Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 143


__ADS_3

Hanya ingin tetap seperti ini dengan versi diriku , aku ingin hidup menurut versiku yang menurutku baik selama tidak merugikan orang lain , bukan versi terbaik menurut orang lain , toh pada akhirnya hidup hanya sekali saja 💪


Sinar mata hari mulai masuk kedalam kamar bian dan flo ketika flo membuka tirai jendela di kamar itu.


Flo tersenyum melihat betapa indahnya cuaca di pagi ini , setelah selesai menikmati pemandangan langit yang indah , flo yang sudah lumayan bisa bergerak pasca melahirkan memutuskan untuk menyiapkan air hangat untuk memandikan kedua anaknya.


Delano dan delvira memang memiliki masing-masing 1 pengasuh untuk merawat kedua bayi itu karena bian tidak ingin flo terlalu kecapean mengurus buah hati mereka sendirian.


Semenjak kehadiran delano dan delvira , flo tidak lagi mengerjakan hal lain , dia juga sudah tidak lagi memasak sarapan pagi seperti biasanya karena dia semakin sibuk merawat kedua anaknya.


Setelah selesai menyiapkan keperluan mandi , flo pun memandikan delano dan delvira tapi masih di bantu oleh baby siter karena flo masih dalam tahap belajar untuk menjadi ibu yang baik .


Semuanya berjalan lancar , setelah memandikan dan menggantikan pakaian delano dan delvira , flo pun memompa asi untuk menyusui kedua bayi itu karena asi yang dimiliki flo cukup banyak dan tidak perlu meminumkan susu formula.


*******


" Anak ayah , ayah pergi kerja dulu yah , jangan nakal-nakal , jangan buat bunda kalian kesulitan yah selama ayah tidak di rumah , ayah yakin 2 jagoan ayah pasti akan jadi anak baik dan mendengar ucapan ayahmu ini ". ucap bian berinteraksi dengan si kembar sebelum berangkat ke kantor


" Bagaimana mereka bisa mengerti ucapanmu sayang , mereka masih belum tahu apa-apa ". Ucap flo menggelengkan kepalanya melihat tingkah bian


" Hehe , baiklah aku ke kantor sekarang yah , hubungi aku jika terjadi sesuatu ". ucap bian tersenyum hangat sambil memberikan ciuman singkat di dahi flo


Flo menganggukan kepalanya , bian pun pergi dari kamar mereka meninggalkan flo bersama si kembar.


" Kalian lihatkan betapa hebatnya ayah kalian , yahh dia memang pria yang hebat dan kalian adalah putra dan putri dari pria hebat itu , uhhhh gemessnya ". ucap flo berbicara pada si kembar sambil meremas jari tanganya sendiri karena saking gemasnya dia pada kedua anaknya


Flo pun melanjutkan mengurus si kembar , sedangkan di tempat lain di canada , Al dan xiera baru saja selesai melakukan meeting bersama klien penting di salah satu restoran terkenal di negara itu.


" Tuan , bisakah saya pamit pulang hari ini , maafkan saya mengatakan hal ini secara tiba-tiba , tapi saya sedikit tidak enak badan dan saya ingin beristirahat hari ini , tapi saya janji besok saya akan membayar libur hari ini dan bekerja lembur ". Ucap xiera jujur merasa tak enak badan


Mereka baru saja masuk kedalam mobil dan xiera meminta izin untuk pulang , Al yang mendengarkan itu langsung menatap xiera dengan tatapan yang sulit di artikan sehingga xiera berpikir pasti Al tidak akan mengizinkannya .


" Baiklah , kau boleh pulang tapi saya akan mengantarkanmu ". ucap Al datar


" Ehhh , tidak perlu tuan , saya bisa pulang sendiri naik taksi saja , di izinkan tuan saja itu sudah lebih dari cukup buat saya ". tolak xiera dengan cepat


" Jangan membantah , jika kamu sakit karena terlalu bekerja keras maka itu artinya saya yang akan bertanggung jawab , diam dan berisitirahatlah sejenak ". ucap al tidak ingin di bantah


" Baik tuan ". ucap xiera pasrah


Mobil yang di kemudikan oleh supir pribadi al pun langsung melaju dengan kecepatan sedang menuju apartemen xiera .

__ADS_1


Di sepanjang perjalanan , Al sesekali mencuri padang kearah xiera dan dia bisa melihat sekilas kalau memang benar xiera seperti sedang menahan sakit karena dia melihat sepanjang perjalanan xiera terus saja memegang perutnya dengan wajah seperti meringis kesakitan.


Al ingin menanyakan kondisi xiera tapi dia urungkan niatnya karena tiba-tiba mobil sudah berhenti di depan gedung apartemen xiera.


" Ahhh sudah ternyata sudah sampai , terima kasih tuan sudah mengantarkan saya pulang , kalau begitu saya permisi masuk dulu ". ucap xiera berpura-pura baik-baik saja menahan sakit di perutnya agar sang atasan tidak mengetahui hal itu


" Hmm ". balas al begitu singkat


Xiera tersenyum canggung mendapatkan balasan seperti itu dari atasannya tapi dia yang sudah biasa mendapatkan hal seperti ini dari Al sama sekali tidak tersinggung.


Xiera pun keluar dari mobil Al , di dalam mobil al terus memperhatikan xiera dan di detik kemudian ketika xiera berjalan beberapa langkah menjauh dari mobilnya , Al dengan panik langsung keluar dan menghampiri xiera .


Ternyata xiera jatuh pingsan , untung saja al belum pergi dari tempat itu sehingga dia langsung keluar dari mobilnya untuk membantu xiera.


" Hei , apa kau baik-baik saja , xiera ? ". tanya Al khawatir mencoba membangunkan xiera yang pingsan


Melihat xiera tidak merespon pertanyaannya , Al langsung mengangkat tubuh xiera dan masuk kedalam gedung apartemen xiera , untung saja Al mengetahui di mana pintu nomor berapa apartemen milik xiera .


Al yang menggendong xiera masuk kedalam gedung apartemen itu dan di ikuti supir pribadi al dari belakang langsung menjadi ramai karena banyak orang yang melihat hal tersebut .


Tentu saja al tidak memperdulikan hal itu dan fokus berjalan menuju kamar apartemen milik xiera.


Setibanya Al di apartemen xiera , dia langsung masuk kedalam apartemen itu dan mencari kamar xiera , setelah itu dia membaringkan tubuh xiera keatas ranjang yang tidak cukup besar tapi masih bisa di tempati oleh 2 orang.


Setelah selesai memanggil dokter , al menyuruh supir pribadinya untuk segera pulang saja biarkan dia di apartemen xiera sampai memastikan kalau xiera baik-baik saja .


Supir pribadi al pun kembali pulang sesuai perintah al , al mondar-mandir di samping ranjang xiera sambil memandangi wajah pucat xiera .


Tak berselang lama , seorang pria yang dilihat memiliki usia yang sepertinya sama dengan Al mengetuk pintu apartemen xiera.


Al buru-buru keluar untuk membukakan pintunya karena dia yakin orang yang baru saja mengetuk pintu apartemen itu adalah dokter pribadinya .


Ceklekkkk


" Oh hallo bro , siapa yang sakit , kamu sepertinya kelihatan baik-baik saja ? ". Tanya Pria bernama rendi yang bekerja sebagai direktur utama di rumah sakit milik al dan juga dokter pribadi al


Al tidak menjawab pertanyaan rendi tapi dia malah langsung menarik rendi masuk kedalam apartemen itu dan menutup kembali pintu apartemennya.


Rendi sungguh terkejut ditarik seperti itu oleh Al dan dia bingung sekarang al akan membawanya kemana .


Al menarik rendi menuju kamar xiera , ketika mereka tiba di dalam kamar xiera , rendi terkejut melihat seorang wanita cantik tapi begitu pucat sedang berbaring tertutup mata di atas ranjang kamar itu.

__ADS_1


" Cepat periksa dia , periksa yang teliti apa penyakitnya dan segera beritahu aku ". ucap al tanpa basa basi pada rendi


" Yaaa , tapi siapa wanita ini , apa dia kekasihmu ? ". tanya rendi penasaran


" Jangan sampai ada kesalahan atau pekerjaanmu jadi jaminannya ". bukannya menjawab pertanyaan rendi , al malah balik memberikan ancaman pada rendi


Glekkkk


Rendi menelan ludahnya dengan kasar karena dia tahu al tidak main-main dengan ucapannya barusan .


Dengan cepat rendi langsung memeriksa kondisi xiera dan memeriksanya dengan teliti takut ada kesalahan yang bisa mengancam pekerjaannya sebagai dokter.


Al terus melihat proses pemeriksaan rendi akan kondisi xiera di samping ranjang dengan wajah khawatir , rendi merasa ada yang aneh dengan perlakuan al yang terlalu berlebihan seperti ini terhadap seorang wanita.


Ini pertama kalinya rendi melihat al sekhawatir ini terhadap orang lain selain ibu angkatnya al .


Rendi adalah dokter pribadi sekaligus sahabat Al sejak dia di adopsi oleh kedua orang tua angkatnya yang telah tiada jadi rendi sangat mengenal al dari luar maupun dalam kepribadian al.


" Apa dia baik-baik saja ? ". tanya al ketika melihat rendi telah selesai memeriksa kondisi xiera


" Al , katakan dengan jujur padaku sebelum aku mengatakan kondisinya padamu , apa dia kekasihmu ? ". tanya rendi penuh selidik dan penasaran


Al menatap rendi dengan tatapah kebingungan , memangnya apa hubunganya kondisi xiera dengan siapa sebenarnya xiera.


" Aku akan menjelaskannya setelah kau mengatakan kondisinya , tidak jika kau tidak akan mengatakannya terlebih dahulu ". Ucap al serius


Rendi memutar bola matanya dengan malas , dia tahu al sedang menyembunyikan sesuatu darinya dan dia berpikir mungkij benar al adalah kekasih wanita yang baru saja dia periksa setelah melihat betapa khawatirnya al yang begitu ingin tahu kondisi wanita itu sampai-sampai memanggilnya untuk memeriksa wanita itu.


" Baiklah , wanita ini baik-baik saja , hal seperti ini sangat wajar terjadi pada wanita yang sedang hamil ". Ucap rendi menjelaskan kondisi xiera


Degggg


Jantung al seakan ingin berhenti setelah mendengarkan penjelasan rendi tentang kondisi asistennya itu.


" Apa kau yakin akan hal itu , dari mana kau bisa tahu kalau dia sedang hamil ". tanya al


" Aku memang bukan dokter kandungan tapi aku bisa tahu gejala awal kehamilan ibu hamil dan setelah memeriksa hal lainnya , aku yakin kalau wanita ini sedang hamil dan mungkin usia kehamilannya masih beberapa minggu ". Ucap rendi serius


" Apa kau.... ". Ucapan rendi terpotong


" Aku bukan kekasihnya apalagi ayah dari anak dalam kandungannya , dia adalah asistenku di perusahan , dia mengeluh sakit dan meminta izin untuk istirahat setelah tadi selesai meeting dengan klien , aku mengantarkannya pulang dan tiba-tiba dia pingsan setelah beberapa langkah menjauh dari mobilku , aku mengantarkannya kesini karena aku merasa bertanggung jawab karena berpikir dia kelelahan akibat bekerja terlalu keras ". jelas Al panjang lebar mengenai bagaimana kejadian awal sehingga xiera pingsan

__ADS_1


Al memijit kepalanya karena pusing , rendi yang mendengarkan penjelasan al yang tidak terlihat berbohong hanya menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti .


__ADS_2