
Disaat semua dengan pemikirannya, bunda meminta Riani mendekat kepadanya da Rianipun mengindahkannya.
“Nak, apa kamu lelah?” Tanya Bunda saat Riani telah berada disampingnya.
“Tidak Nyonya” Jawab Riani dengan Sopan.
“Bagaimana dengan luka dilututmu? Tanya bunda kembali.
“Sudah membaik Nyonya” Jawab Riani.
“Alvin, Lina Ajak teman-teman kalian ke Ruang pertemuan, dan kau Milka suruh semua Pelayan ikut berkumpul juga di ruangan pertemuan sekarang.”Perintah Bunda Rita setelah berbicara dengan Riani.
Mereka semua telah berkumpul di ruangan pertemuan dan sang bunda mengambil alih pembicaraan.
“Perhatian semua, saya hanya ingin menyampaikan bahwa mulai hari ini sampai 1 minggu kedepan, Tuan Muda Alvin dan teman-temannya serta Nona Lina dan teman-temannya akan menggantikan pekerjaan kalian mulai dari jam 2 siang hingga jam 8 malam”. Ucap Bunda kepada para pelayan.
“Maaf Bu, lalu bagaimana dengan kami? Tanya salah satu Pelayan.
“Ya, Kalian tetap bekerja sebagaimana mestinya, hanya saja pada saat jam yang saya sebutkan tadi kalian cukup membantu Nona Riani mengawasi mereka bekerja, Apa kalian mengerti? Tanya Bunda Riani dan mendapat anggukan dari semua pelayan yang berjumlah 10 orang.
Restoran keluarga Alexander di Blok C memang tidak terlalu besar dan hanya memiliki karyawan yang terbilang sedikit, dengan total 20 orang. 10 orang pelayan, 5 orang Chaf, 2 orang Kasir, 2 Orang sekuriti dan 1 Sekertaris.
Ika yang awalnya tidak terlibat dalam masalah ikut mendapat hukuman. Sejak hari itu, Alvin Cs dan Lina Cs selalu pulang ke rumah masing-masing dengan rasa lelah yang tiada tara.
Mereka telah menjalani hukuman dengan baik walaupun telah banyak perabotan yang rusak karena kelalaian mereka saat bekerja namun Bunda Rita memakluminya karena ia tau semua mereka tidak ada yang bisa mengerjakan hal-hal seperti itu.
“Alhamdulillah ya, hari ini adalah hari terakhir kita menjalani hukuman” Kata Lia kepaa Cs nya dan Cs Alvin.
“Ya, baguslah” Kata Alvin.
“Eh, tapi ngomong-ngomong aku bingung deh kenapa Riani selalu saja membantu kita, padahal dia kan bisa saja menyuruh kita se enak dia.” Ucap Julian.
“Ya, aku juga bingung dan kalian pasti lihat kan cara Riani bekerja, dia sangat cekatan, gue makin penasaran sebenarnya Riani itu siapa.”Ucap Lia.
“Apa jangan-jangan Riani itu pembantu atau anak seorang pembantu. Dia kan tidak punya mobil dan pekerjaan seorang pembantu sangat enteng bagi dia” Kata Ika Polos.
“Aku rasa juga seperti itu, mungkin Riani itu anak orang miskin makanya dia selalu menghindar dan tidak mau berteman dengan kalian, pasti dia malu” Kata Aldi.
“Hei, Kalian apa-apan sih, Kalau memang benar Riani itu anak pembantu masa iya dia bisa Disini setiap hari, bukannya kalau anak pembantu sangat sulit untuk keluar se maunya? Tapi Riani tidak seperti itu, lagian aku lihat dia memiliki beberapa kartu kredit di dompetnya”. Ucap Lia dan lainnya diam sambil berperang dalam pikirannya masing-masing.
“Aku yakin Riani bukan orang biasa, jika dia orang biasa dia tidak mungkin bisa sekolah di sekolah kita, dan coba kalian ingat beberapa hari lalu, saat situs restorant ini diretas yang mengakibatkan kekacauan sistem, Riani dengan lihainya menangani hal itu dengan begitu cepat.” Ucap Lina membenarkan perkataan Lia.
“Mungkin ada yang Riani sembunyikan dari kita, aku sangat yakin dia bukan orang susah” Sambung Lina
__ADS_1
“Sudahlah, tidak usah bahas kulkas lagi, gue udah bosan mendengar namanya. Tidak bunda, tidak kalian tidak siswa di sekolah semua membicarakannya. Emang apa beruntungnya buat kita tau tentang dia, Lagian mau dia kaya atau miskin itu bukan urusan kita.” Kata Alvin kesal lalu meninggalkan teman-temannya.
Mereka semua kembali bekerja tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam.
“Tuan, Nona, Kalian semua di minta keruang VVIP sekarang, Ibu mau bertemu dengan kalian semua” Ucap Milka kepada Alvin cs dan Lina Cs yang telah berada di meja panjang diruang para pelayan.
Tanpa bertanya apapun, Mereka semua berdiri dan segera melangkah ke ruangan VVIP, dan benar saja di ruangan tersebut telah duduk Riani dan Bunda Rita.
“Bun, ada apa ?” Tanya Alvin ketus.
“Kok, kamu masih aja marah sama bunda sih, kan hukumanmu sebentar lagi selesai” Kata Bunda sambil mengelus lembut punggung Alvin .
“Alvin nggak marah kok bun, Alvin hanya lelah saja jadi emosi Alvin kadang tidak stabil” Ucap Alvin sambil senyum.
Lalu bunda menyuruh mereka semua duduk dan menikmati makan malam yang telah Ia siapkan untuk merayakan keberhasilan mereka dalam menjalani hukuman.
“Bunda minta maaf ya kepada kalian semua karena telah menghukum kalian selama 1 minggu ini” Ucap sang bunda di sela-sela makan mereka.
“Bunda nggak perlu minta maaf, kami tau bunda melakukan ini pasti untuk kebaikan kita semua” Ucap Alvin .
“Iya Bun Alvin benar, dengan hukuman ini juga kami bisa belajar bertanggung jawab” Ucap Lina dan mendapat anggukan dari teman-teman lalu mereka mengeluarkan senyum terbaik masing-masing.
“Riani, Ibu minta maaf juga ya,,” Ucap Bunda Rita yang sejak beberapa hari ini telah dipanggil Ibu oleh Riani.
“Maaf, Untuk apa bu? Tanya Riani.
“Nggak perlu minta maaf bu, Riani senang kok ada di sini” Ucap Riani .
Perbincangan Riani dan Bunda Rita terus berlanjut sehingga membuat Alvin merasa terabaikan.
“Bun, apa perlu Alvin dan yang lainnya pergi aja ya, supaya bunda bisa leluasa berbincang dengan anak kesayangan bunda” Ucap Alvin ketus.
“Maksud kamu apa sayang? Anak Bunda cuman kamu. Kok kamu bicara seperti itu? Tanya Bunda Bingung.
“Bun, Alvin itu lagi cemburu karena Bunda lebih perhatian kepada Riani dari pada dia” Kata Lina dan hal itu membuat yang ada diruangan itu tertawa. Sedangkan Alvin menahan rasa kesal terhadap semuanya.
“Alvin sayang, bunda minta maaf ya, bunda nggak ada maksud buat kamu cemburu, bunda sayang bangat sama kamu nak, tidak ada ada yang bisa gantiin posisi kamu, jadi jangan cemburu ya” Kata bunda lembut guna merayu Alvin yang tengah cemburu.
“Hmmm,,, kalau bunda sayang Alvin, bunda harus suapin Alvin sekarang” Kata Alvin masih dengan wajah kesalnya.
Perkataan Alvin spontan membuat teman-temannya terkejut dengan permintaan Alvin yang layaknya anak kecil.
“Haah,,, baru tau gue kalau dia itu sangat cemburuan dan begitu manja.” Batin Riani.
__ADS_1
“Yakin lo vin mau suruh suap? Apa nggak malu tuh sama yang lain? Bisik Rendi yang sangat tau sifat Alvin yang tidak akan memperlihatkan sifat manjanya kepada sembarang orang. Karena selama ini yang tau sifat manja Alvin hanya Rendi seorang.
“Bodoh” jawab Alvin dan langsung menerima suapan dari sang bunda.
“Aku baru tau kalau Alvin bisa cemburu dan bisa bersifat seperti anak-anak” Ejek Lina dan lagi-lagi itu menjadi bahan tertawaan teman-teman yang lain.
“Sudah, sudah jangan tertawa lagi, lanjutkan makan kalian” Perintah Bunda.
“Baik Bun” Kata mereka kompak. Akhirnya mereka melanjutkan makan malam dengan hening.
“Anak-anak bunda ingin menyampaikan sesuatu buat kalian” kata sang bunda setelah semua selesai makan.
“Apa Bun?” Tanya Alvin.
“Bunda putuskan kalian bebas dari hukuman dan tidak perlu menjadi pelayan lagi” Kata Bunda dengan senyum usilnya.
“Huuu... Alvin kira Apaan, kalau hanya itu Alvin juga sudah tau bun”. Ucap Alvin kesal.
“Hmmm….Lina kira akan diberi hadiah, ini malah diberi tau sesuatu yang tidak penting” Ucap Lina yang juga ikut kesal.
“Oh, kalian mau hadiah? Emang hadiah apa? Tanya sang Bunda.
“Terserah” Jawab Alvin Cs dan lina Cs.
“Kalau kamu mau hadiah apa nak? Tanya Bunda dengan lembut kepada Riani.
“Saya tidak butuh hadiah bu” Jawab Riani Lembut.
“Tu, harusnya kalian contoh Riani, Dia tidak butuh hadiah Padahal bunda tau yang paling banyak kerja itu Riani kan? Sedangkan Kalian taunya ngehancurin peralatan bunda aja. Harusnya kalian minta maaf kepada bunda bukan malah minta hadiah” Kata sang bunda dengan pura-pura marah.
.
.
.
.
.
Readers, Trima Kasih telah membaca novel ini, maaf jika banyak TYPO karena ini adalah novel Perdana saya😘
Mohon dukungan yaaaa😍😍 melalui Vote, Like, serta tambahkan menjadi favorite agar Author makin semangat🙏😊
__ADS_1
Dan Berikan komentar dan kritikan kalian, agar novel ini bisa lebih baik.😘
Author: Hilma Maara👩💻