
...Saat sedang menghadapi masalah , coba belajarlah dari BULU KETIAK , meskipun terhimpit dan sedikit ruang gerak ia tetap tumbuh dan bertahan ✌...
Mendengar bian berkata seperti itu tentu saja flo langsung menatap bian penuh selidik .
" Bukankah kau sendiri yang meminta perceraian ini , lalu kenapa kau ingin merubah lagi keputusanmu ". tanya flo penuh selidik
Mendapatkan pertanyaan seperti itu tentu saja membuat bian langsung membantin .
" Aku juga tidak tahu kenapa aku tidak ingin melakukan perceraian ini , entah memang benar aku sudah memiliki perasaan padamu atau tidak , aku juga tidak tahu , aku hanya ingin kau bertahan sedikit disisiku agar aku bisa memastikan perasaanku sendiri ". batin bian
" Memangnya kamu memang ingin bercerai denganku ? ". bian malah balik bertanya pada flo
" Ada apa denganmu , bukannya menjawab pertanyaanku malah sekarang kau balik bertanya padaku ". ucap flo kesal
" Jawablah , semua keputusan ada di tangamu , jika kamu ingin melakukannya (bercerai) maka aku akan melakukannya dan tidak akan memaksamu untuk melanjutkan pernikahan kontrak ini " . ucap bian mencoba menenangkan hatinya
" Kenapa harus aku yang menjadi penentu dalam keputusan mu sendiri , kau yang memulai jadi harus kau juga yang mengakhirinya bian ". kesal flo menatap tajam kearah bian
" Hahhh , jika kau mengatakan hal itu maka keputusanku aku tidak ingin melakukan perceraian ini , aku tidak tahu alasan yang tepat untuk meyakinkanmu tapi inilah keputusanku ". ucap bian menghela nafas pelan
" Baiklah , tapi 1 hal yang harus kau ingat bian , jangan pernah menaruh perasaan padaku sedalam mungkin , karena sampai kapanpun hubungan di antara kita hanyalah sebatas hitam di atas putih dan tidak lebih dari itu ". ucap flo menasehati bian
Sebenarnya bian sangat sakit mendengar ucapan flo tapi dia harus tenang terlebih dahulu agar flo tidak mencurigainya.
" Yahh sesuai keinginanmu ". ucap bian tersenyum dibuat-buat
" Aku tahu kau sudah memiliki perasaan padaku walaupun kau belum menyadari hal itu sepenuhnya , tapi maafkan aku bian , kita tidak boleh terlalu lama bersama dan hubungan ini harus berakhir 9 bulan lagi , aku tidak ingin kau mengalami hal sulit karena berada di sisiku , kau tidak tahu siapa aku sebenarnya dan jika kau sampai tahu siapa aku , aku yakin secinta apapun kau padaku pasti kau akan pergi meninggalkanku ". batin flo yang sebenarnya sudah bisa merasakan perasaan bian padanya
" Baiklah sesuai keinginanmu juga , kita tidak akan melakukan perceraian itu dan sebaiknya sekarang kau lepaskan tanganku sebelum aku memukul kepalamu ". sindir flo pada bian yang sedari tadi masih menggenggam tangannya
" A-aahh yah maaf ". ucap bian canggung
" Apa kau tidak ke kantor hari ini ? " . tanya flo heran karena saat dia melihat jam sudah jam 11 siang bian masih berada di mansion
" Aku sudah menghubungi jerry untuk mengosongkan jadwalku hari ini karena aku ingin istirahat hari ini ". ucap bian santai
" Ya-ya-ya terserah kau saja , kau bos nya ". sindir flo turun dari ranjangnya
" Bisakah kau keluar sekarang dari kamarku , aku ingin membersihkan diriku , sebaiknya kau juga kembali lah ke kamarmu dan bersihkan dirimu setelah itu turunlah kebawah untuk makan siang , bahkan kita sudah melewatkan sarapan pagi ". ucap flo datar
" Baiklah aku akan segera keluar dari kamarmu tapi kau harus menjawab 1 pertanyaanku lagi dan jawablah dengan jujur " . ucap bian dengan serius
" Apalagi sih tuan bian , cepat tanyakan apa yang ingin kau tanyakan , perutku sedari tadi sudah meminta untuk di isi ". ucap flo kesal
__ADS_1
" Siapa kamu sebenarnya , kenapa semalam kamu bisa ada di tempat kejadian itu , bahkan aku melihat dengan jelas kamu membunuh ratusan orang itu , dari mana kamu bisa tahu kalau aku berada di situ , darimana kamu bisa memiliki pistol dan apa hubunganmu dengan pria-pria yang juga datang menolongku ". tanya bian dengan banyaknya pertanyaan bertubi-tubi
Flo sudah menduga kalau bian cepat atau lambat pasti akan menanyakan hal itu padanya , tapi flo tidak pernah takut jika di tanya seperti itu , bahkan saat ini dia hanya menatap bian dengan malas dan santai.
Bian sendiri menatap heran dengan sikap flo yang sepertinya tidak takut untuk menjawab pertanyaannya .
" Baiklah aku akan menjelaskan semuanya , tapi kau harus berjanji setelah aku menjelaskan semuanya , kau harus segera keluar dari kamarku ". ucap flo dengan malas
" Hmm , jelaskan sekarang juga ". ucap bian penuh selidik
" Pertama , aku sama sekali tidak tahu apa yang terjadi padamu semalam , tapi saat aku sedang enak-enak tidur dan bermimpi indah , tiba-tiba ponselku berdering ada panggilan masuk , aku sangat kesal karena itu sangat menganggu tidur nyenyakku , tapi aku tetap mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menghubungiku ". ucap flo terlihat sungguh menyakinkan karena memang kenyataannya seperti itu
" Setelah panggilan terhubung , tiba-tiba suara seorang pria asing mengatakan padaku kalau kamu sedang dalam bahaya , dia tidak memberitahuku bahaya apa yang sedang terjadi padamu tapi dia menyuruhku untuk segera datang untuk menolongmu , aku kaget dan melihat siapa yang menghubungiku dan benar bahwa itu adalah nomor yang tidak di kenal ".
" Ketika dia selesai mengatakan hal itu , panggilan langsung terputus dan tiba-tiba ada pesan masuk yang ternyata dari orang itu , dia mengirimkan alamat dimana kamu berada dan saking paniknya aku langsung pergi menyusulmu takut terjadi hal buruk padamu ".
" Darimana aku bisa mendapatkan pistol , aku mendapatnya dari seseorang yang tiba-tiba menghadang mobilku saat di perjalanan menuju ke tempatmu , orang aneh itu mengatakan kalau dia mendapat perintah dari orang yang menelfonku untuk memberikan pistol itu , jujur saja aku semakin bingung pada saat itu karena aku tidak tahu apa yang terjadi padamu ".
" Kenapa juga aku bisa membunuh ratusan orang itu , yah itu semua karenamu , aku jauh-jauh datang untuk menolongmu tapi pada saat aku baru saja tiba di tempatmu , kau malah mengatakan ingin bercerai denganku , itu semua membuatku marah dan kesal membuat emosi dalam diriku tidak bisa aku kendalikan ".
" Dan yang terakhir , aku tidak memiliki hubungan apapun dengan pria-pria yang menolongmu , bahkan aku berpikir mungkin mereka adalah orang suruhan dari pria yang menelfonku malam itu ".
Flo mengatakan semuanya tapi tentu saja semuanya bohong karena flo tidak ingin bian mengetahui siapa dia sebenarnya sampai waktunya tiba .
Bian sungguh terkejut dengan penjelasan flo , walaupun dia sedikit curiga tapi rasa curiga itu perlahan menghilang karena flo menjelaskan kalau flo melakukan bahkan membunuh ratusan orang itu hanya karena marah pada dia yang mengatakan kata cerai pada flo .
" Sudahlah , bukankah semua sudah terjadi , lupakan semua itu dan jangan pikirkan lagi ". ucap flo
" Tapi ". ucapan bian terpotong
" Udah ah gk ada tapi-tapian lagi bian , sekarang keluar dari kamarku , aku ingin membersihkan diriku dan turun untuk makan siang ". ucap flo kesal yang di buat-buat
" Hahh baiklah , aku keluar sekarang ". ucap bian pasrah
Dengan pasrah bian langsung keluar dari kamar flo , setelah pintu terkunci lagi , flo langsung menghembuskan nafas lega karena jujur saja dia sedikit merasa bersalah pada bian karena telah membohonginya .
" Maafkan aku bian , tapi biar kamu saja yang tahu sendiri siapa aku sebenarnya tapi setelah kita bercerai nanti ". gumam flo merasa bersalah
******
Saat ini bian dan flo sudah ada di meja makan untuk sarapan sekaligus makan siang walaupun saat ini masih belum jam makan siang .
Bian dan flo sedikit heran kenapa makanan yang susi sajikan begitu banyak dan memiliki kandungan vitamin yang baik , lebih tepatnya empat sehat lima sempurah.
__ADS_1
Tapi tanpa curiga akhirnya mereka berdua memakan makanan itu dengan lahap karena mereka memang sudah sangat lapar karena belum makan dari pagi .
15 menit kemudian mereka telah selesai makan , flo mengajak bian ke taman untuk melihat hasil dari memperindah taman di mansion ini .
Awalnya bian tidak mau tapi flo terus memaksa bian untuk ikut dengannya dan dengan paksaan flo , bian hanya bisa mengikuti keinginan flo untuk pergi ke taman.
Tapi pada saat mereka berdua melewati ruang santai , bian tiba-tiba berhenti karena dia kaget dengan apa yang baru saja dia dengar dari suara siaran berita di tv.
" Ada apa lagi si pake acara berhenti lagi ". kesal flo
Bukannya menjawab , bian malah menarik tangan flo berjalan menuju ruang santai , bian ingin memastikan sesuatu dari berita tersebut.
Flo yang samar-samar mendengar suara siaran berita di tv , sudah bisa menebak kalau pasti berita itu adalah berita pembantaian mafia red rose semalam .
" Pembantaian dengan jumlah korban mencapai 70rb orang dalam semalam yang terjadi di beberapa negara di dunia bahkan di kota J yang mencapai 1.500 korban dari 70rb korban masih sedang diselidiki , pemerintah dan kepolisian bekerja sama untuk menangkap dalang dari kejadian besar ini , kepolisian masih kesulitan mencari tahu apa motif sang dalang sehingga melakukan pembunuhan berantai ini dan tidak meninggalkan jejak sedikit pun , bla-bla-bla ".
" Yah tuhan siapa orang yang tega membunuh puluhan ribu orang itu , apalagi di kota ini juga ada korbannya bahkan mencapai 1500 orang , sungguh pelaku itu tidak pantas di sebut manusia , dia manusia bertopeng iblis , sungguh mengerikan ". ucap bunda reni yang juga ada di dalam ruang santai yang sedang menonton berita itu juga
Bian sungguh kaget mendengar berita tersebut , dia dengan cepat melihat kearah flo , dasarnya flo sangat jago beracting dan dia sudah tahu bian akan mencurigainya , flo langsung beracting syok ketika mendengar berita itu .
" Ikut aku ". ajak bian dengan tatapan dingin menarik flo menuju taman
Flo hanya bisa pasrah di tarik seperti itu olrh bian , dia membiarkan bian melakukan itu agar bian tidak curiga padanya.
" Jelaskan apa maksud semua ini padaku , tidak mungkin kau tidak tahu semua ini , aku yakin pasti kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku , siapa sebenarnya kamu flovia ". tanya bian dengan tatapan tajam
" Ke-kenapa kau bertanya seperti itu padaku , aku sudah menjelaskan semuanya tadi padamu kan , aku mengatakan semua itu dengan jujur tanpa ada kebohongan , lalu kenapa sekarang kau mencurigaiku , aku tidak tahu apa-apa soal berita tadi , bukankah kau juga melihat sendiri aku hanya melakukan semua itu pada ratusan orang itu , apa sekarang kau sedang menuduhku kalau aku yang melakukan semua ini ". ucap flo beracting sedih bahkan saking jagonya flo sampai mengeluarkan air matanya
" Gk usah beracting menyedihkan seperti ini di depanku , semua yang kau lakukan saja sudah membuatku curiga flovia , apa aku tidak boleh curiga kalau kamulah yang melakukan itu semua hahhh ". ucap bian dengan marah
" Hikss , lalu jika apa yang kamu tuduhkan padaku benar , darimana aku bisa membunuh puluhan ribu orang dalam semalam , darimana aku bisa melakukan itu sedangkan aku dan kamu pulang bersamaan bahkan tidur sekamar hikss ". ucap flo menangis acting tentunya
" Halahhh , semua ucapanmu adalah kebohongan , bisa saja kau adalah bagian dari mereka yang melakukan pembunuhan berantai ini , apa kau pikir aku bodoh ". ucap bian yang emosinya sudah tidak bisa dikendalikan
Flo langsung berlutut menangis di kaki bian agar meyakinkan bian kalau bukan dia pelakunya walaupun sebenarnya dia sangat benci melakukan hal seperti ini.
" Hikss , tolong percaya padaku , aku tidak tahu apa-apa dengan kejadian ini hikss ". acting flo
Bukannya merasa tersentuh dengan penjelasan dan tangisan flo , bian malah menendang flo sehingga flo jatuh tersungkur di tanah taman .
" Aku rasa keputusanku sudah bulat , sekarang juga kamu kemasi barang-barangmu dan keluar dari mansion ini , aku tidak ingin ikut masuk penjara denganmu karena perbuatanmu , aku akan mengurus surat perceraian hari ini juga , aku juga akan memberikanmu semua yang sudah di sepakati setelah surat perceraian itu resmi selesai ". ucap bian tanpa berpikir 2x
" Baiklah jika itu mau anda tuan bian yang terhormat , saya menyutui perceraian yang anda inginkan , tapi ingatlah suatu hal , jangan pernah datang pada saya untuk meminta maaf jika semuanya terbukti bukan saya dalang dari kejadian ini ". ucap flo sambil menyeka air matanya dan berdiri
__ADS_1
" Saya harap anda tidak akan menyesali keputusan yang anda buat dan tidak akan menyesali sikap anda kepada saya yang tega menuduh saya sebagai dalang dari kejadian ini dan 1 lagi , simpan saja semua uang anda , saya tidak sudi menerima itu semua karena saya tidak butuh dikasihani ". sambung flo
Flo dengan cepat langsung pergi dari hadapan bian untuk segera mengemasi barang-barang di kamar nya.