Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 64


__ADS_3

Jika bukan sekarang lalu kapan lagi , ayo tunjukkan kemampuan yang selama ini kalian sembunyikan , tunjukkan pada semua orang kalian bukanlah orang yang lemah 💖


Setelah tiba di halaman depan markas , flo bisa melihat kalau saat ini seluruh mafioso red rose yang tadi melawan mereka sudah habis di bantai oleh mafiosonya yang hanya 45 orang saja.


" Kalian cepat bersihkan semua mayat ini , jangan sampai ada yang tersisa dan tidak boleh meninggalkan jejak sedikitpun , setelah itu bakar tempat ini ". ucap flo memberikan perintah untuk 45 pasukannya


" Siap Queen ". ucap mereka serempak


Setelah semua mafioso melakukan perintahnya , flo langsung mengajak gio untuk pergi dari tempat itu karena dia harus menghabisi rangga malam ini juga .


" Queen sekarang apa yang akan kita lakukan dan apa alasan mafia ini hingga berniat membunuh tuan bian ? " tanya gio setelah mereka berdua sudah berada dalam mobil


Gio langsung menjalankan mobilnya ketempat dimana pertempuran pertama terjadi di jalanan tadi .


" Rangga lucky , dia membayar mafia itu untuk membunuh bian , ini sudah kedua kalinya dia berniat membunuh bian dan malam ini juga akan aku pastikan dia lenyap dari dunia ini karena berani bermain-main denganku ". ucap flo penuh emosi


Gio yang mendengar kemarahan dari Queennya hanya bisa merutuki kebodohan rangga karena berani membangunkan dewi kematian yang sudah lama tertidur .


" Aku rasa Queen tidak perlu membuang tenaga untuk melenyapkan bajingan itu , aku akan mengirim jakson dan pasukan black shadow lainnya untuk menghabisi bajingan itu malam ini juga , ini sudah jam 3 dini hari , pasti tuan bian juga sudah sangat lelah dan ingin segera pulang untuk beristirahat ". ucap gio menyebutkan nama bian dalam perkataannya agar berubah pikiran


Flo yang mendengar usulan gio langsung membenarkan ucapan gio apalagi gio menyebutkan nama bian , flo langsung mengingat bian yang pasti masih berada dimana dia menghabisi 100 musuh tadi di jalanan.


" Baiklah kau saja yang mengaturnya , aku ingin mendengar kabar baik tentang kematiannya besok , jangan mengecewakanku ". ucap flo dengan emosi yang mulai meredah


" Baik Queen ". ucap gio lega karena sang Queen mau mendengarkan perkataannya


" Ternyata dugaanku benar , bahkan hanya karena aku menyangkut pautkan tuan bian bisa membuat Queen mendengarkan ucapanku , tuam bian semoga kedepannya kau tidak akan pernah berniat buruk pada Queen atau kau akan menanggung akibatnya sendiri ". batin gio


10 menit kemudian mobil gio dan flo sudah tiba di jalanan tepat di depan mobil yang flo bawah tadi .


Benar saja disitu masih ada mobil bian yang di jaga oleh carly dan 5 mafioso yang ditugaskan untuk menjaga bian .


Bian yang melihat mobil berhenti di depan mobil yang berada di depannya langsung menetralkan rasa kantuknya karena saat ini dia benar-benar merasa lelah , sudah lelah mengurus berkas penting hingga jam 11 malam , di kejar oleh mobil asing selama 2 jam dan 2 jam hanya duduk diam di dalam mobil tidak bisa beristirahat dengan tenang karena takut dia akan di bunuh ketika dia tidur nanti.


Flo dan gio langsung turun dari mobil , flo langsung berjalan kearah carly untuk menanyakan sesuatu.


" Queen ". ucap carly menunduk memberi hormat

__ADS_1


" Beritahuku besok semua kabar kehancuran mafia itu dan sebaiknya kalian semua kembalilah ke markas ". ucap flo dengan datar


Di dalam mobil bian penasaran kenapa dia selalu tidak bisa melihat wajah wanita tadi karena selalu ada saja tubuh pria yang menghalanginya .


" Baik Queen ". ucap carly


" Lalu bagaimana dengan tuan bian ? ". tanya carly mengingat bian sedari tadi masih berada disini


" Aku akan pulang semobil dengannya , carly kau bawakan mobilku ke mansion bian , gio juga ikut agar ketika carly sudah mengantarkan mobilku , kau bisa mengantarkan carly kembali ke markas ". ucap flo


" Tapi Queen , apa Queen yakin akan pulang bersama tuan bian , bagaimana kalau dia tahu siapa Queen yang sebenarnya , bukankah hal itu bisa menjadi ancaman bagi kita semua ". ucap gio


" Biarkan saja dia tahu semuanya , kalian tenang saja karena dia tidak akan pernah melakukan apa yang kalian takutkan ". ucap flo datar


Gio dan carly hanya bisa pasrah menuruti keinginan Queen mereka yang tidak bisa di bantah .


Flo mulai berjalan kearah mobil bian , semakin dekat semakin bian memicingkan matanya mencoba melihat siapa sebenarnya wanita yang sedari tadi membuatnya penasaran.


Deggg


Mata bian langsung melotot kaget , dia mengucek matanya mencoba memperjelas penglihatannya karena dia berpikir pasti dia hanya salah lihat karena dia mengantuk.


Ketika bian bisa melihat dengan jelas kalau sekarang wanita yang tak lain adalah istrinya sudah duduk di kursi di sampingnya langsung tak percaya dengan semua ini .


Apalagi dia dengan jelas bisa melihat darah yang sudah membasahi baju flo , apalagi bau hamis darah yang sangat menyengat dalam penciuman bian membuat bian saat ini rasanya ingin mengeluarkan isi perutnya .


" Flo ". panggil bian tidak percaya


" Ada apa , cepat putar balik mobilnya dan segera pulang ke mansion ". ucap flo datar bahkan sikap flo lebih datar dan dingin dari yang biasa dia tunjukkan di depan bian


Bian merasa aneh dengan sikap flo saat ini , bukankah seharusnya dia yang harus bersikap seperti itu setelah semua kejadian ini tapi kenapa flo yang malah menunjukkan sikap seperti itu padanya.


Gio , carly dan para mafioso tadi sudah pergi duluan meninggalkan flo dan bian yang masih berada dalam mobil bian .


" Jelaskan padaku apa maksud dari semua ini , kenapa kau bisa ada disini , apa hubunganmu dengan pria-pria tadi dan apa yang sebenarnya terjadi , jelaskan padaku sekarang ". tanya bian dengan tatapan tajam dan dingin kearah flo


Flo langsung menatap bian tak kalah tajam dan dingin , bahkan bian merasa kalau flo yang sekarang berada di depannya bukan flo yang dia kenal karena sikap flo yang sangat berbeda .

__ADS_1


" Kenapa aku harus memberitahumu , kau bukan siapa-siapaku saat ini , bukankah tadi kau mengatakan padaku kalau tadi kau ingin bercerai denganku , yah aku setuju dengan permitaanmu dan aku tidak akan memberitahu kehidupanku pada orang asing sepertimu ". ucap flo dengan dingin menusuk


Degggg


Bian langsung tercengang mendengar ucapam flo , apalagi dia mengingat kalau benar tadi dia meminta flo untuk bercerai , sekarang bian malah merutuki kebodohannya.


" Kau tidak perlu memberiku apapun , aku tidak akan mengambil apapun dari kesepakatan yang kau buat dan besok pagi aku akan segera keluar dari mansionmu , sekarang jalankan mobilnya karena aku ingin segera pulang dan membereskan semua barang-barang ku agar besok pagi aku akan langsung keluar dari mansionmu ". sambung flo lagi


Hati bian seperti di tusuk ribuan jarum , sakig tapi tak berdarah , ucapan flo sangat menusuk hatinya , sebenarnya bian tidak mungkin mengatakan kata perceraian itu tapi karena dia berpikir kalau mungkin malam ini adalah malam terakhirnya melihat dunia , maka dia ingin flo bisa mendapatkan semua yang akan bian berikan pada flo ketika mereka resmi bercerai sesuai kesepakatan kontrak pernikahan yang disepakati mereka berdua.


Tanpa flo duga , tiba-tiba bian malah memeluknya tanpa ada rasa jijik dengan darah yang mengotori tubuh dan pakaiannya.


Bian memeluk erat tubuh flo , dia tidak perduli dengan bau hamis darah yang menempel di tubuh flo , bahkan bian berpikir kalau rasa sakit di hatinya karena ucapan flo bisa mengalahkan bau hamis itu saat ini.


Jantung flo bedekat begitu kencang , dia tidak menyangka bian akan memeluknya bahkan seerat ini .


" Aku mengatakan hal itu padamu karena tadi saat dikejar oleh mobil asing itu mungkin malam ini akan menjadi malam terakhirku berada di dunia ini dan karena itu aku ingin sebelum aku mati , kamu bisa mendapatkan semua janji kesepakatan kita yang hanya bisa di ambil kalau kita resmi bercerai itu saja ". jelas bian


" Jika saja tidak terjadi hal seperti itu , aku tidak akan pernah menceraikanmu sebelum waktunya ". sambung bian


Flo sudah bisa menebak hal itu sejak awal bian menghubunginya walaupun saat itu bian tidak menjelaskan semuanya seperti saat ini , tapi mendengar semua itu keluar dari mulut bian membuat hati flo sedikit tersentuh .


Sebenarnya ini hanya sandiwara flo agar bian tidak semakin curiga padanya .


" Tapi tetap saja kau sudah mengatakan kata cerai tadi kan , jadi aku rasa malam ini juga kita sudah resmi bercerai , tolong lepaskan pelukanmu dan jika kamu tidak ingin pulang bersamaku , aku akan turun sekarang dan pulang jalan kaki saja ". ucap flo


Bukannya melepaskan pelukan itu , bian malas semakin mempererat pelukannya pada flo sehingga membuat flo sedikit kesulitan bernafas .


" Yakk apa kau ingin membunuhku ". teriak flo kesal


Bian yang kaget dengan teriakan flo langsung melepaskan pelukan itu .


" Maaf , kau tidak perlu turun , ini sudah hampir pagi tidak baik kau pulang jalan kaki ke mansionku ". ucap bian berubah dingin tapi terselip rasa sakit yang luar biasa disebabkan oleh semua perkataan flo


Bian langsung menghidupkan mesin mobilnya kemudian memutar balik dan melajukan kecepatan mobil dengan kencang untuk kembali ke mansion.


Flo hanya diam tidak mempermasalahkan bian melajukan mobil begitu cepat .

__ADS_1


Sedangkan bian juga diam selama perjalanan kembali menuju mansionnya , dia tidak perduli dengan bau hamis yang sekarang juga menempel di jasnya karena memeluk flo tadi.


__ADS_2