Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa
BGB 184


__ADS_3

Setiap matahari terbenam adalah bukti bahwa segala sesuatu memiliki akhir 🧡


Setelah membereskan para musuh yang sudah di kalahkan entah siapa yang telah membunuh semua musuh sebelum gio dan key datang , akhirnya mereka berdua bersama para mafioso yang di bawah oleh mereka langsung kembali ke mansion bian.


Di mansion bian sekarang para tamu undangan sudah tinggal sedikit , banyak dari mereka yang sudah pamit pulang karena hari sudah malam , sekarang sudah jam 6 sore memasuki malam hari.


" Tuan bian dan nyonya maniv , kami pamit pulang dulu , terima kasih sudah mengundang kami dan ini hadiah untuk si kembar ". Ucap rekan bisnis bian sambil memberikan 2 kotak hadiah berukuran sedang pada bian dan flo


Hadiah itu diterima dengan senang hati oleh delano dan delvira , sejak tadi mereka sudah banyak menerima hadiah dari para tamu undangan yang sudah terlebih dahulu pamit pulang.


" Baik tuan gibran , terima kasih juga sudah menyempatkan hadir di pesta ulang tahun kedua anak kami ". Ucap flo tersenyum


" Tentu saja nyonya maniv , kalau begitu kami permisi dulu ". Ucap tuan gibran


Rekan bisnis bian bernama tuan gibran itu pun pergi bersama istri dan putrinya , setelah itu bian dan flo kembali menyapa tamu undangan lainnya yang masih berada di mansion itu.


Varo dan viola sekarang sedang duduk menikmati kue yang di sediakan untuk para tamu di ruangan santai yang masing terhubung dengan ruangan dimana pesta di gelar.


Untung sajaa ruangan di lantai satu mansion bian sangat luas sehingga mereka tidak perlu mengadakan pesta di hotel atau di tempat lain walapun mereka sangat mampu membayar gedung mewah sekalipun dan walaupun mereka memiliki banyak hotel yang memiliki ruangan khusus untuk mengadakan pestaa.


Mereka berdua sedang bersama Al dan xiera serta milka dan jerry yang sedang duduk di sofa lainnya di ruang santai sambil menunggu pesta berakhir .


Tiba-tiba delvira datang menghampiri mereka semua dan langsung menghamburkan pelukannya pada varo dan di sambut baik oleh varo.


" Apa kau senang dengan pesta ulang tahunmu hari ini baby ". Tanya varo sambil membalas pelukan delvira


" Hmm , aku sangat senang uncle ". Jawab delvira benar adanya


Viola hanya diam dengan senyum palsu yang menghiasi wajahnya , delvira yang melihat itu langsung menjulurkan lidahnya kearah viola .

__ADS_1


Untung saja varo dan yang lainnya tidak bisa melihat tindakan delvira yang menjulurkan lidahnya pada viola , melihat dia di ejek oleh gadis kecil yang sejak awal kedatangannya sangat membuatnya kesal , viola langsung melototkan matanya berniat menakuti delvira.


" Huaaaaaa hiksss-hikssss ". teriak devira tiba-tiba menangis tapi itu hanya acting semata


Mendengar teriakan tangisan delvira , varo dan semua orang yang ada di ruangan itu langsung kaget dan menghampiri delvira.


Bukan hanya semua yang ada di ruangan santai saja yang kaget , flo dan bian jug yang sedang menyapa para tamu undangan di buat kaget akan teriakan tangisan delvira yang begitu kuat dan akhirnya flo dan bian langsung bergegas menghampiri delvira.


Viola langsung gugup karena dia tidak menduga gadis kecil itu akan menangis begitu kencang karena dia melototkan matanya saja.


" Hei , ada apa baby ". Tanya varo panik sekaligus kebingungan


" Ada apa delvira , kenapa kamu menangis ". Tanya al khawatir


Milka langsung mengambil ahli delvira dalam gendongannya , dia langsung menangkan delvira yang masih terisak .


" Sudah-sudah , berhentilah menangis , katakan pada aunty , apa yang membuatmu menangis ". ucap milka menenangkan delvira


" Ada apa ini ". Tanya flo dengan wajah dinginnya ketika dia dan bian tiba di ruangan santai


Bian langsung mengambil ahli memeluk delvira dan langsung menenangkannya.


" Kenapa putriku bisa menangis bahkan suara tangisannya terdengar dari jarak yang begitu jauh ". Tanya flo begitu dingin


Viola hanya diam dan beracting dengan wajah yang terlihat khawatir agar flo tidak mencurigainya.


" Sepertinya delvira sudah memulai rencananya ". Batin key yang baru saja tiba karena dia yang berada di luar mansion saja bisa mendengar jelas teriakan tangisan delvira yang begitu kuat


" Tadi dia datang menghampiriku dan langsung memelukku , tapi tiba-tiba dia menangis begitu kuat dan tidak tahu apa penyebabnya ". Ucap varo

__ADS_1


Flo langsung menatap viola dengan tatapan mematikan , melihat tatapan sang adik pada kekasihnya yang seperti itu membuat varo sedikit tidak suka , karena dia pikir kenapa flo menatap viola seperti bahkan viola tidak melakukan apapun .


" Flo , bisakah kau tidak menatap viola seperti itu , kenapa sejak awal kedatangannya kamu terlihat tidak menyukainya , sebenarnya apa yang dia perbuat sehingga kamu terlihat tidak menyukainya ". Tanya varo dingin pada flo


" Varo ". Ucap al menatap datar kearah varo karena al tidak suka flo di bentak oleh siapapun apalagi varo , apalagi hanya karena wanita asing


Suasana di ruangan santai itu menjadi panas karena varo malah membalas tatapan kakanya dengan tatapan dingin.


" Berhentilah bersikap seperti ini di depan para tamu undangan , apa kalian tidak malu di lihat oleh mereka ". Ucap bian menasehati mereka semua karena sekarang mereka sedang menjadi pusat perhatian para tamu undangan


Bian langsung membawa delvira pergi dari ruangan itu , karena dia melihat para tamu undangan yang sepertinya ingin pamit pulang karena perdebatan kaka beradik yang tak lain adalah flo , al dan varo.


" Cihh , aku hanya menatap kekasihmu seperti itu dan kaka malah mengatakan hal seperti itu padaku ? ". Ucap flo dingin


Varo dan flo langsung mengeluarkan aura mematikan mereka masing-masing membuat yang lain yang berada di sekitar mereka langsung merinding.


" Kasihan sekali kamu gadis sialan , bahkan kakamu saja malah membelaku di depan banyak orang dari pada kamu adiknya sendiri ". Batin viola begitu puas


" Varo , apa kamu berani membentak flo hanya karena kekasihmu ? ". Tanya al dengan wajah datar dan dinginya


" sebenarnya ada apa dengan kalian , kenapa kalian terlihat tidak menyukai viola , dia sedari tadi bersikap baik pada kalian tapi kalian malah menyudutkannya seperti ini ". Ucap varo tak habis pikir


Karena perdebatan mereka , sekarang para tamu undangan langsung berbodong-bodong pamit pulang pada bian , bian hanya bisa menahan emosinya karena masih memikirkan para tamu.


Tiba-tiba delano datang dan langsung berdiri di depan flo seakan dia ingin melindungi flo .


" Uncle rendahkan suaramu dan emosimu , kenapa uncle membentak bundaku yang hanya menatap tante viola seperti itu ". Ucap delano membela bundanya dengan menatap varo begitu dingin


" Delano menjauhlah dari sini , ini bukan urusan anak kecil ". Ucap varo menasehati delano

__ADS_1


" Aku tidak akan pernah pergi dari sini disaat bundaku dibentak oleh uncle hanya karena tante itu ". Ucap delano semakin dingin terlihat dari raut wajahnya


Varo langsung memejamkan matanya karena tak habis pikir dengan semua orang yang terlihat menyalahkan viola atas delvira yang tiba-tiba menangis dalam pelukannya.


__ADS_2