
Jangan berjanji di saat bahagia , jangan mengambil keputusan saat marah , jangan menyakiti dirimu sendiri dengan perasaan tak enakkan , Lihatlah sekitar , carilah cela untuk nyamanmu , beri ruang untuk dirimu sendiri dan berbahagialah 🥰
Jerry semakin menahan kemarahannya karena ucapan mia yang begitu lancang .
" Keluarlah sebelum saya bertindak di luar dugaan anda nona mia dan jangan pernah kembali lagi ke perusahan ini ". ucap jerry dingin
" Aha-ha-hahaha , apa anda sedang mengusir saya tuan jerry ? , tapi maaf sekali , saya sama sekali tidak ingin menuruti permintaan anda karena saya datang kesini untuk bertemu atasan anda , jika anda berani menghalangi saya maka jangan salahkan saya jika saya juga akan bertindak di luar dugaan anda ". balas mia dengan tersenyum santai
Kemarahan jerry sudah tidak bisa di tahan lagi , dia berjalan mendekati mia dan ketiga pria yang di bawah mia berniat untuk segera mengusir mia dari perusahan ini sebelum bian tahu .
Tapi ketika jerry melangkahkan kakinya semakin dekat dengan posisi mia berdiri , tiba-tiba salah satu pria yang di bawah oleh mia langsung menembakan peluru dari pistol di tangannya.
Dengan gerakan cepat dan lincah , jerry langsung menghindari peluru itu dan dia berhasil menghindarinya , hal itu membuat jerry semakin marah .
Di dalam ruangan kerja bian , bian terkejut mendengar suara tembakan yang begitu nyaring terdengar dari lantai dekat ruangannya berada.
Bian buru-buru keluar dari ruangannya untuk melihat apa yang terjadi dan betapa kaget dan marahnya bian ketika melihat mia membawah 3 orang pria dan dia melihat salah satu pria sedang mengarahkan pistol kearah jerry saat ini.
Jerry hanya bisa menghela nafas kasar ketika dia melihat bian akhirnya tahu apa yang terjadi , jerry yakin hari ini adalah hari dimana mia dan ketiga pria itu tidak akan lagi berada di dunia ini .
" Apa yang kalian lakukan hahhhh ". teriak bian begitu marah
Mia langsung merubah wajahnya agar terlihat iba oleh bian , dia mencoba berjalan mendekati bian dengan tampang wajah sedih seakan dia yang tersakiti dalam kejadian barusan.
" Diam disitu atau aku akan membunuhmu sialan ". teriak bian menghentikan langlah kaki mia
" Bi-bian , kenapa ucapanmu begitu kasar , aku datang untuk menemuimu tapi asistenmu itu menghalangiku ". ucap mia beracting sedih sedemikian rupa agar bian menyalahkan jerry
" Keluar dari sini sebelum aku berbuat kasar padamu , jangan pernah menunjukkan lagi wajahmu di depanku nona mia ". ucap bian dingin
Mia yang mendengar ucapan bian sedingin itu langsung sakit hati , tapi bukannya keluar dan menuruti ucapan bian , mia malah semakin berjalam mendekati bian membuat bian semakin emosi dengan sikap mia yang sudah kelewatan .
Di saat langkah mia semakin dekat dengan tempat bian berdiri saat ini , pintu lift tiba-tiba terbuka dan munculah flo dan stif yang berada dalam lift tersebut .
Pistol yang di pegang oleh pria yang menembak jerry tadi langsung mengarah kearah flo dan stif yang baru saja keluar dari lift .
Bian , jerry dan mia terkejut dengan kedatangan flo , mia mendengus kesal karena ini tidak sesuai dengan rencananya .
" Cihh kenapa wanita ini tiba-tiba muncul di waktu yang tidak tepat ". batin mia kesal
" Sayang ". panggil bian terkejut
__ADS_1
Stif dengan lincah juga langsung mengarahkan pistolnya kearah pria yang mengarahkan pistol pada dia dan sang Queen , sedangkan flo menatap mia dengan tatapan membunuh .
Mata mia langsung melotot menyadari perut wanita saingannya itu sekarang sudah membuncit tak seperti pertama kali mereka bertemu .
" A-apa dia hamil anak bian ? ". batin mia semakin kesal
Flo yang tidak takut sama sekali dengan pistol yang sedang mengarah padanya langsung berjalan mendekati mia dan bian yang berdiri tak terlalu berjauhan.
" Berhenti disitu atau saya akan menembak anda ". teriak pria yang memegang pistol sudah mengarahkan mulut pistol kearah flo
Dorrrr
Satu tembakan langsung melesat , bukan peluruh dari pria anak buah mia yang melesat kearah flo tapi sebaliknya stif yang langsung menembakan peluruhnya tepat di kaki kanan pria yang mengarahkan pistol pada sang Queen.
" Akhhhhhh ". teriak pria itu kesakitan pada kakinya yang terkena peluru tembakan stif dan pistol yang di pegang pria itu langsung terlempar cukup jauh
Semua tercengang dengan tembakan itu , apalagi mia yang tak menyangka kalau flo memiliki senjata api untuk melawannya.
Flo menyeringai dan terus berjalan kearah mia , dia langsung menarik rambut mia dan dengan cepat dia melumpuhkan mia sehingga mia langsung jatuh berlutut do hadapannya.
" Akhhhh , apa yang kau lakukan sialan ". teriak mia marah
Tangan flo yang masih berada di rambut mia semakin mengencang tarikannya karena flo tidak suka ada yang berteriak seperti itu padanya .
Glekkk
Mia menelan ludahnya dengan kasar , dia yang awalnya tidak takut sama sekali pada flo sehingga dia ingin menjalankan rencana ini malah sekarang dia bergetar ketakutan mendengar ancaman flo yang terdengar begitu mengerikan jika dia bayangkan itu terjadi.
" Stif , bawah dia ke markas , terserah kau mau apakan dia disana tapi turutilah permintaannya yang sangat ingin pergi jauh kedunia lain ". ucap flo langsung menghempaskan mia dengan begitu kasar
Bian langsung mendekat kearah flo dan menjauhkan flo dari mia sambil memeluk erat istrinya itu.
Mia melototkan matanya mendengar ucapan flo , stif langsung mendekat kearah mia langsung menuruti perintah sang Queen , jerry juga syok mendengar ucapan istri bosnya itu tapi dia harus diam dan memilih untuk mengamankan ketiga pria anak buah mia saat ini.
" Yakkkk , apa kau gila , memangnya kau siapa yang seenaknya bisa memerintahkan orang lain untuk mencabut nyawaku hahh ". teriak mia begitu marah
" Jerry , ikutlah bersama stif dan bawah juga ketiga pria itu ". ucap flo dingin kearah jerry
Stif dan jerry pun langsung membawah mia dan ketiga pria itu keluar dari perusahan dan pergi menuju markas utama black sun .
Bian yang khawatir pada flo yang tadi melakukan tindakan berbahaya untuk melumpuhkan mia langsung mengajak flo masuk kedalam ruangannya dan mereka duduk di sofa ruangan bian.
__ADS_1
Wajah flo begitu dingin dan dia sangat jelas kelihatan sedang menahan kemarahannya yang tidak bisa dia salurkan pada mia tadi karena dia harus mengingat ada nyawa dalam perutnya yang harus dia jaga.
Bian memberikan segelas air putih pada flo untuk menenangkan pikiran flo saat ini , dia takut terjadi sesuatu pada flo dan calon bayi mereka jika flo bertindak di luar batas.
" Sayang , kenapa kamu bisa tahu kalau mia datang membuat kekacauan di sini hmm ? ". tanya bian berbicara selembut mungkin
" Hahhhh , entahlah , tiba-tiba saja aku mendapatkan firasat buruk akan terjadi sesuatu padamu hari ini , sedari pagi aku tidak bisa menghilangkan pikiran itu sehingga aku memutuskan untuk datang kesini , untuk memastikan apa kau baik-baik saja ". jelas flo berkata jujur sesuai apa yang dia rasakan
" Aku tidak tahu kalau wanita itu yang akan melakukannya , padahal aku sudah memberinya kesempatan untuk hidup tenang tapi dia memilih untuk terus melawanku , jadi sekarang aku akan mengambulkan permintaannya untuk pergi kedunia lain ". sambung flo dingin
" Hei , tenangkan pikiranmu , lebih baik sekarang kamu istirahat saja , apa kamu tidak kasihan pada anak kita , pasti dia juga tertekan jika kamu seperti ini terus ". ucap bian membujuk flo
" Hahhhh , kau benar ". ucap flo langsung mengelus lembut perutnya
" Nak , maafkan bunda yah ". sambung flo tersenyum mengelus perutnya
Bian tersenyum melihat itu , dia juga ikut mengelus lembut perut istrinya dan akhirnya flo memilih untuk istirahat sambil menunggu bian selesai bekerja.
Di perusahan global shine langsung heboh ketika mereka melihat seorang mia yang begitu terkenal tadi di seret keluar oleh jerry dan pria yang tidak mereka kenal.
Apalagi sekarang para staff dan kariyawan sedang heboh karena melihat kekasih CEO mereka yakni flo yang tadinya datang dengan perut yang sudah membuncit .
Di tempat lain di apartemen mia , jakson baru saja tiba untuk menyelamatkan regina dari sekapan mia ketika dia mendapat kabar dari anak buahnya yang selalu mengikuti regina bahwa regina disekap oleh mia.
Jakson yang sudah berhasil masuk kedalam apartemen mia langsung mencari kekasihnya di semua ruangan apartemen apartemen itu .
Ketika dia tiba di kamar mia , betapa kagetnya jakson ketika melihat regina yang sudah terikat tali di tangan dan kakinya sedang duduk dengan wajah termenung.
" Sayang ? ". panggil jakson langsung berlari kearah regina
Regina yang mendengar suara yang sangat dia kenal dan dia rindukan langsung melihat kearah pintu kamar mia dan betapa kagetnya dia melihat benar bahwa suara itu adalah suara milik kekasihnya.
" Apa kau baik-baik saja ? ". tanya jakson khawatir langsung melepaskan ikatan tali di tangan dan kaki regina
Regina hanya bisa menangis ketika jakson berhasil melepaskan ikatan itu dan langsung memeluknya.
" Sayang , mia hiksss ". tangis regina pun pecah dalam pelukan jakson
" Sayang tenangkan dirimu , biarkan dia menerima hukuman dari niat jahatnya , setidaknya kau sudah berusaha menyelamatkannya tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa , itu adalah pilihannya sendiri ". jelas jakson menenangkan regina
" Hiksss , kenapa dia begitu bodoh ". Ucap regina menangis
__ADS_1
Jakson pun hanya bisa memeluk erat kekasihnya seraya menenangkan regina , dia tahu kehilangan sahabat adalah hal yang paling sulit di hadapi tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa .
Tindakan mia memang sudah kelewatan dan jalan yang di pilih oleh mia memang sudah seharusnya mia tanggung akibatnya .