Bukan Salahku

Bukan Salahku
Hari Pernikahan Palsu


__ADS_3

Hari bahagiaku sudah datang, tapi bukan denganmu namun dengan Kekasihku, Evelyn.


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Hari-hari berlalu dengan cepat, saat Arlan menjalaninya dengan hati tidak sabar, ya maksudnya tidak sabar melihat kehancuran dari tunangan sintingnya.


Hari ini adalah tepat hari pernikahan ia dan tunangannya, yang akan dilaksanakan di ballroom mewah dengan Tania yang mempersiapkan segalanya.


Dalam hati Arlan tentu saja tidak peduli tentang beberapa saat yang akan terjadi, saat ia lebih memperdulikan tentang kejadian tadi malam, saat ia akhirnya menemui kekasihnya untuk mengajaknya datang ke acara pernikahannya.


Pernikahan yang tidak akan terjadi, karena ia sudah memiliki rencana lain saat acara.


Tujuannya mengajak kekasihnya datang juga untuk menjadi saksi kunci, dengan apa yang akan terjadi nanti, juga untuk mempertemukan kekasihnya dengan sang ayah__Farid.


Gedung resepsi dan tempat akad nikah sudah disiapkan, Arlan melihatnya sekilas sebelum kembali ke dalam ruangannya, dimana sudah menunggu sepupunya__Riki dan tentu saja Barly yang akan mengatur jalannya rencana.


"Thanks ... Aku harap ini berjalan sesuai rencana," ujar Arlan menatap Riki dan Barly dengan rasa terima kasih tulus.


Barly dan Riki tentu saja mengangguk dan balas dengan senyum semangat, mereka juga tidak sabar untuk menyaksikan kehancuran dari wanita tidak tahu malu, terlebih Riki yang sangat marah karena wanita itu sudah mengganggu adik kesayangannya.


"Tenang saja, kita percaya kejahatan akan terbongkar, Tuhan tidak tidur," sahut Riki dengan yakin, membuat Arlan tersenyum meski tipis.


"Benar, aku tidak sabar," sahut Arlan.


Puk!


"Aku yakin kita akan berhasil, Arl," timpal Barly sambil menepuk bahu Arlan pelan sebagai dukungan.


Akhirnya acara pun di mulai, Tania yang sudah bersiap dengan kebaya putih duduk menunggu calon suaminya, yang sedang berjalan perlahan ke tempat akad.


Jantungnya berdegup kencang saat menunggu detik demi detik berlangsungnya acara akad, acara ijab kabulnya.


Arlan pun duduk di kursi yang sudah di sediakan, dengan penghulu dan wali dari Tania. Juga ada dua orang lainnya, yang akan menjadi saksi pernikahannya.


Penghulu pun memulai acara dengan panduan MC, Arlan pun mengangguk ke arah Barly, kemudian terdengar suara juga video Arlan yang sedang di bopong dua orang, dengan Tania mengikuti.


Suara gaduh terdengar, saat tamu undangan yang hadir berbisik-bisik, kemudian disusul rekaman suara saat Tania dan Kana sedang merencanakan untuk membuat dokumen palsu, juga tentang pengakuan jika Tania lah yang tidak sengaja mendorong ibu Mirna hingga meninggal.


Tania melihat dengan tubuh bergetar, serta air mata mengalir saat para tamu undangan berbisik menggunjingnya.


Bukan hanya itu, tidak lama kemudian polisi pun muncul dengan surat penangkapan atas nama Kana, Keanu dan tentunya Tania atas tuduhan pembunuhan, juga pemalsuan dokumen serta perdagangan ilegal yang dilakukan Kana.


Ketiganya tentu saja meronta dengan segala macam alasan, tapi petugas yang menangkap tidak begitu saja kalah, pihak berwajib memborgol ketiganya dan menggiring ketiganya untuk ikut ke kantor polisi.


Sedangkan Arlan, Riki dan Barly hanya menatapnya dengan datar dan tidak perduli.


Flasback on


Arlan saat ini sedang menemui seseorang, yang mengirim pesan dengan note urgent untuknya.


Arlan pov on


Mengendarai mobil dengan santai, Aku berpikir dalam hati tentang pesan yang aku terima.


Sebenarnya siapa orang itu, sepertinya penting sekali.


Akhirnya aku sampai di tempat yang sudah dijanjikan, di depan gang sebuah rumah makan sederhana, tidak jauh dari rumah keluarga tunanganku.


Apa maksudnya ini?


Aku turun dari dalam mobil, berjalan menghampiri rumah makan itu dan melihat sekeliling yang ramai dengan pejalan kaki.


Tentu saja hanya pejalan kaki, karena aku pun harus memarkirkan mobilku di pinggir jalan dan berjalan memasuki gang.


Memasuki rumah makan itu, aku melihat sekeliling mencari siapa gerangan orang yang berpotensi mengirimi aku pesan.


Sebenarnya siapa, aku tidak ada waktu untuk bermain-main.


Aku yang sedang fokus melihat sekeliling tiba-tiba kaget, saat merasakan tepukan pada bahuku.

__ADS_1


Puk!


Aku segera menoleh dan mendapati ayah dari kekasihku di hadapanku, dengan seorang anak balita di gendongannya.


Siap- ah! Aku lupa, jika ini adalah anak pasangan ayah Evelyn dan Mama Tania.


Aku menatap dengan pandangan bertanya, yang dimengerti oleh beliau dengan menunjuk kursi, hingga akhirnya kami duduk bersama dengan ayah Evelyn yang memangku balita itu.


"Nak Arlan."


"Hn. Ada yang bisa aku bantu?"


Aku masih menunggunya berbicara, saat dia menenangkan balita laki-laki itu.


Ah! Melihat balita seperti itu, membuat aku ingin punya anak juga.


"Om tidak ingin berasa-basi, Om hanya ingin memberikan kamu ini," ujarnya dengan tangan mengulurkan sebuah handphone ke arahku.


"Apa ini?" aku bertanya dengan kening berkerut, tidak paham dengan apa yang ada di hadapanku saat ini.


"Ini rekaman suara dan video, saat Tania merencanakan kejahatan."


Apa!


Aku tentu saja kaget, saat aku mendengar pernyataan ayah Evelyn.


"Maksudnya, ini."


Aku tidak melanjutkan ucapanku, saat aku melihat ayah Evelyn mengangguk dan mendorong handphone itu untuk lebih dekat denganku.


"Gunakan ini untuk membuat keduanya masuk dalam bui, Arlan. Cukup Evelyn menderita karena pengkhianatan Om, Om tidak ingin dia juga kehilangan cintanya, setelah kehilangan ibunya."


Nada suara yang digunakan ayah Evelyn sungguh membuatku tersentuh.


Aku yakin sebenarnya ayah Evelyn pun tidak ingin menikah dengan Mama Kana. Aku bisa melihatnya dari tatapan mata sendu dan penuh penyesalan, belum lagi wajahnya yang semakin tirus dan tidak secerah saat aku melihat barisan foto yang disimpan kekasihku.


Aku menghembuskan napas, kemudian menatap ayah Evelyn dengan senyum meyakinkan.


Ayah Evelyn melihatku dengan ekspresi kaget, saat aku memanggilnya dengan sebutan ayah.


"Kamu ..."


"Iya ... Karena sudah bertemu, maka sekalian saja aku mengatakan keinginan aku kepada ayah. Jika setelah masalah ini selesai, aku akan segera menikahi Evelyn. Apa ayah merestuinya?"


Ayah Evelyn mengangguk dengan mata berkaca-kaca, membuatku tidak bisa untuk tidak tersenyum sedikit lebar dari biasanya.


"Tentu, kebahagiaan Evelyn adalah kebahagiaan Ayah juga. Tolong jaga Evelyn, karena Ayah tahu, Ayah tidak bisa menjaga Evelyn lagi."


Aku mengangguk dengan pasti, kemudian aku menepuk punggung tangan ayah Evelyn.


"Tentu, tanpa Ayah meminta aku akan menjaganya."


"Terima kasih, Arlan."


"Tidak, ini sudah kewajibanku. Tapi ..."


Aku menjeda kalimatku, ragu ingin menanyakan tentang masa lalu Ayah Dan Mama Kana.


"Tapi apa, Arlan?"


Huft ... Aku harus bertanya, agar masalah kekasihku dan ayahnya juga selesai.


"Tapi ... Arlan mau tanya, apakah tidak apa-apa jika pertanyaan ini menyangkut hal pribadi, Ayah?"


"Tidak apa-apa, jika itu bisa membuat kamu tidak penasaran lagi."


Ok ... Aku harap ini sesuai dugaanku.


"Sebenarnya ... Bagaimana bisa, Ayah menikahi Mama Kana?"

__ADS_1


Aku sempat melihat raut wajah kagetnya, namun tidak lama saat beliau tersenyum sedih.


"Ah! Itu, kejadiannya pun Ayah tidak ingat dengan jelas. Yang Ayah ingat, Ayah bangun di pagi hari dalam keadaan tanpa busana dan Nyonya Kana juga ikut tidur di samping Ayah. Dan tidak butuh otak cerdas untuk mengetahui kelanjutannya seperti apa."


Wow ... Aku tidak menyangka jika Nyonya besar Brata bisa melakukan hal hina seperti itu.


Aku sangat yakin, jika ayah Evelyn sangat mencintai mendiang ibu Mirna. Karena Mama Kana bahkan menggunakan cara licik seperti itu, untuk mendapatkan ayah Evelyn.


"Aku mengerti, aku juga tahu, pasti Ayah sebenarnya hanya mencintai mendiang ibu Mirna. Iya kan, Ayah?"


Ayah Evelyn mengangguk dan tersenyum sedih, sepertinya karena kenyataan tentang sang istri yang telah berpulang dengan cara tidak diduga.


"Tentu, hanya Mirna yang Ayah cintai. Jika tidak ada Kenzo, mungkin Ayah juga sudah menyusul Mirna ke atas sana."


Tunggu! Kenzo .... Jangan-jangan.


Aku segera mengalihkan pandanganku ke arah balita di pangkuan Ayah, yang saat ini juga sedang menatap ke arahku.


"Kenzo?"


Ayah melihat aku dengan anggukan kepala, kemudian tersenyum bahagia dan mengayunkan tangan kecil itu ke hadapanku.


"Hai kakak ipar, namaku Kenzo Brata."


Sekarang jelas, kenapa bisa saham perusahaan Brata terjual legal di pasaran. Ini karena Nyonya besar Brata yang menjualnya dan mencucinya dengan nama Kenzo__anaknya.


Astaga! Sungguh wanita tua gila harta.


Flasback end


Maka itu disini lah pasangan ayah-anak itu, duduk berhadapan di ruang tunggu tempat aku, Riki dan Barly tadi berkumpul.


Keduanya saling memaafkan dengan apa yang sudah terjadi.


"Maafkan, Lyn. Ayah, Lyn sayang Ayah."


"Ayah juga sayang kamu, Lyn."


Aku hanya bisa melihat pemandangan di depanku dengan senyum.


Akhirnya aku bisa melihatnya tersenyum dengan mata ikut senyum, Kekasihku.


Arlan pov end


Skip


Beberapa hari kemudian ....


Penangkapan dengan anggota keluarga Brata dan kepala keluarga Widiyo, menjadi berita utama di seluruh stasuin televisi dan majalah juga koran.


Pihak berwenang juga melakukan pemeriksaan kepada ketiganya.


Yang paling berat adalah Nyonya besar Brata__Kana, saat penyidik mempelajari lebih dalam kesaksian dengan berujung rencana kecelakaan mobil beberapa tahun silam.


Hukuman penjara dan denda yang tidak bisa dibilang sedikit, saat Kana harus menjalani hukuman 30 tahun penjara dan denda 200 juta.


Lalu Keanu Widiyo, yang di dakwa dengan Arlan sebagai pelapor, tentang penggelapan dana perusahaan, sehingga perusahaan rugi miliyaran.


Sedangkan Tania, terjerat pemalsuan dokumen dan pembunuhan yang juga mendapat hukuman berat, meskipun bisa di tangguhkan.


Arlan, Barly dan Riki juga mendatangkan saksi atas segala tuduhan, sehingga ketiganya cepat di sidang dan mendapatkan hukumannya.


Karena yang bersalah akan tetap mendapatkan hukumannya, meskipun tidak sekarang namun karma akan tetap berlaku.


Bersambung.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti kisahnya ...

__ADS_1


Terima kasih dan sampai babai.


__ADS_2