Bukan Salahku

Bukan Salahku
Episode 8 (Kaget Bukan Kepalang)


__ADS_3

Pagi hari yang cerah mengantarkan Alvin ke sekolahnya.


“Hay vin” Ucap teman-teman Alvin yang telah berada diparkiran saat melihat Alvin keluar dari mobilnya


“Hmm…. Kalian Ngapain di sini”? Tanya Alvin


“Nungguin Lo lah, kita mau tau apa rencanamu untuk berkenalan dengan siswa baru itu” Ucap Rio dan hanya di Oh riakan oleh Alvin lalu Ia pergi meninggalkan teman-temannya.


“Aku harus bisa berkenalan dengan anak baru itu bagaimanapun caranya jika tidak aku bisa habis dikerjai teman-temanku, masa iya aku harus jadi pelayan mereka” Batin Alvin saat memasuki gerbang sekolah.


Berbeda dengan Lina dan kawan-kawan mereka baru saja tiba diparkiran. Dan memutuskan untuk menunggu Riani karena Riani belum datang di Sekolah.


“Lin, Itu Riani, Ayo kita samparin dia” Ucap Lia saat melihat Riani yang baru saja tiba di sekolah dengan menggunakan taksi


“Ri, kok kamu dari kemarin naik taksi? Apa lo enggak punya mobil? Tanya Ika dan langsung dipelototi oleh Lina dan Lia. Karena mereka takut jika pertanyaan Ika akan menyinggung perasaan Riani.


“Gue ngak punya mobil” Jawab Riani Singkat lalu pergi meninggalkan mereka.


“Ka, ngapain lo Tanya masalah yang ngak penting itu kepada Riani, dia bisa tersinggung lo dengan perkataanmu” Ucap Lia


“Kan, aku hanya nanya aja, emang apa yang salah” ucap Ika dengan merasa tidak bersalah


“Ka, lain kali itu mulut jaga dikit napa, aku tidak mau kalau Riani mikir kita dekat dengan dia hanya karena harta” Ucap Lina dan segera mengikuti Riani lalu di ikuti Lia dan Ika


“Ri, Tunggu” Panggil Lina sambil berlari mengejar Riani namun tidak diindahkan oleh Riani.


Saat Riani melewati ruangan kelas XI D dia tidak sengaja menabrak seorang cowok. Namun karena sikapnya yang begitu dingin dia hanya menoleh sebentar lalu terus melangkahkan kakinya tanpa merasa bersalah, dan hal itu membuat cowok tersebut kesal. Tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena bel telah berbunyi menandakan pelajaran akan di mulai.


Di kelas Riani telah masuk seorang Guru yang terkenal begitu kiler.


“Huuu,,, Dia lagi Pasti kita akan di berikan Quis lagi dan jika tidak bisa menyelesaikan pasti akan dapat tugas yang begitu banyak lagi nih, bisa-bisa ngak tidur semalaman” gerutu salah seorang siswa yang berada disamping Riani dengan pelan namun masih bisa di dengar jelas oleh Riani.


Pelajarpun di Mulai, Semua siswa begitu serius memperhatikan pelajaran agar bisa memahami apa yang dijelaskan oleh Guru kiler itu berbeda dengan Riani dia hanya menatap kesembarang tempat sehingga membuat sang Guru kesal.


“Hay kamu” Ucap Sang Guru, Semua siswa menatap sang Guru dan mencari tau untuk siapa panggilan itu.


“Kamu anak baru, ayo maju” panggil sang Guru


“Riani, kamu dipanggil guru tu” Ucap teman Riani yang berada disampingnya, dan Riani langsung maju kedepan kelas.


“Ya, kenapa pak”? Tanya Riani

__ADS_1


“Kenapa, kamu niat belajar atau tidak? Kenapa kamu tidak memperhatikan apa yang saya jelaskan” Tanga sang Guru dengan Marah


“Niat pak” jawab Riani singkat.


“Wah, kayaknya kelas kita bakal kenal masalah ni” Kata Ika


“Kita lihat aja nanti, kayaknya Riani bukan siswa biasa deh” Ucap Lia


Saat Lia dan kawan-kawan sedang berbisik-bisik, teman-teman dikelas X A terlihat mulai ketakutan karena mereka tau pak Bagas tidak akan memaafkan kesalahan orang yang tidak serius dalam mengikuti pelajarannya dan bisa berdampak kepada semua siswa yang berada didalam kelas walaupun yang melakukan itu hanya satu orang saja.


“Siapa Nama Kamu” Tanya Pak Bagas kepada Riani


“Riani” Jawabnya


“Karena kamu tidak mengikuti pelajaran saya dengan baik, maka kamu harus menyelesaikan Quis ini dengan benar, jika kamu tidak bisa menyelesaikan dengan benar dan tepat waktu, maka kalian semua yang berada didalam kelas ini harus menyelesaikan tugas 3 Bab dan kumpulkan besok pagi, kalau sampai kalian tidak kumpulkan maka siap-siap mendapat hukuman lainnya” Ancam Pak Bagas


“Tuh, Kan kita juga yang kena” Ucap Ika


“Anak baru sudah bikin kita kena masalah” Ucap beberapa teman yang ada didalam kelas dan Riani menatap mereka dengan tajam sehingga membuat mereka merasa ketakutan.


“Apa yang bisa saya dapatkan jika bisa menyelesaikan dengan benar dan tepat waktu” Tantang Riani


“Wah ni Anak, punya nyali juga, baru kali ini ada yang seberani ini padaku?” Batin pak Bagas.


“Baik, Saya akan mengerjakannya. jika saya bisa menyelesaikan sebelum waktu istirahat maka bapak harus meliburkan kelas kami selam 3 hari” Ucap Rini dengan senyum liciknya karena Ia tau pasti dengan kemampuannya.


Teman-teman yang berada dikelas begitu terkejut dengan perkataan Riani, ada yang memuji keberaniannya ada juga yang membencinya karena mereka yakin Riani akan gagal.


“Ok, saya setuju, tapi jika tidak maka kalian bukan hanya mengerjakan 3 Bab tapi 10 Bab dalam waktu 3 hari, bagaiamana? Kamu sanggup? Ingat teman-temanmu akan kena imbasnya karena kau telah berani menantang saya” Ucap pak Bagas dengan berusaha menakut-nakuti Riani.


“Ok” Lalu Riani segera menyelesaikan Quis Matematika 5 nomor yang ada dipapan tulis.


Di saat Riani sedang menyelesaikan tugas, Teman-teman yang berada didalam kelas hanya diam dan terus memperhatikan Riani dengan detak jantung yang sudah tidak beraturan karena takut jika Riani tidak bisa menyelesaikannya.


Berbeda dengan Pak Bagas dia hanya memainkan ponselnya sambil menunggu waktu Riani menyelesaiakan tugasnya sehingga Ia tidak mengetahui sampai dimana pekerjaan Riani.


Pak Bagas yakin Riani akan Gagal, namun saat Ia hendak mengingatkan waktu Riani kurang 5 menit, Ia dibuat kaget sekaligus kagum.


“Riani, Waktumu ku…” Ucap pak Bagas sambil menoleh kesamping tetapi berpapasan dengan Riani yang telah berdiri disampingnya.


“Pak, sudah selesai” Potong Riani sebelum Pak Bagas menyelesaikan perkataannya, hal itu spontan membuat pak Bagas begitu kaget bukan kepalang.

__ADS_1


Teman-teman Riani sudah agak tenang tetapi meraka masih ada keraguan takutnya jika hasil pekerjaan Riani semuanya salah.


“I..ii…ini ka..a..mu yang mengerjakan? Ba…gaai....mana.. bi..sa? bukannya.. tadi kau.. hanya.. melamun.” Ucap Bagas terbata-bata saking kaget dan tidak percayanya karena semua jawaban Riani benar.


“Iya Pak, saya harap bapak bisa menepati janji” Ucap Riani lalu kembali ketempat duduk.


Dan teman-temannya ikut terkejut karena Riani bisa menyelesaikan dengan benar dan tepat waktu.


Dengan ucapan yang terbata-bata dari pak Bagas dan juga perkataan Riani yang meminta pak Bagas untuk menepati janji membuat teman-teman di kelas lega karena mereka menyimpulkan bahwa Riani telah berhasil.


“Wah, kamu hebat Ri”


“Kamu keren,”


“Wow,,, Super sekali Riani”


“Bravo”


“Perfect, sudah cantik pintar lagi”


Semua pujian dari teman-teman Riani terlontar sehingga pak Bagas makin kebingungan, bagaimana tidak dia telah berjanji meliburkan kelas Riani jika semua jawaban Benar dan tepat waktu.


Dengan terpaksa ia mengatakan “Baiklah kelas kalian libur selam 3 hari” Ucap pak Bagas.


Namun terlihat jelas raut muka yang bingung dari pak Bagas mungkin dia sedang memikirkan alasan apa yang harus dia berikan kepada pimpinan sekolah.


Kelas Riani menjadi Ribut karena bisa libur selama 3 hari.


.


.


.


.


.


Readers, Trima Kasih telah membaca novel ini, maaf jika banyak TYPO karena ini adalah novel Perdana saya😘


Mohon dukungan yaaaa😍😍 melalui Vote, Like, serta tambahkan menjadi favorite agar Author makin semangat🙏😊

__ADS_1


Dan Berikan komentar dan kritikan kalian, agar novel ini bisa lebih baik.😘


Author: Hilma Maara👩‍💻


__ADS_2