Bukan Salahku

Bukan Salahku
Episode 21 (Menjadi Asisten Pribadi)


__ADS_3

Ke esokan harinya Alvin yang telah bangun terlebih dahulu, segera membersihkan diri dan juga memesan baju kantor untuk Riani dan juga sarapan untuk mereka berdua.


Selesai membersihkan diri Alvin mendekati Riani yang masih terlelap.


Alvin menatap lekat wajah wanita yang selama ini dicintainya, wanita yang telah membuatnya hampir gila 5 tahun lalu.


Alvin mengelus pipi Riani dan menyingkirkan Rambut Riani yang menutupi wajahnya.


Riani yang merasakan sentuhan lembut dari Alvin membuka matanya dan memberikan senyum manisnya kepad Alvin.


“Selamat Pagi calon istriku, bagaimana tidurmu semalam?” Tanya Alvin lembut.


“Hmmm, siapa calon istrimu? Tanya Riani Balik.


“Lo lah, emang siapa lagi? Udah cepatan bangun, gue udah siapin baju ganti lo, jadi cepatan mandi, terus temui gue dimeja makan. Kita saran bersama lalu ke kantor” Ucap Alvin meninggalkan Riani.


Riani yang malas berdebat bangun dari tidurnya dan segera membersihkan diri.


Selesai mengganti pakaiannya Riani menemui Alvin di meja makan.


Mereka makan dengan tenang, Riani yang telah selesai makan menghampiri Alvin untuk minta ijin pulang karena sejak semalam belum balik ke apartemennya.


“Vin, boleh nggak gue pulang ke Apartemen gue dulu baru ke kantor lo?” Tanya Riani sambil memasang muka imutnya.


“Nggak, Lo boleh pulang nanti setelah dari kantor, hari ini adalah hari pertama gue menggantikan Ayah di kantor dan lo sebagai asisten gue harus ada disana” Ucap Alvin


“Vin, sebentar aja, gue cuman mau lihat Sabrina aja” Mohon Riani


“Oke, tapi gue harus ikut dengan lo” Ucap Alvin.


Riani yang tidak punya pilihan lain terpaksa mengijinkan Alvin mengikutinya. Mereka menggunakan Mobil Sport milik Alvin.


“Jadi ini Apartemen Lo?” Tanya Alvin saat mereka sampai dihalaman Aparteman Riani.


“Iya, kenapa emangnya? Tanya Riani Balik.


“Ini apartement yang sama dengan tempat tinggal lo dulu? Tanya Alvin memastikan kembali.


“Iya Vin, kenapa emangnya, ada yang aneh?


“Nggak kok, cuman heran aja kenapa dulu gue nggak tau kalau lo tinggal di sini. Dan asal lo tau saat lo menghilang, gue udah cari tau tentang pemilik Apartemen diseluruh kota ini tanpa terkeculai di sekitar sini juga tapi tidak ada yang mengatakan lo pemilik salah satu Apartemen di sini” Ucap Alvin.


Mendengar penjelasan Alvin, Riani hanya ber Oh ria aja.


“Ya iyalah vin, kan gue udah memalsukan semua data sebelum gue pergi” Batin Riani.

__ADS_1


Riani mengajak Alvin masuk kedalam Apartemen. Kedatangan mereka berdua disambut oleh Sabrina.


“Mom, kenapa semalam nggak pulang? Dad, Rindu tuh sama Mom”. Ucap Sabrina Polos sontak membuat Alvin cemburu


“Maaf ya sweety mom lagi ada urusan jadi nggak bisa pulang, oh, ya dad kemana? Tanya Riani


“Pagi Princes, kenapa nanti pulang sekarang sih, gue dan Sweety kan kangen sama lo Princes” Ucap Leon seraya akan memeluk Riani tapi dihalang oleh Alvin.


“Hei, lo ngapain ngehalangin gue? Minggir gue mau peluk princes gue” Ucap Leon kesal.


“Hei, lo yang ngapain mau peluk-peluk calon istri gue” Ucap Alvin mendorong Leon.


“Sejak kapan princes gue jadi calon istri lo? Ucap Leon kembali mendekati Riani.


“Sejak lo belum datang dikehidupan Riani”Ucap Alvin sambil menarik baju Leon.


“S.T.O..P kenapa sih lo berdua” Ucap Riani kesal melihat sikap kedua pria yang ada dihadapannya.


“Princes, dia yang mulai gue kan cuman mau meluk lo, kan lo tau sendiri gue nggak bisa jauh dari lo” ucap Leon Memberikan penjelasan


“Ri, Gue nggak suka dia meluk lo, Lo itu calon istri gue, mulai sekarang yang bisa meluk lo cuman gue. Dan satu lagu gue nggak ijinin dia manggil lo dengan sebutan Princes” ucap Alvin sambil memandang sinis Leon.


“Siapa lo ngelarang gue? Ucap Leon Kesal.


“Gue bilang stop. Vin dia kakakku biarkan saja dia memanggilku seperti apa dan lo kak kalau mau peluk-peluk silahkan cari pacar. Ucap Riani tegas membuat kedua pria itu hanya diam.


Panti Asuhan yang dibuat oleh Riani hanya diketahui oleh Ibu Farida yang menjadi Riani percayakan untuk mengelola Panti Asuhan yang ia beri nama Panti Asuhan “Surga Pranata”.


Nama panti asuhan itu adalah gabungan namanya dengan sang kakek yaitu Surya dan Anggika sedangkan Pranata adalah nama keluarganya.


Riani menggunakan nama keluarganya karena sekarang seluruh kekayaan keluarga Pranata telah berada ditangan Riani namun tidak ada yang mengetahuinya.


Riani telah membeli seluruh Saham perusahaan Pranata menggunakan nama Anggrianita Putri. Bahkan Ia telah mengubah nama perusahaan itu menjadi SAP Company.


Dengan kerja keras yang Riani lakukan perusahaan keluarganya kembali Berjaya, dan perusahaan yang baru dia dirikan selama 3 tahun menjadi perusahaan yang dikenal maju karena harga saham yang terus naik.


Perusahaan itulah yang sekarang dipimpin oleh Leon Albet.


Semua orang mengetahui bahwa perusahaan yang dipimpin Leon adalah perusahan milik Leon karena nama perusahaan tersebut adalah LA Company.


Riani yang telah selesai mengantar Sabrina kepada ibu Farida kembali keapartemennya. Saat Membuka pintu dia dikagetkan dengan pertengkaran antara Alvin dan Leon.


“Alvin, kak leon, kalian apa-apaan sih” Ucap Riani melerai pertengkarang diantara mereka


“Nggak kok princes kita hanya bermain kok” Ucap Leon sambil mendekati Riani.

__ADS_1


“Stop jangan dekati Riani, dan ingat mulai hari ini yang boleh meluk Riani cuman gue dan jangan ada panggilan Princes” Ucap Alvin kesal lalu menarik tangan Riani untuk meninggalkan Leon.


Alvin yang terbakar api cemburu membawa Riani ke perusahaannya. Saat sampai di perusahaan Riani dan Alvin menjadi pusat perhatian.


Banyak yang membicarakan tentang mereka, Alvin yang tidak pernah dekat dengan wanita manapun, dihari Alvin akan menjadi pimpinan perusahhan dia terlihat bersama seorang wanita yang begitu anggun.


“Hay, Vin, Ri, kalian dari mana aja ? Tuan Martin sudah menunggu kalian sejak tadi” Ucap Rendi


“Eh, Ren lo di juga ada di sini? Tanya Riani


“Iya Ri, Gue kan akan jadi asisten Alvin” Ucap Rendi


“Haah, Vin, kalau lo udah punya asisten ngapain gue di sini? Tanya Riani kepada Alvin.


“Rendi Asisten Perusahaan, kalau lo Asisten Pribadi, tugas lo cuman menemani gue” Ucap Alvin


“Lo pikir gue nggak ada kerjaan lain apa ? sampai harus nungguin lo” Ucap Riani kesal.


“Gue nggak suka dibantah dan ingat lo udah buat gue menderita selama ini jadi lo harus bayar semuanya” Ucap Alvin .


“Ri, lebih baik lo turutin aja maunya, paling dia hanya akan minta lo jadi asisten selama 1 bulan” Bujuk Rendi.


“Apa, lo pikir gue akan bebasin dia? Pokoknya selamanya dia akan jadi asisten pribadi gue”. Ucap Alvin dan segera menarik Riani kedalam ruangan rapat yang akan dimulai.


Rapat pergantian pemimpin perusahaan berjalan lancar. Hari ini Alvin resmi menggantikan Ayahnya.


Selesai rapat Riani, Alvin dan Rendi pergi ke restoran untuk makan siang. Alvin menyuruh Rendi untuk menyetir sedangkan dia dan Riani duduk dibangku blakang.


Selama perjalanan Alvin terus menggenggam tangan Riani, Rendi terus fokus dengan kemudinya dan sekali-kali dia melihat kaca spion untuk melihat Riani dan Alvin.


Rendi meminta para Reader untuk Vote, Like, Koment dan menyimpan Novel ini sebagai favorite🤭 agar Author terus semangat nulisnya.


.


.


.


.


.


Readers, Trima Kasih telah membaca novel ini, maaf jika banyak TYPO karena ini adalah novel Perdana saya😘


Mohon dukungan yaaaa😍😍 melalui Vote, Like, serta tambahkan menjadi favorite agar Author makin semangat🙏😊

__ADS_1


Dan Berikan komentar dan kritikan kalian, agar novel ini bisa lebih baik.😘


Author: Hilma Maara👩‍💻


__ADS_2