
Sebuah kekuatan tidak akan berarti apapun jika di gunakan untuk kejahatan , gunakanlah kekuatanmu untuk menolong orang lain 💃🏻
Akhirnya waktu berbelanja flo dan bella sudah habis karena jakson memberi kabar bahwa si kembar akan segera pulang sekolah.
Flo kadang berpikir , kenapa dia selalu saja harus terkena masalah jika datang ke mall miliknya sendiri , kejadian tadi sudah ke tiga kalinya dia mendapatkan masalah di FAW MALL .
Yang pertama karena dia membantu key yang di hina oleh teman sekolah key , yang kedua karena sasa kakanya key dan yang terakhir adalah kejadian yang tadi.
Flo tidak habis pikir akan semua kejadian itu dan mungkin saja wajah flo sudah di hafal oleh para pekerja di mall itu ataupun beberapa pengunjung yang bertepatan ada di mall ketika ketiga kejadian itu terjadi.
Terlepas dari itu semua , flo sama sekali tidak perduli karena dari ketiga kejadian itu tentu saja bukan kesalahannya .
Mobil milik flo baru saja tiba di mansion , bertepatan dengan mobil si kembar yang juga sama-sama tiba di mansion.
Ketika kedua mobil itu sudah di parkir , mereka semua pun turun dan keluar dari mobil.
" Bunda dan tante dari mana ? ". Tanya vira penasaran karena dia memang jarang melihat bundanya bepergian ataupun menyetirkan mobil sendiri
" Bunda dan tante bella dari mall , bunda kesana untuk membelikan suatu untuk tante bell ". Jawab flo
" Nona flo , saya pamit pulang karena ada urusan penting yang harus saya selesaikan saat ini " . Jelas jakson
" Ya , pergilah ". Singkat flo
Jakson pun pergi dari mansion itu , flo dan yang lainnya juga langsung masuk kedalam mansion.
Vira berjalan paling depan dari mereka semua , ketika dia ingin membalikkan tubuhnya kebelakang karena ingin bilang ke bundanya dan bella bahwa dia akan ke lantai 3 untuk berganti pakaian .
Tak sengaja vira melihat seseorang yang sangat dia rindukan sedang duduk santai di ruang santai .
" Uncleeeeeeee ". Teriak vira mengagetkan flo dan lainnya
Vira langsung berlari menghampiri unclenya yang tak lain adalah varo , sedangkan delano langsung berjalan menuju lift , dia sudah gerah dengan seragamnya jadi dia ingin berganti pakaian saat ini juga.
__ADS_1
" Sejak kapan uncle berada disini , aku sangat merindukan uncle ". Ucap vira langsung memeluk varo melepas rindunya
" Hei baby , uncle juga sangat merindukanmu ". Ucap varo membalas pelukan vira
" Bagaimana dengan sekolahmu , apakah menyenangkan dan kalian punya banyak teman ? ". Sambung varo sambil mendudukan vira di pangkuannya
Flo dan bella langsung berjalan ke ruang santai , bella sedikit terkejut dengan sikap hangat varo terhadap delvira yang sangat berbeda jauh dengan raut wajah datar dan dingin yang selalu di lihat oleh bella .
" tentu saja uncle , ternyata sekolah sangat menyenangkan ". Jelas vira antusias
Tiba-tiba delvira mendekatkan mulutnya ke telinga varo dan mulai membisikkan sesuatu .
" Uncle , bukannya tante bella cantik , dia seperti putri di kerajaan , aku ingin sekali menpunyai mommy seperti tante bella ". Bisik delvira sambil curi-curi pandang kearah bella
Delvira mengatakan ingin mommy seperti bella bukan artinya ingin ibu seperti bella , kata panggilan mommy yang di maksud delvira seperti xiera , karena xiera juga di panggil mommy oleh delvira , kata lainnya bisa di bilang vira ingin mempunyai bibi seperti bella.
Bella tentu saja menyadari lirikan delvira saat berbisik di telinga varo , dia sedikit penasaran kenapa dia di tatap seperti itu oleh delvira .
Varo sedikit terkejut mendengar ucapan keponakannya , setelah delvira selesai berbisik , varo langsung menatap delvira dengan tatapan yang sulit di artikan.
Delvira langsung tersenyum dengan wajah polosnya , vira berpikir bahwa unclenya pasti mengerti apa maksud dari bisikannya.
" Iya kan uncle ". Ucap delvira
" Kenapa kalian berbisik-bisik di depan orang lain , memangnya apa yang sedang kalian bisik-bisikkan hmmm ?". Tanya flo
" Itu bun , aku hanya mengatakan pada uncle kalau aku menginginkan mommy seperti tante bella ". Jawab delvira dengan cepat
Varo hanya diam saja dengan tatapan datar , sedangkan bella tercengang dengan kepolosan vira.
" Astaga , tidak ibunya tidak anaknya ternyata sama saja ". Batin bella tak habis pikir dengan keinginan flo dan delvira
" Ohh bunda pikir ada hal lain , minta saja pada unclemu itu untuk menjadikan tante bella mommy mu ". Ucap flo tanpa dosa
__ADS_1
" Sudah-sudah , pergilah ke kamarmu dan ganti pakaianmu , uncle ingin membawamu ke suatu tempat , ajak juga kakamu ". Ucap varo langsung mengganti topik pembicaraan
" Ahhh uncle gk asik ". Ucap vira cemberut dan langsung turun dari pangkuan varo kemudian dia langsung berjalan menuju lift untuk naik ke lantai 3 dimana kamarnya berada
Varo hanya bisa gelengkan kepalanya karena tingkah vira , dia langsung menatap flo dengan tajam karena dia berpikir bahwa pasti flo yang menghasut delvira untuk meminta hal itu darinya.
" Apa ? , aku sama sekali tidak menyuruh putriku untuk mengatakan hal itu padamu ka , sepertinya dia sendiri yang memang menginginkan bella menjadi mommynya ". Jelas flo memang kenyataannya bahwa dia tidak menyuruh vira mengatakan hal tersebut
" Haahhhh ". varo pun hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar
" Aku ke kamar dulu ". Ucap bella ingin menjauh dari kecanggungan di antara mereka karena ulah delvira tadi
" Ya bell , beristirahatlah sejenak ". Ucap flo
Bella pun menganggukan kepalanya dan pamit undur diri ke kamar tamu .
" Haha , emang enak di minta seperti itu oleh delvira , sepertinya kaka harus segera membuat keputusan yang tepat , kaka tau sendiri jika delvira sudah meminta seperti itu pasti dia akan merengek pada kaka agar kaka mau menuruti keinginannya ". Ejek flo tertawa puas setelah bella benar-benar masuk kedalam kamar tamu
" Diamlah flo , tidak kamu tidak delvira sama saja ". Ternyata varo juga sependapat dengan bella yang memikirkan jika flo dan delvira memang sengaja ingin mereka berdua menjalin hubungan
" Hahahah ". Flo tertawa karena melihat wajah varo yang sangat lucu jika sedang kesal
15 menit kemudian akhirnya delvira dan delano sudah turun ke lantai 1 untuk menemui varo di ruang santai.
Disana varo dan flo masih setia di ruang santai , mereka sedang membahas perkembangan mafia mereka masing-masing dan saling bertukar pikiran untuk menyelesaikan setiap masalah dari masalah kecil hingga masalah besar yang mereka hadapi .
" Uncle , kemana kita akan pergi , aku dan ka lano sudah siap ". Ucap delvira ketika dia dan lano sudah tiba di ruang santai
" Ahhh ayo , kalian tidak perlu tahu dimana uncle akan membawa kalian , kalian ikut saja ". Ucap varo sambil berdiri dari sofa
" Awas saja kalau uncle membawa kami ke tempat yang tidak menyenangkan , aku akan langsung melaporkannya pada uncle al agar uncle al memarahi uncle nantinya ". Ancam vira
Vira dan lano yang sangat cepat tanggap memang tahu bahwa uncle varo mereka sangat takut pada uncle mereka yang satunya lagi yaitu al sendiri , jadi vira sering mengunakan ancaman seperti ini jika varo berani membohongi mereka taupun berani mempermainkan mereka berdua.
__ADS_1