
Cukup diam , jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun karena yang menyukaimu tidak membutuhkan itu tapi mereka yang membencimu tidak percaya itu 🖤
Suasana di markas utama gold water sekarang dalam suasana penuh ketegangan , semua senjata masing-masing kedua bela pihak sudah saling mengarah satu sama lain .
" Lepaskan tuan kami atau kami akan bertindak lebih ". ucap tangan kanan orlan dengan wajah dingin yang tertuju untuk devan
Devan langsung tersenyum mengejek menanggapi ucapan musuhnya itu .
Bughhhh
Bukannya melepaskan orlan , devan malah menendang orlan di depan mata tangan kanan orlan serta semua musuh yang berada di halaman markas itu.
" Kauuuuu ". Teriak tangan kanan orlan begitu marah
" Seranggggg ". Sambung tangan kanan itu kembali dan memberi perintah untuk menyerang mafia gold water karena dia sudah tidak bisa lagi menahan kemarahannya
Tapi mereka semua langsung terhenti karena melihat devan yang sudah mengarahkan moncong pistol di tangannya tepat di kepala orlan.
Orlan hanya bisa marah dalam hati , dia rasa malam ini mungkin adalah malam terakhirnya melihat dunia ini , tapi di sisi lain dia juga sangat mengkhawatirkan viola , apakah viola berhasil kabur dari jangkauan varo atau tidak , hal itulah yang membuatnya cemas dan bahkan dia sudah tidak memikirkan lagi nyawanya .
" Selangkah saja kalian mendekat , kalian akan melihat kepala ketua kalian akan bocor dengan pistol ini ". Ancam devan dengan seringai tipis
" Shittttt ". pekik tangan kanan orlan langsung memberi isyarat untuk mundur demi keselamatan ketua mereka
Melihat para musuh langsung mundur setelah dia berkata seperti itu , devan langsung menyunggingkan seringai tipisnya.
Dia langsung mengambil ponsel yang berada di saku celananya , seperti yang di perintahkan varo tadi , devan langsung melakukan panggilan video saat ini .
__ADS_1
Di indonesia , karena devan menghubungi zin bukan varo , zin langsung mendekati varo kembali dan langsung memberikan ponselnya ada sang king .
Varo langsung mengangkat panggilan video tersebut , devan langsung mengarahkan layar ponselnya ke depan wajah orlan .
Orlan langsung melototkan matanya ketika melihat wanita yang paling dia khawatirkan sejak di tangkap oleh devan sekarang sedang di ikat di atas danau dan sangat jelas bahwa sudah ada beberapa buaya yang di lihat oleh orlan yang berada di bawah kepala sang adik.
" Eummmm , eummmm , eummm ".
Orlan merontak melihat hal itu , wajahnya memerah karena dia sudah sangat marah , tindakan yang di lakukan orlan membuat para mafiosonya kebingungan dan juga khawatir.
" Viola ". Batin orlan tak menyangka akan melihat adegan kejam seperti itu apalagi hal kejam seperti dirasakan oleh adik kesayangannya dan dia tahu itu semua adalah ulah varo
Ya , varo memang sengaja langsung menunjukkan kamera ponsel zin dibagian belakang kearah viola , itu adalah bagian dari rencananya agar orlan tak bisa berkutik padanya.
" Haha , apakah adikmu akan baik-baik saja jika saya menurunkan tali ikatannya agar lebih dekat dengan para buaya kesayangan saya tuan orlan ? ". Ucap varo tertawa tapi terdengar menyeramkan di telinga zin , devan bahkan orlan sendiri
" Bajingan kau , lepaskan adikku atau aku akan membunuhmu sialan ". Teriak orlan sangat marah
Sekarang para mafioso lucifer sudah tahu alasan kenapa tadi tuan mereka memberontak setelah melihat apa yang di tunjukkan devan di ponsel itu.
Mereka semua sangat tahu kalau ketua mereka sangat menyayangi adiknya , walaupun mereka tidak tahu apa yang di lihat oleh tuan mereka akan kondisi adik kesayangannya , mereka sudah tahu bahwa pastinya adik tuan mereka sedang tidak dalam kondisi yang baik-baik saja.
" Hahahahahah ". Varo tertawa renyah mendengarkan ancaman orlan padanya
" Kau akan membunuhku ? , hahah bagaimana caranya tuan orlan , bahkan sekarang tubuh serta kaki dan tanganmu sedang di ikat oleh mafiosoku ". Ejek varo sambil tertawa
" Apa kau meremehkanku bajingan ? ". Ucap orlan dengan tatapan tajam kearah layar ponsel milik devan yang masih memperlihatkan keadaan adiknya yang masih tergantung di atas danau itu
__ADS_1
" Tentu saja aku meremehkanmu , sekalipun kamu bisa terlepas dari ikatan itu , kamu tidak akan pernah bisa menyelamatkan adikmu , aku bisa saja langsung menceburkannya di danau penuh buaya yang sedang kelaparan itu sekarang juga hahaha ". Ucap varo sangat puas membuat lawannya marah
" Coba saja jika kau berani melakukan itu , akan ku buat kamu menyesalinya dan akan ku lenyapkan kamu dan seluruh mafiamu bahkan seluruh keluargamu serta 7 turunanmu sekalipun ". Ancam orlan
" Jangan meremehkanku bajingan ". Sambung orlan sangat marah
Varo merasa lucu dengan ancaman orlan , orlan terlalu percaya diri bisa lepas dan selamat darinya , padahal hanya di ikat seperti itu saja orlan sudah kesulitan menyelamatkan dirinya sendiri.
" Baiklah saya tidak akan meremehkan anda tuan orlan , tapi lihatlah apa yang ingin saya lakukan terhadap adikmu yang sangat cantik itu ". Ucap varo langsung memberikan ahli ponsel milik zin kembali pada zin
Panggilan video itu masih terhubung , sekarang ponsel itu sudah berahli di pegang oleh zin dan zin langsung mengarahkan kamera ponselnya kearah varo yang sekarang sedang berjalan mendekati alat yang bisa mengukur panjang pendeknya ikatan tali di tubuh viola.
" Tidak , jangan lakukan itu bajingan , yakkkkkk aku akan membunuhmu ". Teriak orlan dengan mata melotot ketika melihat varo sudah berada di alat itu
Jantung orlan berdetak tak karuan , dia mulai gelisah karena tindakan varo , sedangkan varo yang sudah berada di samping alat itu langsung melonggarkan sedikit tali yang mengikat tubuh viola sehingga tali itu seketika turun sedikit kebawah.
" Akhhhhhhhh , varo hikssss tolong ampuni aku hikssss , tolong aku hiksss hiksss ". Tangis viola semakin pecah karena dia kaget tali ikatannya semakin turun kebawah
Buaya-buaya yang sedari awal sudah menunggu makanan mereka yang sedang bergelantungan di atas mereka langsung bergerak mencoba memakan kepala viola yang sudah semakin dekat dengan mereka.
Varo sengaja hanya menurunkan sedikit sekali tali itu , dia hanya berniat menakuti orlan maupun viola karena ini belum saatnya viola maupun orlan mati.
Varo ingin mereka berdua merasakan betapa kejamnya balasan varo pada mereka karena mereka berdua sangat berani bermain-main dengannya.
" Tidaaaaakkkkkkk ". Teriak orlan sambil menutup matanya karena dia tidak sampai hati melihat adiknya di makan oleh para buaya itu
Air mata orlan tiba-tiba saja mengalir dari pelupuk matanya , dia tidak sanggup melihat adiknya seperti itu , adik kesayangan yang selalu di manja olehnya sekarang nyawanya sedang berada di ujung ambang kematian dan semua itu adalah ulah varo.
__ADS_1
Orlan berpikir , jika dia berhasil melepaskan dirinya dari tali yang mengikat tubuhnya , dia akan pastikan varo dan seluruh mafia gold water akan mendapatkan akibat dari perbuatan mereka , jika varo berani menurunkan tali yang mengikat adiknya dan berakhir adiknya dimakan oleh para buaya ganas itu.