
Jangan memaksakan diri untuk mencari yang sempurna , tapi carilah seseorang yang bisa saling menyempurnakan , karena tidak ada yang sempurna kecuali sang pencipta 😇
Setelah selesai telfonan dengan flo , varo pun menghidupkan kembali mobilnya dan berniat untuk melakukan apa yang dia dan flo rencanakan.
" Tuan , apa kita akan baik-baik saja , bagaimana kalau..... ". Ucapan bella yang ketakutan karena varo sudah menghidupkan lagi mobil itu di sela oleh varo
" Jika kamu takut , tutup saja matamu dan percayakan semua pada saya , saya tidak mungkin akan membahayakan kalian bertiga karena saya sendiri juga tidak ingin mati percuma ". Jelas varo menyuruh bella tutup mata saja jika dia takut
Delvira langsung memeluk bella dan menyuruh bella untuk menuruti saja ucapan unclenya .
" Pakai sabuk pengaman kalian dengan benar ". Ucap varo menasehati bella , vira dan lano
Brummmmm
Brummmmm
Brummmmm
Ckitttttttttttt
Varo memainkan gas mobilnya kemudian dengan cepat dia melajukan kecepatan mobilnya dengan kecepatan yang sangat-sangat cepat .
Bella memeluk vira dengan erat , jantungnya seakan mau copot dari tempatnya karena mobil itu melaju dengan sangat cepat .
Varo sangat fokus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang seperti itu , bunyi suara peluru terdengar oleh mereka berempat , peluru-peluru itu tidak mengenai mobil varo dan malah melesat dan mengenai pohon-pohon di samping kiri mobil varo .
Bella semakin bergetar takut , wajar saja karena ini pertama kalinya bella menghadapi situasi yang sangat berbahaya dan bisa kapan saja melenyapkannya dari dunia ini jika terkena tembakan peluru itu.
Sampai akhirnya suara tembakan tidak terdengar lagi oleh mereka , sepertinya sekarang mereka sudah aman dan tidak dalam jangkauan musuh lagi.
Varo langsung menurunkan kecepatan mobilnya dengan nafas yang lega karena tidak terjadi apa-apa pada mereka berempat , karena yang paling varo takuti adalah keselamatan ketiga orang yang dia bawah bersamanya.
Yang sebenarnya terjadi bukanlah mobil varo yang sudah tidak dalam jangkauan musuh , tapi lebih tepatnya para sniper itu sudah tewas dalam sekejap mata karena ternyata flo sudah menyuruh carly mengurus para musuh itu .
__ADS_1
Carly datang menggunakan helikopter milik black sun yang bisa memudahkan cari lebih cepat sampai di tempat musuh.
" Apa kalian baik-baik saja ? ". Tanya varo memastikan keadaan bella , delano dan delvira
" Ya kami baik-baik saja ". Jawab mereka
Di tempat lain ternyata markas gold water dia indonesia sedang di serang oleh musuh secara mendadak .
Artinya musuh sudah mengetahui bahwa varo tidak ada di markas itu dan berniat untuk menyerang markas gold water yang berada di indonesia selagi varo tidak ada dan para sniper itu ternyata adalah utusan dari sang ketua mafia musuh .
Varo sama sekali tidak tahu bahwa markasnya saat ini sedang di serang , dia terlalu fokus menyelamatkan ketiga orang yang dia bawah sehingga tanpa sadar saat dia melajukan kecepatan mobilnya , ponselnya jatuh ke bawah kakinya dan varo tidak menyadari kalau sudah banyak panggilan masuk di ponselnya.
Akhirnya zin pun turun tangan dalam serangan dadakan musuh di markas di indonesia .
Setelah selesai meeting untuk menggantikan posisi varo , zin mendapatkan kabar bahwa markas di indonesia sedang di serang dan mafioso di markas itu mengatakan bahwa sang king tidak ada di markas dan sulit sekali untuk di hubungi.
Mau tidak mau karena zin juga sudah kesekian kalinya mencoba menghubungi varo tapi tidak di jawab sama sekali , zin pun langsung melakukan penerbangan ke indonesia menggunakan jet pribadi gold water.
Sedangkan sekarang varo sudah semakin dekat dengan tempat tujuan mereka.
" Wahhhh , pemandangannya sangat indah uncle , tapi aku sudah bisa menebak kemana kita akan pergi ". Ucap delvira begitu antusias melihat pemandangan indah dari arah kanan maupun kiri sepanjang perjalanan
" Ayo tebak , dimana uncle akan membawa kalian ". Tanya varo mencairkan suasana karena dia tahu bella pasti masih ketakutan karena kejadian tadi
Entah kenapa dia tidak ingin bella ketakutan seperti itu , seperti ada rasa aneh yang membuat varo ingin rasanya melindungi bella.
" Hmmm , aku menebak uncle akan membawa kita ke puncak dan disana ada vila ". Tebak vira
" Yapppp kamu benar baby , bagaimana kamu bisa tahu ? ". Ucap varo sedikit terkejut karena vira bisa menebak dengan tepat dan benar kemana dia akan membawa mereka bertiga
" Uncle , bahkan tante bella saja pasti tahu kalau kita akan ke puncak , iyakan tante bell ". Ucap vira pada bella
" Ahhh ya , tentu sayang ". Jawab bella sedikit terkejut dari lamunannya
__ADS_1
Suasana dalam mobil itu pun kembali sunyi , mereka berempat sibuk dengan kegiatan dan juga pikiran mereka masing-masing.
10 menit kemudian , mobil varo sudah berhenti di depan pintu gerbang masuk sebuah vila yang mewah di atas puncak , yah karena mereka memang sedang di puncak saat ini.
" Waahhhhhhh , benarkan tebakanku kalau uncle akan membawa kita di tempat seperti ini ". Ucap delvira sangat antusias
Bella sedikit merasa lebih baik saat ini , tidak seperti saat kejadian tadi , dia sedikit bisa bernafas lega karena sejak beberapa menit yang telah berlalu , perjalanan mereka menuju puncak itu sudah aman-aman saja .
Varo turun dari mobil untuk membuka gerbang masuk tersebut , setelah terbuka dia kembali ke mobil dan menjalankan mobil untuk masuk kedalam area vila di depan mereka.
Setelah memarkirkan mobil di halaman depan vila itu , varo berjalan kembali kebelakang untuk menutup pintu gerbang tersebut.
" Indahnyaaaaa " . Ucap vira sangat senang melihat pemandangan dari atas bukit tersebut yang menunjukkan betapa indahnya pemandangan pepohonan di bawah bukit itu
Mereka semua sudah turun dari mobil , bella juga tak bisa jika tidak terkagum-kagum dengan keindahan pemandangan di bukit tersebut.
" Dimana ponselku ". Batin varo yang baru menyadari kalau ponselnya tidak berada dalam saku celananya
Akhirnya varo berjalan ke pintu pengemudi dan membuka pintu tersebut , matanya langsung memicing karena melihat zin sedang menghubunginya ketika dia melihat di layar ponselnya yang sedang menyala kalau ada panggilan masuk dari zin.
Dengan cepat varo mengambil ponselnya dan menjawab panggilan dari zin.
" Ada apa ? ". Tanya varo dengan datar
" Maaf menggangu anda king , tapi markas kita yang berada di indonesia sedang di serang dan musuh melancarkan serangan mendadak dan kata mafioso kita bahwa musuh menyerang setelah king meninggalkan markas tadi ". Jelas zin
Varo langsung berubah menjadi dingin , sepertinya dia sudah menyadari kenapa tadi dia di serang oleh sekelompok orang yang menggunakan sniper .
" Aku akan segera ke markas ". Ucap varo langsung mengakhiri panggilan tersebut
Varo menahan kemarahannya agar tidak meluap di depan bella dan kedua keponakannya , dia mengepalkan tangannya dan mengumpat dalam hati.
" Cihhh , berani menyerang hanya ketika aku tidak di markas , akan ku lenyapkan kalian semua ". batin varo dengan wajah sangat dingin menakutkan jika saja bella dan si kembar melihatnya
__ADS_1