Bukan Salahku

Bukan Salahku
Episode 10 (Mengobati Luka Riani)


__ADS_3

Saat Lia dan Lina Masuk kedalam Restoran mereka berpapasan dengan Alvin dan kawan-kawan.


“Lin, kalian ke sini juga?” Tanya Alvin


“Iya, emang kenapa? Ada larangan untuk ke Rostoran ini? Tanya balik Lina


“Ya, Enggak sih, cuman heran aja ngak biasanya lo pulang sekolah lagi berkeliaran.” Jawab Alvin dengan santai


“Siapa yang berkeliaran, Gue cuman kangen aja sama bunda Rita jadi gue ke sini” Ucap Lina. Perkataan Lina barusan membuat Alvin curiga


“Kalau lu kangen bunda kan bisa langsung ke Rumah aja, lagian rumah kita kan dekat dan satu arah, lah ini ke Restoran, apa ngak kejauhan tu? Atau jangan-jangan lo mau melakukan sesuatu? Tanya Alvin dengan tatapan curiganya


“Apaan Sih” jawab Lina dan segera masuk kedalam Restoran dengan menarik tangan Lia.


Sedangkan Alvin segera ke ruangan bundanya tetapi sebelumnya Ia menyuruh teman-temannya untuk menunggu di salah satu meja.


“Mba Milka, bundanya ada? Tanya Alvin kepada sekertaris bundanya.


“Ada di dalam Tuan Muda, Ibu tadi sudah mengatakan kalau tuan Muda sudah datang langsung di minta masuk keruangannya saja.”


Ucap Milka dengan sopan.


Alvinpun langsung masuk kedalam ruangan bundanya tanpa salam.


“Bun, ngapain bunda minta Alvin ke sini? Tanya Alvin sambil mendekati bundanya lalu memberikan ciuman pada sang bunda.


“Wa alaikum salam Anak Bunda”


Ucap bunda dan Alvinpun tersadar jika dia tidak mengucapkan salam.


“Hmm… Assalamau alaikum, Ada apa bunda nyuruh Alvin ke sini?”


“Wa alaikum salam. Gitu dong, hmm.. Nggak ada apa-apa sayang... Bunda cuman kangen aja sama kamu nak, Apa tidak boleh bunda kangen sama anak sendiri? Tanya sang bunda dengan berpura-pura cemberut.


“Hmmm,,, Boleh bundaku sayang. Udah jangan cemberut nanti bunda nggak cantik lagi, Alvin nggak mau punya bunda jelek” Ucap Alvin yang ingin mencoba merayu bundanya namun hanya mendapat jeweran dari sang Bunda.


“Maksud kamu, kalau bunda udah jelek kamu akan buang bunda, Gitu? Hah…”Ucap bunda kesal dengan masih menjewer Alvin


“Awww,, Bunda sakit tau, syapa juga yang mau buang bunda sih, bunda itu tetap akan jadi wanita tercantik didunia ini. Aku tidak akan pernah ninggalin bunda karena cuman bunda wanita yang Alvin sayangi” Bujuk Alvin dan bunda langsung melepas jewerannya.


“Kamu kesini sama siapa sayang?” Tanya Bunda dengan lembut.


“Dengan teman-teman Alvin, mereka sedang menunggu Alvin jadi sebaiknya kita menemui mereka ya bun, kasian kan kalau mereka menunggu lama.” Ucap Alvin lalu menarik tangan sang Bunda menuju tempat teman-temannya.


Saat Alvin dan sang bunda sampai teman-teman Alvin segera menyalami sang bunda dan mereka segera duduk lalu mereka memanggil pelayan guna memesan makanan.

__ADS_1


Ditempat lain, Di meja paling pojok Riani memperhatikan Alvin dan teman-temannya Ia tidak bisa melihat wanita yang bersama dengan mereka karena wanita itu membelakangi Riani.


Saat Riani sibuk dengan urusannya dia dikagetkan dengan kedatangan Lina dan Lia.


“Eh, Ri lo di sini juga ya?” Tanya Lina namun Riani hanya menatap sesaat dia tau jika Lia dan Lina yang telah membututinya tadi.


“Hmmm..” jawan Riani


“Boleh Ngak kita gabung di sini dengan lo” Tanya Lina dan tanpa menunggu persetujuan Lina segera duduk dan diikuti Lia.


Dan seperti biasa Riani segera berdiri meninggalkan Lina dan Lia dan menuju kasir guna membayar pesanannya.


Setelah membayar Ia buru-buru pulang namun sialnya dia menabrak Alvin yang baru saja selesai dari Mencuci tangannya.


“Bruk….”


“Hei, lo nggak punya mata apa?” Bentak Alvin tanpa melihat siapa yang menabraknya.


Riani yang malas berdebat tidak menghirukan apa yang diucapkan oleh Alvin Dia tau jika itu adalah Alvin dan pasti akan panjang urusannya jika Dia menjawab setiap perkataan Alvin. Sehingga ia memutuskan untuk meneruskan langkannya.


Tapi sialnya Alvin yang tidak terima diperlakukan seperti itu menarik tangan Riani dengan sangat kuat sehingga Ia terjatuh.


Spontan hal itu menarik perhatian para pelanggan yang berada di Restoran.


Begitupun sang Bunda dan teman-teman Alvin segera mendekat kepada Alvin untuk mengetahui apa yang terjadi.


“Alvin, apa yang terjadi” Tanya Bunda.


“Dia menabrakku Bun” Jawab Alvin santai.


“Terus kenapa kau tidak menolongnya, kasian tu dia terjatuh”


“Biarin aja lah Bun, Dia yang salah, lagian itu pantas buat dia”


“Vin, sejak kapan kau seperti ini, kamu itu harus menolong orang yang lagi susah, jangan seperti ini, bunda nggak suka Vin”.


Lalu sang bunda memberikan tangannya kepada Riani guna menolong Riani agar bisa berdiri.


Saat Rian berdiri Alvin dan teman-temannya terkejut karena perempuan yang sudah Alvin buat celaka adalah Riani.


“What Dia, jadi si Kulkas yang udah nabrak Gue dan yang telah gue buat celaka” Batin Alvin


“Aduh Vin loh belum juga kenalan sudah buat dia Celaka”Batin Rio


“Anak ini kan nona cantik semalam apa dia teman Alvin, tapi kalau iya masa Alvin nggak mau nolongin.” Batin Bunda

__ADS_1


“Waduh, kok jadi gini sih” Batin Lina.


“Vin, Bawa dia keruangan Bunda” Perintah Bunda


“Hmmm…” Jawab Alvin dan langsung memapah Riani yang sedang menahan sakit karena luka dilututnya.


“Ayo, ikut aku” Ucap Alvin kepada teman-temnnya.


“Bunda apa aku bisa ikut keruangan bunda? Perempuan tadi adalah temanku” Ucap Lina sambil mendekat kearah bunda Rita.


“Hei, Nak kamu di sini juga? Kenapa nggak ikut gabung dengan Alvin tadi? Tanya Rita sambil menggandeng Lina menju Ruangannya dan juga di ikuti Lia


“Hmmm.. Iya bun, tadi aku ke sini mau makan siang tapi nggak jadi.


“Kenapa?” Tanya bunda heran


“Nggak kenapa-napa kok bun, hanya saja teman saya tadi pas aku dan Lia datang dia udah langsung pulang jadi batal deh.”


“Apa Kalian lagi marahan?


“Ngg..ak Bun..” jawab Lina ragu-ragu kerena ia bingung mau jawab apa dan itu membuat Bunda Rita sedikit curiga namun dia tidak memertanyakan lagi karena mereka telah sampai diruangannya.


Saat berada di Ruangan bunda melihat Riani yang Diam dengan menahan rasa sakit langsung memarahi Alvin karena tidak langsung mengobati lutut Riani yang terlihat merah.


“Bun, biar Lina aja yang Mengobatinya” Ucap Lina lalu bergegas mengambil kotak P3K lalu mengobati luka Riani.


Setelah mengobati Riani, mereka semua duduk berhadapan dengan Bunda bagaikan mengikuti sidang


.


.


.


.


.


Readers, Trima Kasih telah membaca novel ini, maaf jika banyak TYPO karena ini adalah novel Perdana saya😘


Mohon dukungan yaaaa😍😍 melalui Vote, Like, serta tambahkan menjadi favorite agar Author makin semangat🙏😊


Dan Berikan komentar dan kritikan kalian, agar novel ini bisa lebih baik.😘


Author: Hilma Maara👩‍💻

__ADS_1


__ADS_2