
Selamat hari natal bagi yang merayakan dan selamat kita semua menyambut tahun baru 2023 yang tinggal menghitung beberapa hari lagi , tetap semangat yah guyss 😇🙏
Jika di canada sekarang varo dan lainnya sedang bertempur melawan borneo dan pasukan musuh , di indonesia juga flo dan yang lainnya sedang bertarung melawan luky bawahan borneo serta para pasukan musuh.
Malam ini akan menjadi malam yang akan menjadi akhir bagi pihak siapa yang akan kalah nanti , walaupun sejak awal siapa saja tahu bahwa yang akan memenangkan pertempuran ini adalah pihak dari flo dan varo.
Krekkkk
Jlebbbb
Flo sedang asik memainkan peran belati kesayanganya yang sekarang sedang bergerak kesana kemari menusuk dan menyayat tubuh parah musuh.
Tapi tiba-tiba suara valen terdengar dari alat penghubung yang flo dan lainnya pakai saat ini.
" Queen gawat , pasukan bantuan musuh mulai mendekati markas dan jumlah musuh yang mendekat sekitar 5000 orang ". Ucap valen terdengar panik
" Cihh , merepotkan saja ". Pekik flo menjadi kesal
Dengan kekesalannya itu , flo semakin semangat melawan para musuh , sedangkan bian dan key yang mendengarkan ucapan valen langsung kaget , apalagi milka dan jerry di dalam sana .
" Sayang apa kau yakin untuk melawan mereka semua ? , bukankah jumlah musuh terlalu banyak untuk kita lawan ? ". Tanya bian di sela pertarungannya melawan musuh
" Tenang saja dan fokus pada musuh yang kau lawan sekarang sayang ". Jawab flo tidak ingin bian gagal fokus karena mendengar informasi dari valen
" Valen , coba kau lihat di sampingmu , apakag ada alat kecil dengan timbol berwarna unggu ? ". Ucap flo pada valen
Mendengarkan hal itu valen langsung mengedarkan padangannya kearah sekitar di sampingnya untuk mencari alat yang di katakan oleh flo dan benar saja di arah samping kanan yang berada di meja yang berada di depannya benar ada sebuah alat kecil dengan 1 tombol berwarna unggu , valen langsung mengambilnya.
" Ya , aku sudah memegang alat itu Queen ". Jawab valen
" Tekanlah tombol itu ". Balas flo
Dengan perasaan bingung dan penasaran akan apa fungsi dari alat kecil itu , valen langsung menekan tombol berwarna unggu itu sesuai perintah flo.
Semua yang mendengarkan ucapan flo pada valen juga di buat bingung akan benda yang di maksud oleh flo .
" Queen , sepertinya alat ini tidak berfungsi ". Ucap valen merasa tidak ada tanda-tanda aneh setelah dia menekan tombol unggu itu
__ADS_1
" Alat itu tidak rusak , lebih baik sekarang kau fokus akan tugasmu dan biarkan alat itu bekerja dengan sendirinya ". Jawab flo
Pertempuran masih berlangsung , semakin lama pihak musuh semakin berkurang karena flo mulai menambah kecepatan tangannya dengan menusuk dan menyayat tubuh musuh hingga tewas saat itu juga.
Dan tanpa di sadari oleh yang lain , valen yang memang bertugas untuk melihat situasi sekitar markas jika ada musuh yang mendekat langsung kaget ketika hanya dalam hitungan menit saja 5000 pasukan musuh yang hendak mendekati markas dan pertempuran yang sedang terjadi , seketika jatuh ke aspal jalan .
Mata valen melotot kaget melihat hal mengerikan itu , awalnya dia kira alat yang dia tekan tombolnya tadi itu rusak dan tidak berfungsi.
Bahkan dia yang sangat penasaran apa fungsi alat itu , menjadi sangat terkejut .
Ternyata yang di lihat oleh valen bukanlah sesuai dugaannya , valen pikir sang Queen sudah merancang alat dengan sistem canggih yang bisa langsung melenyapkan musuh dalam hitungan menit .
Tapi nyatanya yang valen lihat bukanlah sebuah alat khusus yang menjatuhkan 5000 pasukan musuh itu , melainkan valen dengan jelas melihat bahwa ada sekitar 1000 pasukan misterius berpakaian yang sangat mirip dengan pakaian khusus mafia black sun yang baru saja melenyapkan pasukan musuh itu .
Dan siapa lagi yang membawa pasukan misterius itu kalau bukan jakson , ya , 1000 pasukan misterius yang di lihat oleh valen adalah Shadow black , pasukan rahasia atau pasukan elit milik mafia black sun yang selama ini di sembunyikan oleh flo .
" Cepatlah menuju markas utama , bantu Queen dan pasukan lainnya ". Teriak jakson memimpin 1000 pasukan elit itu agar segera pergi membantu flo dan yang lain dalam pertempuran di markas utama
Setelah benar-benar memastikan 5000 musuh itu sudah dikalahkan , akhirnya jakson dan para pasukannya langsung menuju markas utama .
Apalagi sedang membawa pasien yang sudah mereka kenal , siapa lagi kalau bukan xiera yang pernah menjadi pasien VIP dan pasien yang paling di istimewakan di rumah sakit tersebut pada saat al membawa xiera pingsan waktu itu.
Dengan cepat para dokter dan perawat langsung mengutamakan xiera , mereka langsung membaea xiera ke ruang ICU dan langsung memberikan penanganan.
Al hanya bisa menunggu xiera di luar ruangan ICU dengan perasaan campur aduk , rasa takut kehilangan xiera membuat al sangat gelisah .
Di dalam ruangan ICU , para dokter ahli langsung menangani xiera dengan penuh ketelitian dan berhati-hati karena takut membiat kesalahan yang bisa membuat marah pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja .
" Dokter , kondisi pasien semakin memburuk , bayi dalam kandungannya harus segera di keluarkan , jika tidak segera di keluarkan maka akan semakin membahayakan nona ini ". Jelas perawat terlihat panik
" Baiklah , pantau terus kondisi nona ini dan jangan sampai membuat kesalahan , saya harus meminta persetujuan tuan Al sebelum melakukan tindakan selanjutnya ". Ucap dokter wanita pada sang perawat
Dengan langkah cepat , dokter itu langsung menuju keluar ruangan ICU untuk menemui Al yang dokter itu tahu bahwa al pasti berada di depan ruangan itu.
Melihat pintu ruangan ICU terbuka dan dokter perlahan keluar dari ruangan itu , al langsung mendekati dokter itu dengan wajah yang sulit di artikan.
" Bagaimana kondisinya ? , apa dia dan bayi dalam kandungannya baik-baik saja ? ". Tanya al langsung pada intinya
__ADS_1
Mendengar pertanyaan itu , wajah sang dokter tiba-tiba berubah menjadi pucat karena takut kalau dia akan berkata salah akan kondisi xiera pada Al.
" Kenapa kau diam saja haaahhhh , cepat jelaskan padaku , bagaimana kondisi dia ". Teriakan Al membuat dokter dan beberapa perawat yang berada di sektiar ruangan itu langsung bergetar takut
" I..itu tuan ". Ucap dokter itu terbata-bata mencoba menjelaskan kondisi xiera dengan ketakutan
" Cepat jelaskan kondisinya sekarang atau saya tidak akan segan-segan memecatmu dari rumah sakitku ". Ucap al sangat dingin
Degggg
Sungguh ucapan yang al lontarkan langsung membuat dokter itu bergetar ketakutan , dengan perlahan dokter itu pun mulai menjelaskan kondisi xiera walaupun dengan nada suara yang bergetar ketakutan.
" Be-begini tuan , sekarang kondisi pasien sangat buruk , setelah saya periksa kondisi pasien , sepertinya bayi dalam kandungan pasien tidak bisa di selamatkan ".
" Janin itu sangat lemah saat ini bahkan bisa di bilang janin itu sebenarnya sudah tidak bisa bertahan lagi dan harus segera di keluarkan dari rahim pasien ".
" Jika janin tidak di keluarkan dengan segera , maka nyawa pasien bisa dalam bahaya dan kemungkinan besar tidak bisa.....".
Dokter itu menggantung ucapannya yang terakhir karena takut sang pemilik rumah sakit di depannya akan semakin marah jika dia mengatakan hal buruk tersebut.
Deggg
Detak jantung Al seakan ingin berhenti mendengarkan penjelasan sang dokter yang sangat dia mengerti apa maksud dari penjelasan yang di gantungkan itu.
Dia mengusap wajahnya dengan kasar dengan perasaan dan pikiran yang semakin berkecamuk , dia tidak bisa berpikir jernih saat ini.
" Tuan , waktu kita tidak banyak , sebaiknya tuan harus segera memberikan keputusannya , kami percaya akan keputusan tuan tapi pikirkan juga nyawa pasien ".
" Maaf jika saya lancang tuan , bayi bisa di cari lagi asalkan pasien berusaha dan menginginkan kehadirannya , tapi jika janin tidak segera di keluarkan maka bukan cuma janin itu yang tidak akan terselamatkan tapi nona pasien juga akan mengalami kemungkinan pahit yang akan terjadi dari resiko ini ". Jelas dokter itu
" Haaaaaaahhhhh ". Al menghembuskan nafasnya dengan kasar
" Lakukan saja apa yang menurut kalian yang paling terbaik , asalkan nyawa xiera bisa di selamatkan ". Akhirnya al telah membuat keputusan
Dia mengatakan hal itu dengan akan menerima resikonya nanti jika xiera bangun dan mengetahui bahwa dia yang memberi keputusan seperti itu
Mendengar ucapan Al , dokter itu langsung masuk kembali kedalam ruangan ICU dan langsung melakukan penanganan terbaik bagi xiera .
__ADS_1