
Tidak perlu di tegur , biarkan sesuka hatinya , terkadang seseorang tidak akan pernah puas sebelum mereka menyesal 🐣
Flo menatap milka dengan tatapan yang sulit di artikan , dia mengehela nafasnya dengan pelan dan menghembuskannya dengan perlahan sebelum dia menjelaskan kenapa bisa gelang itu adalah miliknya pada milka.
Sedangkan milka menatap flo dengan tatapan sendu dengan air mata yang masih mengalir ketika dia harus mengingat kembali kenangan bersama sahabat masa kecilnya.
" Aku bukan alika yang kau maksud dan kau pantas mencurigaiku sebagai alika karena gelang itu ada padaku , alika yang kau maksud telah tiada di dunia ini , dia telah pergi dengan rasa penyesalan dan rasa sakit yang selama ini dia pendam sendirian ". ucap flo
Milka menatap flo mencoba mencari dimana kebohongan dari penjelasan yang flo katakan padanya , tapi sayangnya dia tidak melihat ada kebohongan dari mata flo .
Dan apa yang flo katakan itu memang kebenaran , bukan secara fisik dan raga kalau alika yakni dirinya sendiri sudah tiada tapi entah itu sifat , kepribadian , perasaan dan lainnya sudah mati terkubur bersama semua kenangannya di masa lalu tentang semua yang bersangkutan dengan alika .
" Apa maksudmu , jangan membuatku bertanya-tanya karena tidak mungkin alika sudah tiada sedangkan kau sendiri adalah alika ". ucap milka bersikeras bahwa flo adalah alika
" Terserah jika kau masih berpikir kalau aku adalah alika yang kau maksud , tapi itulah kenyataannya dan sebaiknya jangan pernah membicarakan tentang orang itu didepanku karena aku tidak tahu siapa dia ". ucap flo datar
" Kenapa , kenapa kau harus berbohong ? , apa karena ka bian ? , apa karena disaat kalian telah dipersatukan tapi ka bian malah meninggalkanmu sehingga kau marah dan membenci kami dan tidak ingin mengakui kalau kau adalah alika , apa itu alasannya , katakan padaku ". ucap milka menahan suara tangisannya
" Kami mencarimu kemana-mana tapi kami tidak menemukanmu , ka bian juga mencarimu , dia bahkan menjadi pria yang kacau karena kau meninggalkannya ".
" Bahkan sebelum kalian bertemu , ka bian sudah berusaha mencari keberadaan alika , tapi dia tidak menemukan petunjuk apapun dan sekarang ketika dia tahu kamu adalah alika karena gelang ini , kamu malah tidak mau mengakui kalau kamu adalah alika hanya karena kesalahan ka bian yang menceraikanmu ? , apa kau memang sejahat itu alika ". ucap milka sangat yakin kalau flo adalah alika
Flo yang memang tahu bahwa milka mengatakan yang sejujurnya hanya bisa diam tanpa mengatakan apapun.
Dia harus menenangkan dirinya karena dia sudah bertekad untuk tidak akan lagi masuk kedalam kehidupan bian atau pun milka lagi sekalipun dari dalam hatinya yang terdalam dia juga sebenarnya tidak ingin melakukan ini tapi kembali lagi pada alasan yang dia yakini bahwa dia tidak ingin melibatkan bian maupun milka dan keluarga maniv dalam bahaya karena dirinya .
__ADS_1
" Kenapa kau diam , benar bukan apa yang aku katakan , kamu alika dan tolong jangan berbohong padaku lagi , apa kau tahu selama ini aku selalu merindukan mu , sahabatku di masa kecil , apa kau lupa dengan semua kenangan yang kita lalui , tolong jangan membuat aku dan ka bian menjadi seperti orang gila hanya karena mencarimu terus-menerus ". ucap milka sendu
" Kau pasti kelelahan , sebaiknya kau kembali pulang dan 1 hal yang perku kau ketahui bahwa aku tidak berbohong padamu , kemyataannya aku bukanlah alika yang kau maksud ".
" Tolong mulai sekarang jangan pernah mengganggu kehidupanku lagi , urusan kita sudah selesai , katakan juga hal ini pada bian , bahwa aku bukan orang yang kalian cari ". flo mengatakannya dengan datar
Milka langsung berdiri dan berjalan keluar dari apartemen flo dengan air mata yang mengalir deras di pipinya .
Dia tidak menyangka flo akan mengatakan hal itu , tapi dia memutuskan untuk pulang karena dia pikir flo memang masih butuh waktu untuk mengakui bahwa flo adalah alika.
Setelah pintu terdengar sudah tertutup menandakan milka telah keluar dari apartemen flo , flo langsung memejamkan matanya dan memijit pelan keningnya karena dia pusing dengan apa yang baru saja terjadi.
Sepulangnya milka dari apartemen flo , dia langsung pergi ke perusahan bian untuk menceritakan apa yang terjadi di apartemen flo tadi pada kakanya .
Milka baru saja masuk kedalam perusahan bian tepatnya di lantai 1 , dia masuk dengan mata sembabnya membuat para kariyawan yang berada di lantai 1 langsung penasaran dan berbisik-bisik ketika melihat mata sembabnya milka.
Melihat pintu lift terbuka , milka langsung masuk kedalam lift , ternyata di dalam lift ada jerry dan ketika pintu lift tertutup , di dalam lift hanya ada mereka berdua .
Melihat adik dari bosnya masuk kedalam lift dengan mata sembab seperti baru saja menangis membuat jerry penasaran apa yang terjadi pada milka .
" Nona apa anda baik-baik saja ? ". tanya jerry setelah dia menekan tombol angka dimana lift akan mengantarkan mereka menuju lantai ruangan bian dan jerry berada
Tapi hal yang tidak terduga oleh jerry terjadi , tiba-tiba saja milka langsung memeluknya dan menangis tersedu-sedu .
Tentu saja jerry terkejut ketika milka memeluknya dan menangis seperti itu , dia bingung harus melakukan apa , jantungnya berdetak kencang dan perasaannya tiba-tiba ikut sedih seakan dia bisa merasakan kesedihan yang milka rasakan saat ini .
__ADS_1
" Hiksss , kenapa dia harus membohongiku , kenapa dia tidak mau mengakuinya hikss ". ucap milka menangis sambil memeluk jerry
Jerry bingung dengan ucapan milka , dia sama sekali tidak mengerti , perlahan tangannya menepuk punggung milka dengan pelan untuk menenangkan milka .
Tak lama kemudian pintu lift terbuka yang menandakan mereka berdua sudah tiba di lantai atas dimana ruangan bian dan jerry berada .
" Nona kita sudah tiba ". ucap jerry memberitahukan hal itu pada milka
" Tolong jangan biarkan seperti ini sebentar ". ucap milka masih menangis
Jerry tidak ingin bian melihat apa yang dilakukan milka saat ini , dia mengajak milka masuk keruangannya terlebih dahulu dengan niat untuk menenangkan milka dulu agar ketika dia bertemu dengan bian nanti , bian tidak akan melihat adiknya menangis karena bian sangat tidak suka melihat adiknya menangis .
Milka hanya pasrah mengikuti jerry masuk kedalam ruangan jerry , setibanya di dalam ruangan jerry , milka kembali memeluk jerry , entah kenapa dia merasa nyaman ketika memeluk tubuh kekar jerry .
Sedangkan jerry tidak tahu harus berbuat apa , selama dia berpacaran dengan sasa dia sama sekali tidak pernah melakukan hal seperti ini , bahkan selama hubungannya dengan sasa terjalin dia hanya sebatas pegangan tangan saja dengan sasa tidak lebih dari itu .
Di peluk seperti ini oleh milka membuat perasaan jerry campur aduk , tapi dia harus bersikap tenang agar milka tidak berpikiran aneh padanya.
" Ka jer , apa menurutmu kaka ipar bukanlah alika ? ". tanya milka sedih setelah dia melepaskan pelukannya pada jerry
Jerry menautkan kedua alisnya , dia bingung kenapa milka bertanya seperti itu padanya.
" Memangnya ada apa sehingga nona bertanya seperti itu pada saya ? ". tanya jerry penasaran
Milka pun menjelaskan semuanya pada jerry disaat dia bertemu dengan flo tadi .
__ADS_1
Jerry terkejut mendengar milka yang bertemu dengan flo setelah sekian lama mereka mencari keberadaan flo .
Dia juga terkejut ketika mendengar penjelasan milka yang mengatakan kalau flo mengaku bahwa dia bukanlah alika .