Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 138


__ADS_3

Jika hidup hanya terpaku oleh penderitaan yang di alami , maka kenapa bahagia itu diciptakan tuhan agar bisa di rasakan oleh setiap umatnya ? 🙂


Mafioso yang mengemudikan mobil yang di naiki oleh flo dan key saat ini tiba-tiba bergetar takut dan menjadi tidak fokus mengemudikan setir mobil karena mendengar ada bom di mobil itu.


" Perhatikan tindakanmu , jika kau sampai membuat mobil ini kecelakaan dan membahayakan Queen , maka jangan harap kau bisa hidup sekalipun nyawamu tertolong dalam kecelekaan itu ". Ucap key menasehati mafioso itu dengan marah


Mendengarkan ancaman sang wakil Queen , mafioso itu mencoba menenangkan dirinya dan mengemudikan mobil itu kembali stabil walaupun dalam hatinya berdebar takut akan mati percuma .


" Tenanglah , kemudikan mobilnya dengan baik , percaya padaku bahwa tidak akan terjadi sesuatu yang bisa membahayakan nyawa kita , aku pun belum ingin mati percuma dan membiarkan calon anakku ikut mati saat ini ". Ucap flo menenangkan mafioso itu dengan tenang


Beberapa detik kemudian , tiba-tiba mobil mafioso yang berada di depan mobil flo untuk menjaga dan melindungi flo dalam perjalanan berhenti dan membuat mobil yang di naiki flo juga ikut berhenti .


Untung saja jarak antara mobil depan dan mobil flo cukup jauh sehingga mafioso yang mengemudikan mobil flo bisa berhenti tidak.secara tiba-tiba yang bisa membuat flo terbentur atau membahayakan mereka.


" Kaka baik-baik saja ". Tanya key khawatir


Mafioso yang berada dalam mobil yang sama dengan flo langsung mengambil senjata di bawah kakinya di ikuti keu yang mengambil senjatanya di tempat yang sama .


Berbeda dengan mereka berdua , flo malah terlihat santai dan begitu tenang seakan dia tak mengenal bahaya dan kematian.


" Simpan saja senjata kalian , mereka tidak akan bisa sampai di dekat mobil ini bahkan tidak akan bisa menyentuh mobil ini semudah yang mereka pikirkan ". Ucap flo tenang


" Tapi Queen ". Bantah mafioso itu


" Haisss , ikuti saja perintah Queen ". Ucap key yang tahu kalau kakanya tidak sebodoh itu untuk membiarkan nyawa mereka dalam bahaya


Key kembali menyimpan senjatanya di ikuti oleh mafioso itu dengan terpaksa , jalan yang mereka berhenti saat ini adalah jalanan yang hanya sedikit kendaraan melawatinya.

__ADS_1


Mafioso yang berada di mobil depan dan belakang flo sudah keluar dari mobil dengan senjata yang sudah mengarah kearah banyak orang bahkan bisa di bilang sekitar 300 musuh yang sedang mengepung mereka.


Mafioso yang menjaga flo hanya berjumlah 10 orang , setiap mobil 5 orang tapi tidak ada yang tahu sehebat apa kemampuan mereka dalam pertarungan dan semua kehebatan mereka hanya di ketahui oleh flo dan gio saja.


Bukan flo namanya jika dia gegabah dalam memilih mafioso yang bisa melindunginya , apalagi ada nyawa lain dalam tubuhnya yang harus dia jaga dan lindungi.


Seorang wanita berusia sekitar 30 tahun baru saja turun dari mobil musuh dan berjalan sedikit mendekat kearah mafioso yang sedang melindungi mobil flo .


" Akhirnya kau keluar juga ". Batin flo menyeringai ketika melihat orang yang sudah dia duga akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya


" Ha-ha-hahahah , Apa kalian bersungguh-sungguh ingin melawan kami yang banyak ini hanya dengan jumlah 10 orang ". Ucap wanita itu tertawa begitu sombong


" Sepertinya anda terlalu meremehkan kami nona ". Ejek Stif yang ternyata menjadi ketua dari pasukan yang hanya berjumlah 10 orang salah satu di antaranya adalah dia sendiri


Stif sudah siap dengan senjata yang sedang mengarah kearah wanita sombong yang menjadi musuh mereka saat ini.


Stif membalas dengan senyuman mengejeknya tanpa mengucapkan kata-kata balasan dan itu sudah cukup membuat musih semakin kesal dengan ejekan stif.


Wanita itu mulai mengeluarkan sebuah alat pemicu yang dia yakin adalah pemicu bom , stif tahu akan alat itu tapi dia terlihat begitu tenang setenang air mengalir membuat wanita yang menjadi musuhnya kebingungan dan tidak bisa membaca arah pikiran stif.


" Apa anda ingin mengancam kami dengan pemicu bom rusak seperti itu nona , sebaiknya anda periksa terlebih dahulu apa alat itu sudah rusak atau masih berfungsi ". Ejek stif menahan tawanya


Wanita itu melototkan mata ketika melihat lawannya begitu tenang bahkan tertawa ketika melihat alat yang dia pegang saat ini .


" Kau tertawa ? , ohh hahaha aku kagum padamu , kau tertawa seakan sedang menertawakan waktu kematian Queenmu yang bisa mati kapan saja jika aku memencet tombol di alat ini , Aku menyayangkan kehidupan Queenmu yang sangat tidak tahu kalau anak buahnya begitu kejam seperti ini hahaha ". Ejek wanita itu membalas stif


" Ah benarkah , jika kau memang berniat ingin membunuh Queen kami maka sebaiknya kau segera memencet tombol itu sekarang juga karena kau tidak tahu kalau bisa jadi di detik kemudian alat yang kau pegang itu tidak akan berguna sama sekali ". Ucap Stif menyeringai

__ADS_1


Lawan semakin kebingungan mendengar ucapan stif yang terdengar begitu percaya diri dan seakan tahu apa yang sedang mereka rencanakan.


" Kenapa dia berkata seperti itu , apa dia tidak takut nyawanya dalam bahaya apalagi nyawa ketuanya jika aku berani memencet tombol ini ". Batin wanita itu menatap stif penuh selidik


Di dalam mobil flo , ponsel flo tiba-tiba berbunyi pertanda ada panggilan masuk , flo mengangkat panggilan tersebut dan entah apa yang dia dengar dari orang yang menghubunginya , tiba-tiba flo menyeringai seraya mengakhiri panggilan dengan sepihak , bahkan selama panggilan berlangsung flo sama sekali tidak mengeluarkan satu kata pun.


Kembali pada stif dan wanita musuh mereka , sekarang wanita itu sedang menatap stif dengan penuh selidik , dia perlahan menyadari ada yang aneh sedari dia keluar dari mobilnya.


Dia melihat stif dan kesembilan orang lainnya terlihat begitu tenang dan seakan mereka tidak terlihat terancam dengan kepungan musuh yang berjumlah 10x lipat dari jumlah mereka.


Menyadari ada hak aneh , wanita itu memanggil tangan kanannya agar mendekat kearahnya , dia membisikkan sesuatu pada anak buahnya dan anak buahnya seketika berlari kearah belakang setelah wanita itu selesai membisikkan sesuatu.


" Sepertinya kau terlihat begitu tenang , apa kau memang seperti ini begitu tenang dan percaya diri atau kau sedang mecoba menenangkan diri agar tidak terlihat takut melawan kami ". Tanya wanita itu mengejek stif


" Haaahhhh , aku tidak akan mengatakan banyak hal pada orang asing tapi perlu kau ketahui 1 hal saat ini nona ". Ucap stif tersenyum santai


" Kau salah memilih target nona , sebaiknya anda membawa pasukan anda dan segera pulang kerumah dan temuilah keluargamu , aku akan memberimu kesempatan tapi hanya sekali ini saja untuk segera lari dari sini sebelum semuanya terlambat ". Sambung stif


Semua musuh terheran-heran dengan sikap stif yang sangat santai , apalagi wanita itu , dia tidak tahu kalau nyawanya sekarang sedang berada di ujung ambang kematian .


" Apa kau berpikir aku sebodoh itu melepaskan kesempatan emas untuk membunuh kalian dan juga Queen kalian.beserta calon penerusnya ? , hahaha jangan bercanda baby ? ". Ucap wanita itu tertawa lucu mendengar ucapan stif


" Hmm , jangan salahkan aku , setidaknya aku sudah pernah memberi kalian kesempatan untuk pergi ". Ucap stif santai


" Seranggg ". Teriak wanita itu


Teriakannya terdengar begitu nyaring tapi sayangnya wanita itu tiba-tiba kaget melihat pasukannya secara tak terduga langsung ambruk jatuh ke tanah 1/1 .

__ADS_1


__ADS_2