Bukan Salahku

Bukan Salahku
Episode 14 (Liburan Bersama)


__ADS_3

“Selalu saja kulkas yang dibela, heran gue, kayaknya bunda lupa nih siapa anaknya sebenarnya” Guman Alvin pelan namun masih terdengar oleh sang bunda


“Vin, Coba ulangi kata-kata kamu itu. Siapa tu Kulkas? Tanya bunda yang memang baru kali ini ia mendengar Alvin menyebut nama itu. Dan Alvin pun hanya diam karena dia baru sadar atas keceplosannya barusan.


“Kulkas itu panggilan kesayangan Alvin untuk Riani Bunda” Jawab Lina polos, spontan membuat Riani kaget begitu juga dengan Alvin


“Lin ngomong apa sih" Ucap Alvin ketus.


"Bun, bun dangarkan Alvin ya, itu bukan panggilan kesayangan, itu cuman sebutan Alvin untuk Riani bun, Karena awalnya Alvin nggak tau namanya jadi Alvin sebut saja dengan Kulkas, itu sesuai kok Bun dengan sifat dinginnya yang bagikan es itu” Sambung Alvin berusaha membela dan menjelaskan kepada sang Bunda namun sang bunda dan teman-teman lain hanya tersenyum.


“Sial tu orang bisa-bisanya Gue dikasih nama Kulkas dasar lo Pempres (PEMuda Pencmburu lagi RESe) ” Batin Riani entah mengapa tiba-tiba dia menyebut Alvin dengan kata Pempres.


“Vin, itu muka lo kenapa? Goda Lia karena sejak mendengar perkataan Lina, secara reflex muka Alvin berubah menjadi merah.


“Emamg ada apa dengan muka gue, perasaan baik-baik saja” kata Alvin sambil memegang mukanya sedangkan teman-temanya hanya bisa tertawa melihat Alvin yang makin salah tingkah.


“Hentikan, Bunda ingin bicara serius dengan kalian semua” ucap Bunda tegas.


Mendengar bunda bicara tegas, Riani, Alvin Cs, Lina Cs langsung diam mereka takut jika akan mendapat hukuman tambahan.


“Bunda telah menyiapkan ini untuk kalian” ucap bunda sambil memperlihatkan gambar sebuah pulau yang begitu indah.


“Maksud Bunda apa? Bukannya ini pulau kita Bun? Untuk apa ? jangan bilang Bunda akan menghukum kita jadi Pelayan lagi dipulau itu, yang benar saja bun, di pulau restorantnya sangat besar dan waktu libur pengunjung sangat banyak bagaimana mungkin kamu jadi pelayan di sana. Plissss Bun, kami janji tidak akan buat kesalahan lagi". Ucap Alvin sambil memohon karena dia tidak ingin merasakan jadi pelayan lagi.


“Bun, lebih baik bunda menjadikan kita pelayan di restoran ini saja selama yang bunda mau, asal jangan dipulau itu bun, mau taruh di mana muka kita bun” Ucap Lina dengan memohon.


“Bunda Rita, kami tau saat menjalani hukuman kami banyak ngerusakin barang-barang bunda Rita, Kami minta maaf kami janji akan bayar semua kerugian bunda” Ucap Rio


“Hei kalian apa-apaan sih, Bunda nggak akan hukum kalian bunda hanya ingin kalian liburan ke sana selama 3 hari”. Ucap Bunda dan itu membuat mareka semua mengeluarkan senyum bahagianya.


“Huuuu,,,, Bunda hampir saja jantung Alvin mau copot, Alvin kira bunda akan menghukum kami lagi” Ucap Alvin dengan melemah.


“Nggak mungkin sayang, kalian telah melakukan hukuman dengan baik,jadi sudah eharunya mendapat hadiah dari bunda. Bagaiman kalian suka? Tanya Bunda kepada anak-anak


“Kami suka Bunda” Jawab semua anak-anak kecuali Riani.


“Jika kalian suka dengan hadiah dari bunda kalian bisa berangkat besok sore, kalian bisa bersenang-senang disana” Ucap Bunda.


“Terima Kasih Bun, kami pasti akan bersenang-senang di sana” Ucap Alvin sambil memeluk sang Bunda.


“Nak, kenapa muka kamu kelihatan tidak senang, apa kamu tidak menyukai hadiah dari bunda? Tanya bunda kepada Riani yang semenjak membahas hadiah terlihat datar saja.


“Nggak kok bu, saya hanya bingung saja, kalau saya pergi dengan yang lain bagaimana dengan sekolah? “Ucap Riani memberi alasan.


“Riani, lo tenang aja, kan sekolah itu milik keluarga Bunda, jadi sudah pasti bunda telah membuatkan surat ijin kepada kita, iya kan bun? Ucap Lina


“Iya nak, kalian tidak perlu khawatir karena bunda telah memberitahukan kepada pimpinan sekolah jika kalian akan berlibur. “ Ucap Bunda


“Jadi, lo bisa ikut kan bersama kita?” Tanya Lia


“Ikut aja Ri, Lagian ini pertama kalinya lo kita liburan bersama” Ucap Lina

__ADS_1


“Iya nak kamu ikut aja” Ucap Bunda sambil mendekati Riani yang hanya diam


“Bagaimana ini klau aku pergi pasti mereka akan mencoba mencari tau siapa aku sebenarnya dan lagian bagaimana dengan pekerjaan dan latihan bela diriku” Batin Riani


“Bu, bisakah Riani tidak ikut liburan dengan mereka” Tanya Riani Lembut


“Kenapa kamu tidak mau ikut nak?” Tanya Bunda balik


“Saya, masih ada urusan bu” Jawab Riani


“Nak, bu mau kamu tetap ikut ya, kamu tidak suka ya dengan hadiah dari ibu? Tanya Bunda dengan raut muka sedih


“Ya Allah bagaimana ini? Apa aku harus ikut aja?”Batin Riani


“Ri, Plissss ikut ya, ya, ya “ Paksa Lina kepada Riani


“Okleh” Riani akhirnya mau mengikuti karena dia tidak ingin melihat Bunda sedih.


“Terima kasih sayang” Ucap Bunda dengan senyum hangatnya karea telah mendapat persetujuan dari Riani begitupun yang lain.


Selesai dengan acara makan malam dan juga perbincangan mengenai liburan mereka pulang ke rumah masing-masing.


Sampainya Riani di Apartemennya dia segera membersihkan diri lalu mengerjakan semua pekerjaannya agar besok hari dia bisa pergi liburan tanpa harus memikirkan pekerjaannya.


Jam telah menunjukan pukul 3 sore Riani, Lina Cs dan Alvin Cs telah berada di Restoram Bunda Rita di Blok C, mereka sengaja kumpul di Restoran tersebut karena Riani yang memintanya.


Setelah semua siap mereka berangkat dengan membagi menjadi 2 kelompok karena mereka tidak ingin terjadi apa-apa kepada kaum cewek walaupun nantinya mobil yang mereka tumpangi akan berjalan beriringan.


Alvin, Rendi, Rio, Lina, dan Riani.


Setelah menyusuri perjalanan yang kurang lebih 3 jam akhirnya mereka sampai pulau milik Alexsander.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pulau Hokkaido


“Akhirnya kita sampai juga ya” kata Lia saat mereka semua telah turun dari mobil masing-masing.


“Silahkam masuk tuan muda” kata pelayan yang sedari tadi menunggu kedatangan Alvin dan yang lainnya.


“Apa kamar sudah di siapkan?” Tanya Alvin


“Sudah Tuan” Jawab Pelayan


Mereka menuju lantai 4 yang merupakan tempat favorit keluarga Alexander bila liburan ke Pulau ini. Di lantai 4 terdapat 10 kamar namun mereka hanya menggunakan 5 kamar, 1 kamar untuk Alvin, 1 Kamar untuk Rendi dan Rio, 1 kamar untuk Julian dan Aldi, 1 kamar Untuk Ika dan Lia, 1 kamar lagi untuk Riani dan Lina.


“Ri, Kok lo diam aja sih dari tadi, apa lo nggak suka ya ikut kita liburan? Tanya Lina kepada Riani saat mereka telah berada di dalam kamar.


“Nggak” Jawab Riani singkat.


“Ri gue yang duluan mandi apa lo? Tanya Lina

__ADS_1


“Lo” Jawab Riani


“Heran gue sama ni anak, sudah hampir 2 minggu kita kenal sikapnya masih tetap aja dingin” Batin Lina saat mendapat jawaban yang begitu singkat dari Riani


“Ok ya, Gue Mandi duluan” Ucap Lina lalu masuk kedalam kamar mandi.


15 menit kemudian Lina telah selesai dengan prosesi mandinya dan saat memanggil Riani untuk mandi dia mendapati Riani telah tidur pulas.


“Ya ampun bisa-bisanya itu anak tidur, apa gue tadi kelamaan ya mandinya, ya sudahlah biarkan, mungkin dia kelelahan, nanti dia juga bangun sendiri kan” Guman Lina


Selesai dengan aktivitas di dalam kamar Lina pergi keruang tamu ternyata di sana telah duduk Julian, Aldi, Rio, Lia dan Ika.


“Hay, Semua” Ucap Lina


“Hay Lin, Mana Riani? Tanya Lia


“Dia lagi tidur, mungkin kelelahan, nanti kalau kita akan makan malam kita bangunkan dia” Ucap Lina dan hanya mendapat Anggukan dari teman-teman lain.


“Alvin dan Rendi Mana?” Tanya Lina beberapa saat kemudian.


“Mungkin masih dikamar” Ucap Rio.


“Kalian nungguin gue ya? Tanya Rendi yang sedang berjalan menuju tempat yang lainnya berkumpul.


“Nggak, Sepupu gue mana?” Tanya Lina.


“Tuh” tunjuk Rendi kearah Alvin yang sedang berjalan kearah mereka.


“Ngomong-ngomong Riani mana” Tanya Rendi


“Masih tidur” Ucap Lina


“Kenapa Nggak lo bangunin sih, sedikit lagi kita akan makan malam, lebih baik lo bangunin dia” ucap Rendi dan Linapun segera menuju kamarnya untuk membangunkan Riani.


Namun saat Lina berada di dalam kamar dia kebingungan karena Riani tidak berada di tempat tidur, ia sudah mencari ke dalam kamar mandi namun tetap tidak ada, dia menjadi sangat panik.


Mereka semua kebingungan karena readers belum vote, like, koment dan simpan sebagai favorit🤭🤭🤭


.


.


.


.


.


Readers, Trima Kasih telah membaca novel ini, maaf jika banyak TYPO karena ini adalah novel Perdana saya😘


Mohon dukungan yaaaa😍😍 melalui Vote, Like, serta tambahkan menjadi favorite agar Author makin semangat🙏😊

__ADS_1


Dan Berikan komentar dan kritikan kalian, agar novel ini bisa lebih baik.😘


Author: Hilma Maara👩‍💻


__ADS_2