
Jika kamu bisa bermimpi maka kamu bisa mencapainya 💛
Setelah semua tamu undangan sudah tidak ada lagi di mansion bian karena sudah pulang setelah melihat perdebatan flo dan varo saat berada di mansion itu , bian yang masih menggendong delvira langsung kembali ke ruang santai yang disana sekarang flo dan varo masih saja berdebat.
Emosi bian sudah sampai pada puncaknya , dia sangat marah saat ini , bukannya orang lain yang mengacaukan pesta ulang tahun tersebut tapi malah keluarganya sendiri apalagi flo juga termasuk di dalamnya.
Untung saja bunda reni dan ayah zet tidak ada di antara mereka karena kemarin malam , tiba-tiba saja ayah zet harus melakukan penerbangan ke irlandia bersama bunda reni setelah mendapatkan kabar kalau ada masalah di kantor cabang maniv grub di irlandia.
" Sayang sudah-sudah , aku sama sekali tidak mempermasalahkan apa yang kamu debatkan saat ini dengan adikmu , mungkin adikmu sedang kelelahan karena pesta hari ini ". Ucap viola mencoba menenangkan varo padahal dia masih ingin melihat varo menyudutkan flo
" Tante sebaiknya diam saja , tidak perlu mencampuri urusan keluarga kami , karena tante , bunda dan uncleku malah berkelahi sekarang ini ". Ucap delano begitu dingin
Deggg
Viola seakan ingin meremas delano karena berani menyalahkannya , tapi dia harus terlihat baik agar terkesan baik di depan semua orang apalagi untuk mengambil hati varo lebih dalam.
Sedangkan varo langsung menatap delano dengan tajam , flo langsung melindungi delano di belakang tubuhnya dan akhirnya di peluk oleh milka.
" Kenapa kau menatap anakku seperti itu , apa kau tega memarahi keponakanmu hanya karena wanita ini hahhh ". Marah flo yang tak bisa di bendung lagi
" Cukuppppp ". ucap al dengan nada tinggi karena kesal kedua adiknya tidak mau berhenti
Xiera langsung mengusap pelan punggung al untuk menenangkan emosi al , sedangkan yang lainnya tidak mau menambah masalah dengan ikut campur perdebatan flo dan varo.
" Apa kalian tidak mau berhenti juga ". Ucap bian sangat dingin dengan tatapan mematikan ketika dia baru saja tiba di ruang santai masih dengan menggendong delvira
Flo masih setia menatap tajam kearah varo dan varo pun masih melakukan hal yang sama , mungkin jika bukan kaka beradik , flo dan varo sudah bertarung 1 lawab 1 sejak tadi.
" Delvira , jelaskan kenapa kamu sampai menangis agar mereka berhenti berdebat seperti anak kecil ". Ucap bian dengan solusi yang tepat
Delvira yang sedang memeluk bian dan sedang menghadap kebelakang langsung memposisikan tubuhnya agar bisa melihat kearah depan dimana semua orang berada.
__ADS_1
Dengan tatapan pura-pura sedih , delvira pun menceritakan kejadian yang memang benar adanya tapi dia berbohong kalau dia menangis karena tatapan viola.
Mendengarkan penjelasan delvira , varo langsung menatap viola dengan tatapan tak percaya , sedangkan yang lainnya terutama bian dan flo langsung menatap viola dengan tatapan tajam.
Jantung viola seakan mau copot dari tempatnya , bisa-bisanya delvira mengatakan hal yang paling dia hindari.
" Ahh haha , sepertinya dia salah lihat , aku tidak pernah melototkan mataku kearahnya ". Elak viola mencoba menyakinkan semuanya
Flo mulai berjalan mendekati viola dengan wajah yang mengerikan bagi viola , tapi langkah kaki flo terhenti karena varo menahan tangannya .
" Apa yang akan kau lakukan ". Ucap varo
" Minggir , akan ku congkel matanya agar dia tidak lagi melototkan matanya pada putri sehingga putriku ketakutan ". Ucap flo dengan dingin
Xiera , milka bahkan jerry dan viola langsung menelan ludah mereka dengan kasar mendengarkan ucapan flo.
Delvira langsung menyeringai tipis , dia sangat puas melihat wanita ular yang berani mempermainkan uncle kesayangannya itu di ancam oleh bundanya.
" Apa kau gila , sekalipun dia memang benar melototkan matanya pada delvira , bagaimana bisa kamu melakukan hal sekejam itu ada kekasih kakamu sendiri flo ". Ucap varo begitu marah
" Ayah aku mau pipis , turunkan aku sekarang juga ". Ucap delvira berbisik di telinga bian
Dengan cepat bian langsung menurunkan delvira dari gendongannya dan delvira pun pergi dari ruang santai itu , tapi bukan ke toilet melainkan kedapur.
Viola hanya bisa terdiam karena dia sedikit takut dengan ancaman yang flo lontarkan padanya , apalagi sekarang dia tidak sedang bersama kakanya yang selalu melindunginya dari bahaya.
" Viola ". Panggil varo dengan tatapan datar
" Ahh ya sayang ". Jawab viola terkejut karena varo tiba-tiba memanggilnya
" Cepat minta maaf pada keponakanku , aku tahu kamu tidak salah tapi anak sekecil delvira akan terus merasa takut padamu jika kamu tidak meminta maaf padanya ". Ucap varo yang sedikit merasa bersalah pada delvira
__ADS_1
" Tentu , aku akan meminta maaf padanya ". Ucap viola hanya mengikuti keinginan varo
" Untuk apa tante meminta maaf padaku ? ". Ucap delvira dengan tatapan dingin berjalan mendekati semua orang di ruang santai
Varo memicingkan matanya ketika melihat sikap dingin delvira , perasaannya mulai tidak enak , dia sangat dan sangat mengenal pribadi delvira dan dia merasa ada sesuatu hal yang berbahaya yang akan di lakukan delvira saat ini jika delvira sampai menunjukkan sikap dingin yang jarang sekali terlihat di wajah cantiknya.
Sedangkan flo langsung menatap delvira penuh selidik , dia sangat peka terhadap tatapan setiap orang dan tatapan dingin putrinya yang di tujukan pada viola membuat flo sedikit mewaspadai.
" Apa maksudmu gadis cantik , tante harus..... ". Ucapan viola terhenti dan langsung bergerak mundur dan mengeluarkan belati dari tas yang dia bawah kemudian mengarahkan belati itu kehadapan delvira untuk melindungi dirinya
Semua orang terkejut dengan apa yang di lakukan oleh viola , apalagi varo yang langsung marah ketika melihat apa yang viola lakukan saat ini.
Ya , kenapa ucapan viola bisa terhenti hingga viola berani mengeluarkan belati di tas yang dia bawah , itu semua terjadi karena delvira yang tiba-tiba saja menodongkan pisau dapur tepat di perut viola dengan gerakan secepat kilat bahkan gerakan itu tidak disadari oleh semua orang kecuali delano dan flo.
Berhubung delvira yang masih kecil , jadi dia hanya bisa mengarahkan pisau itu ke perut viola saja .
Melihat reaksi viola terhadap serangan mendadaknya , delvira langsung menyeringai tipis karena viola sudah masuk dalam jebakan utamanya.
" Delvira , baby ". Panggil semua orang tercengang dengan tindakan delvira yang begitu di luar nalar
" Uncle , apa uncle sudah melihat sisi gelapnya pacar kesayangan uncle yang sedari tadi uncle bela dan malah memarahi bundaku yang hanya ingin membelaku ". Ucap delvira menatap tajam varo
Viola langsung melemparkan belati ditangannya ke lantai , dia langsung bergetar takut karena dia ketahuan membawah belati di saat ini.
" Sa-sayang , i-ini bukan seperti yang kamu pikir ". Ucap viola mencoba untuk mengambil kembali hati varo
" Diam kau wanita sialan ". Teriak varo begitu marah
Delvira langsung melemparkan pisau dapur tersebut kelantai dan menatap tajam kearah unclenya.
" Aku tidak akan pernah memaafkan uncle karena uncle berani memarahi bundaku hanya karena tante itu kecuali uncle meminta maaf pada bundaku dan bundaku memaafkan uncle baru aku akan berbicara lagi dengan uncle ". Ucap delvira sudah mode mengambek
__ADS_1
Delvira pun pergi dari ruangan itu di ikuti delano dari belakang.