
Jalani hidup dengan bahagia tanpa memikirkan omongan orang lain yah guys ☑
Borneo gelisah dan bingung harus membuat keputusan yang seperti apa , jika dia melepaskan xiera pasti dia dan keluarganya dalam bahaya , bahkan sekarang dia begitu egois tidak memikirkan bagaimana keselamatan semua anggota mafiosonya .
" Hahhh , apa kau akan mementingkan sandera mu dari pada istri dan ketiga anak mu borneo ? , jika benar maka kau sangat pantas di sebut ayah dan suami yang brengsek ". Ucap varo memanas-manasi borneo
" Baiklah-baiklah , apa yang kalian inginkan ? , apakah kalian ingin aku melepaskan wanita ini ? ". Akhirnya borneo mengalah juga karena dia terhasut omongan varo
Tangan kanan borneo dan para mafiosonya yang sudah siap tempur langsung kebingungan kenapa sang ketua berubah pikiran seperti ini yang jelas-jelas bisa membahayakan nyawa mereka semua.
Sedangkan Al , varo , gio dan lainnya menyunggingkan senyum tipis karena musuh telah masuk kedalam jebakan mereka.
" Ya , berikan wanita itu pada kami dan aku akan memberikan keluargamu padamu , aku rasa itu kesepakatan yang bagus bukan ". Balas varo
Borneo mengumpat dalam hatinya karena dia tahu musuh di hadapannya saat ini pasti sudah memiliki rencana untuk mengalahkannya apalagi sekarang dia harus menyelamatkan nyawa keluarganya.
" Oke , aku akan membiarkan kalian membawa wanita ini tapi kalian harus melepaskan terlebih dahulu anak dan istriku sekarang , jika kalian tidak mau maka tidak ada kesepakatan lainnya ". Ucap borneo
" Tuan ". Pekik tangan kanan borneo tidak terima
Tapi di detik kemudian tangan kanan itu terdiam karena borneo menatap tajam kearahnya memberi isyarat untuk diam dan ikuti saja permainan musuh .
" Cihh , kau pikir kami bodoh , jika kau setuju maka seharusnya kita saling melepaskan sandera masing-masing secara bersama-sama ". Ujar gio mengetahui rencana borneo yang licik
" Baiklah , aku setuju , sekarang aku akan membawa wanita ini di tengah-tengah kita dan kalian juga harus membawa keluargaku ". Balas borneo
Borneo memberikan isyarat pada tangan kanannya untuk menggendong tubuh pingsan xiera ke tengah-tengah antara mereka dan pihak musuh.
Varo juga menyuruh zin untuk ikut dengannya sambil membawa istri dan ketiga anak borneo untuk saling tukar sandera.
__ADS_1
Al ingin ikut tapi gio menahannya karena gio tahu al tidak akan bisa selamat jika al yang pergi untuk pertukaran sandera di antara pihak mereka dan pihak musuh.
Dengan menahan kesabaran yang begitu besar , akhirnya al pasrah mengikuti ucapan gio dan dia berharap bisa membawa xiera pergi secepatnya dari tempat ini dan dia akan langsung membawa xiera ke rumah sakit .
Langkah demi langkah antara borneo dan varo serta masing-masing sandera yang mereka bawah ke tengah-tengah antara kedua pihak mereka , akhirnya mereka sudah berhadapan satu sama lain dengan zin yang sudah mengarahkan senjata kearah musuh bersama varo dan borneo juga melakukan hal yang sama.
" Sekarang mari serahkan sandera masing-masing secara bersamaan ". Ucap borneo waspada dengan senjata yang sudah mengarah kearah varo
Varo yang juga sedang mengarahkan pistol ke arah borneo langsung memberikan isyarat pada zin untuk segera melakukan apa yang barusan di katakan oleh borneo.
Tanpa borneo tahu , sekarang pihaknya sudah di kepung oleh mafioso black sun maupun mafioso gold water .
Bukan mafioso yang berdiri di belakang Al , gio dan aslan tapi mafioso yang memang sudah siap sejak awal untuk mengepung markas mafia wolf dari belakang maupun dari setiap sudut markas itu di luar maupun di dalam.
Borneo yang tidak menyadari itu membuat varo dan lainnya merasa sangat di untungkan , jadi sekarang tanpa musuh sadari , kedua gabungan mafioso black sun maupun gold water sudah berada di sekitar musuh dan sudah bersiap menyerang musuh .
Dan pada saat xiera sudah dalam gendongan zin serta keluarga borneo sudah berada di samping borneo , varo langsung menembak kaki borneo dan itu adalah isyarat untuk para pasukan mereka menyerang pasukan musuh.
Dorrrrrr
" Akhhhhhh " teriak borneo langsung jatuh terkena tembakan di kakinya
Pertempuran pun di mulai , suara tembakan terdengar nyaring di markas itu , pihak borneo mulai panik dan langsung menembaki musuh yang ternyata sudah ada di sekitar mereka sejak tadi.
Sedangkan tangan kanan borneo beserta beberapa mafioso wolf langsung mengamankan dan mambawa masuk borneo dan keluarganya ke dalam markas .
Sama halnya dengan Al , setelah zin membawa xiera ke arahnya , dia langsung menggendong xiera dan membawa xiera pergi dari tempat itu tanpa berpikir yang lainnya karena bagi al , keselamatan xiera adalah yang paling utama saat ini.
Setelah memastikan al sudah pergi membawa xiera dari tempat itu , sekarang gio , varo dan lainnya langsung fokus menyerang musuh .
__ADS_1
" Gio , aku serahkan musuh di sini padamu , zin dan aslan , aku akan ke dalam untuk membereskan pria sialan itu ". Ucap varo sambil menembak para musuh yang masih banyak di sekitar mereka berdua gio
" Pergilah ". Singkat gio
Dorrrr
Dorrr
Dorrr
Varo langsung berjalan kearah markas musuh sambil menembaki musuh yang mendekat kearahnya dan zin juga membantu varo dengan menembaki musuh yang ingin menembak KING nya.
Di dalam markas mafia wolf sekarang , borneo sedang menahan kesakitan karena peluru yang di tembakan varo pada kakinya masih tertancap sempura di betis kakinya.
" Akhhhhhh , cepat keluarkan peluru itu dari kakiku sebelum pria sialan itu datang dan membunuhku ". Teriak Borneo menahan kesakitannya
" Cepatttttt keluarkan peluru itu , kita tidak punya banyak waktu ". teriak tangan kanan borneo pada dokter yang bekerja di mafia mereka
Dengan panik dokter pria itu langsung memulai operasi kecil untuk mengeluarkan peluru di kaki ketuanya , sedangkan keluarga borneo sudah di amankan di ruang rahasia pribadi borneo di markas itu.
Borneo hanya bisa memejamkan matanya sambil menahan sakitnya pisau beda yang sedang berusaha mengeluarkan peluru sialan itu dari kakinya.
Ya karena borneo tidak di bius ataupun di suntik untuk penghilang rasa sakit , karena jika itu di lakukan dan musuh tiba-tiba datang , maka borneo tidak bisa berbuat apa-apa yang artinya dia tidak bisa melawan jika dalam keadaan di bius seperti itu.
Sedangkan varo sedang dalam perjalanan menuju ke tempat persembunyian borneo .
Varo terus maju masuk walaupun dia harus beberapa kali mengganti amunisi pada senjatanya karena habis menembaki para musuh yang menghalanginya menunu ke tempat borneo.
Sudah ratusan musuh yang di lumpuhkan oleh varo hanya dalam hitungan menit karena banyak sekali musuh dari dalam dan luar markas yang tidak ingin membiarkan dia masuk dengan mulus ke tempat persembunyian ketua mereka , yakni borneo.
__ADS_1