Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 183


__ADS_3

Orang bijak tidak berharap dapat menemukan kehidupan yang berharga tapi mereka membuat kehidupan mereka berharga ❤


Flo baru saja kembali ke ruangan tempat dimana pesta ulang tahun kedua anaknya sedang berlangsung.


Dengan wajah datarnya dia melangkahkan kakinya mendekati si kembar yang sepertinya sedang mengobrol dengan kakanya varo serta adik dari musuhnya.


Viola yang menyadari kedatangan flo langsung merubah wajahnya , dia tersenyum hangat sebagai awal perkenalan diantara mereka , tapi sayangnya senyuman hangat itu sama sekali tidak dibalas oleh flo .


Flo malah sangat jelas menunjukkan sikap dinginnya terhadap pacar sang kaka yang tak lain adalah viola sendiri.


Varo yang melihat sikap dingin yang di tunjukkan adiknya terhadap kekasihnya langsung kebingungan , dia tidak mengerti kenapa adiknya menunjukkan sikap seperti itu di awal pertemuannya dengan sang kekasih , sangat berbeda dengan pertemuan pertama flo dengan xiera yang sejak awal flo sendiri yang menginginkan xiera untuk menjadi kaka ipar flo.


" Hai , aku viola , senang bertemu denganmu ". Ucap viola dengan senyum hangat walaupun sebenarnya dia sangat kesal karena flo menunjukkan sikap yang sangat terang-terangan terlihat tidak menyukainya


" Siapa dia ?". Tanya flo begitu dingin


Flo menatap viola dari atas sampai bawah dengan tatapan dingin , viola sejenak menjadi gugup karena flo menatapnya seperti itu dan entah kenapa viola merasa kalau flo memiliki aura yang berbeda , aura milik flo yang di rasakan oleh viola sangatlah mengerikan .


" Dia kekasih kaka , jangan membuatnya ketakutan dengan tatapanmu flo ". Ucap varo menasehati adik kesayangannya itu


" Ahhh , tidak apa-apa sayang , adikmu tidak membuatku ketakutan , tenang saja ". Ucap viola beracting baik-baik saja walaupun sebenarnya yang dia rasakan adalah kebalikannya dari apa yang dia katakan


" Uncle , jadi dia pacar uncle yang uncle ceritakan padaku waktu itu ?" . Tanya delvira dengan jago actingnya


Varo menganggukan kepalanya membenarkan ucapan keponakannya seraya tersenyum .


" Ohhhhh ". Delvira membalasnya dengan ber Ohhh ria


" Tapi dia tidak secantik yang aku kira uncle , kata ucle pacarnya uncle itu sangat cantik bahkan lebih cantik dari bunda dan mommy xiera ". Ucap delvira sengaja memprovokasi sang bunda


Flo langsung menatap tajam kearah kakanya sedangkan varo langsung melototkan matanya kearah delvira .

__ADS_1


Tentu saja dia tidak pernah mengatakan apa yang tadi di katakan oleh keponakannnya , varo langsung menalan ludahnya dengan kasar ketika dia merasa aura mematikan sang adik mulai dia rasakan.


Apalagi viola , dia begitu marah di dalam hatinya karena dia merasa bahwa gadis kecil di depannya saat ini sengaja ingin menyudutkannya dan ingin memberikan kesan buruk di awal pertemuan mereka.


Sedangkan delvira langsung tersenyum tipis , rencananya berhasil ketika dia melihat tatapan tajam sang bunda yang sedang menatap unclenya , delano hanya diam dan menyerahkan semua kelancaran rencana mereka pada sang adik.


" Cihhh , apa benar yang vira katakan ". Tanya flo yang jelas tahu kalau putrinya sedang merencanakan sesuatu dan malah mengikuti permainan putrinya


" Baby , kenapa kamu berkata seperti itu , jelaskan pada bunda mu kalau tadi kamu bercanda mengatakan hal itu ". Ucap varo pada delvira


" Sayang sudahlah , kenapa kalian harus menanggapi ucapan anak kecil seperti mereka , pada kenyataannya adikmu lebih cantik dariku jadi tidak perlu mempersulit keadaan lagi ". Ucap viola beracting ingin melerai perdebatan varo dan flo


Viola rasanya ingin muntah saja ketika dia mengatakan bahwa flo lebih cantik darinya , ini pertama kalinya dia merendahkan dirinya di hadapan wanita lain apalagi mengatakan wanita itu lebih cantik darinya.


" Lihat saja , aku akan memberikan hukuman padamu gadis kecil ". Batin viola begitu kesal pada delvira


Flo menyunggingkan seringai tipisnya tapi sangat tipis hingga tidak bisa di lihat oleh siapapun , dia tahu bagaimana kesalnya adik dari musuhnya setelah mengatakan bahwa flo lebih cantik darinya .


Pesta masih berlangsung , para tamu undangan sedang mencicipi hidangan makanan yang di sediakan oleh flo dan bian khusus untuk para tamu setelah acara anak-anak selesai di lakukan.


" Ayo kita pergi ". Ajak delano pada delvira agar tidak mengganggu pembicaraan sang bunda dan para unvle dan aunty mereka


" Bunda , uncle dan mommy xiera serta tante viola , kami pergi dulu untuk menyapa teman-teman kami yah ". Ucap delvira


" Hmm pergilah ". Jawab al tersenyum pada keponakannya


Delano dn delvira pun pergi meninggalkan flo dan lainnya di tempat itu .


Viola mulai merasa canggung setelah kedatangan kaka dari varo , tiba-tiba saja viola terpanah akan ketampanan al dan dia berpikir bahwa al lebih tampan dari varo walaupun varo sudah sangat tampan di matanya.


Tapi itu semua disadari oleh flo , " Cihh , tidak bisa melihat lelaki tampan , matanya sudah kemana-mana , bagaimana jika dia benar-benar menikah dengan ka varo , sebulan pernikahan pasti ka varo sudah di selingkuhi atau mungkin saja sekarang ka varo sudah di selingkuhi ". Batin flo

__ADS_1


" Viola , kenalin ini kaka kembaranku dan dia xiera kaka iparku ". Ucap varo memperkenalkan al dan xiera pada viola


Entah kenapa xiera menatap viola dengan tatapan seperti pernah melihat viola sebelumnya tapi entah dimana mereka pernah bertemu.


Al dan xiera pun bersalaman sebagai tanda perkenalan mereka , xiera langsung mengahlikan pandangannya kearah flo dan dia kembali melihat kearah viola.


" Sepertinya flo tidak menyukai kekasihnya varo ". Batin xiera menyadari hal itu ketika melihat wajah flo


Di tempat lain , gio dan key sudah berada di tempat persembunyian para musuh yang tadi dikatakan oleh flo.


Tapi mereka berdua serta para mafioso yang mengikuti mereka sangat kaget ketika melihat 70 orang musuh yang diketahui mereka sedang bersembunyi di tempat itu ternyata semuanya sudah terkapar tak bernyawa ketika mereka tiba di tempat itu.


" Siapa yang telah melakukan semua ini ". Ucap keh kebingungan


" Entahlah ". ucap gio yang juga kebingungan pasalnya dia tahu sang Queen tidak menyuruh orang lain untuk membereskan semua musuh itu selain mereka berdua


" Valen , apa Queen sedang bersamamu ". Tanya gio melalui alat penghubung di antara mereka


" Queen sudah turun ke lantai 1 untuk mengawasi pergerakan adik tuan orlan , memangnya ada apa prince , apa prince dan nona key baik-baik saja , bagaimana dengan musuhnya ". Tanya valen keheranan


Valen bisa melihat dari layar monitor laptopnya bahwa gio dan key sudah tiba di tempat persembunyian musuh tapi terlihat jelas di layar laptop itu bahwa tidak ada pergerakan musuh sama sekali yang terlihat tidak ada pertarungan di antara gio dan pihak musuh.


" Kami baik-baik saja , jika Queen menghampirimu sebelum kami kembali , katakan ada Queen bahwa musuh sudah dikalahkan sebelum kami tiba di tempat persembunyian mereka , entah siapa yang telah melakukan hal itu sebelum kami tiba di tempat ini ". Jelas gio


Valen terkejut mendengarkan hal itu , bagaimana bisa itu terjadi , sedangkan di layar monitor , valen sama sekali tidak melihat ada pergerakan musuh lain yang datang mendekati tempat persembunyian para musuh di tempat itu.


" Baik prince ". Jawab valen


" Hmm , kami akan kembali setelah membereskan mayat mereka semua , teruslah pantau pergerakan musuh jika tidak mau mendapat hukuman dari Queen ". Ucap gio


Akhirnya gio dan key bergegas membersihkan mayat 70 orang musuh itu sebelum ada warga setempat yang melihat mereka , sedangkan valen kembali memantau pergerakan musuh lainnya di layar monitor laptopnya sekarang ini.

__ADS_1


__ADS_2