Bukan Salahku

Bukan Salahku
Episode 9 (Berarti kita Sia-sia)


__ADS_3

Beberapa menit kemudian bel Istrahat berbunyi, Riani bergegas meninggalkan kelas tanpa mengajak Lina dan kawan-kawan.


Riani pergi ke Kantin Ia memesan makanan dan minuman lalu mencari meja kosong, setelah Menemukannya Ia segera duduk sambil menunggu pesanannya.


Namun ada yang menghampirinya, Dia adalah orang yang telah Riani tabrak tadi pagi.


“Hai, kamu anak baru, cepat minta maaf, karena lo nabrak tadi pagi gue terjatuh dan ini baju gue kotor” Ucap Cowok itu sambil memperlihatkan Bajunya yang kotor


Riani yang tidak mau berdebat hanya menatapnya lalu mengambil ponselnya dan memainkannya tanpa menghiraukan setiap ocehan dari cowok tersebut.


“Kamu dengar Aku nggak? Dasar perempuan gila” Ucap Pria itu denga emosi dan berusaha membalas tindakan Riani dengan mendorong kursi yang Riani duduki tetapi tindakannya dihentikan oleh Alvin.


“Reno, apa yang kau lakukan” Tanya Alvin dengan tegas dan membuat Reno ketakutan karena Ia tau Alvin adalah orang yang kejam dan bisa berbuat apa saja.


“Maaf Vin, aku hanya ingin memberikan sedikit peajaran kepada anak baru ini, agar tidak seenaknya di sekolahmu”. Ucap Reno dengan sedikit ragu-ragu


“Sudah, pergi dari sini dan jangan pernah kau mengganggunya lagi.” Ucap Alvin dengan sorotan mata yang tajam sehingga Reno hanya bisa mengangguk dan segera pergi.


Setelah Reno pergi Alvin duduk disamping Riani tanpa meminta ijin dan itu membuat Riani jengkel.


“Ngapain lo duduk di situ?” Tanya Riani


“Ya,, Gue kan udah bantuin lo jadi harusnya lo bilang terima kasih kek, atau ap? Jawab Alvin Santai


“Gue ngak butuh bantuan lo” Ucap Riani lalu pergi meninggalkan Alvin


“Itu cewek nggak tau terima kasih bangat, udah di tolongin masih aja kayak kulkas” Gerutu Alvin lalu berjalan mendekati teman-temannya yang ternyata bersama dengan Lina dan Kawan-kawan disalah satu meja panjang.


Mereka memang sering makan bersama karena sebenarnya Rio naksir sama Lina, Aldi Naksir sama Ika, Julian Naksir sama Lia, tetapi mereka tidak berani mengatakannya. Rendi telah memiliki kekasih dan Alvin setia dengan playboynya.


“Vin, Bagaimana lo udah kenalan dengan cewek baru itu?” Tanya Rio.


“Hmmm… Boro-boro kenalan yang ada gue dicuekin, padahal tadi gue udah nolongin dia dari si Reno, emang semua cewek itu bisanya hanya menyusahkan dan tidak tau terima kasih” Ucap Alvin kesal.


“Vin, Lo apa-apaan sih, tidak semua cewek itu merepotkan, lo nya aja yang dapat cewek kayak cacing kepanasan, jadi selalu saja merepotkanmu” ucap Lia spontan membuat mereka yang ada ditempat itu tertawa.


“Vin, jangan lupa perjanjian kita” Ucap Aldi


“Perjanjian Apa?” Tanya Ika


“Tidak ada, hanya masalah cowok-cowok aja” jawab Rio agar para cewek tidak akan curiga.


“Eh, kalian tau ngak kelas kita libur 3 hari loh” Ucap ika


“Libur? Bukannya tidak ada tanggal merah atau ada kegiatan apapun disekolah kita? Kok kalian Libur? Tanya Aldi


“Ya, Karena Riani tadi bisa menyelesaikan tugas dari pak Bagas dan mereka membuat perjanjian,, bla..bla…”Ucap Ika Panjang lebar dan membuat para lelaki itu terkejut.


“Siapa Riani? Apa teman Baru kalian itu? Tanya Alvin

__ADS_1


“Iya, Teman baru kita itu namanya Riani dia sangat pintar” jawab Ika


“Wah, Vin kayaknya lo udah punya saingan deh, kan yang bisa ngerjain Quis dari pak Bagas cuman lo Doang itupun hanya satu Nomor dalam setiap pertemuan dan memakan waktu lama” Ejek Rendi


“Eh, Karena lo udah tau namanya maka kita harus bicara kembali masalah perjanjian kita” Bisik Rio pada Alvin


Alvin terdiam sesaat Ia kembali memikirkan Riani tanpa sadar ia melangkah kemeja yang Ia duduki dengan Riani sebelumnya dan memanggil pelayan Kantin.


“Ada apa Tuan Muda?” Tanya Pelayan kantin.


“Mana pesanan cewek tadi yang duduk di sini?” Tanya Alvin.


“Sudah saya antarkan ke taman Tuan, tadi ada yang mengatakan kepada saya kalau nona yang ada di sini tadi bersama tuan meminta makanannya diantar ke taman.” Ucap Pelayan Kantin


“Baguslah kalau begitu” Lalu Alvin kemeja teman-temnannya.


“Vin, Ngapain lo kemeja itu? Apa ada yang ketinggalan ? Ucap Ika dengan polosnya.


Alvin tidak menjawab dia hanya memandang kearah seseorang yang hendak mengantar piring bekas ia gunakan, dan semua teman-temannya mengikuti arah pandangan Alvin dan mereka tertuju pada Riani yang membawa piring dari arah Taman menuju kantin.


Setelah mengantarkan piring Riani bergegas kembali ke ruang kelas namun Alvin terus memusatkan pandangannya kearah Riani hingga tidak terlihat sosok Riani.


Tatapan Alvin yang begitu fokus pada riani membuat teman-temannya kembali mnegejek Alvin.


“Jika kamu menyukainya bilang aja Vin, nanti kita akan bantu kok” Ucap Rio dan diangguki oleh teman-temannya dengan sedikit tersenyum.


“Aku suka sama kulkas, itu ngak mungkin” Ucap Alvin ketus.


“Siapa yang mencari tau tentang kulkas sih, kayak gue kurang kerjaan saja” Ucap Alvin dengan kesal


“Eh, tapi lo udah punya nama kesayangan aja tuh buat Riani” Goda Rio


“Nama kesayangan, perasaan Ngak, namanya aja baru gue tau tadi saat Ika mengatakannya, Lagian Apa nama kesayanganku padanya”? Tanya Alvin penasaran


“Kulkas” Jawab mereka kompak dan langsung menertawakan Alvin yang tiba-tiba mukanya berubah bak buat tomat.


Setelah selesai makan dan bercanda mereka kembali ke kelas masing-masing, Lina dan Kawan-kawan pergi ke kelas X A sedangkan Alvin dan teman-teman ke kelas XI A.


Mereka kembali belajar hingga waktu bel pulang terdengar.


“Ri, Ayo ikut kita-kita ke mall besok pagi biar nanti kita jemput” Ajak Lia.


“Maaf, Aku Sibuk” Tolak Riani dan Ia pergi meninggalkan Lina dan kawan-kawan.


“Itu anak kenapa sih selalu saja menghindar, apa dia tidak mau berteman dengan kita? Tanya Ika.


“Huusss, Jaga bicara kamu, mungkin memang sifatnya dingin seperti itu dan mungkin juga karena kita teman barunya jadi dia masih susah menyesuaikan dirinya”. Ucap Lina.


“Lin, Apa aku boleh ikut mobil kamu?” tadi aku di antar sopir, Mobilku Mogok, boleh ya? Bujuk Lia.

__ADS_1


“Ok,, tapi kamu yang bawa mobilnya.” Jawab Lina.


“Siap Bos” Ucap Lia dan mereka segera masuk kedalam Mobil Lina sedangkan Ika telah melajukan mobilnya.


“Lin, Apa kamu tidak curiga dengan Riani? Aku rasa dia bukan orang sembarangan, aku yakin dia dari kalangan terpandang, jika dia miskin bagaimna dia bisa masuk di sekolah kita? Kan sekolah kita tidak menerima beasiswa apapun” Ucap Lia saat Mobil telah melaju


“Aku, juga manaruh curiga padanya, aku sangat yakin dia bukan orang biasa, tapi… “ucapan Lina terpotong karena melihat Riani yang berada disamping mobil mereka karena sekarang mereka berada tepat didepan Lampu lalu lintas dengan lampu warna merah yang mengharuskan mereka untuk berhenti .


“Lia, Apa kamu harus buru-buru sampai di Rumahmu? Tanya Lina .


“Enggak, Kenapa? Kamu mau aku temanin kemana? Tanya balik Lia.


“Enggak kok, cuman aku mau ajak kamu buat ngikutin taksi Riani agar kita tau di mana tempat tinggalnya dan kita bisa menemukan jawaban seperti apa sebenarnya Riani” Jawab Lina dan Lia mengikuti rencana Lina.


Saat Mobil telah kembali berjalan mereka berusaha untuk berada dibelakang taksi Riani guna mengikutinya.


“Kok aku merasa ada yang mengikutiku, bagaimana ini? Aku tidak mau jika ada yang mengetahui tempat tinggalku. Lebih baik aku Kerestoran yang tidak jauh dari Apartemenku aja” Batin Riani


“Pak kita ke Restoran di Blok C ya” Ucap Riani.


“Baik Mba” Jawab Supir.


Tibalah Riani di Restoran dia langusung mencari tempat duduk dan memainkan handponnya namun sebelumnya Ia telah memesan minuman dan beberapa stik.


“Lah, Kok kita ke Restoran Bunda Rita sih” Ucap Lina. Ya Lina memanggil Nyonya Rita dengan sebutan Bunda.


“Yah, Karena Riani tadi ke sini” Jawab Lia.


“Lin apa Riani tau jika kita mengikutinya makanya dia mengalihkan tujuannya agar kita tidak bisa mengetahui tempat tinggalnya” Sambung Lia


“Mungkin saja, jika benar berarti kita sia-sia dong” Ucap Lina


Namun Ia tetap mengajak Lia masuk ke dalam restorant untuk makan siang dan juga Ia ingin bertemu dengan Bunda Rita.


.


.


.


.


.


Readers, Trima Kasih telah membaca novel ini, maaf jika banyak TYPO karena ini adalah novel Perdana saya😘


Mohon dukungan yaaaa😍😍 melalui Vote, Like, serta tambahkan menjadi favorite agar Author makin semangat🙏😊


Dan Berikan komentar dan kritikan kalian, agar novel ini bisa lebih baik.😘

__ADS_1


Author: Hilma Maara👩‍💻


__ADS_2