
Ke esokan harinya Alvin Cs dan Lina Cs telah berkumpul di parkiran mobil guna menunggu Riani.
“Kok, Riani belum nyampe-nyampe ya” Ucap Lia.
“Iya, ya, Gue udah hubungin tapi nggak aktif” Ucap Lina.
“Vin, apa Riani udah hubungin lo? Tanya Lia.
“Belum, semalam pas sampe Rumah gue coba hubungin dia tapi nggak bisa, gue pikir mungkin dia udah tidur jadi gue biarin aja, dan tadi karena gue bangun agak kesiangan belum sempat nelvon dia, Mungkin dia masih dalam perjalanan” Ucap Alvin santai namun hatinya sudah mulai mengkhawatirkan Riani.
“Apa Riani sakit ya? Tanya Ika.
“Sudah, jangan panik dulu, kita tunggu aja? Ucap Rio.
Bel masukpun berbunyi dengan terpaksa mereka masuk ke kelas masing-masing, Alvin yang tidak mendapat kabar apapun dari Riani begitu khawatir, sejak semalam Riani tidak pernah mengaktifkan ponselnya.
Waktu terus berputar tanpa terasa bel pulang sekolah terdengar. Sebelum meninggalkan sekolah Lina menghubungi Alvin dan yang lainnya untuk ketemuan di restoran Bunda Rita, mereka akan mencari tau alasan Riani tidak masuk sekolah dan juga tidak bisa dihubungi.
“Lin, bagaimana apa lo udah dapat kabar dari Riani? Tanya Alvin saat ia tiba di Restoran Bunda
“Belum”
“Kemana ya Riani, Kok perasaanku nggak enak, apa dia baik-baik saja? Ucap Alvin.
“Vin, kenapa nggak lo cek aja semua CCTV yang ada disekitar sini syapa tau kita bisa mendapatkan alamat Riani, pasti Rumahnya dekat sini” Ucap Rendi.
“Ya, lo benar tapi gue nggak bawa laptop Gimana dong? Tanya Alvin.
“Kita ke rumah lo aja sekalian kita minta bantuan sama orang tua lo untuk cariin dia, gimana? Usul Rio.
“Ok, kita kerumah, lagian di Rumah alat untuk meretas CCTV lengkap” Ucap Alvin dan mereka semua menuju Rumah Alvin.
Tidak butuh waktu lama mereka semua sampai di Rumah Alvin, para pelayan menyapa Alvin dan teman-temannya dengan penuh hormat namun Alvin tidak membalasnya dia buru-buru ke kamarnya mengambil laptop dan mengajak teman-temannya ke ruang bacanya.
Alvin memulai meretas setiap CCTV yang ada disekitar Restoran Bunda tapi tidak menemukan satupun CCTV yang menampilkan gambar Riani.
“Sial, Pasti Riani telah meretas semua CCTV yang ada di sana” Ucap Alvin kesal.
“Mungkin Riani sekarng masih ada urusan jika urusannya selesai pasti dia akan kembali, seperti di pulau kemarin” Ucap Rio.
Alvin yang sudah frustasi karena tidak mendapat informasi apapun terpaksa meminta bantuan ayahnya.
“Assalamu alaikum, Ayah sibuk? Tanya Alvin melalui panggilan telvon.
“Wa alaikum salam, Tidak nak, ada apa? Tanya balik Tuan Martin.
“Yah, Alvin minta tolong bantu Alvin untuk mencari keberadaan Riani, dari semalam handphonenya tidak aktif dan tadi dia tidak masuk sekolah. Alvin sudah mencoba mencarinya lewat semua CCTV tapi Alvin nggak menemukan apa-apa”. Ucap Alvin
“Kalau memang seperti itu, kita tunggu saja dulu sampai 2 X 24 jam, jika Riani tetap tidak ada kabar kita akan minta bantuan polisi untuk melacaknya, untuk sekarang papa akan menyuruh anak buah papa untuk mencarinya diseluruh pelosok kota utara ini” Ucap Tuan Martin
“Terima kasih yah” Ucap Alvin
Alvin yang telah mencintai Riani merasa ketakutan jika dirinya akan kehilangan Riani.
Tanpa terasa waktu terus berjalan, hari ini tepat 1 bulan Riani menghilang entah kemana, Polisi sudah berusaha melacak keberadaan Riani tapi tidak mendapat hasil apapun mengenai Riani.
__ADS_1
Anak buah Tuan Martin pun telah mencari Riani keseluruh pelosok namun tidak menemukan Riani, bahkan berita kehilangan Riani telah dipublikasikan di berbagai media sosial tapi hasilnya tetap nihil.
Alvin yang merasa kehilangan terus mengurung diri, kondisi Alvin sangat buruk, setiap orang yang melihatnya selalu menatap sedih.
“Nak, sudah cukup kamu harus kuat sayang, mama nggak bisa lihat kamu begini terus” Ucap Bunda Rita sambil memluk tubuh Alvin yang terlihat sangat kurus dan tidak terurus.
Melihat kondisi Alvin yang terus menurun Tuan Martin dan Nyonya Rita membawa Alvin berobat keluar negeri.
Alhamdulillah dalam waktu 3 bulan Alvin sudah kembali ke Rumah utama dengan kondisi yang lebih baik.
Alvin kembali kerutinitasnya, namun sikap Alvin berubah menjadi sangat dingin. Saking dinginnya Alvin hanya akan berbicara dengan Ayah, Bunda, Lina dan juga Rendi namun Alvin tetap ramah kepada teman-temannya.
Setiap malam Alvin selalu melihat fotonya bersama Riani, seperti malam ini, di balkon kamar Alvin duduk memandangi foto Riani yang sedang tertawa bersamanya, bagi Alvin hanya Riani cewe yang bisa membuatnya jatuh hati.
Kepergian Riani yang bagai ditelan bumi tidak menjadikan Alvin benci kepada Riani.
Alvin terus menyimpan nama Riani di dalam hatinya dan selalu berharap ada keajaiban untuk dia bisa bertemu dengan Riani.
***
5 Tahum Kemudian
“ Ayah, Bunda ayo, Alvin udah terlambat nih” teriak Alvin.
“Sabar dong, bunda kan harus tampil cantik dihari wisudah anak bunda” Ucap Bunda Rita.
“Hmmm,,, terus ayah mana? Tanya Alvin.
“Hadir” Saut Tuan Martin.
“Kamu tenang aja, lagian acaranya nggak akan di mulai kalau ayah belum datang, kan ayah donator terbesar di Kampus kamu” Ucap ayah membanggakan diri.
“Dan kamu kan wisudawan terbaik, saking teraiknya kamu bisa menyelesaikan S1 dan S2 hanya dalam waktu 4 tahun, Jadi mana mungkin acaranya di mulai tanpa kamu” Timpal sang Bunda.
“Terserah bunda sama ayah aja” Ucap Alvin
Akhirnya mereka sampai di kampus, Acara wisudah terlaksana dengan baik. Ayah dan Bunda tidak bisa berlama-lama di kampus karena mereka ada urusan mendadak.
Sehingga Alvin memutuskan untuk bertemu dangan teman-temannya di taman kampus.
“Congrats ya bapak Magister Alvin” Ucap Rendi sambil memeluk Alvin saat tiba ditaman
“Eh, Congrats juga ya bapak sarjana Rendi” Ucap Alvin dengan membalas pelukan Rendi.
“Wah, wah, kayaknya kita sudah nggak di anggap nih di, apa karena dia sudah magister sedangkan kita baru sarjana ya” Sindir Rio kepada Alvin saat baru sampai di taman bersama dengan Aldi. Perkataan Rio membuat Alvin, Rendi dan Aldi ketawa.
“Ya, sebenarnya gue nggak pernah berfikir untuk membuang kalian tapi karena kalian yang minta, gue sih hanya nurutin aja, apasih yang nggak bisa dilakukan oleh bapak magister Alvin Alexander putra tunggal dan pewaris dari pengusaha nomor 1 di Asia” Ucap Alvin dengan menyombongkan diri.
“Oh, sudah sombong nih? Karena lo sombong maka kita juga akan sombong” Ucap Rio.
“Hahaha,,,Emang lo Punya apa?” Tanya Alvin.
“Punya sesuatu yang nggak lo miliki” ucap Rio dengan sombong
“Gue udah punya semuanya bro” Ucap Alvin
__ADS_1
“Yakin? Tanya Rio
“Yakinlah”
“Oke kalau begitu. Lo tunggu di sini gue akan buktiin gue punya sesuatu yang nggak lo miliki” Ucap Rio
“Udah, cepatan, apa sih yang gue nggak miliki” Ucap Alvin
Rio dan Aldi bergegas meningggalkan Alvin dan Rendi entah kemana. Beberapa saat kemudian Rio kembali namun hanya sendiri.
“Mana yang lo bilang, gue nggak punya, coba tunjukkin? Tanya Alvin penasaran begitupun dengan Rendi
Riopun menepuk tanggannya 3 kali tiba-tiba Lina, Lia, Ika, Julian dan Aldi datang menghampiri mereka.
“Maksudnya apaan? Kalau cuman manggil orang gue juga bisa kali” Ucap Alvin
“Vin, bukan itu maksud gue, tapi maksud gue….”Rio tidak meneruskan ucapnnya karena dia telah mendekati Lina lalu menciumnnya.
Seketika Alvin terdiam dan menyadari arah pembicaraan Rio
“Oh, maksud lo, pacar? Tenang aja gue juga udah punya pacar” Ucap Alvin santai namun teman-temannya begitu kaget
.
“Lo punya pacar? Siapa? Perasaan sejak kejadian 5 tahun yang lalu lo nggak pernah dekat dengan cewe manapun, bahkan lo mau bicara dengan ini anak-anak baru 1 tahun terakhir ini” ucap Rendi penasaran.
“Siapa lagi kalau bukan Anggrianita Putri Alexander” Ucap Alvin santai.
“What?” Ucap Mereka bersamaan
“Vin, lo masih mengharapkan Riani? Sudah 5 tahun dia nggak pernah muncul, bagus jika dia masih ingat lo, kalau ternyata dia sudah punya kekasih atau sudah nikah gimana? Tanya Lia
“Itu, Nggak mungkin dia pasti akan kembali, sekarng dia masih sibuk ada urusan jika urusannya selesai pasti dia kembali” Ucap Alvin
“Vin, sampai segitunya lo mencintai Riani, Gue doain lo bisa ketemu Riani lagi dan bisa berjodoh dengan dia” batin Rendi.
Saat mereka asik berbincang-bincang, Lina mendapat pesan dari seseorang yang mengucapkan selamat atas kelulusannya dan teman-teman yang lain.
Lina membaca pesan yang meminta readers untuk vote, like, komen, dan menyimpan novel ini sebagai favorit🤭🤭🤭
.
.
.
.
.
Readers, Trima Kasih telah membaca novel ini, maaf jika banyak TYPO karena ini adalah novel Perdana saya😘
Mohon dukungan yaaaa😍😍 melalui Vote, Like, serta tambahkan menjadi favorite agar Author makin semangat🙏😊
Dan Berikan komentar dan kritikan kalian, agar novel ini bisa lebih baik.😘
__ADS_1
Author: Hilma Maara👩💻