasar , seumur-umur baru kali ini dia diperlakukan seperti ini oleh orang lain .


Bahkan kakanya saja yang tak lain adalah orlan tidak pernah memperlakukannya dengan kasar sama sekali , itulah yang membuat viola sangat manja pada orlan dan orlan sendiri memang sangat memanjakan viola.


Viola masih saja merontak , tapi zin begitu kuat bisa menahan tubuh viola yang sedang merontak agar tidak jatuh kebawah.


Ceklekkkkk


Varo langsung menatap mereka dengan tatapan dingin , merasa dia dibawah oleh zin kedalam ruangan misterius , viola tiba-tiba terdiam dan mulai ketakutan apalagi zin tiba-tiba menurunkan tubuhnya di dalam ruangan tersebut.


Seketika itu juga viola langsung membalikkam badannya menghadap kearah belakang dan betapa terkejutnya dia melihat varo yang sedang duduk memangku kakinya dengan tatapan dingin yang sekarang sedang menatapnya dengan dingin.


" Kamu keluarlah ". Ucap varo menyuruh zin untuk keluar untuk memberi ruang bagi dia dan viola saat ini


" Baik KING ". Ucap zin


Zin langsung berjalan keluar dari ruangan itu meninggalkan varo dan viola .


" Sa-sayang ". Ucap viola tersenyum gugup mencoba menenangkan dirinya

__ADS_1


" Kenapa kamu tiba-tiba pergi tanpa memberitahukannya padaku ? ". Tanya varo dengan dingin


Viola bisa melihat dengan jelas kalau wajah dingin yang varo tunjukkan padanya saat ini jelas sekali bahwa varo terlihat marah tapi ditahan oleh varo.


" Ahh haha , sepertinya kamu salah paham padaku sayang , aku tidak kemana-mana , aku hanya kembali ke hotel yang aku tempati , aku tidak akan pergi kemana-mana sebelum memberitahukannya padamu sayang ". Ucap viola penuh kebohongan


Padahal kenyataannya viola memang ingin melarikan diri dari hadapan varo dan berniat untuk kembali ke argentina sebelum varo menemukannya .


Tapi sayangnya dia gagal , zin menemukannya terlebih dahulu sebelum dia melarikan diri .


" Cihhhh , lalu apa kau bisa menjelaskan seberapa dekatnya dirimu dengan tuan orlan ? ". Tanya varo begitu tajam langsung mengarah ke inti pembicaraan yang memang adalah tujuan varo membawah viola kesini


Deggg


Tubuh viola mulai bergetar , inilah yang paling dia hidari dan takutkan dari varo , dimana varo akan bertanya dan mengetahui hubungan dia dengan orlan yang sebenarnya adalak kaka adik kandung.


" Sa-sayang , kamu tahu sendiri kalau tuan orlan adalah sahabat dari kaka kandungku , lalu apalagi yang harus aku jelaskan akan hubunganku dengan tuan orlan ". Jelas viola mencoba meyakinkan varo


" Cihhh , mungkin kemarin-kemarin kamu bisa membodohiku dan membohongiku dengan semua trik busukmu viola , tapi tidak untuk sekarang , akan ku tunjukkan permainan yang lebih menyenangkan karena kamu berani mengkhianatiku ". batin varo menanggapi ucapan viola dengan tatapan datar


Tiba-tiba ponsel varo berbunyi menandakan ada panggilan masuk , varo langsung mengambil ponselnya yang berada di atas meja di sampingnya dan langsung menjawab panggilan tersebut.


" Ada apa ? ". Tanya varo dingin dan tatapannya masih setia menatap viola yang sedang berdiri di depannya dengan dingin


" Tuan orlan sudah berhasil kami bawah ke markas utama KING , tapi sepertinya kami mendapatkan masalah lain karena tangan kanan tuan orlan telah menyatakan perang pada kita semua dan sepertinya mereka akan menyerang malam ini juga ". Ucap devan tangan kanan varo lainnya di mafia gold water


" Biarkan saja mereka menyerang markas , hubungi aku jika mereka sudah tiba di markas ". Ucap varo begitu santai seakan dia tidak takut kalah jika mafia lucifer berani menyerang markas utama


" Baik King ".

__ADS_1


Panggilan itu pun langsung terputus , varo meletakan kembali ponselnya di meja yang berada di sampingnya dan kembali menatap viola , tapi kali ini tatapan varo yang dia tunjukkan pada viola seperti sedang meremehkan viola dengan senyum tipis tapi menyeramkan.


Viola bingung dan penasaran kenapa varo menatapnya seperti itu , tapi di sisi lain viola sangat mewaspadai varo , dia takut kalau varo akan bertindak di luar dugaan dan malah membunuhnya saat ini juga .


__ADS_2