Bukan Salahku

Bukan Salahku
Episode 16 (Hampir Gila Karena Lo)


__ADS_3

“Lo kasar bangat sih” Ucap Alvin membuat Riani kaget karena dia sangat kenal dengan suara tersebut.


“Astaga itu kan si Pempres (Pemuda pencemburu lagi rese)” Batin Riani


“Maaf, lagian lo ngapain di sini dan itu kenapa juga lo peluk-peluk gue” Ucap Riani sambil memberikan tangannya guna menolang Alvin agar bisa berdiri.


“ Lo kemana aja, Bikin gue dan teman-teman pusing aja” Tanya Alvin tegas namun terlihat khawatir.


“ Gue, nggak kemana-mana” Jawab Riani


“ Lo tau ngggak kita semua kebingunggan nyariin lo”.


“Oh”.


“Hanya oh, lo tau gue sampe nggak tidur cuman mikirin lo, hiiiiii, emang ya wanita bisanya cuman bikin pusing”.


“Siapa yang suruh lo nggak tidur? Lagian yang lain kayaknya sudah pulas tu, lo nya aja yang ribet.


“lo yah,,, sudah buat gue stress tapi tetap aja nyolot, cepat katakan lo dari mana”.


“Aku dari…..” ucapan Riani terpotong karena dia sudah tidak sadarkan diri.


Alvin yang melihat Riani pingsang langsung membawa Riani kedalam Villa, dia membawa Riani kedalam kamarnya.


Selama ini Alvin tidak pernah membawa cewe kedalam kamarnya walaupun telah banyak cewek yang menjadi korban playboynya.


Alvin begitu khawatir dengan Riani yang tidak sadarkan diri, Alvin memanggil pelayan wanita untuk mengganti pakaian Riani dengan yang lebih tebal karena suhu badan Riani sangat dingin.


Setengah jam kemudian Riani sadarkan diri. Riani kebingungan karena baju yang Ia gunakan sudah berbeda dari sebelumnya ditambah lagi tidak mendapati siapapun di ruangan itu, bahkan Riani tidak mengetahui kamar siapa yang dia tempati sekarang.


Riani hanya ingat dia pingsang saat di pantai bersama dengan Alvin. Riani yang merasa lapar berusaha untuk turun dari tempat tidur guna mencari makan di pantry namun saat ia hendak turun dari tempat tidur Alvin masuk ke dalam kamar.


“Lo udah bangun? Ucap Alvin Lembut.


“Ya”.


“Lo mau kemana? Jangan banyak bergerak dulu”.


“Gue mau makan”


“Lo lapar?”


“Iya”


“Lo tunggu di sini biar gue yang ambilin lo makanan”


Alvin pergi ke Pantry untuk mengambil makanan dan juga membuatkan susu untuk Riani.


Tidak menunggu lama Alvin telah kembali kedalam kamar.


Alvin yang masih khawatir dengan kondisi Riani, dia berinisiatif untuk menyuapi Riani, awalnya Riani menolak, namun karena Alvin yang terus memaksa akhirnya Riani hanya bisa menurut.


Alvin menyuapi Riani dengan penuh kelembutan, sekali-kali Alvin membersihkan mulut Riani dengan tanggannya.

__ADS_1


“Kenapa hati gue jadi tidak karuan gini ya” batin Alvin saat memandangi wajah Riani.


“Waduh, kenapa Alvin natap gue sampai segitunya, apa ada yang salah dengan muka gue?” batin Riani.


Setelah selesai makan dan minum susu Alvin menyuruh Riani untuk kembali istrahat. Riani pun hanya mengangguk tanda ia setuju.


“Vin, ini kamar siapa? Tanya Riani saat ia akan istrahat.


“Gue”


“Kalau gitu gue keluar aja ya, kasian pasti lo belum tidur juga kan” Ucap Riani dan hendak turun dari tempat tdiur namun ditahan oleh Alvin


“Lo nggak usah kemana-mana, yang ada lo menghilang lagi, pokoknya lo di sini aja gue akan jagain lo” Ucap Alvin Lalu ia memilih berbaring dikursi sofa yang tidak jauh dari tempat tidur Riani.


Alvin terus menatap Riani dengan saksama, ada bebrapa pertanyaan yang ingin Alvin tujukan kepada Riani. Namun dia urungkan karena melihat Riani yang sudah tertidur.


Tepat jam 5 subuh Riani terbangun, dia pergi meninggalkan kamar tanpa sepengetahuan Alvin karena Alvin masih tertidur dengan pulas mungkin karena Alvin yang baru tidur jam 4.


Riani pergi Sholat di musholah yang tersedia di pulau tersebut, lalu dia kembali ke kapal yang semalam jadi tempatnya mengurus saham Pranata karena laptop dan juga Hpnya mash tertinggal di tempat itu.


Riani yang masih mengantuk kembali tidur dalam perahu sederhana itu. Sedangkan Alvin telah terbangun karena Rendi menyelonong masuk ke dalam kamarnya.


Alvin yang masih ngantuk memarahi Rendi. Namun Rendi tidak memperdulikan ocehan Alvin. Rendi terus membangungkan Alvin.


“Vin, Vin” Teriak Alvin sambil membuka gorden jendela.


“Hmmm”.


“Vin, Bangun in sudah pagi kita harus mencari Riani, teman-teman lain sudah menunggu di ruangan tam tuh” Ucap Rendi dan seketika Alvin tersadar saat mendengar nama Riani.


“Riani belum kembali dari semalam makanya lo cepat bangun kita cari dia” Ucap Rendi yang tidak mengetahui jika Riani telah kembali semalam.


“Riani udah kembali, Dia semalam ada di sini bersamaku dan tadi dia ada tidur di kasur itu” Ucap Alvin.


“Apa? Riani kembali? Terus kemana dia? Tanya Rendi.


“Mana Gue tau” Jawab Alvin panik


Alvin bergegas keluar kamar dan mencari Riani, teman-teman yang melihat Alvin dan Rendi panik menanyakan apa yang terjadi.


Rendipun menceritakan bahwa Riani telah pulang semalan tetapi sekarang menghilang lagi.


Rendi yang melihat Alvin begitu kacau mencari keberadaan Riani merasa heran karena selama ini Alvin tidak pernah peduli dengan wanita bagi Alvin wanita hanya menyusahkan.


Sikap Playboy yang Alvin miliki hanya menjadikan wanita sebagai teman jalan tidak lebih.


Rendi berusaha menenangkan Alvin “ Vin, lo tenang, Riani pasti kembali mungkin saat ini dia masih ada urusan jika urusannya selesai pasti dia kembali” Ucap Rendi


Alvin kembali tenang dia menyuruh Rendi untuk mengambil Laptopnya. Saat leptop telah ditangan Alvin, dengan cepat Alvin menghubungkan semua CCTV yang ada dipulau tersebut. Alvin menemukan Riani karena Riani tidak meretas CCTV sehingga dengan mudahnya Alvin mengetahui tempat Riani.


Setelah mengetahui tempat Riani, mereka semua pergi menuju tempat itu. Mereka mendapati Riani sedang tertidur pulas didalam kapal merasa lega.


Alvin yang tidak ingin Riani terbangun segera mengendong Riani dan membawanya kedalam Villa. Semua yang ada ditempat itu sangat terkejut dengan sikap Alvin yang begitu khawatir dengan Riani, bahkan Alvin rela menggendong tubuh Riani padahal jarak antara kapal dan Villa begutu jauh.

__ADS_1


“Vin, jika kau sudah tidak kuat berikan saja Riani padaku, Biar aku saja yang menggendong Riani” Ucap Rendi yang telah melihat Rendi mulai kecapean.


“Nggak Usah” Alvin terus berjalan hingga sampai di kamar milik Riani dan Lina.


Alvin meletakkan Riani dikasur lalu menyelimutinya. Alvin yang tidak ingin mengganggu tidur Riani mengajak teman-teman lain pergi ke Ruangan Tamu.


“Vin lo, minum dulu pasti lo capek” Ucap Lina sambil memberikan segelas air kepada Alvin saat mereka telah berada diruangan tamu.


“Vin, boleh lo ceritain kepada kita bagaimana Riani bisa kembali” Tanya Lina.


Alvinpun menceritakan kejadian yan sebenarnya. Semua teman-teman mengangguk tanda paham.


“Vin, gue kok lihat lo perhatian bangat sama Riani, apa lo suka sama dia? Tanya Aldi yang sedari tadi memperhatikan sikap Alvin yang begitu lembut kepada Riani namun Alvin tidak menjawab.


Beberapa saat kemudian Riani keluar dari kamar bersama Lina dan menuju tempat teman-teman lain berkumpul.


Sebelumnya Lina pamit untuk melihat Riani dan saat Lina sampai di kamar dia telah melihat Riani yang baru saja bangun dari tidurnya. Lina yang melihat muka Riani kebingungan menjelaskan semua yang terjadi.


“Maaf, telah membuat kalian khawatir” Ucap Riani saat sampai ditempat teman-teman berkumpul dan mendapat tatapan tajam dari Alvin.


“Apa? Maaf lo bilang? Lo nggak tau apa kita semua hampir gila karena lo? Ucap Alvin dengan nada tingginya.


Alvin bukannya marah kepada Riani namun kerena kekhawatiran yang begitu berlebihan sehingga tanpa sadar kata-kata itu keluar dari mulutnya saat melihat Riani.


“Aku tau, aku salah maafkan aku” Ucap Riani melemah.


“Lo kalau nggak suka liburan dengan kita bilang, jangan buat hal-hal gila seperti ini, kalau lo kenapa-napa bagaimana? Lo sadar nggak lo itu sudah nyusahin kita” Ucap Alvin tegas.


Lina Cs dan Teman-teman Alvin hanya bisa bengong dengan perubahan sikap Alvin. Sikap yang Alvin tunjukan sebelumnya jauh berbeda dengan sekarang.


“Vin, sudahlah yang terpenting Riani telah kembali dan dia juga sudah minta maaf” Ucap Rendi mencoba mengkeruhkan suasana.


“Iya benar tu vin, lebih baik kita sarapan lalu kita bersenang-senang, kita ke sini kan untuk bersenang-senang, jadi sudahlah” Ucap Lina


Akhirnya emosi Alvin kembali stabil, lalu mereka memsihkan diri dan bersiap-siap untuk bermain di pantai.


Sedangkan readers bersiap-siap untuk nge vote, like, komen, dan menyimpan novel ini sebagai favorit🤭🤭🤭


.


.


.


.


.


Readers, Trima Kasih telah membaca novel ini, maaf jika banyak TYPO karena ini adalah novel Perdana saya😘


Mohon dukungan yaaaa😍😍 melalui Vote, Like, serta tambahkan menjadi favorite agar Author makin semangat🙏😊


Dan Berikan komentar dan kritikan kalian, agar novel ini bisa lebih baik.😘

__ADS_1


Author: Hilma Maara👩‍💻


__ADS_2