Bukan Salahku

Bukan Salahku
Episode 7 (Puluhan Ribu)


__ADS_3

Jam pulang telah tiba Lina dan kawan-kawan telah berada diparkiran sekolah, mereka menuju mobil masing-masing.


Lina yang melihat Riani hanya berdiri di depan gerbang sekolah menghentikan mobilnya tepat dipinggir Riani.


“Ri, Lo pulang naik ap? Tanya Lina


“Taksi” Jawab Riani Singkat


“Tempat tinggal lo di mana ? biar nanti aku antar.”


“Ngak perlu”


“Ayolah, kita kan udah jadi teman, aku antar ya.” Bujuk Lina. Namun Riani malah pergi meninggalkan Lina dan segera menahan taksi lalu pergi ke Apartemennya.


“Buset tu orang dingin bangat, dari tadi selalu saja ngirit kata.” Gumam Lina dan segera melajukan mobilnya pulang ke Rumahnya.


Tanpa lina dan Riani sadari ada yang memperhatikan mereka.


“Itu, orang apa kulkas sih, dingin amat. Pantas saja tadi dia tidak mau kenalan denganku, lina saja temannya dia seperti itu, apalagi gua” Guman Alvin


Riani telah sampai diapartemenya dia segera membersihkan diri lalu istirahat.


Malam harinya Alvin berusaha memikirkan apa yang harus dia lakukan agar bisa berkenalan dengan cewek dikantin tadi siang.


Alvin terus berfikir hingga ia memutuskan untuk menghubungi Lina.


“Lin, lu dimna? Kok ribut bangat? Ucap Alvin saat telvon sudah tersambung.


“Gue ada dibar milikmu, kenapa?


“Enggak apa-apa sih, eh, lu di Bar ama Siapa?


“Ya biasalah, nih sama Ika dan Lia”


“Temanmu yang satu ngak ikut?”


“Teman yang mana? Yang tadi dikantin?”


“Iyalah, teman yang mana lagi”


“Ngak”


“Oh, gue pikir elu ada bersama dia”.


“Ngak ada. Eh vin, tapi tumben lu nanya-nanya tentang cewe? Apa lo naksir sama dia?


“Ngaklah, dia bukan tipe gue”.


“Yakin?


“Yakinlah, sudah aku mau istirahat” Alvin mematikan telvonnya tanpa menunggu jawaban dari Lina


“Lin siapa yang menelponmu?” Tanya Ika

__ADS_1


“Alvin” Jawab Lina


“Ngomong apa dia?” Tanya Ika


“Ngak ada, cuman nanya aku dimana dan dengan siapa”. Jawab Lina


“Tumben bangat tu anak” Ucap Ika


“Lin, apa karena Riani ya, sampai Alvin nelvon lo? Tanya LIa


“Mungkin Sih” Jawab Lina


“Dasar ya sepupu lo itu ngak bisa lihat cewek cantik langsung didekatin” ucap Lia


“Yah, gitulah mungkin dia belum tau rasanya gimana jatuh cinta sampai itu dia seenaknya aja” Ucap Lina


“Eh, tapi gue lihat Riani bukan orang yang mudah untuk didekatin loh” Ucap Ika


“Iya, Aku pikir juga gitu, dia dingin bangat, dengan kita aja dia tidak banyak bicara” Ucap Lia


“Aku tau, tadi saja aku mau ngantarin dia pulang, eh malah dicuekin” Ucap Lina.


Disaat Lina dan teman-teman asik ngobrol di Bar, Ditempat lain Riani sedang berada disebuah restaurant untuk makan malam.


Saat asik makan tiba-tiba ada yang datang mengahampirinya.


“Nona, Boleh saya duduk di sini? Ucap seorang wanita.


“Silahkan” Jawab Riani sopan lalu meneruskan makan malamnya tanpa menghiraukan orang yang ada didepannya.


“Iya” jawab Riani dengan singkat.


Jawaban Riani yang begitu singkat namun masih sopan membuat sang wanita kagum, karena dia baru pertama kali melihat anak gadis yang apa adanya.


"Kau gadis yang baik nak". guman wanita itu.


Setelah selesai makan Riani pamit untuk pulang.


“Nyonya, saya pamit ya” Ucap Riani


“Iya, Nona” Jawan wanita itu dengan lembut.


Rianipun bergegas pulang karena sudah larut, Ia hanya berjalan kaki karena jarak antara Restorant dan Apartementnya yang tidak begitu jauh.


Namun ada yang mengikuti Riani dari belakang tanpa Ia ketahui.


Kediaman Alexander


“Ayah, Bunda kemana? Kok Ngak ada dirumah?


Tanya Alvin


“Bunda lagi kerestoran di Blok C katanya mau melihat perkembangan restorant kita yang baru d buka itu." Jawab sang Ayah

__ADS_1


Dan hanya di Oh riakan oleh Kevin.


Beberapa saat kemudian Nyonya Rita telah tiba dikediaman Alexander.


“Bun, dari mana? Tanya Alvin


.


“Dari Restorant di Blok C sayang” Jawab Nyonya Rita dengan lembut.


“Bun, aku lapar” Kata Alvin.


“Lapar ya makan” Jawab nyonya Rita.


“Makanannya Ngak enak” kata kevin.


“Ngak enak gimana, Ayah tadi udah makan, semuanya enak kok” kata Tuan Martin.


“Ngak Enak karena bunda tidak suapin”Ucap Kevin manja sedangkan kedua orang tua Kevin hanya bisa geleng kepala melihat tingkah manjanya.


ya, Alvin selalu saja bersikap manja dengan Keluarganya, namun jika Ia berada ditengah teman-temanya akan seperti orang yang kasar dan galak.


“Kamu ini ada-ada aja, pacar kamu diluaran sana sudah puluhan ribu, masih aja minta disuapin, apa kamu lupa umur kamu sudah 17 tahun?” Ejek Tuan Martin


“Bun,,, ayah ngejek Alvin bun”Lapor Alvin pada sang bundanya.


“Ayah kamu benar, pacar banyak tapi minta disuapin, kan aneh” Ejek sang bunda.


“Bun, Yah, Alvin ngak punya pacar, lagian kan Alvin udah janji kalau Alvin punya pacar pasti Alvin akan kenalin kepada ayah dan bunda. Jadi jangan asal nuduh gitu dong, satu aja ngak punya udah di bilang puluhan ribu, dapat info dari mana sih.” Ucap Kevin


“Aduh, Vin kamu ni, mau bohongin Ayah sama bunda ya? Kamu lupa kalau ayah dan bunda punya mata-mata disekolahmu” ucap tuan Martin sambil tertawa


“hmmm… pasti Lina nih yang jadi mata-mata ayah sama bunda” Ucap Kevin kesal


“Sudah, sudah ayo vin bunda suapin kamu makan”ucap nyonya Rita sambil mengajak kevin kemeja makan.


Setelah makan Rita menyuruh kevin untuk segera tidur.


.


.


.


.


.


Readers, Trima Kasih telah membaca novel ini, maaf jika banyak TYPO karena ini adalah novel Perdana saya😘


Mohon dukungan yaaaa😍😍 melalui Vote, Like, serta tambahkan menjadi favorite agar Author makin semangat🙏😊


Dan Berikan komentar dan kritikan kalian, agar novel ini bisa lebih baik.😘

__ADS_1


Author: Hilma Maara👩‍💻


__ADS_2