Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 266


__ADS_3

Selamat membaca ⛄


Sekarang elisa dan colten sedang melangkah diam-diam mendekati markas utama black sun , sedang rekan timnya bersama pihak kepolisian sedang menunggu di hutan sampai elisa dan colten memberikan sinyal untuk maju , hanya mereka berdua saja yang mendekat ke markas sekarang ini.


Tentu saja hanya mereka berdua karena tidak mungkin mereka langsung memulai penyergapan di markas itu tanpa memberitahukan pada flo terlebih dahulu bahwa rencana mereka harus sedikit di rubah karena adanya pihak kepolisian yang turut ikut andil dalam penyergapan tersebut.


Maka dari itu mereka berdua harus pergi berdua saja ke markas untuk menemui flo terlebih dahulu dan membahas rencana mereka .


Ketika mereka berdua telah tiba di depan gerbang utama markas black sun , mereka berdua malah terperanjat kaget ketika pintu gerbang itu langsung terbuka dengan sendirinya dan tidak terlihat seorang pun yang membuka gerbang tersebut .


" Masuklah ". Tiba-tiba suara flo terdengar dari sebuah alat yang tertempel di gerbang itu menyuruh mereka berdua untuk masuk


Colten dan elisa tidak henti-hentinya dibuat kaget oleh flo , ternyata pada kenyataannya memang flo telah mengetahui pergerakan elisa dan colten , bahkan flo sendiri juga tahu bahwa mereka berdua tidak hanya datang bersama tim agen rahasia mereka tapi flo juga tahu bahwa mereka datang bersama semua polisi itu.


Tanpa basa-basi lagi , elisa dan colten langsung masuk kedalam area markas itu dengan begitu santai seakan mereka tahu bahwa mereka tidak akan di serang oleh flo apalagi mafioso black sun dan setelah mereka berdua masuk , pintu gerbang kembali tertutup lagi .


Ketika elisa dan colten kebingungan mencari keberadaan flo , mereka pun langsung berlari mendekat ke arah pintu utama markas ketika melihat flo dan gio yang sedang terlihat sementara duduk santai di depan pintu itu .


" Nona flo , tuan gio ". Sapa elisa dan colten bersamaan seraya menundukkan kepala mereka sebentar memberi hormat dan kembali menegakkan kepala mereka setelah itu


" Dimana rekan tim mu dan juga pihak kepolisian yang ikut bersama kalian , kenapa kalian tidak membawah mereka kesini ? ". Tanya flo dengan santai


Deggggg

__ADS_1


Elisa langsung melirik colten dan colten juga melakukan hal yang sama , mereka kembali terkejut mendengar flo yang sangat cepat langsung bisa mengetahui bahwa mereka bukan hanya datang bersama rekan tim mereka tapi melainkan ada pihak kepolisian juga yang ikut bersama mereka.


" Bagimana anda bisa tahu nona ? ". Tanya elisa terkejut


" Kalian tidak perlu tahu kenapa saya bisa secepat itu mengetahui pergerakan kalian , jelaskan kenapa kalian bertindak tidak sesuai rencana dan malah membawah pihak kepolisian ikut bersama kalian , apa kalian sengaja melakukan itu dan ingin bertindak lain , hmm ?". Tanya flo panjang lebar sambil menatap colten dan elisa dengan tatapan datar


" Tidak nona , itu tidak seperti yang anda katakan barusan , bahkan kita berdua bersama kelima rekan tim kita pun tidak tahu dan tidak menyangka kalau capten kami tiba-tiba mengatakan bahwa pemerintah ingin ada pihak kepolisian yang harus mengawal misi yang akan kita lakukan ini ". Jelas elisa dengan cepat takut flo salah paham


" Haaahhh , aku hanya bercanda , aku sudah mengetahui semua itu sebelum kalian memberitahukannya , aku hanya ingin melihat kejujuran kalian terhadap kepercayaan yang aku beri ". Ucap flo tanpa terduga sama sekali membuat elisa dan colten langsung merutuki kebodohan mereka yang seakan lupa bahwa flo yang pasti bisa mencari tahu hal tersebut dengan sangat mudah


" Lalu apa yang akan kalian lakukan sekarang ?". Tanya gio yang sedari tadi hanya diam saja


Elisa pun langsung menjelaskan rencana pengganti dari rencana sebelumnya , flo dan gio langsung menyunggingkan seringai tipis mendengar rencana baru yang di jelaskan oleh elisa .


" Ternyata kamu licik juga yah ". Ucap flo tersenyum tipis setelah elisa selesai menjelaskan rencana baru itu


" Itu sindiran atau pujian ". Batin elisa


" Baiklah , aku setuju dengan rencana kalian berdua ". Ucap flo setuju


" Gio ambilkan semua ramuan yang pernah aku berikan ada cia dulu , itu ada di tempat penyimpanan senjata ". Sambung flo memberikan perintah pada gio


Elisa dan colten tentu saja kebingungan ramuan apa yang di maksud oleh flo , tapi mereka hanya bisa diam dan bertanya-tanya dalam hati saja tanpa berani bertanya pada flo.

__ADS_1


Sedangkan gio langsung memanggil sekitar 5 mafioso untuk ikut bersamanya mengambil ramuan yang di maksud oleh flo dan betapa kagetnya elisa dan colten yang melihat 5 mafioso itu keluar dari tempat persembunyian mereka yang sama sekali tidak di sadari oleh mereka berdua kalau ada mafioso yang bersembunyi di tempat yang sangat dekat dengan mereka berdua.


" Kalau aku dan colten adalah musuh , pasti kita sudah mati di tempat saat ini juga , bagaimana bisa mereka berlima bersembunyi dan aku bahkan colten saja tidak menyadari keberadaan mereka ". Batin elisa sungguh merasa merinding


Sekitar 10 menit akhirnya gio kembali bersama kelima mafioso itu sambil membawah 5 kotak yang berisikan hampir 300 botol ramuan yang pernah flo berikan pada cia dulu saat cia berani melawannya dan gio langsung memberikan sebuah cairan merah yang menyerupai darah pada elisa dan colten .


" Sekarang kalian lumuri pakaian kalian dengan cairan ini ". Ucap gio


Elisa dan colten langsung mengambilnya dan langsung melakukan perintah gio , mereka langsung melumuri pakaian dinas mereka dengan cairan yang menyerupai darah itu , bahkan mereka juga sampai melumurinya di helm yang mereka pakai.


" Sekarang pergilah , tapi kalian harus menunda waktu selama 10 menit agar kami bisa melakukan tugas kami sebelum kalian datang kembali bersama mereka ". Ucap gio


" Baik tuan gio , nona flo kalau begitu kami pergi sekarang juga ". Ucap colten


**********


" Haaahhh , haaaaahhhh , haaahhh ".


Elisa dan colten baru saja kembali ke tempat persebumbunyian para pihak kepolisian yang ikut dengan mereka bersama rekan tim agen rahasia mereka berdua dengan acting ngos-ngosan seperti sedang berlari terburu-buru dan pakaian yang sudah berlumuri darah .


" Apa yang terjadi , kenapa kalian sudah berlumuran darah seperti ini ". Panik rekan tim elisa dan colten langsung menghampiri mereka berdua ketika mereka langsung beracting jatuh ke tanah dengan nafas yang tersengal-sengal


Semua yang berada di tempat itu langsung mengurumi elisa dan colten , dan ada beberapa polisi yang langsung mengarahkan senjata ke setiap arah dari tempat itu karena mereka berpikir pasti musuh yang telah melakukan hal itu pada colten dan elisa.

__ADS_1


" Haaahh , haaahhhh , kami tidak apa-apa , kami berhasil mengalahkan semua anak buah black sun yang berada di markas itu , tapi kami harus kehilangan ketua mafia itu dan satu orang tangan kanannya ". jelas elisa pandai sekali beracting dan ternyata inilah rencana baru yang elisa jelaskan pada flo dan juga gio


Semuanya langsung kaget mendengar penjelasan elisa , tapi mereka juga sedikit kecewa karena mendengar bahwa mereka telah kehilangan target utama mereka.


__ADS_2