Bukan Salahku

Bukan Salahku
Episode 4 (Begitu Aja Tidak Tau)


__ADS_3

Cahaya matahari mulai menyinari ruang kamar tuan Surya sehingga membuat Ia terbangun, lalu Ia bergegas keluar kamar menuju ke kamar Anggika.


“Sayang bangun, sudah pagi kita harus ke Rumah sakit menjenguk kakakmu” Ucap kakek Surya dengan lembut


“Hmmm…Iya kek” Jawab Anggika dengan nada baru bangunnya.


Selesai dengan semua kegiatan dikamar kakek Surya dan Anggika berjalan menuju dapur guna untuk sarapan. Terlihat makanan sudah terhidang di atas meja. Sehingga tidak membutuhkan waktu lama kakek Surya dan Anggika menyelesaikan makanannya dan bergegas keluar Mansion karena pak Dim sudah menunggu mereka dihalaman Mansion.


“Silahkan masuk Tuan, Nona” Ucap Pak Dim


“Ok” Jawab Anggika


“Pak Dim, Apakah kamu sudah mendapat kabar mengenai kondisi Karlina?” Tanya Tuan Surya saat mobil telah menuju Rumah Sakit


“Iya Tuan, Kondisi Nona Karlina sudah membaik, Semalam belum lama kita kembali dari Rumah Sakit Nona Karlina telah sadarkan diri dan mungkin besok sudah bisa pulang karena luka dikepala nona Karlina tidak terlalu serius” Jawab Pak Dim


“Alhamdulillah, Bagus kalau memang seperti itu” jawab Tuan Surya Kembali


“Kek, benaran kakak sudah sadar? Berarti kakak udah sembuh ya, kek! Ucap Anggika sambil tersenyum


“Iya sayang”


“Yeee..yee.. kakak sudah sadar. Berarti ayah dan ibu tidak akan marah lagi sama anggika. Anggika bisa bermain bersama kakak lagi. Eh..tapi Anggika mau minta maaf dulu ah, baru ajak kakak main. Horee. Ye..yey..Kakak Sembuh, Kakak sembuh yee..yeeee….” Ucap Anggika dengan penuh bahagia dan itu membuat kakek Surya dan pak Dim ikut tersenyum.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aizawa Hospital Again


“Buka mulutmu sayang, kamu harus makan, supaya kamu cepat sembuh” Ucap Nyonya Diana


“Aku tidak Mau bu”


“Makanlah sedikit sayang, habis itu minum obat, ayo…”


“Baiklah”

__ADS_1


“Anak Pintar”


“Bu, di mana Ayah?


“Ada pergi keruangan dokter Andre nak”


Setelah acara makan dan minum obat yang dibumbuhi dengan perbincangan kecil, Karlina ingin istrahat. Namun tertunda karena saat mau memejamkan mata tiba-tiba tuan Arya dan dokter Andre masuk kedalam ruangan Karlina dan menanyakan keadaannya.


“Selamat pagi nona cantik” Sapa dokter Andre


“Pagi” jawab Karlina


“Bagaimana Keadaanmu nona Cantik?”


“Mau tau aja atau mau tau bangat om?”


“Mau tau aja, hiii.hii.”


“Hmm… Om kan dokter harusnya tau dong keadaanku”


“Oh. Iya lupa. Hi.hi..”


“Udah Dong”


“Wah, pintarnya nona cantiknya om, terus udah makan apa belum nih?”


“Ya udalah, kan sebelum minum obat harus makan dulu. Gimana sih om. Katanya dokter, kok begitu aja tidak tau. Huuu


".


Karlina dan Dokter Andre terus berdebat dan itu membuat Tuan Arya dan Nyonya Diana ikut tertawa karena Karlina terus mengejek dokter Andre dengan nada menggodanya.


Setelah puas berdebat dan telah selesai memeriksa kondisi Karlina, dokter Andre pamit untuk memeriksa pasien lain.


Saat dokter Andre keluar dari kamar Karlina berpapasan dengan kedatangan tuan Surya, Anggika, dan Pak Dim. Dokter Andre menyapa mereka bertiga lalu melanjutkan langkahnya unruk memeriksa kondisi pasien lain sedangkan tuan Arya, Anggika dan Pak Dim melangkah masuk keruangan Karlina.

__ADS_1


“Kakak, kakak” Ucap Anggika sambil berlari ketempat tidur Karlina


“Hei,, Anggika pelankan suaramu, Jangan Ganggu Kakakmu, dia mau istrahat” ucap nyonya Diana


“Ma..af bu, Anggika hanya terlalu senang. tadi kata kakek, kakak sudah bisa pulang, itu artinya kakak sudah sembuh kan bu?”.


“Iya, kakakmu sudah bisa pulang tapi masih harus banyak istrahat, jadi kamu jangan ganggu kakakmu”


“Aku tidak akan ganggu kakak bu, aku hanya mau minta maaf sama kakak, dan mau ajak kakak bermain”.


“Tidak usah, mulai sekarang kamu jangan dekat-dekat dengan kakakmu lagi”.


“Tapi kenapa bu, apa salah Anggika?


“Karena kamu pembawa sial, yang ada kakakmu akan celaka kalau bersama denganmu”


Anggika yang mendapat perkataan buruk dari ibunya hanya bisa menangis. Anggika yang telah berfikir dengan sadarnya sang kakak akan membuat Ia tidak dimarah lagi ternyata salah.


Tuan Surya dan Pak Dim hanya diam dan berusaha menenangkan Anggika. Berbeda dengan tuan Arya dan Karlina yang terlihat menatap benci kepada Anggika.


Setelah hari itu, Anggika terus mendapat perlakuan buruk dari orang tua dan kakaknya, semua yang dilakukan Anggika selalu saja salah di mata mereka. Hanya tuan Surya yang selalu membela dan menyayangi Anggika.


.


.


.


.


.


Readers, Trima Kasih telah membaca novel ini, maaf jika banyak TYPO karena ini adalah novel Perdana saya😘


Mohon dukungan yaaaa😍😍 melalui Vote, Like, serta tambahkan menjadi favorite agar Author makin semangat🙏😊

__ADS_1


Dan Berikan komentar dan kritikan kalian, agar novel ini bisa lebih baik.😘


Author: Hilma Maara👩‍💻


__ADS_2