
...Jangan membalas dendam , diam dan duduk saja karena orang yang menyakitimu akan tersakiti nanti dengan sendirinya 🌼...
" Hmm , saya ingin memberikan makan siang pada tuan bian , jadi bisakah anda mengantarkan saya keruangan tuan bian ". ucap flo
Jujur saja resepsionis itu sedikit insecure melihat kecantikan flo , dia tahu kalau wanita di depannya sama sekali tidak memakai make up apapun di wajahnya yang artinya kecantikan wanita di depannya adalah kecantikan yang murni dan alami .
" Ahh seperti itu , tapi apakah anda sudah membuat janji dengan tuan bian dan kalau boleh saya tahu anda siapanya tuan bian , maaf jika saya lancang ". ucap resepsionis canggung
" Apakah saya harus membuat janji agar bisa bertemu dengan tuan bian , ahh maaf tapi saya belum membuat janji dengan tuan bian karena saya buru-buru tadi kesini dan hmm itu saya teman dekatnya tuan bian ". ucap flo
" Teman tuan bian ? , ah baiklah nona , saya akan menghubungi asisten jerry terlebih dahulu karena biasanya tuan bian sangat sibuk di saat-saat seperti ini ". ucap resepsionis dengan sopan
" Tidak perlu , biar saya saja yang menghubungi bian eh maksud saya tuan bian ". ucap flo langsung merongoh ponsel di saku hoodienya
Resepsionis langsung terdiam mendengar perkataan flo , dia sangat penasaran apakah wanita di depannya saat ini benar teman dari CEO nya atau tidak , jika benar tapi kenapa wanita di depannya memang bian dengan sebutan tuan yang membuatnya sedikit curiga pada flo.
Ponsel bian yang di letakkan di atas meja tiba-tiba berbunyi membuat bian yang fokus dengan laptopnya tidak memperdulikan bahkan mengangkat panggilan tersebut.
" Kenapa dia tidak mengangkat telfon dariku sih ". kesal flo
Resepsionis masih setia menatap kearah flo , dia terus menatap penuh selidik apakah benar wanita di depannya adalah teman atasannya jika benar pasti atasannya akan mengangkat panggilan telfon dari wanita di depannya.
Flo mencoba sekali lagi tapi hasilnya tetap sama , bian tidak mengangkat panggilan darinya membuat flo semakin kesal dibuatnya.
" Mbak bisa pinjam telfon kantornya , saya ingin menghubungi bian , dia mungkin meninggalkan poselnya di sembarang tempat sehingga tidak menjawab panggilan dari saya ". ucap flo sedang menahan kekesalannya saat ini
" Yahh ini nona silahkan di pakai ". ucap resepsionis
Flo meminta resepsionis itu untuk menyambungkan panggilannya ke telfon kantor bian dan resepsionis hanya bisa mengikuti keinginan tamunya .
Ketika telfon itu sudah berada di telinga flo , flo sedikit terkejut ketika mengedarkan pandangannya ke arah lain di sekitarnya ternyata saat ini dia sedang menjadi tontonan oleh para kariyawan di perusahan bian .
Khususnya para kariyawan wanita , mereka menatap flo dengan tatapan tajam dan penuh selidik tapi flo tidak peduli akan hal itu karena sekarang dia semakin kesal pada bian.
Kali ini bunyi telfon terdengar di ruangan bian , bukan dari ponselnya melainkan dari telfon kantor , bian langsung mengangkat panggilan tersebut tanpa mengahlikan pandangannya dari layar laptop.
" Ada apa ? ". tanya bian dengan nada datar
" Ternyata kau sesibuk ini sehingga tidak menjawab panggilan dari ku , baiklah lebih baik aku pulang saja jika kau tidak ingin aku datang keperusahanmu ". sindir flo setelah mendengar suara bian di balik panggilan itu
degggg
Tentu saja bian langsung terkejut mendengar suara yang tidak asing baginya terdengar sedang menahan kekesalan padanya di telfon itu.
__ADS_1
Dia langsung mengecek ponselnya apakah benar wanita yang mulai memenuhi pikirannya itu benar menghubunginya atau tidak .
Dan benar saja dia melihat 2 panggilan tak terjawab dari nama kontak flo yang tertera di layar ponselnya , bian langsung merutuki dirinya sendiri entah kenapa .
" Dimana kamu sekarang , aku akan menjemputmu ". ucap bian seketika merasa bersalah dan panik tapi dia menyembunyikannya
" Tidak usah , aku akan segera pulang dari sini , nikmati saja kesibukanmu ". sindir flo lagi
" Diam di tempatmu atau aku akan menghukummu , aku akan segera ketempatmu sekarang ". ucap bian dengan cepat
Dia langsung mengakhiri panggilan itu lalu berdiri dan berjalan keluar dari ruangannya dengan buru-buru.
Dia sadar kalau saat ini flo sedang berada di lobi perusahannya karena dia menyadari panggilan tersebut dilakukan dari telfon kantor .
Jerry yang baru saja keluar dari ruangannya dan berniat pergi keruangan bian untuk mengajak bian makan siang sangat terkejut melihat bian yang berjalan terburu-buru menuju lift , jerry bahkan tidak sempat bertanya pada bian kemana dia akan pergi karena bian sudah masuk kedalam lift.
" Ada apa dengannya , kenapa dia terburu-buru seperti itu ? ". gumam jerry penuh tanda tanya dan penasaran
Dengan rasa penasaran yang tinggi , jerry langsung berjalan kearah lift berniat mengikuti kemana bian akan pergi .
Sedangkan flo hanya bisa menahan kekesalannya setelah dia mengembalikan telfon kantor pada resepsionis di depannya.
" Cihhhh selalu saja dia memaksaku ". batin flo dengan kesal
Bian baru saja keluar dari lift dan sekarang di sudah berada di lantai 1 , dia berjalan dengan penuh kewibawaan tidak seperti tadi yang terburu-buru karena bian tidak mau para kariyawannya melihat dia yang seperti itu.
Para kariyawan di lantai 1 semakin penasaran siapa sebenarnya wanita yang sedang berada di meja resepsionis , mereka bertanya-tanya karena kedatangan wanita itu yang tak lain adalah flo bisa membuat CEO mereka yang sangat dan sangat super sibuk itu bisa turun ke lantai 1 hanya karena seorang wanita ? , bahkan mereka tahu sesibuk apa CEO mereka yang setiap harinya hanya akan lewat di lantai 1 jika datang dan pulang dari kantor dan juga jika ada meeting di luar kantor , ini semua membuat mereka iri melihat beruntungnya flo yang di perlakukan seperti ini oleh CEO mereka yang sangat terkenal dingin.
Bian tidak memperdulikan tatapan penuh penasaran dari para kariyawannya , dia terus berjalan dengan langkah tegas menuju ke tempat flo berada .
Dari kejauhan flo bisa melihat bian yang semakin dekat di tempat dian berdiri saat ini , flo langsung menatap tajam kearah bian sedangkan resepsionis di depan flo yang melihat flo seperti itu langsung membalikkan badannya melihat kearah belakang dan betapa terkejutnya sih resepsionis ketika melihat sang CEO sedang menuju kearah mereka.
Bian melihat flo yang menatap tajam kearahnya hanya bisa mengatur nafasnya agar tidak ikutan kesal karena flo berani menatapnya seperti itu di depan kariyawannya .
Setelah tiba di depan flo , bian melihat ada 3 kotak makanan yang sedang di pegang oleh flo , membuat bian menautkan kedua alisnya bertanya-tanya akan hal itu.
Sedangkan flo masih setia menatap bian dengan tatapan tajam , sungguh dia semakin kesal karena bian sedari pagi selalu bersikap menyebalkan .
" Ayo ikut denganku keruanganku ". ucap bian mengajak flo naik ke lantai atas untuk pergi keruangannya karena dia risih melihat kariyawannya sedang melihat kearah mereka
" Tidak perlu , ini ambil makan siangmu dan aku akan segera pergi , aku tidak mau mengganggu kesibukanmu yang sangat super sibuk ". sindir flo dengan pedas
Bian mulai terpancing emosinya karena dia merasa saat ini flo sengaja mempermalukan dia di depan kariyawannya .
__ADS_1
Resepsionis itu hanya bisa diam dan menunduk , dia sungguh tidak ingin ikut campur dengan apa yang terjadi di depannya karena dia tidak mau di pecat cuma-cuma hanya karena mencampuri urusan atasannya.
Tapi resepsionis itu sedikit kesal pada flo karena berani sekali berbicara seperti tadi pada atasannya , dia bukan iri atau apa tapi dia kesal karena bisa saja karena sikap wanita di depannya malah akan merubah suasana menjadi panas dan ujung-ujungnya semua kariyawan kantor yang kena getahnya.
Sedangkan jerry yang baru saja keluar dari lift di lantai 1 jadi bingung dan penasaran karena dia melihat sekarang pandangan para kariyawan malah sedang fokus kearah lobi kantor bahkan mereka tidak menyadari kehadiran jerry saat ini.
" Ada apa sebenarnya ". batin jerry penasaran mulai melangkahkan kakinya dengan pelan
Setelah dengan jelas melihat ternyata yang di lihat oleh para kariyawannya adalah sang bos dan istrinya , jerry langsung menatap tajam kearah kariyawannya yang sedang menonton bak menonton drama di depan mereka .
" Jika kalian masih ingin bekerja di perusahan ini , sebaiknya kalian kembali bekerja atau pergilah ke kantin untuk makan siang bukan sibuk menggosip ". ucap jerry dengan suara yang kuat dan tegas serta tatapan tajam dan dingin yang dia tunjukkan pada kariyawannya
Degg
Para kariyawan yang sedang fokus menggosip dengan padangan fokus kearah CEO dan wanita yang asing bagi mereka langsung terkejut dan takut mendengar suara yang sangat mereka hafal dan takuti di perusahan ini.
Dengan cepat mereka bubar , ada yang ke kantin dan ada yang sibuk membersihkan berkas sampah di atas meja mereka.
Bian yang sudah mulai emosi langsung menarik tangan flo untuk mengikutinya dengan kasar .
Flo sontak kaget dengan perlakuan bian yang baru kali ini sangat kasar padanya .
" Lepasin , bian lepasin ". ucap flo mencoba melepaskan tangan bian dari tangannya yang sedang memegang kotak makanan
Bian tidak memperdulikan ucapan flo , dia terus menarik flo menuju lift saking emosinya bahkan bian tidak menyadari kalau dia baru saja melewati jerry yang berdiri di sekitar ruangan para kariyawan di lantai itu.
" Astaga apa yang sebenarnya terjadi sehingga bian terlihat marah seperti ini , semoga nona flo baik-baik saja ". batin jerry takut terjadi sesuatu pada flo karena dia tahu bagaimana kasarnya bian jika sedang marah
Sedangkan flo semakin kesal pada bian , bisa saja dia langsung memukul bian saat ini tapi dia urungkan niatnya dan pasrah mengikuti kemana bian akan membawanya.
Setelah tiba di ruangan bian , bian langsung mengambil kotak makanan yang di pegang flo kemudian meletakkannya dengan kasar di atas meja di samping sofa yang berada di ruangan itu .
Kemudian dia yang masih menggenggam tangan flo dengan kasar dia langsung mencium flo tanpa aba-aba membuat flo syok dengan tindakan bian sehingga flo langsung diam tak berkutik pasalnya ini pertama kali dia berciuman dengan lawan jenis selama hidupnya.
Tidak mendapat balasan dari flo membuat bian merasa lebih kesal sehingga dia menggigit kecil bibir flo sehingga membuat flo sadar dari diamnya dan langsung membuka mulutnya .
Entah apa yang tengah merasuk diri bian sehingga dia berani bertindak sejauh ini , dia bahkan melupakan kesepakatan yang mereka sepakati dalam surat kontrak pernikahan antara dia dan flo yang mana tidak boleh ada kontak fisik berlebihan jika bukan di depan keluarga bian dan di publik.
Bian mulai memasukkan lid*h nya kedalam mulut flo , dengan lihai bian memulai aksinya dengan ******* dan bermain lid*h di dalam mulut flo.
Flo yang tidak tahu caranya hanya bisa diam dan memejamkan matanya , entah kenapa dia terbuai begitu saja dengan permainan bian yang tadinya kasae berubah menjadi lembut .
Semakin lama semakin flo kehabisan oksigen untuk di hirup membuat bian langsung sadar dan mengehentikan aksinya.
__ADS_1
Keduanya canggung ketika ciuman itu berhenti , bahkan wajah flo langsung merah bagaikam tobat saking malunya sedangkan bian hanya bisa merutuki dirinya karena bertindak di luar batas seperti ini.