Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 56


__ADS_3

...Sakit mu hari ini bisa menjadi kebahagiaan di besok harinya , asalkan yakin dan percaya bahwa kamu bisa melalui setiap rintangannya dan yang paling utama selalu mengandalkan tuhan dalam hal apapun 💞...


" Sayang , kau pasti lelah , ayo duduk dulu " . ucap flo mengarahkan bian untuk duduk di tempat duduk paling ujung meja makan di samping tempat duduk flo dan flo duduk di antara milka dan bian


Entah kenapa bian terlihat senang karena sikap flo yang seakan menunjukkan pada dia dan keluarganya kalau flo bukan wanita yang bisa di remehkan apalagi flo terlihat seperti layaknya istri pada umumnya yang tidak mau suaminya di ganggu oleh pelakor.


Bunda reni sangat kesal sehingga menatap flo dengan marah , dia tidak menyangka perintahnya tidak di perdulikan oleh menantunya.


" Kauuu.... " . ucap bunda reni dengan marah pada flo


" Bundaaaaa ". bentak bian dengan emosi yang sudah tidak bisa di tahan lagi karena sikap bundanya


Suasana di meja makan langsung menegang karena bentakan bian , bahkan bunda reni langsung syok karena di bentak oleh putranya.


" Kenapa sih selalu saja seperti ini , membosankan ". batin flo kesal


" Bian , kenapa kamu membentak bunda hanya karena dia ". ucap bunda reni


" Apa kalian datang ke sini hanya untuk mencari masalah , jika iya mari akhiri makan malam ini ". ucap bian dengan dingin tidak memperdulikan ucapan bundanya


" Sudah-sudah ayo mulai makannya , nanti makanannya keburu dingin ". ucap ayah zet


Mereka semua akhirnya menuruti perkataan ayah zet , mereka makan dengan tenang kecuali bunda reni dan cia yang masih kesal bahkan menunjukkan wajah penuh kebencian ke arah flo.


" Belum saatnya , jika waktunya tiba , akan aku tunjukkan bagaimana cara menghina orang yang sesungguhnya ". batin flo menyadari kalau sang mertua dan cia sedang menatapnya penuh kebencian


Bian masih bisa mengontrol emosinya karena dia tidak ingin ada keributan dalam makan malam ini.


" ini gk boleh di biarin , aku harus bisa mengambil hati bian kembali , aku gk boleh kalah sama gadis miskin itu ". batin cia


Seperti memiliki suatu keberuntungan , tiba-tiba bunda reni mengatakan sesuatu yang bisa membuatnya lebih ingin melakukan aksinya.


" Cia , ambilin air minum gih untuk bian , sepertinya bian butuh minum ". ucap bunda reni ketika melihat bian yang ingin mengambil air minum untuk diminum


Yahhh bian memang ingin minum , tapi karena teko kaca tempat air minum berada di depan cia dan itu cukup jauh dari bian membuat bian sedikit kesulitan sehingga harus berdiri , hal itu membuat bunda reni berinisiatif dengan menyuruh cia yang mengambilkan air minum atau air mineral untuk bian.


Bian menatap datar kearah bundanya lalu menatap kearah flo memberi isyarat untuk mengambilkan air minum untuknya karena dia risih jika cia yang mengambilkannya.


" Baik tante ". ucap cia tersenyum manis

__ADS_1


Cia langsung menuangkan air minum dalam gelas dengan elegan agar terkesan berkelas di depan bian dan lainnya .


Bian sedikit kesal karena flo tidak memperdulikan isyarat yang dia berikan sehingga di langsung duduk kembali dengan wajah datarnya.


Bunda reni sangat senang karena bian sepertinya tidak menolak di ambilkan air minum oleh cia sedangkan milka hanya memasang wajah penuh kebencian kepada cia.


Setelah gelas terisi penuh , cia langsung berjalan memutari meja makan menuju tempat duduk bian untuk memberikan air minum di tangannya dengan wajah yang tersenyum manis .


" Bian , ini minumnya ". ucap cia tersenyum seraya meletakkan gelas yang berisi air minum atau air mineral di meja depan bian


" Hmmm ". bian hanya membalas dengan deheman plus wajah dinginnya


Cia tidak memperdulikan dingin nya bian terhadapnya karena dia sudah terbiasa akan sifat bian yang seperti itu padanya .


Setelah itu cia langsung kembali duduk ke tempat duduknya di tengah-tengah bunda reni dan key .


Key sebenarnya sangat risih duduk bersampingan dengan cia tapi dia hanya bisa menahan diri agar terlihat sopan di depan keluarga kaka iparnya.


" Sayang , bisakah kamu mengambilkan air minum untukku ". ucap flo secara tiba-tiba


Bian yang mendengar itu langsung melihat kearah flo dengan tatapan yang sulit di artikan , tapi setelah itu dia berdiri mengambilkan air minum untuk flo .


Bunda reni dan cia sangat kesal pada flo yang terlihat malah seperti memperlakukan bian seperti pembantu yang bisa di suruh-suruh , apalagi mereka tidak menyangka bian malah melakukan apa yang di minta oleh flo .


Flo hanya memasang wajah tidak berdosanya , seakan-akan memberitahu bunda reni dimana letak kesalahannya hanya karena menyuruh suaminya mengambilkan air minum untuknya.


Hal itu sontak membuat bunda reni semakin kesal pada flo , dia pikir flo sepertinya ingin mengibarkan bendera perang dengan nya.


" Sudahlah bun , bian aja gk masalah untuk menuruti permintaan istrinya , kenapa bunda harus marah pada flo ". ucap ayah zet


" Bun , sekali lagi bunda bersikap kasar pada istriku , lebih baik bunda pulang saja ". ancam bian berdiri sambil memegang gelas yang sudah di isi air minum untuk di berikan pada flo


Milka sangat senang karena dia yakin pasti ini semua rencana kaka iparnya , milka sangat menyayangi bundanya tapi dia tidak suka melihat bundanya yang sangat bersikap kasar pada sang kaka ipar apalagi semua yang di lakukan oleh sang bunda hanya karena cia , itu sangat membuatnya semakin membenci cia.


" Ini minumlah ". ucap bian seraya memberikan gelas berisi air pada flo


" Aku tidak mau meminum air dari gelas itu , kau saja yang meminunnya dan berikan gelas yang berisi air di depanmu , aku ingin meminum itu ". ucap flo dengan wajah sok polos


Mata bunda reni dan cia langsung melotot mendengar ucapan flo yang sangat terdengar jelas tidak ingin bian meminum air yang di ambilkan oleh cia tadi .

__ADS_1


" Dasar wanita sialan , aku akan membalasmu ". batin cia kesal


" Gadis miskin ini , kenapa dia sangat menyebalkan ". batin bunda reni


" Baru juga aku melawan kalian seperti ini , kalian sudah terlihat sangat marah , ck ". batin flo malas ketika melihat wajah penuh kebencian yang di tunjukkan cia dan bunda reni


Sedangkan bian langsung menyadari kalau tindakan flo saat ini sepertinya ingin membuat sang bunda dan cia sadar kalau flo tidak mau suaminya di layani oleh wanita selain dirinya .


Bian sangat senang karena flo terlihat seperti istri yang sangat posesif dan tidak ingin bian menyentuh pemberian wanita lain selain dirinya.


" Baiklah ". ucap bian datar tetapi dia sangat senang di dalam hatinya


Bian langsung mengambil air minum yang di berikan cia tadi dan langsung memberikannya pada flo , setelah itu bian duduk dan langsung meminun air di gelas di tangannya.


Flo juga ikut minum karena sebenarnya dia memang sudah haus , dia menatap kearah cia yang sedang menatapnya dengan kesal , flo langsung memberikan wajah penuh ejekan karena cia kali ini kalah padanya .


" Aku akan membalasmu sialan ". batin Cia semakin kesal karena wajah flo yang sedang mengejeknya .


15 menit kemudian akhirnya mereka semua selesai makan malam.


" Bian , ayah harus ke LA malam ini juga karena barusan sekertaris ayah memberi kabar kalau ada masalah di perusahan cabang di LA , bisakah bunda dan milka menginap di mansion mu selama 3 hari saja , ayah tidak tega meninggalkan bunda dan milka sendiri di mansion utama ". ucap ayah zet


" Baiklah terserah ayah dan bunda saja , aku sama sekali tidak keberatan ". ucap bian dengan santai tanpa berpikir resiko apa yang akan dia dapat setelah mengizinkan sang bunda menginap di mansionnya


Bukannya takut dan khawatir kalau pernikahan kontrak antara dia dan bian akan ketahuan jika sang mertua menginap di mansion ini , flo malah semakin senang karena dia berniat ingin merubah cara pandang sang mertua pada nya yang selalu buruk .


Sedangkan key dilema antara senang dan khawatir , di satu sisi dia senang kalau milka akan menginap di mansion ini apalagi dia tahu kalau milka pasti akan tidur dan menemaninya selama di mansion ini , tapi di sisi lain dia khawatir kalau mertua kakanya akan melakukan hal buruk pada kakanya jika tidak ada pengawasan dari kaka iparnya.


" Baiklah , ayah harus berangkat sekarang juga , titip bunda dan adikmu selama ayah tidak ada ". ucap ayah zet


" Bun , bersikaplah yang baik selama berada di sini , jangan membuat menantu kita kesusahan ". ucap ayah zet menasehati bunda reni sambil memeluknya


" Ayah apa-apaan sih , mana ada bunda membuat orang lain kesusahan , yang ada menantu kesayanganmu itu yang akan membuat bunda kesusahan selama berada di sini ". ucap bunda reni tak suka


" Sudah-sudah , ayah pergi dulu ". ucap ayah zet


Ayah zet langsung pergi meninggalkan mereka semua di ruang santai , setelah ayah zet pergi , bian langsung naik kelantai 3 untuk membersihkan dirinya .


Saat ini tersisa bunda reni , flo , cia , key dan milka di ruang santai , melihat bian yang sudah menghilang di balik lift , bunda reni langsung menatap tajam kearah flo.

__ADS_1


" Milka , pergilah istirahat bersama key di kamar key ". ucap flo menyadari tatapan tajam dari sang mertua


Milka dan key langsung bingung kenapa flo menyuruh mereka masuk kamar , tapi key yang sadar kalau kakanya sedang merencanakan sesuatu langsung mengajak milka pergi dari situ menuju kamarnya .


__ADS_2