Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 212


__ADS_3

Sejarah masih bisa di pelajari tapi manusia tidak dapat kembali ke masa lalu 🌠


Varo hanya bisa diam mendengarkan ancaman vira karena vira memang selalu seperti ini .


" Ya , kalian bisa laporkannya pada uncle al , ayo pergi ". Ucap varo


" Hati-hati di perjalanan , awas saja kaka tidak menjaga mereka berdua dengan baik ". Ucap flo


" Ya-ya-ya , kenapa kalian sangat suka mengancam sih ". Kesal varo di sambut dengan flo dan delvira yang langsung tertawa


Delano hanya memutar bola matanya dengan malas , dia tidak tertarik untuk bercanda saat ini .


Akhirnya varo , delano dan delvira pun berjalan bersama menuju pintu utama , tapi tiba-tiba......


" Uncle , sepertinya aku ketinggalan sesuatu yang sangat penting ". Pekik delvira tiba-tiba


" Pergi dan ambilah ". Ucap varo


" Ok ".


Delvira pun langsung berlari kembali , tapi bukannya menuju lift , dia malah mendekati kamar tamu dimana bella beristurahat saat ini.


Tok


Tok


Tok


Di dalam kamar itu bella sedang merebahkan tubuhnya saja , tapi dia sama sekali tidak tidur dan entah apa yang sedang dia pikirkan.


Mendengar suara ketukan pintu di kamar itu , bella langsung turun dari ranjang berniat membukakan pintu .


Ceklekkk


Saat bella baru saja membuka pintunya , dia mendapati vira sedang berdiri di depan pintu kamar itu dengan senyuman yang bikin bella was-was.


" Ada apa sayang ? , apa ada yang bisa tante bantu ?". Tanya bella


" Ya tante , ayo ikut denganku ". Ucap delvira langsung menarik tangan bella


Bella langsung terkejut karena vira menarik tangannya , bella tidak tahu vira akan membawanya kemana dan betapa terkejutnya bella saat melihat vira sepertinya akan membawahnya kearah varo dan delano.

__ADS_1


" Vira kamu...... ". Ucapan bella terpotong karena di sela oleh vira


" Uncle , ini yang ketinggalan , aku akan ikut bersama uncle jika tante bella juga ikut ". Ucap delvira


" Ti-tidak , tidak tuan ". Ucap bella dengan cepat


" Delvira , tante tidak bisa , kalian saja yah yang pergi ". Bujuk bella pada delvira


Varo langsung membuang pandangannya ke arah lain dan memejamkan matanya karena melihat delvira sudah dalam mode merajuk setelah bella mengatakan dia tidak bisa ikut bersama mereka.


Tentu saja bella tidak tahu kalau delvira akan ngambek jika dia mengatakan hal tersebut , wajar saja karena bella baru 2 hari mengenal delvira dan belum tahu hal-hal yang si kembar suka atau tidak suka.


" Turuti saja keinginannya ". Akhirnya varo angkat suara juga


" Ya tante bella , sebaiknya tante menuruti saja keinginan adikku , maaf jika harus merepotkan tante tapi adikku akan melakukan apa yang dia bilang tadi , dia tidak akan ikut dengan kami jika tante tidak ikut ". Jelas delano sangat dewasa bahkan dia meminta maaf pada bella karena harus direpotkan karena ulah delvira


Bella langsung menatap delano , dia tersentuh dengan permintaan maaf dari delano hanya untuk meminta dia untuk ikut karena keinginan adiknya.


" Tapi.... ". Ucapan bella di sela


" Ikut saja , kami hanya ingin ke 1 tempat saja dan setelah selesai akan langsung kembali pulang , delvira akan terus ngambek jika kamu tidak mengikuti keinginannya ". Jelas varo dengan datar


" Yeaaahhhh , ayo tante kita masuk kedalam mobilnya uncle ". Ajak vira langsung menarik tangan bella


Bella tersenyum karena melihat delvira sangat senang saat dia menuruti keinginannya , dia pun langsung mengikuti arah tarikan tangan delvira menuju mobil varo.


Sedangkan varo dan delano langsung memutar bola mata mereka dengan malas karena melihat tingkah delvira , mereka juga langsung berjalan menuju mobil varo .


Ternyata di balik pintu utama flo sedang tersenyum karena ulah putrinya yang tanpa sadar sangat membantunya untuk bisa memberikan ruang pada bella dan kakanya untuk saling mendekatkan diri .


Walaupun ada si kembar di antara mereka , tapi flo yakin delvira tidak akan tinggal diam saja jika dia sudah menyukai bella dan sudah mengutarakan keinginannya untuk menjadikan bella mommy kedua setelah xiera.


Mobil varo sudah keluar dari area mansion bian , delano duduk bersama varo di bangku depan dengan varo yang mengemudikan mobilnya sedangkan bella dan delvira duduk di kursi belakang .


" Tante terima kasih sudah mau ikut dengan kami ". Ucap vira dengan senyuman manis


" Ya , sama-sama sayang ". Jawab bella seraya mencubit pelan pipi delvira yang seperti bakpao karena sangat menggemaskan


" Uncle , uncle tidak masalahkan kalau tante bella ikut dengan kita ". Tanya delvira


" Hmm ". Singkat varo membalas pertanyaan delvira dengan deheman saja karena dia fokus menyetirkan mobil

__ADS_1


Perjalanan menuju tempat yang di maksudkan oleh varo pun terasa menyenangkan bagi delvira karena bella yang ikut bersama mereka apalagi di dalam mobil bella terus menanggapi keinginan delvira yang super-duper aktif dan ada-ada saja .


15 menit lamanya perjalan yang sekarang mereka tempuh , entah dimana varo akan membawa mereka bertiga .


Delano yang sedang main game online di ponselnya untuk mengurangi rasa bosan di perjalanan dan karena berisiknya delvira di kursi belakang , tiba-tiba delano terdiam dan langsung menatap lurus kedepan bukan lagi melihat ke ponselnya.


Varo menyadari hal itu walaupun dia sedang fokus mengemudikan mobilnya .


" Ada apa ? ". Tanya varo pada delano tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan di depan


" Berhentiiiiiiiii ".


Ckittttttttttt


Teriakan delano menyuruh mobil itu untuk berhenti membuat varo spontan menginjak rem dengan mendadak .


Untung saja mereka berempat memakai sabuk pengaman sehingga mereka tidak terbentur kedepan dan bella yang sangat sigap menahan tubuh delvira agar tidak terjatuh.


" Lano , kenapa kamu berteriak seperti itu ". Tanya varo tanpa sadar dia sedikit meninggikan suaranya


" Apa kalian baik-baik saja ". sambung varo menanyakan keadaan bella maupun delvira


" Ya kami baik-baik saja tuan ". Jawab bella yang sebenarnya hampir jantungan karena varo mengerem mobil itu dengan mendadak


" Delano jawab pertanyaan uncle , kenapa.... ". pertanyaan varo langsung di sela oleh delano yang sepertinya sedang berbicara dengan orang lain tapi tidak tahu darimana sedangkan delano tidak memegang ponsel karena ponsel yang di pegang delano tadi sudah terjatuh


" Paman valen , di arah jam berapa ? ". ucap delano dengan wajah yang tiba-tiba berubah dingin


"..............."


" Baik paman ". Tiba-tiba delano kembali mengatakan hal itu setelah dia diam sejenak


" Kamu sedang berbicara dengan siapa ? ". Tanya varo kebingungan


" Kaka sedang berbicara dengan paman valen , sepertinya paman valen baru saja memberitahukan kaka kalau ada orang yang ingin berniat jahat ada kita saat ini ". Bukan delano yang menjawab tapi delvira


" Siapa valen ? ". Tanya varo tidak tahu siapa orang bernama valen yang di maksudkan oleh kedua keponakannya


" Uncle lupakan pertanyaan uncle untuk saat ini , di arah jam 3 dengan jarak 200 meter dari mobil ini , ada orang yang menggunakan sniper dan berniat untuk menembak mobil ini ". Jelas delano dengan jujur


Varo terkejut mendengarkan penjelasan delano .

__ADS_1


__ADS_2