Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 116


__ADS_3

Melepaskan seseorang yang berperan penting dalam setiap proses kehidupan kita tentu saja tidak mudah , tergantung cara berpikir seseorang dan seberapa besar niatnya 💍


" Jadi kamu diselamatkan oleh kedua agen itu ? , apa mereka mengetahui identitasmu sebagai ketua mafia ? ". tanya varo ketika flo selesai menceritakan bagaimana dia bisa selamat dari kecelakaan maut yang menimpanya


" Hmm , mereka tahu ". ucap flo santai


" Yakkk , bagaimana bisa identitasmu diketahui oleh mereka ketika kau menyembunyikan identitasmu begitu rapat , bahkan kaka saja tidak bisa menemukanmu ". ucap varo terheran-heran


" Aku sendiri yang memberitahukan hal itu pada mereka , kaka tenang saja , mereka tidak akan membocorkan identitasku pada siapapun , aku pastikan hal itu tidak akan pernah terjadi ". ucap flo begitu yakin


" Yakkkk , ah , haissss anak ini , apa kau gila memberitahukan siapa dirimu sebenarnya pada mereka , bagaimana kalau mereka menjebakmu ". ucap varo tak habis pikir dengan apa yang flo pikirkan


" Tenang saja , gio yang akan menjadi kartu utama jika mereka berani melawanku ". ucap flo sambil meminum minumannya


" Haahhhh , ingin sekali aku memukul kepalamu itu , kenapa punya adik yang selalu melakukan hal yang tidak bisa di pikirkan sama sekali seperti ini ". ucap varo dengan perasaan yang sulit di artikan


Flo hanya mengangkat kedua bahunya seolah-olah dia juga tidak tahu apa yang dia pikirkan saat melakukan hal itu.


Carly hanya diam mendengar perdebatan antara kedua kaka beradik di depannya , dia ingin sekali tertawa melihat varo yang sulit mengerti sifat Queennya yang memang selalu bertindak sesuka hatinya .


Bukan hanya varo yang merasakan hal seperti itu pada awal mencoba mengenal sifat flo , tapi gio bahkan seluruh mafioso black sun juga merasakan apa yamg varo rasakan saat ini ketika mereka baru bergabung bersama mafia yang di pimpin oleh flo.


" Aku harus segera pergi sekarang juga karema ada hal penting yang harus aku atasi saat ini dan carly sebaiknya kau harus segera mengantarkan milka pulang kemansionnya dengan selamat ,disana mereka sudah menunggu begitu lama ". jelas flo langsung berdiri


" Baik Queen ". ucap carly berdiri dan berjalan keluar menuju ruangan dimana milka beristirahat saat ini


" Kaka akan mengantarkanmu , apa kau ingin menghukum orang yang menyuruh anak buahku untuk menculik adik dari mantan suamimu ? ". ucap varo


" Tidak perlu , aku bisa mengatasinya sendiri , sebaiknya kaka hubungi kaka tertua kita dan beritahu dia bahwa aku sudah kembali agar kita bisa bertemu secepatnya ". ucap flo tidak ingin kakanya ikut campur


" Dasar anak nakal , pergilah dan jaga dirimu baik-baik ". ucap varo pasrah dengan adiknya


Flo tersenyum dan langsung keluar dari ruangan mereka berkumpul meninggalkan varo sendiri di sana.


*****

__ADS_1


Sekitar 1 jam flo mengendarai mobil yang dia pinjam dari kakanya , akhirnya mobil pun tiba di depan gedung apartemen sasa .


Dia turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam gedung apartemen , flo memakai pakaian tertutup , celana panjang dan hoodie bertopi , dia tahu gedung apartemen apartemen ini milik siapa jadi dia harus berhati-hati agar tidak ada yang tahu bahwa dia datang kesini untuk menemui sasa.


Flo naik ke lantai 11 dan berjalan menuju apartemen nomor 345 dimana apartemen itu adalah apartemen milik sasa.


ting tong


ting tong


Dari dalam apartemen , sasa tersenyum senang karena dia pikir orang yang membunyikan bel apartemennya pasti adalah orang yang dia bayar untuk datang memberikan kabar baik baginya.


Dengan cepat dia menuju pintu apartemen dan membukanya , tapi tatapannya berubah jadi tajam ketika melihat flo yang berdiri di depan pintunya dengan tatapan dingin.


Tanpa disetujui oleh sasa , flo langsung menerobos masuk kedalam apartemen sasa membuat sasa kesal dan mengikuti flo masuk kedalam apartemennya.


" Yakkkkk siapa yang menyuruhmu masuk kedalam sini hahhhh ? ". teriak sasa marah


Flo membalikkan badannya dan menatap sasa dengan tatapan yang sulit di artikan , sasa merinding melihat tatapan flo yang seperti itu padanya .


" Cihhh kenapa kau menatapku seperti itu , dasar tidak punya sopan santun , masuk ke apartemen orang sembarangan , apa kau ingin mencuri di apartemenku ? ". tuduh sasa dengan tatapan marah


Glekkkk


Sasa menelan ludahnya dengan kasar , ucapan flo membuatnya sedikit ketakutan .


" Aku datang hanya ingin mengatakan sesuatu , sekali lagi kau berani bermain-main denganku , akan ku pastikan hidupmu akan hancur dan jika kau berniat lagi untuk melakukan hal jahat pada milka , aku yakin hidupmu tidak akan bertahan lama ". sebuah nasehat yang mengandung ancaman mematikan


" Bagaimana bisa dia tahu kalau aku sedang merencanakan sesuatu pada milka ". batin sasa tercengang dengan ancaman flo


Dan benar saja setelah flo mengatakan hal itu dia berjalan kembali menuju pintu apartemen sasa berniat untuk pulang , dia hanya datang untuk memperingatkan sasa saja karena bukan dia yang harus menghukum sasa melainkan orang yang pantas menghukum sasa adalah key .


Setelah flo keluar dari apartemen sasa , sasa dibuat gelisah karena ancaman flo , dia mencoba menghubungi orang yang dia bayar untuk menculik milka tapi lamanya dia mencoba menghubungi , mereka sama sekali tidak bisa di hubungi atau bisa di bilang nomor mereka berada di luar jangkauan.


" Akhhhhhhhh sial , kenapa mereka tidak bisa di hubungi , apa mereka gagal menculik milka sialan itu ". teriak sasa frustasi

__ADS_1


Sasa terus saja mondar-mandir di dalam kamarnya dengan perasaan gelisah dan takut jika rencana menculik milka gagal dan ketahuan oleh jerry dan bian.


****


Di mansion keluarga maniv saat ini bian dan jerry mulai frustasi dan kebingungan karena mereka tidak tahu harus menjawab apa ketika bunda reni bertanya apa yang mereka lakukan di mansion itu sampai selarut ini .


Apalagi bunda reni yang mulai khawatir karena milka belum pulang dan tidak memberi kabar sama sekali .


" Apa mereka membohongiku ? ". batin bian


" Ayah kok milka belum pulang sudah jam 11 malam , tidak biasanya dia terlambat pulang , sekalipun dia akan lembur atau ada urusan lainnya dia pasti akan memberitahu kita , tapi sampai saat ini milka belum melakukannya ". tanya bunda reni mulai khawatir


" Ayah bunda biar aku yang pergi ke agensi tempat milka bekerja untuk mengecek apakah dia ada di sana atau tidak , jerry akan disini untuk menunggu ku karena aku akan pulang bersama jerry ". ucap bian


" Apa kalian tidak menyembunyikan sesuatu dari bunda ". tanya bunda reni penuh selidik


" Tidak ada , aku pergi dulu ". jawab bian langsung berjalan menuju pintu utama


Bunda reni curiga pada bian dan jerry karena dari sore hingga saat ini , gerak gerik mereka berdua saat mencurigakan karena bian dan jerry tidak pernah seperti ini .


Milka dan carly sudah dekat dengan gerbang masuk mansion keluarga maniv , carly menghentikan mobilnya tepat sebelum mobil sepenuhnya berada di depan gerbang itu.


Carly melihat kearah milka yang sedari markas itu sampai sini , milka terus saja diam dengan tatapan kosong .


" Nona milka ? ". panggil carly


Milka masih saja diam dengan tatapan kosong , melihat itu carly tahu kalau milka memang akan mengalami hal seperti ini karena mungkin ini pertama kalinya milka berada dalam keadaan seperti ini apalagi tadi carly melihat milka yang bergetar takut ketika mendengar suara tembakan.


" Nona milka ? ". panggil carly untuk kedua kalinya dengan mengguncang pelan pundak milka


" Ah , ya , ada apa ? ". balas milka yang baru tersadar dari lamunannya


" Apa anda baik-baik saja ? ". tanya carly


" Ya aku baik-baik saja ". jawab milka tersenyum yang dibuat-buat

__ADS_1


" Saya tidak yakin akan hal itu , tapi bisakah anda bekerja sama dengan saya , tolong jangan beritahu kejadian ini pada siapapun , Nona flo juga mengatakan kalau anda bisa datang kapan saja ke apartemennya ". ucap carly serius


Milka hanya bisa memejamkan matanya sejenak kemudian kembali melihat kearah carly dengan anggukan yang artinya dia akan merahasiakan hal ini dari siapapun terutama keluarganya .


__ADS_2