Bukan Salahku

Bukan Salahku
Episode 19 (Tega Mengubur Impiannya)


__ADS_3

Ditempat lain Riani sedang sibuk memandang foto Alvin dan teman-temannya di pulau 5 tahun lalu.


“Selamat ya, buat kalian semua semoga kalian bisa menjadi pemuda yang sukses nantinya, Gue rindu kalian, maafkan gue selama ini meninggalkan kalian, dan Lo Vin gue bahagia bangat saat tau lo udah bisa menyelesaikan s2 di usia muda” Gumam Riani.


Riani yang serius memandang foto tidak menyadari kedatangan seseorang dalam kamarnya.


“Mom, lagi ngapain? Tanya Sabrina yang telah duduk di samping Riani.


“Mom, lagi lihatin foto teman-teman mom sweety” Ucap Riani.


“Apa mom kangen dengam mereka?”


“Tentu Sweety”


“Terus kenapa Mom tidak pergi menemui mereka?


“Mom belum punya waktu”


Selang beberapa menit seseorang datang menghampiri Sabrina dan Riani. Dia menyapa kedua wanita tersebut dengan senyum hangatnya.


“Hay, Princess, Hay Sweety, Kalian lagi ngapain? Tanya Leon.


“Eh, Dad, Nggak ngapa-ngapain kok” Ucap Sabrina.


“Kak bagaiman perkembangan perusahaan? Tanya Riani.


“Al-hamdulillah baik, Oh iya Princess kita mendapat undangan dari keluarga Alexander dalam perayaan syukuran tuan muda Alvin Alexander” Ucap Leon.


“Mengapa kita di undang? Tanya Riani.


“Karena mereka mengundang perusahaan kita, lagian Tuan Martin mengundang semua pengusaha di seluruh Asia” Ucap Leon.


“Kapan Acaranya?”


“Besok Malam”


“Ok, persiapkan semuanya kita akan pergi ke acara itu.


“Apa kau yakin princess? Di sana banyak teman-temanmu”


“Tidak masalah, gue juga udah rindu dengan mereka”


“Baiklah”


Just Info 1 Minggu sebelumnya Riani telah kembali ke Apartement yang telah Ia tinggalkan selama 5 tahun bersama Leon dan Sabrina.


Leon dan Sabrina adalah orang yang Riani tolong 2 tahun lalu, saat itu Riani yang baru pulang dari Tempat latihan karate melihat Leon dipukuli oleh beberapa preman.


Leon terlihat babak belur bukan karena Leon tidak bisa membalas pukulan para preman tapi saat itu Leon berusaha menyelamatkan Sabrina yang baru berusia 2 tahun.


Sejak kejadian itu Riani, Leon dan Sabrina tinggal bersamanya, Leon telah menganggap Riani dan Sabrina seperti adik kandungnya sendiri tapi Sabrina lebih suka memanggil Leon dengan sebutan Dad dan Riani dengan sebutam Mom.


“Mom, Dad, Apakah aku bisa ikut dengan kalian, ke acara itu? Tanya Sabrina.


“Tentu sayang”


*****


Ke esokan malam, Riani telah selesai bersiap, dia memanggil Sabrina dan Leon untuk segera berangkat.

__ADS_1


Tidak membutuhkan waktu lama akhirya mobil yang ditumpangi Riani, Sabrina dan Leon telah tiba disebuah hotel yang begitu mewah. terlihat telah banyak mobil yang berjejeran menandakan para tamu undangan telah banyak yang datang.


“Princess, Sweety ayo kita sudah terlambat nih, tu acranya sudah mulai” Ajak Leon.


Mereka berjalan beriringan, saat memasuki ruangan acara semua mata tertuju pada mereka bagaimana tidak, semua yang hadir mengenal Leon sebagai seorang pengusaha terkenal karena telah menjadi orang terkaya nomor 2 yang selama ini selalu bersikap dingin namun malam ini terlihat bersama dengan seorang wanita dan seorang anak kecil.


Leon, Riani dan Sabrina mencari tempat duduk untuk mereka bertiga lalu leon mengambilkan makanan dan minuman untuk kedua wanita yang di sayanginya.


Mereka terus menyaksikan Acara dengan saksama, Riani telah melihat teman-temannya tetapi dia belum berani menghampiri teman-temannya.


Apalagi harus bertemu dengan orang yang sampai hari ini masih memiliki hatinya, siapa lagi jika bukan Alvin.


Tuan Martin yang telah selesai memberikan sambutan berjalan menghampiri Leon.


“Tuan Leon, Terima kasih anda telah memenuhi undangan kami” Ucap Tuan Martin saat melihat Leon .


“Sama-sama”


“Tuan Leon, Apakah ini anak dan Istri anda?” Tanya Tuan Martin namun Leon hanya senyum dan tidak menjawab


“Tuan Leon jika anda berkenan saya akan memperkenalkan anda dengan anak dan istri saya” Ucap Tuan Martin dan Leon menatap.


Riani untuk meminta persetujuaan setelah mendapat persetujuan Leon mengatakan iya.


Tuan Martin mengajak Leon, Riani dan Sabrina menemui Bunda Rita yang saat berada di meja paling pojok bersama dengan Alvin, Rendi, Rio, Julian, Aldi, Lina, Lia dan Ika.


“Hay, kalian semua ayah ingin memperkenalkan kolega bisnis ayah kepada kalian, dia sangat muda dan sudah menjadi pengusaha hebat semoga kalian bisa mengikutinya” Ucap tuan Martin .


Bunda Rita, Alvin Cs dan Lina Cs segera mengarahkan pandangan mereka kepada Tuan Martin yang sedang berdiri dengan seorang Pria yang sangat gagah namun mereka belum melihat Riani karena Riani masih bersembunyi dibelakang Leon.


Mereka memperkenalkan diri masing-masing yang di mulai dari sang bunda.


“Malam semuanya, saya Leon Albert senang bertemu dengan kalian” Ucap Leon


“Tuan Leon apakah anda tidak ingin memperkenalkan anak dan istri anda? Tanya Tuan Martin yang tidak mengetahui jika itu ada Riani orang yang paling dicintai anaknya.


“Oh, Iya, perkenalkan ini Sabrina Albert” Ucap Leon memperkenalkan Sabrina


Sabrina yang sedaritadi diam langsung senyum dan menyapa orang-oarang yang ada dihadapannya.


“Hay, saya Sabrina om, tante, dan kakak-kakak, saya senang bertemu dengan kalian, mom sering menceritakan tentang kalian” Ucap Sabrina polos


Semua menatap gemas sekaligus terkejut dengan ucapan Sabrina, tiba-tiba Riani ditarik oleh Sabrina tentunya itu membuat yang lain syok.


“Riani” Ucap mereka bersamaan dan membuat tuan Martin bingung.


“Kamu Anggriani Putri kan? Teman sekolah kita dulu? Tanya Lina .


“Ya, Anda benar kak, Mom adalah teman kalian” Ucap Sabrina dan semua mata terbelalak kaget.


Alvin yang melihat Riani ada didepannya begitu senang namun perkataan Sabrina yang memanggil Riani dengan sebutan mom menjadikannya stress dan ingin berteriak sekuat mungkin karena orang yang selama ini dicintai ternyata telah menikah dan memiliki anak.


Semua terdiam tidak ada yang berani buka suara, Tuan Martin pun telah menyadari bahwa Wanita yang bersama dengan Leon adalah wanita yang selalu di nanti anaknya.


Melihat situasi yang kurang baik Tuan Martin segera menutup acara syukuran anaknya yang memang acaranya telah selesai.


Riani meminta Leon untuk mengajak Sabrina pergi kedalam mobil terlebih dahulu.


Setelah Laon dan Sabrina pergi, Riani menatap mereka yang berada di meja pojok tersebut dengan senyum manisnya.

__ADS_1


“Om, Tante” Ucap Riani dengan menyalami mereka.


“Rendi, Aldi, Rio, Julian apa kabar kalian ?


Tanya Riani ke teman-teman Alvin


“Baik” Ucap Rio


“Lin, Ika, Lia Apa kalian baik-baik saja ? Tanya Lia kepada sahabatnya.


“Ya” Ucap Lina


“Vin, bagaimana keadaanmu?” Ucap Riani Lirih namun tidak mendapat jawaban dari Alvin


“Riani, kemana saja kamu selam ini? Tanya Bunda namun tidak mendapat jawaban dari Riani


“Ri, Apa kau sudah menikah? Tanya Lina.


“Gue…..gue..” Belum selesai Ucapan Riani, Alvin telah menarik tangan Riani meninggalkan mereka semua.


Alvin yang sudah tidak bisa berfikir jernih menarik tangan Riani dengan kasar dan membawanya ke taman.


Riani meronta-ronta karena tangannya begitu sakit, tapi Alvin tidak membiarkan Riani melepaskan genggamannya.


“Vin, Sakit, tolong leapaskan tangan gue” Ucap Riani


Dengan tatapan tajam Alvin menatap mata Riani. Alvin melepaskan genggamannya lalu memeluk Riani dengan begitu erat.


“Vin, lepskan lo jangan peluk gue sembarangan” Ucap Riani


“Kenapa Ri? Apa salahku sampai kau meninggalkanku dan menikahi pria itu? Apa kurangnya aku Ri? Ucap Alvin lirih


“Vin, lo nggak salah, gue yang salah telah meninggalkanmu waktu itu, maafkan aku” Ucap Riani lalu meninggalkan Alvin di taman.


Riani segera pergi ke mobil menemui Leon dan Sabrina.


“Kak, bisakah kau pulang terlebih dahulu dengan Sabrina? Gue masih ada urusan” Ucap Riani


“Baik Princes, hati-hati jika pulang nanti ya” Ucap Leon


Perbincangan mereka dilihat oleh Alvin dan tentu membuat dia begitu frustasi, wanita yang di tungguinya telah tega mengubur impiannya.


Hanya dengan Vote, Like dan Komentar bisa membuat Author semakin semangat untuk menulis


.


.


.


.


.


Readers, Trima Kasih telah membaca novel ini, maaf jika banyak TYPO karena ini adalah novel Perdana saya😘


Mohon dukungan yaaaa😍😍 melalui Vote, Like, serta tambahkan menjadi favorite agar Author makin semangat🙏😊


Dan Berikan komentar dan kritikan kalian, agar novel ini bisa lebih baik.😘

__ADS_1


Author: Hilma Maara👩‍💻


__ADS_2