Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 131


__ADS_3

Kekuatan bukan pada otot tapi pada mental , keberanian bukan pada tekad tapi pada niat 🍀


2 bulan kemudian .


" Sayang malam ini aku akan pulang larut , ada banyak berkas penting yang harus aku tanda tangani malam ini ". ucap bian memeluk lembut tubuh flo dari belakang


" Oke , berhati-hatilah saat kembali pulang nanti ". ucap flo tak mempersalahkan


" Kau yang terbaik , aku pergi dulu ". ucap bian pamit


Bian pun membalikkan tubuh flo untuk menghadap kearahnya kemudian mencium dahi flo dan berlalu pergi dari kamar mereka.


Flo tersenyum setelah melihat tubuh bian sudah menghilang dari balik pintu kamar mereka.


Setelah resmi menjadi suami dan istri , mereka kembali tinggal bersama di mansion bian selama 2 bulan ini.


Key sudah tinggal bersama sofia sang ibu di rumah milik keluarga albert rumah key yang sebenarnya dan kini apartemen flo kembali kosong tanpa penghuni .


Selama 2 bulan ini hubungan flo dan bian di penuhi kebahagiaan dan sampai saat ini belum ada rintangan yang mereka hadapi.


Setelah merapihkan kamar , flo keluar untuk turun ke lantai 1 untuk sarapan .


" Nona , silahkan nikmati sarapan paginya ". ucap susi tersenyum hangat ketika melihat flo sudah berdiri di samping meja makan


Flo tidak menanggapi ucapan susi karena dia merasa ada yang aneh pada makanan yang menjadi sarapan pagi ini .


" Susi tolong buatkan aku bubur saja , aku tidak berselerah makan ketika melihat semua makanan ini ". ucap flo


Susi cukup terkejut dengan permintaan majikannya itu , baru kali ini sang nyonya tidak berselerah makan dan menolak untuk makan makanan yang dia sajikan .


Selama dia mengenal flo , flo selalu makan semua makanan yang dia buat tanpa ada penolakan seperti ini karena flo pernah berkata padanya kalau flo memakan makanan apa saja dan tidak memilih makanan .


" nona , apa anda sakit sehingga meminta saya untuk membuatkan anda bubur ". tanya susi penasaran dan sedikit khawatir

__ADS_1


" Tidak , aku baik-baik saja , aku hanya ingin makan bubur dan tolong jauhkan semua makanan ini dari meja , kamu saja yang makan semua ini dan bagikan juga pada para pelayan lainnya ". ucap flo


" Ah baiklah nona , kalau begitu saya permisi untuk membuatkan nona bubur , para pelayan akan merapikah lagi makanan ini ". ucap susi memilih untuk melakukan perintah majikannya walau dia masih di penuhi kekhawatiran dan rasa penasaran


Flo memilih untuk pergi ke ruang santai untuk menonton tv sambil menunggu buburnya selesai di buat oleh susi.


Di tempat lain di markas Black Shadow , jakson sedang duduk berbincang dengan kekasihnya yang tak lain adalah Regina lian sahabat baik Mia .


" Sayang , aku rasa kamu datang kesini pagi-pagi bukan hanya datang sekedar basa-basi bertanya keadaanku bukan , ada apa ? , apa ada masalah ? ". tanya jakson sangat peka


Jakson bertanya dengan lembut , Regina langsung menyengirkan senyumannya sampai terlihat gigi rapihnya .


" Kau selalu peka dengan apa yang aku pikirkan ". ucap regina kagum


" Jangan meremehkanku sayang ". ucap jakson bercanda


" Haisss , jadi begini " .


Regina pun menceritakan maksud dari kedatangannya kali ini ke markas itu pada jakson dengan wajah yang begitu serius .


" Jadi seperti itu , tapi bisakah..... ". ucapan terakhir regina di sela oleh jakson


" Bisakah apa ? , apa kau gila , sebegitu berartikah wanita itu bagimu sehingga kau rela nyawamu terancam hanya karena ingin membantunya ". ucap jakson dengan nada tinggi karena dia marah mendengarkan penjelasan kekasihnya


Regina terkejut melihat jakson semarah itu padanya , dia bergetar takut karena selama ini jakson tidak pernah menunjukkan kemarahan sebesar ini padanya.


" A-aku ta-tahu aku salah , tapi seburuk apapun dia , dia adalah sahabat baikku , aku hanya tidak ingin dia terluka terlalu jauh dan semakin terjerumus oleh obsesinya pada tuan bian , aku ingin mengembalikan sifat baik mia yang dulu , itu saja ". ucap regina terbata menahan tangisannya


Jakson yang melihat itu langsung mengusap wajahnya dengan kasar , dia tidak mengerti jalan berpikir kekasihnya yang seperti ini .


Jakson pun mendekat kearah Regina dan memeluknya dengan lembut untuk menenangkan regina ketika jakson melihat air mata regina mulai membasahi pipi mulus kekasihnya.


Setelah itu dia melepaskan pelukannya dan saling bertatapan dengan regina sambil memang kedua pundak regina dengan kedua tangannya.

__ADS_1


" Aku tahu kamu begitu menyayangi sahabatmu , aku tahu dia begitu berarti bagimu tapi bisakah kamu perpikir sekali saja tentang keselamatanmu ? ".


" Selama ini kamu selalu berkorban untuknya yang tidak pernah peduli atas pengorbananmu , dia hanya memanfaatkanmu saja sayang , apa kau masih tidak mengerti semua tindakannya ini ".


" Tidak ada seorang sahabat yang memang peduli akan menjerumuskan sahabatnya sendiri dalam bahaya , kau pun tahu itu ".


" Jika kamu melakukan hal ini , aku tidak bisa menjamin keselamatanmu walaupun aku memiliki posisi tinggi dalam organisasi ini , karena kamu sendiri tahu bagaimana sifat Queen kami yang tidak mengenal siapa saja jika telah berani mencari masalah dengannya , apalagi hal yang ingin kau lakukan ini bisa merenggut nyawa orang yang dia sayang dan dia jaga selama ini ".


Jakson menjelaskan dengan serius pada regina , dia tahu seberapa berartinya seorang sahabat bagi regina tapi dia tidak ingin kekasihnya dalam bahaya dan nyawanya terancam hanya untuk membantu mia sahabat kekasihnya.


Regina yang mendengarkan penjelasan panjang lebar dari kekasihnya juga tahu bahwa apa yang di ucapkan oleh jakson itu benar adanya.


Dia menjadi serba salah akan hal ini , apakah dia harus mendengarkan ucapan jakson atau harus tetap membantu mia dengan alasan untuk menyadarkan mia bahwa apa yang mia lakukan adalah salah .


" Aku tahu kamu benar , tapi bisakah aku mempertimbangkan semua ini , aku perlu waktu untuk berpikir jernih ". ucap regina serba salah


" Tentu , berpikirlah dengan jernih sebelum mengambil sebuah keputusan apalagi keputusan yang bisa mengancam nyawamu , terima kasih juga sudah mau membagi ceritamu padaku , terima kasih sudah jujur padaku , aku tidak ingin kamu dimanfaatkan terlalu jauh oleh mia ". ucap jakson langsung memeluk regina


Regina tidak menolak pelukan jakson , dia merasa semakin serba salah , dia akan mempertimbangkan semua ini dan mencoba memikirkan dengan pikiran yang jernih dan dari sudut pandang yang lebih luas lagi.


Kembali ke mansion bian dan flo kini flo sedang menikmati bubur ayam buatan susi di ruang santai sambil menonton tv .


Susi berdiri tak jauh dari flo karena dia masih khawatir jika benar dugaannya kalau flo sakit .


Tiba-tiba ponsel flo berbunyi menandakan ada panggilan masuk , dia mengambil ponselnya yang berada tepat di sofa di samping sofa yang di duduki dengan tatapan fokus kearah tv.


" Hmm ada apa ? ". jawab flo tanpa melihat nama yang tertera dalam panggilan tersebut ketika panggilan telah terhubung


Entah apa yang dia dengar dari orang yang menghubunginya , tiba-tiba flo menyeringai dan langsung mematikan panggilan tersebut dengan sepihak .


Susi penasaran siapa yang menghubungi majikannya itu dan apa yang majikannya dengar sehingga majikannya menyeringai seperti itu yang membuatnya merinding seketika.


" Cihhh , dia ingin memanfaatkan sahabatnya untuk keselematannya sendiri , aku ingin lihat sejauh apa kalian akan berhasil melakukan semua itu ". batin flo menyeringai

__ADS_1


Setelah mendapatkan informasi yang sangat penting itu , flo kembali menikmati sarapan bubur ayamnya sambil menonton tv .


Dia tidak menyangka akan mendengar informasi sebaik itu , dia tidak sabar menanti pertunjukkan itu .


__ADS_2