Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 174


__ADS_3

Persiapan terbaik untuk hari esok adalah Melakukan yang terbaik untuk hari ini 💃🏻


Dorrrrrr


Suara tembakan senjata api terakhir yang terdengar sebagai tanda pengakhir pertempuran yang terjadi malam itu yang dilakukan oleh bian .


Bian sama sekali tidak terlihat kelelahan bahkan sekarang wajahnya terlihat sedikit kecewa , entah kenapa .


Dia membuang pistol di tangannya kemudian berjalan mendekati flo dan tio serta pasukan demon ghost yang tersisa .


Pakaian bian sudah berlumuran darah akibat cipratan darah parah musuh yang mengenai pakaiannya .


" Ada apa dengan wajahmu ". Ucap flo menyindir bian karena dia tahu apa yang sebenarnya membuat wajah bian terlihat kecewa


" Ayo pulang ". Balas bian tanpa menjawab pertanyaan flo


Tio yang tadinya sedang duduk beristirahat di tanah langsung berdiri ketika mendengar bian akan segera pergi .


" Tuan , bisakah anda menunggu sebentar saja sampai kaka saya datang ? ". Ucap tio


" Untuk apa kami menunggu kakamu , apa kau ingin kami bertarung lagi dengan kakamu ?". Bukan bian yang mengatakan itu tapi flo dengan wajah dinginnya


" Ahhh tidak nona , saya hanya ingin berterima kasih dan saya pikir ke salah pahaman di antara tuan , nona serta kakaku harus segera di luruskan ". Ucap tio jujur


" Tidak perlu berterima kasih pada kami , cukup jangan mengganggu kami lagi maka kami tidak akan bertindak lebih pada kalian semua ". Ucap bian


" Ayo sayang ". Sambung bian mengajak flo kembali ke hotel


Tio dan para anak buah demon ghost hanya bisa menuruti permintaan bian karena mereka apalagi tio tidak ingin memperpanjang masalah dengan bian jika dia terus memaksa bian .


Akhirnya bian dan flo pun pergi dari mansion sekaligus markas demon ghost menggunakan mobil yang di bawah oleh flo.


Untung saja saat mereka pergi ke restoran tadi menggunakan 2 mobil jadi key dan yang lainnya bisa kembali ke hotel terlebih dahulu tanpa menunggu bian dan flo kembali dari tempat itu.


" Siapa sebenarnya yang berani menyuruh anak buah kaka untuk mengusik tuan bian , karena tidak mungkin kaka yang menyuruh mereka , sedangkan kaka sendiri sangat menghormati tuan bian ". Batin tio penasaran

__ADS_1


Tio langsung masuk kedalam mansion setelah menyuruh para anak buah demon ghost yang tersisa untuk membersihkan sisa-sisa pertempuran tadi .


Baik anak buah demon ghost yang telah gugur dalam pertempuran itu maupun semua 800 musuh yang gugur dalam pertempuran itu.


Tak berselang lama di saat para anak buah demon ghost yang sedang membersihkan halaman mansion itu , frist sang ketua hangster itu sekaligus kakanya tio baru saja tiba bersama anak buah lainnya yang datang untuk membantu dalam pertempuran yang di katakan tio .


Frits langsung kaget ketika melihat sudah tidak ada lagi pertempuran di mansion itu malah yang dia dapati sekarang para anak buahnya sedang membersihkan halaman markas yang terkapar banyak sekali musuh yang tumbang .


" Siapa yang membantu kalian dalam pertempuran itu ? ". Tanya frits penasaran


" Tuan anda sudah datang ". Hormat salah satu anak buahnya


" Jawab saja pertanyaan saya ". Ujar frits yang tak bisa lagi menahan rasa penasarannya


Ya , karena setau frits , 80 orang anak buahnya tidak akan mampu menghadapi musuh yang berjumlah 10x lipat dari jumlah anak buahnya .


Apalagi dengan jelas dia bisa melihat dan yakin bahwa anak buahnya berhasil selamat dari pertempuran itu dan itu sangat mustahil pikir frits.


" Ka , kamu sudah kembali ". Tiba-tiba tio datang dan bertanya pada kakanya


" Hmm , aku baik-baik saja ". Jawab tio memang benar adanya


" Cihhhh , aku akan membalas perbuatan mereka yang sangat berani mengusik ketenanganku ". Ucap frits sangat marah ketika mengingat musuh yang berani datang menyerang mansion kediamannya


" Lupakan hal itu dan jawablah pertanyaanku dengan jujur ". Ucap tio serius menatap kakanya


" Pertanyaan apa yang ingin kau tanyakan ? ". Balas frits penasaran


" Apa benar kaka yang menyuruh 2 anak buah demon ghost untuk mengusik dan menyerang tuan bian beserta keluarganya saat makan di salah satu restoran di kota ini ?" . Tanya tio dengan tatapan penuh selidik


Tentu saja pertanyaan tio membuat frits kaget , bagaimana bisa dia berani melakukan hal gila semacam itu , apalagi dia sendiri tahu bagaimana kemampuan dan kehebatan bian .


Bahkan frits akan langsung mengakui bahwa dia akan kalah telak jika berani melawan bian.


" Apa maksudmu , kenapa kamu bertanya hal mustahil seperti itu ?". Tanya frits

__ADS_1


" Benar dugaanku kalau ada orang lain yang ingin menjadikan kakaku kambing hitam agar tuan bian berpikir kalau kakaku lah yang telah menyuruh kedua orang yang tuan bian maksud untuk mengusiknya ". Batin tio yang dugaannya benar bahwa masalah antara bian dan kakanya hanyalah kesalah pahaman


" Memangnya apa hubungannya tuan bian dengan musuh yang menyerang markas ? ". Tanya frits kebingungan


" Haaaaaa ". Tio menghembuskan nafasnya dengan kasar dengan mata terpenjam sejenak lalu dia membuka matanya lagi


Tio pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan kesalah pahaman di antara mereka dan bian .


Tak lupa juga tio menjelaskan bagaimana bisa mereka mengalahkan musuh , dia menjelaskan bahwa hampir semua musuh di bantai habis oleh bian dan kekasihnya karena mereka tidak tahu kalau bian dan flo adalah sepasang suami istri.


Mata frits tebelalak ketika mendengar penjelasan adiknya , dia tidak menyangka bahwa ada orang yang berani menjadikan dirinya sebagai kambing hitam padahal dia sendiri tidak akan pernah melakukan hal bodoh dengan mengusik ketenangan bian apalagi bian bersama keluarganya.


" Cihhhhh sepertinya musuh yang berani menjadikanku kambing hitam , bukankah aneh , disaat tuan bian datang untuk menyerang kita , mereka juga datang untuk menyerang kita ".


" Tapi juga sepertinya musuh tidak akan menyangka kalau tuan bian akan membantu kita dalam pertempuran itu ". Sambung frits


" Lalu apa yang akan kaka lakukan untuk meminta maaf pada tuan bian ". Tanya tio


" Entahlah , kaka akan memikirkannya setelah kaka berhasil mengalahkan musuh kita , karena mereka akan menjadi penghalang terbesar kita jika mereka masih saja berkeliaran disekitar kita ". Ucap frits


Tio hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ucapan kakanya , setelah itu mereka langsung masuk kedalam mansion dan para anak buah demon ghost sekarang masih berpacu untuk membersihkan halaman mansion itu .


Di tempat lain , flo dan bian baru saja tiba di parkiran hotel milik bian yang mereka tempati untuk berlibur di kota itu.


" Pakai jaketmu terlebih dahulu sebelum masuk kedalam , orang-orang akan mual melihat darah di pakaianmu ". Ucap flo menyuruh bian memakai jaket


Tanpa membalas ucapan sang istri , bian langsung menuruti ucapan istrinya untuk memakai jaket sebelum mereka berdua masuk kedalam hotel.


Flo juga memakai jaketnya karena dia juga terkena darah para musuhnya demon ghost saat pertempuran tadi .


Setelah selesai , mereka berdua langsung keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam hotel dan berjalan menuju lift untuk naik kelantai dimana kamar pribadi bian berada.


Untung saja malam ini , setiap jalan menuju lift tidak banyak kariyawan ataupun pengunjung yang berlalu lalang .


Membuat bian dan flo bisa berjalan santai masuk dan menuju lift.

__ADS_1


Setelah mereka tiba di kamar mereka berdua , bian dan flo langsung membersihkan diri mereka dari bau hamis dan kotoran darah yang menempel di tubuh dan pakaian mereka.


__ADS_2