
...Santailah menghadapi semuanya seperti santai ketika kamu menikmati pantai 💘...
Setelah flo menunggu beberapa menit akhirnya minuman beralkohol yang flo pesan tadi pada stif datang juga di antarkan oleh pelayan club .
Flo mulai menuangkan minuman itu kedalam gelas kemudian dia meminumnya dengan santai .
Dia mencoba menenangkan pikirannya yang terus saja terpikir akan kejadian tadi bian mencarinya di toko kue miliknya.
Flo terus menuangkan minuman itu kedalam gelas dan terus meminumnya hingga 3 botol minuman berakohol berkadar tinggi itu langsung habis hanya dalam waktu 20 menit saja .
Semua itu tidak membuat flo mabuk bahkan saat ini dia sangat ingin menambah minumannya karena dia masih belum puas .
Dia menekan tombol canggih di samping meja yang berfungsi untuk memanggil stif , beberapa menit kemudian stif pun datang sambil membawa 3 botol dengan merek minuman yang sama kedalam ruangan flo.
Dia sudah tahu jika tombol itu di pencet maka sang Queen ingin menambah minumannya .
" Ini minumannya Queen ". ucap stif meletakkan dengan perlahan 3 botol minuman masih disegel di atas meja di depan flo
Flo hanya membalas dengan isyarat tangannya menyuruh stif segera keluar dari ruangan itu .
Melihat itu stif langsung keluar dari ruangan itu karena dia tahu sang Queen tidak ingin di ganggu .
Flo kembali membuka 3 botol itu kemudian kembali menuangkan minuman itu kedalam gelas dan meneguknya hingga habis.
Pikiran flo sangat kacau , jika sudah minum sebanyak itu sudah bisa di pastikan pikiran flo bukan hanya terfokus pada bian tapi malah akan mengingat kenangan bersama kedua orang tuannya .
30 menit kemudian akhirnya flo sudah menghabiskan semua minumannya , dia masih sadar walaupun sudah sedikit mabuk.
Merasa sudah cukup untuk malam ini , dia berdiri dan berjalan keluar dari ruangan itu .
Dia berjalan dengan santai seperti biasanya tidak memperdulikan suasana di sekitarnya , tapi tiba-tiba ada seseorang menariknya dari arah belakang membuat flo berubah dingin karena dia tidak suka ada orang memperlakukannya seperti itu .
" Hai cantik , berapa harga semalam untuk tubuh indahmu ini ". ucap seorang pria yang terlihat sudah mabuk berat sambil menatap flo dengan tatapan penuh nafsu
Flo menatap pria itu dengan tatapan membunuhnya , dia yang sudah sedikit mabuk langsung naik pitam karena pria itu bertanya berapa harga tubuhnya .
Flo menepis tangan pria itu dengan kasar , kemudian dia berjalan kembali mencoba menahan emosinya karena dia tidak ingin membuat keributan di club itu .
Tapi pria itu kembali menarik flo kali ini dengan kasar hingga flo kembali menghadap kearah pria itu .
Plakkkkk
Pria itu menampar pipi mulus flo dengan kuat karena pria itu tidak terima di perlakukan seperti itu oleh flo yang dia kira adalah wanita malam yang sering melayani para tamu hidung belang di club itu .
Mata flo seperti menyala-nyala karena emosinya sudah meluap-luap di tampar seperti itu oleh pria itu , dengan gerakan cepat tangan kecil flo langsung mencekik leher pria itu , pria itu memang tinggi tapi tangan flo masih bisa mencapai leher pria itu sehingga flo mencekiknya dengan kuat.
__ADS_1
Kejadian itu tiba-tiba menjadi tontonan seru bagi orang-orang yang berada di sekitar flo dan pria itu , tapi tidak ada satupun yang ingin melerai tindakan flo , mereka malah bersorak seperti sedang mempertaruhkan siapa yang akan menang jika flo dan pria itu berkelahi .
Pria itu mencoba melepaskan tangan flo yang mencekik lehernya dengan kuat sehingga dia kesulitan bernafas .
Pria itu melenggangkan tangannya dan kembali menampar flo dengan kuat , cekikan tangan flo pada pria itu terlepas dan flo sedikit terdorong mudur kebelakang tapi tidak jatuh .
Stif dan para mafioso yang bekerja sebagai keamanan di club yang mendengar ada keributan di ruangan utama tempat para pengunjung menari dengan musik dj langsung pergi untuk melihat siapa yang berani mencari masalah di club itu .
Apalagi stif sangat takut jika sang Queen tau di club itu ada masalah di saat Queennya sedang berada di club itu pasti stif akan mendapatkan masalah besar atas kejadian ini .
Dari arah pintu masuk ada seorang pria yang baru saja memasuki club itu dengan wajah dinginnya , dia berjalan dengan santai berharap pikirannya akan tenang setelah menikmati beberapa gelas minuman vodka di club ini .
Tapi dari kejauhan dia melihat ada keributan yang terjadi di dalam club itu , dia tidak memperdulikan hal itu karena dia datang bukan untuk mencampuri urusan orang lain dan itu sama sekali bukan sifatnya untum ikut campur masalah orang lain .
Tapi semakin dekat dia dengan sumber keributan itu dia sedikit penasaran apa yang sebenarnya terjadi , dia harus melewati kerumunan orang di depannya agar bisa menuju bertender yang akan memberikannya minuman penenang pikiran yang sangat ingin dia nikmati saat ini.
Dari arah yang berlawanan stif yang juga sudah semakin dekat dengan keributan itu , tiba-tiba kaget melihat siapa pria yang juga sedang menuju kearah keributan itu terjadi.
" Astaga kenapa dia bisa ada disini , bagaimana kalau dia bertemu dengan Queen di sini ". batin stif frustasi
Pria yang baru datang itu sudah berada di belakang kerumunan orang yang sedang menonton keributan itu , dia mencoba mencari cela untuk melihat siapa dan keributan apa yang terjadi .
Deggggg
" Flo ". ucap pria itu pelan dan terkejut bahkan melototkan matanya
Stif yang juga sudah tiba di tempat keributan itu langsung terkejut melihat siapa orang yang membuat keributan di club itu yang ternyata adalah Queennya sendiri.
Stif yang melihat tangan pria itu hendak akan menampar sang Queen , dengan cepat dia berjalan menuju kearah sang Queen dan pria itu dengan wajah merah padam menahan emosinya .
Tangan pria mabuk itu sudah melayang dan semakin dekat dengan wajah flo , flo sama sekali tidak takut bahkan menutup mata saja tidak , stif tidak akan sempat menahan tamparan itu karena dia masih belum sampai di tempat flo dan pria mabuk itu berdiri .
Tapi saat tangan pria mabuk itu hampir mengenai pipi flo , sebuah tangan kekar menahan tangan pria mabuk itu , seketika itu juga pria mabuk itu langsung terkejut siapa yang berani menghalangi aksinya .
Stif lega ketika melihat tangan pria mabuk itu tidak sampai menampar sang Queen tapi setelah itu dia terkejut setelah melihat siapa yang menahan tangan pria mabuk itu .
Sedangkan flo masih diam dengan wajah dingin serta tatapan membunuh kearah pria mabuk itu , dia tidak peduli siapa yang menolongnya sehingga tidak jadi ditampar oleh pria mabuk itu tapi dia juga sedikit penasaran.
" Jika sekali saja kau berani menyentuhnya , aku bisa pastikan tanganmu akan hilang dari tempatnya ". ancam pria yang menolong flo
Degggg
Flo yang sangat mengenal suara siapa pemilik dari suara itu langsung terkejut .
" Bian ". batin flo terkejut
__ADS_1
Yah pria yang baru masuk itu adalah bian , dia juga datang kesini sama seperti flo yang ingin menenangkan pikirannya dengan meminum beberapa gelas minuman di club itu walaupun tidak sama dengan flo yang datang dan telah menghabiskan 6 botol vodka .
Stif langsung mengamankan pria mabuk itu takut sang Queen akan membunuhnya di depan banyak orang seperti ini.
Pria mabuk itu langsung meronta-ronta dalam dekapan para pengawal keamanan yang sedang mendekapnya kemudian membawa dia pergi dari situ .
" Nona apa anda baik-baik saja ". tanya stif takut apalagi dia bisa melihat pipi mulus flo terdapat bekas merah tamparan pria mabuk tadi
" Saya baik-baik saja , saya permisi ". ucap flo datar dan dingin
Dia ingin segera pergi dari tempat itu sebelum bian menyadari keberadaannya di tempat itu , karena flo berpikir kalau tadi bian menolongnya karena bian tidak kenal padanya dan berpikir kalau flo adalah wanita jadi bian tidak ingin pria itu berbuat kasar pada seorang wanita itu pikir flo.
Tapi sayangnya ketika flo hendak pergi dari situ , bian langsung menarik tangan flo untuk ikut dengannya keluar dari club itu .
Flo langsung kesal dan meronta-ronta meminta bian untuk melepaskan tarikan tangannya .
Bian tidak memperdulikan hal itu , dia terus menarik flo dan membawanya kedalam mobil yang dia bawah tadi .
Di dalam club , stif langsung membubarkan orang-orang yang berkerumun tadi kemudian pergi menuju ruang bawah tanah untuk menghukum pria mabuk tadi yang berani bertindak seperti itu pada Queennya.
Pintu depan di samping kiri mobil dibuka oleh bian dan bian menyuruh flo masuk kedalamam mobil , flo hanya bisa pasrah dan masuk kemudian duduk di kursi samping pengemudi dengan wajah kesalnya.
Setelah flo masuk bian menutup pintu mobil itu dan langsung berjalan masuk kedalam mobil dan duduk di kursi pengemudi.
Bian langsung menghidupkan mesin mobilnya kemudian dia melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi .
Flo hanya diam dengan wajah kesal serta pandangan yang terus melihat kearah luar jendela sambil mengumpat dalam hatinya .
Sedangkan bian juga diam dengan wajah datarnya dan semakin melajukan mobilnya , entah kemana bian akan membawa flo pergi.
Setelah sekian lama bian mengendarai mobilnya akhirnya mereka tiba di tempat tujuan yang menjadi tujuan bian .
Flo terkejut melihat dimana bian membawanya saat ini , ternyata bian membawanya ke mansion bian , dia menatap bian dengan tatapan tajam tapi bian tidak memperdulikan hal itu .
Mobil telah masuk kedalam halaman mansion , bian keluar dari mobil dan berjalan kearah pintu samping kemudian membukakan pintu untuk flo .
" Ayo keluar ". ucap bian datar
" Tidak mau , kenapa kau membawaku kesini , cepat antarkan aku pulang , key sudah menungguku di rumahku ". ucap flo dengan kesal tidak mau turun dari mobil itu
Bukannya menuruti ucapan flo , bian malah menarik flo keluar dengan paksa dari mobilnya kemudian dia mengangkat tubuh flo seperti memikul sebuah karung besar di pundaknya membuat flo kesal dan merota-ronta meminta bian untuk menurunkannya .
" Yakkkkkk lepaskan aku dasar pria gila , turunkan aku bian , aku mau pulang ". teriak flo sambil meronta dan memukul punggung bian
Bian tidak memperdulikan hal itu , dia terus berjalam masuk kedalam mansion , susi yang baru saja ingin kembali ke bangunan belakang karena pekerjaannya malam ini telah selesai langsung terkejut melihat sang tuan datang sambil membopong tubuh seorang wanita .
__ADS_1
Apalagi susi semakin terkejut melihat siapa wanita yang di bopong oleh tuannya , dia tidak bisa berkata-kata antara senang karena sang nyonya sudah kembali dengan khawatir jika akan terjadi sesuatu antara tuan dan nyonyanya apalagi sang nyonya yang sepertinya dibawa oleh sang tuan dengan paksa seperti itu .