
Pagi hari di Mansion Pranata. Ada dua orang wanita cantik yang sedang berada diruang keluarga. Ya kedua wanita itu adalah putri dari pasangan pengusaha elektronik yang bernama Arya Pranata dan Diana Pranata. Kedua wanita cantik itu bernama Karlina Merisa Pranata dan Anggika Riani Pranata.
Saat ini Anggika berusia 16 tahun dan Karlina berusia 18 tahun, mereka sekolah di Horikoshi Gakuen salah satu sekolah elit menengah atas di Jepang.
Karlina dan Anggika memiliki postur tubuh dan paras yang sangat menarik sehingga mereka selalu menjadi Primadona di sekolah mereka, namun Karlina dan Anggika memiliki kepribadian yang sangat berbeda.
Karlina sangat suka memamerkan kekayaan dan selalu berkata angkuh sedangkan Anggika sangat suka menyendiri dan tidak banyak bicara sehingga Anggika tidak memiliki teman seorangpun bahkan saudari dan kedua orang tuannyapun membencinya karena mereka menganggap Anggika adalah anak yang selalu membawa sial.
“Anggika kenapa tugas yang kau kerjakan semua salah. Apa kamu mau membuatku malu didepan teman-temanku? Dasar kau anak tidak berguna”. Ucap Karlina sambil melempar bukunya kewajah Anggika. Anggika hanya diam dan terus membaca buku tanpa menghiraukan perkataan Karlina.
“Karlina sayang ada apa ini?. Ucap nyonya Diana sambil berjalan mendekati Karlina yang masih marah-marah. Karlina mengatakan semua yang terjadi kepada sang ibu dengan terus menatap sinis kepada Anggika.
“Anggika kamu ini kenapa sih? Selalu saja membuat Karlina marah, kalau kamu tidak mau membantu Karlina harusnya kau katakan, jangan kau mempermalukannya seperti itu”. Ucap nyonya Diana.
Anggika yang terus saja dimarahi oleh sang ibu dan kakanya hanya diam lalu berdiri dan meninggalkan keduanya, namun saat melewati tangga untuk menuju kamarnya yang berada dilantai atas tiba-tiba tangannya ditarik sang ayah dan langsung memberikan tamparan yang sangat keras dipipi Anggika.
“Anggika kamu harus sopan kepada ibumu dan kakakmu! Ucap sang ayah dengan nada membentak.
__ADS_1
"Kembali keruang keluarga dan minta maaf kepada kakakmu." Seru sang ayah dengan sangat tegas.
Anggika hanya menatap sang ayah sambil memegang pipi yang sudah memerah akibat tamparan sang ayah lalu Anggika kembali melanjutkan langkahnya namun sang ayah tidak membiarkannya, lagi-lagi Anggika ditariknya dengan keras hingga ia terjatuh dari tangga.
Saat terjatuh Anggika bukan dibantu tetapi ditampar kembali oleh ayahnya karena kesal dengan tingkah Anggika yang tidak menghiraukan perkataannya. Dengan penuh amarah sang ayah mengusir Anggika.
“ Jka kau sudah tidak bisa menghargai kami silahkan KELUAR DARI RUMAH INI. Ucap sang ayah dengan nada berteriak.
“Baik” ucap Anggika dengan santai, lalu dia pergi kekamarnya dan mengambil semua barang-barangnya lalu pergi meninggalkan keluarganya.
Anggika keluar dari Rumah Tanpa membawa fasilitas yang Ia gunakan selama ini. Karena sebelum Anggika keluar dari pintu rumah sang ayah berkata “Cepatlah keluar dari rumah ini dan kembalikan semua fasilitas yang ayah berikan dan Anggika pun langsung memberikan handphone, beberapa kartu kredit, dan kunci mobilnya kepada sang ayah.
“Dan ingat Anggika kau bukan saudariku lagi dan selamat menjadi gelandangan” Sambung Karlina dengan nada setengah berteriak sambil menertawakan kepergiaan Anggika yang telah berada diluar pagar.
“Ya Allah, apa salahku sehingga aku selalu saja mendapat perlakuakn buruk dari keluargaku sendiri, apakah aku salah jika memberikan pelajaran kepada kakak agar mau berusaha sendiri ?. Mengapa semua menyalahkanku,” batin Anggika
"Ya Allah kuatkan aku, semoga ini jalan yang baik untuk aku memulai kehidupan yang lebih baik diluaran sana” lanjut batin Anggika.
__ADS_1
Tanpa menoleh Anggika meneruskan langkahnya dengan cepat dan pergi tanpa mempunyai arah dan tujuan. Dalam perjalanan Anggika terus menenangkan dirinya dan terlihat jelas wajah Anggika yang banyak menyimpan kesedihan namun tidak pernah membuatnya menitikkan air mata bahkan saat diusir dan dikatai kasar oleh keluarganya Anggika tidak memberikan ekspresi apapun.
.
.
.
.
.
Readers, Trima Kasih telah membaca novel ini, maaf jika banyak TYPO karena ini adalah novel Perdana saya😘
Berikan komentar dan kritikan kalian, agar novel ini bisa lebih baik.
Dan mohon dukungan yaaaa😍😍
__ADS_1
Author: Hilma Maara👩💻