
Terlihatlah bodoh dan tak berguna di hadapan para orang yang tak menyukaimu dan bergeraklah dengan pelan dan kagetkan mereka dengan kesuksesanmu karena omongan orang hanya akan mempersulit jalanmu jika kamu terpancing ☺
Di markas utama black sun , sekarang flo , bian dan yang lainnya sudah bernafas lega karena musuh berhasil di kalahkan .
Dan sekarang para mafioso sedang membersihkan sisa-sisa pertempuran tadi sesuai perintah flo , sedangkan flo , bian dan key sudah bergabung dengan milka , valen dan jerry di ruangan rahasia tempat berkumpulnya keluarga mereka.
" Haaahhhhh , akhirnya semuanya berakhir ". ucap milka bernafas lega
Semua tersenyum tipis mendengar itu , mereka juga tahu seberapa khawatirnya milka akan pertempuran tadi , apalagi jerry yang selalu menguatkan adik sang bosnya itu.
" Tuan , nona flo dan nona key , apa kalian baik-baik saja ? ". tanya susi khawatir melihat darah yang tertempel di pakaian mereka bertiga
" Tenanglah bu , kami baik-baik saja ". Jawab flo tersenyum hangat
" Bisa berikan delvira padaku dan bergantian berikan delano , aku ingin memeluk mereka ". Ujar bian yang sangat merindukan kedua putra dan putrinya
" Ehhhhh , jangan dulu dekat-dekat dengan mereka sayang , badanmu bau amis loh , bersihkan dirimu terlebih dahulu baru bisa memeluk mereka ". Ucap flo yang super duper menjaga kebersihan jika menyangkut sih kembar
Bian langsung cemgengesan mendengar ucapan istrinya yang benar adanya , dia lupa akan hal itu dan memilih menahan rindunya pada sih kembar dan berniat menghabiskan waktu bersama mereka nanti setelah sampai mansion saja.
" Flo ". Tiba-tiba sofia memanggil flo dengan wajah yang terlihat murung
Mereka semua langsung bingung ada apa dengan raut wajah sofia , tapi berbeda dengan susi yang sudah tahu apa yang akan di tanyakan nyonya di depannya kepada flo .
" Ada apa tan , kenapa wajah tante terlihat sedih seperti itu ? ". Tanya flo
" Apa benar Al dan kekasihnya sedang dalam bahaya ? dan apa yang kalian lakukan tadi di luar sana akibat musuh kalian yang ingin membunuhmu ? ". Tanya sofia dengan wajah yang sulit di artikan
Flo langsung melirik dengan lirikan tajam kearah milka dan jerry setelah mendengar pertanyaan sofia , mendapat tatapan seperti itu dari flo , milka dan jerry langsung mengangkat bahu mereka memberitahu flo bahwa bukan mereka yang memberitahukan hal itu pada sofia.
" Tante mengetahui hal itu dari siapa ? ". tanya flo
" Maaf nona , saya yang memberitahukan hal itu pada nyonya sofia ". Bukan sofia yang menjawab malah susi yang menjawab pertanyaan flo dengan sedikit ketakutan
" Tante , untuk sekarang ini mendingan tante tidak perlu memikirkan hal itu , anggap saja kejadian hari ini tidak ada , tante tidak perlu khawatir kedepannya ". Bukan flo tapi bian yang baru saja mengatakan hal itu
" Ya , bian benar tan , yang paling penting sekarang semuanya sudah berakhir dan situasinya sudah aman , di canada juga sekarang ka al , ka varo dan ka gio sudah berhasil menyelamatkan xiera kekasihnya ka al , jadi tante tidak perlu khawatir lagi ". Sambung flo
Sofia bernafas lega setelah mendengar bahwa putra angkatnya dan kekasih putranya dalam keadaan baik-baik saja dan selamat dari para orang jahat yang menyerang mereka.
" Baiklah , tante tidak akan memikirkan kejadian ini lagi tapi kedepannya kalian harus tetap berhati-hati agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi ". Jelas sofia
" Tentu tan , oh ya bu susi , bagaimana kondisi ayah dan bunda , apa mereka masih tertidur ? ". Tanya flo
__ADS_1
" Iya nona , tuan dan nyonya besar masih tidur dalam ruangan itu ". Ucap susi sambil menujuk ruangan yang sedari tadi di tempati oleh ayah zet dan bunda reni yang masih dalam pengaruh obat tidur
" Baiklah , kalau begitu sebaiknya kita kembali pulang sekarang , kasihan juga delano dan delvira yang tidak bisa tidur nyenyak karena harus tidur di gendongan terus ". Ucap flo
Semunya setuju dengan ucapan flo , akhirnya mereka pun keluar dari ruangan itu dan bersiap untuk pulang , jerry dan bian pergi untuk menggendong ayah zet dan bunda reni agar bisa masuk kedalam mobil.
Dan akhirnya setelah itu , mereka semua kembali pulang ke mansion masing-masing dan key juga pergi mengantarkan sang ibu kembali ke rumah kediaman sang ibu .
Di canada , Varo dan gio sudah berada di rumah sakit , mereka sedang menemani Al yang masih setia duduk di samping ranjang tempat xiera di rawat saat ini.
Melihat sang kaka seperti itu membuat varo merasa kasihan , apalagi sejak Al mengetahui xiera di culik hingga saat ini , al sama sekali belum menyentuh sedikit pun makanan .
" Ka , sebaiknya kamu makan dulu walaupun hanya sedikit , jika kamu tidak mengisi perutmu , nanti kamu tidak bisa menjaga kekasihmu , bahkan bisa saja kamu juga di rawat di rumah sakit ini jika kamu tidak menjaga kesehatanmu juga ". Ucap varo menasehati Al
Di depan Varo dan gio saat ini ada meja berukuran sedang yang di atasnya sudah tersedia beberapa makanan yang memang sengaja varo belikan untul kakanya .
Ini sudah ketiga kalinya varo menyuruh al untuk makan , tapi sejak tadi al tidak terlihat berniat menjauhi ranjang xiera .
Gio hanya diam saja , dia tidak ingin menambah-nambah perkataan apapun pada Al karena dia yakin , di situasi seperti ini pasti Al akan sulit di ajak makan saking mengkhawatirkan xiera.
Dan benar saja , al tidak memperdulikan ucapan adiknya , dia sungguh tidak berselera makan di saat xiera masih menutup matanya seperti itu .
" Haaaahhhh ".
Varo menghembuskan nafasmya dengan kasar , sulit sekali mengajak kakanya untuk makan walaupun sedikit saja .
Dengan cepat dia mengambil ponsel di saku celananya , kemudian varo langsung mencari nama kontak adik kesayangannya dan langsung menelfon flo karena menurutnya pasti flo bisa membantunya membujuk kakanya untuk makan.
Dretttttt
Drettttt
Drettttt
Di indonesia saat ini flo sedang dalam perjalanan pulang menuju mansion bersama bian , susi dan sih kembar .
Merasa ponselnya bergetar di saku celananya , flo langsung merongoh ponsel itu dan melihat siapa yang menghubunginya.
" Ya , ada apa ka ? ". Jawab flo ketika panggilan terhubung karena setelah melihat kakanya yang menghubunginya , flo langsung mengangkat panggilan tersebut
" Bagaimana keadaan disana ? , apa semuanya baik-baik saja ? ". tanya varo basa-basi
" Hmm , sekarang kami sedang dalam perjalanan pulang ". Jawab flo santai
__ADS_1
" Ahhhh syukurlah , tapi apakah kamu bisa membantu kaka saat ini juga ? ". Tanya varo
Flo memicingkan matanya mendengar ucapan kakanya , kenapa kakanya meminta bantuan padanya sedangkan sekarang jelas-jelas ada gio yang bersama dengan kakanya , kenapa tidak minta tolong pada gio saja .
" Kaka ingin aku membantu apa ? ". Tanya flo
" Begini ". Varo pun menjelaskan apa maksud dan tujuannya menghubungi flo saat ini
Mendengarkan penjelasan kakanya , flo langsung menahan kekesalannya pada sang kaka tertua .
" Berikan ponselnya pada ka Al sekarang ". Ucap flo datar
Di sebrang sana , varo tersenyum senang karena idenya pasti berhasil dengan bantuan sang adik .
Dengan cepat varo berjalan menuju kearah tempat duduk Al di samping ranjang , kemudian varo langsung mencolek bahu Al membuat al menoleh kebelakang.
" Ada apa ? ". Tanya Al datar
Varo tidak menjawab tapi dia malahan menyodorkan ponselnya pada Al dan langsung mengisyaratkan untuk melihat kalau ponsel itu sedang terhubung panggilan dengan sang adik.
Al langsung melihat nama yang tertera dalam panggilan di ponsel varo dan dia langsung menatap tajam kearah varo karena dia tahu pasti ini adalah ulah varo yang melaporkannya pada sang adik jika dia tidak ingin makan saat ini.
Dengan memejamkan matanya perlahan , al langsung menempelkan ponsel itu ke telinganya dan mulai berbicara.
" Halo , ada apa swetty ? ". Ucap Al dalam panggilan yang masih terhubung itu
" Makan atau aku akan menghukummu ka , aku juga akan melaporkannya pada xiera jika dia sadar nanti kalau kamu tidak menjaga kesehatan karena menjaganya ". Ancam flo tanpa embel-embel
Al kembali menatap tajam kearah varo yang masih berdiri dengan senyum tipis di belakangnya .
" Ya-ya-ya , kaka akan makan sekarang " . ucap Al yang tidak ingin berdebat dengan sang adik bungsunya
" Baguslah jika kaka mengerti maksudku ". Balas flo
" Apa kau baik-baik saja disana ? ". Tanya Al yang juga mengkhawatirkan adiknya
" Tentu saja aku baik-baik saja , tidak perlu pikirkan aku dan yang lainnya yang berada di sini , sebaiknya kaka harus menjaga kesehatan agar bisa menjaga xiera sampai dia pulih nanti " . Ucap flo tidak ingin kakanya mengkhawatirnya dia dan lainnya
" Hmmm , kaka akan menghubungi nanti , kaka akan makan sekarang ". Ucap Al
" Baiklah , aku juga sudah sampai di mansion , kalau begitu aku akan mengakhiri panggilannya karena aku ingin beristirahat ". Ucap flo
Akhirnya panggilan sudah di matikan oleh flo , Dengan hembusan nafas berat akhirnya Al harus menuruti keinginan kedua adiknya yang begitu cerewet memintanya untuk makan dan menjaga kesehatannya.
__ADS_1
Varo langsung menyunggingkan senyumnya karena idenya berjalan lancar , dia mengarahkan Al ke meja di depan gio saat ini dan langsung melayani sang kaka.
Sedangkan gio hanya bisa geleng kepala melihat tingkah kaka beradik di depannya , tapi jika hal ini terjadi padanta juga dan flo yang menasehatinya pasti dia akan langsung menurutinya karena jika tidak maka urusannya akan semakin ribet .