
Terkadang wanita ataupun pria berpasangan saling meremehkan satu sama lain karena kekurangan masing-masing , tanpa mereka tahu , jika berani berkomitmen maka harus siap menerima setiap baik dan buruk sifat pasangan , tapi sudah jarang melihat ada pasangan yang mau saling melengkapi karena besarnya ego pada diri masin-masing 🌞
Semua orang sedang sibuk menyusun rencana masing-masing dalam pertempuran ini , entah pihak varo , al dan flo yang sedang menyusun rencana untuk menyelamatkan xiera dan orang yang flo sayangi , entah borneo dan mafia wolf yang menyusun rencana agar bisa menang dalam pertempuran ini.
Tapi di sisi lain , Kondisi xiera semakin melemah , karena pada dasarnya kandungannya memang lemah dan usia kandungan yang masih rentan keguguran , membuat xiera dan janin dalam kandungannya bisa di bilang dalam bahaya saat ini.
Sekarang xiera sudah berada dalam 1 ruangan dengan borneo dengan keadaan masih saja pingsan .
Tiba-tiba pintu ruangan borneo di buka oleh seseorang yang tak lain adalah tangan kananya .
" Tuan , musuh sudah berada di depan markas , apa kita akan langsung menyerang mereka ? ". Tanya tangan kanan itu
" Hmm , tahan mereka sebentar sampai saya turun ke bawah bersama wanita ini ". Perintah borneo
" Siap tuan ". Ucap tangan kanan itu langsung pergi lagi
Di depan markas mafia wolf , memang benar sekarang disana sudah ada Al , gio dan aslan yang berdiri di depan gerbang masuk markas itu.
Mereka tidak di kawal , hanya mereka bertiga saja , sedangkan varo hanya diam di dalam mobil yang tak jauh dari tempat mereka bertiga berdiri saat ini.
" Tahan sampai saya memberikan isyarat untuk segera melakukan sesuai rencana , keselamatan mereka bertiga dan sandera adalah yang utama jadi jangan bertindak gegabah yang bisa membahayakan keselamatan mereka ". Ucap varo melalui alat kecil yang terpasang di telinga yang terhubung dengan al , varo dan lainnya serta para mafioso black sun maupun gold water yang sekarang sedang bersembunyi
Sedangkan al , gio dan aslan sudah siap fisik maupun mental untuk segala yang akan terjadi malam ini dalam pertempuran yang akan mereka hadapi.
Tiba-tiba gerbang masuk markas itu terbuka , Al , gio dan aslan sudah di sungukkan dengan ribuan senjata api yang mengarah kearah mereka ketika pintu gerbang itu sudah terbuka lebar .
__ADS_1
Jarak antara mereka bertiga dan ribuan musuh di dalam sana cukup jauh , tiba-tiba tangan kanan mafia wolf berjalan kedepan mafioso musuh dan berdiri di tengah-tengah mereka semua dengan wajah yang menyeringai.
" Ahh , sepertinya kami memiliki 3 orang tamu yang tidak di undang ". Ucap tangan kanan borneo
Al , gio dan aslan menatap dingin dengan aura mematikan kearah pihak musuh , tapi mereka sama sekali belum berniat bertindak karena mereka fokus pada rencana yang telah mereka susun.
" Dimana xiera ? ". Pertanyaan singkat yang al tanyakan mengenai xiera
" Oh hahaha , sepertinya ada yang tidak sabaran untuk bertemu dengan kekasih hatinya , apa kau begitu khawatir dan takut terjadi sesuatu pada wanita jal*ng itu tuan alvian ? ". Tanya tangan kanan borneo sangat tengil
Al yang mendengar musuh mengatakai xiera begitu buruk , emosinya tidak bisa di tahan lagi , tapi ketika dia hendak ingin menyerang musuh , tangannya di tahan oleh gio dan gio memberikan isyarat untuk tenang.
Bukan tanpa sebab gio menahan al agar tidak bertindak gegabah karena jika al terpancing emosi karena ulah musuh maka musuhlah yang akan memenangkan semuanya .
Tentu saja al sangat kesal di tahan oleh gio tapi apa daya dia harus menenangkan emosinya sendiri karena dia teringat akan pesan gio untuk tidak bertindak gegabah sebelum mereka tiba di sini.
Tangan kanan borneo menyeringai mendengar pertanyaan musuhnya , tapi ketika dia ingin menjawab pertanyaan gio , tiba-tiba borneo datang bersama beberapa mafioso wolf yang sedang memegangi xiera yang masih pingsan .
" Hahaha ternyata di antara ketiga tamu tidak di undang itu ada tuan gio ? , sedang apa wakil ketua mafia black sun repot-repot datang ke markas kecil kami ini ? ". Ucap borneo menjadi sapaan pertama pada al , gio dan aslan
Mata al melotot tajam dan marah ketika musuh menyeret wanita yang dia cintai dengan begitu kasar padahal xiera dalam keadaan pingsan .
" Yakkk , apa yang kalian lakukan padanya hahhh ". Teriak al begitu marah
" Ehh ternyata ada tuan alvian juga disini , ohhhh wanita jal*ng ini maksud anda ? , memangnya kenapa kalau saya memperlakukannya dengan kasar , apa ada yang salah tual alvian ? ".
__ADS_1
" Memangnya siapa wanita ini dalam kehidupanmu , sepenting itukah wanita ini bagimu ? ". Tanya borneo menyeringai memancing emosi al
" Dasar sialan , kauuu..... ". Pekik al sangat marah , dia mengepalkan kedua tanganya agar emosinya tidak meledak saat itu juga
" Haahh ". Borneo menghembuskan nafasnya dengan pelan . " Ada keperluan apa kalian datang ke markas ini ? , apa kalian datang untuk menolong wanita ini atau ada keperluan lainnya ". Tanya borneo lagi mencoba mengulur waktu
" Cihhh , tidak perlu berbasa basi , saya tahu tujuan anda dari semua ini jadi lepaskan nona xiera dan biarkan tuan al dan nona xiera pergi dari sini dan kita akan menyelesaikan masalah di antara kita tanpa melibatkan orang luar ". Ucap gio bernegosiasi
" Orang luar ? , ohh yang benar saja tuan gio , bukannya tuan alvian adalah kaka kandung dari Queen mafia black sun atau ketua mafia anda ? , jadi bagaimana mungkin saya melepaskan mereka begitu saja hahahah , bercandaan anda begitu lucu ". Ucap borneo tertawa menanggapi negosiasi dari gio
" Benarkah ? , hmm ya , tentu saja anda benar bahwa tuan al adalah kaka kandunh dari Queen kami , tapi sepertinya informasi yang anda dapatkan tidak begitu detail sehingga melewatkan suatu informasi yang seharusnya begitu penting anda ketahui ". Sindir gio menyeringai bak devil
Borneo memicingkan matanya mendengar ucapan gio , informasi apa yang di maksud gio yang tidak dia ketahui , dia yang begitu yakin dengan semua informasi yang dia dapatkan tentang flo sekarang menjadi sedikit ragu akan keyakinannya .
Sebelum borneo bertanya apa maksud dari perkataan gio , tiba-tiba tangan kanan borneo mendekat ke arah borneo dan membisikkan sesuatu dan tiba-tiba....
Degggg
Mata borneo melotot kaget mendengar apa yang di bisikkan tangan kanannya , dia melihat gio , al dan aslan dengan tatapan tajam penuh kemarahan ketika mengetahui apa yang di lakukan mereka dan dia yakin apa yang baru saja dia dengar , itu adalah ulah ketiga orang di depannya.
Tapi borneo harus bersikap tenang , dia tidak ingin musuh mengetahui kalau sekarang pikirannya menjadi kacau balau karena apa yang baru saja dia dengar , jika dia menunjukkan kemarahannya saat ini juga , pasti pihak musuh yang akan di untungkan dalam pertempuran ini.
Di dalam mobil , varo yang bisa mendengar percakapan gio dan lainnya dari alat yang di pakai oleh gio , al dan aslan langsung menyeringai tak kala dia mendengar suasananya tiba-tiba sepi dalam sesaat .
" Pasti dia sudah menerima hadiah kecil dariku , maka sekarang aku akan memberikan hadiah sedangnya terlebih dahulu sebelum hadiah besarnya ku berikan padanya nanti ". Gumam varo tersenyum ketika semua rencananya berjalan dengan lancar
__ADS_1
" Cihh , ternyata dia juga merencanakan sesuatu di belakang kami , tapi entah apapun rencananya , aku rasa rencana itu berhasil , apalagi melihat wajah borneo panik ketika di bisikkan sesuatu oleh anak buahnya ". Batin gio yang ternyata juga bisa mendengar apa yang di ucapkan oleh varo melalui alat yang terhubung antara mereka satu sama lain